
********Boss tumben kau datang kemari? Apa ada tugas aku bersemangat sekarang” Tanya Arifin dan Carly kompak.
" Aku ada tugas khusus untuk kalian....
Beberapa orang kita tewas saat mengintai grup mafia yang di incar oleh satuan khusus, aku ingin kalian pergi untuk mengintai mereka habisin orang yang melangar tanpa ampun. Setelah itu bawa beberapa orang untuk mengatur rute aman aku akan datang bersama tim B untuk memindahkan dan membongkar gudang persediaan senjata mereka.” Tutur Zidan menjelas rencana nya sesekali pandangan nya menatap ke arah pintu ruangan di samping nya.
" Wow rencana mu bagus bos," Celetuk Carly dengan ria.
“ Mereka bermain licik kita harus lebih cerdik! Bagaimana dengan tahanan nya?" Tanya Zidan sambil menyipitkan mata nya dingin kearah pintu sebelah.
" Beres bos.... Rose sedang menyiksa nya,"
" Utus beberapa orang untuk melindungi nya di rumah sakit,” Zidan beralu pergi dari sana.
Ke esokan hari nya . . .
Semua personil DRAGON INFERIOR ( DlR)
Telah berada di kawasan dimana rencana mereka akan di langsung kan. Semua perlengkapan di mulai senjata dll sudah siap di tubuh mereka.
“ Aku tak mengira kau bisa membantuku” ucap Marshel ke arah Zidan.
“ Sudahlah kak . . Kau itu saudara ku sudah pasti aku akan membantu mu," Seru Zidan membalas ucapan mereka.
“ Dan lagi aku mengingat kan mu kak! Berada dalam kegelapan tak se aman yang kau kira anak dan istri mu bisa terancam bahaya, Jadi kau harus lebih waspada dalam menjalankan grup phantom,” Ucap Zidan mengingatkan.
“ Iya, zi mulai sekarang aku akan lebih waspada agar mereka selalu selamat,"
" Bos sudah ada pergerakan ” Suara dari earphone yang berada di kepala nya berbunyi.
" Bersiaplah....”
“ Gudang persenjataan sudah terbakar zi “ ucap Arifin yang baru saja datang dengan berbagai senjata di belakang mereka.
“ Bagus... Mulai beraksi,” ucap nya singkat.
“ Kalian yang mengali lubang kematian sendiri” Ujar Zidan bangga.
Pada hari itu terjadi pertempuran yang dasyat disana. Tak jarang banyak darah yang berceceran di hutan berantara api yang melentap persenjataan membuat sebuah ledakan yang besar.
Pertempuran sengit terjadi dengan sadis namun kemampuan dragon inferior lebih hebat dari mereka. Bahkan tak ada satupun anggota phatom yang terluka di bawah bantuan unit DIR.
Mendapatkan pukulan telak kapten FANG selaku pemimpin unit khusus mengambil keputusan untuk menarik pasukan nya kembali dari Medan tempur, ia mengetahui perbedaan kekuatan yang sangat besar membuat mereka hanya bertarung sia-sia saja.
“ Hoii apa segini nyali kalian” Triak Carly dengan nada kencang.
" Carl Diamlah! Tentu mereka tak akan membiarkan personil nya mati begitu banyak kan?" Ucap Arifin sedikit tegas kearah nya.
" Zee Bagaimana rute nya?" Tanya Zidan kearah pemuda di samping nya.
" Aman bos"
“ Mari kita pulang sekarang” Ujar Zidan menyusuri hutan berantara itu.
Sudah sangat malam di saat mereka tengah mengemudi mobil nya terlihat seorang wanita tergeletak di jalanan dengan tubuh penuh luka.
" Astaga ada wanita bos," Ujar Carlos.
" Biarkan saja! Kita harus cepat pulang," ucap nya dingin.
Mobil melaju lagi meninggal wanita itu yang tergeletak disana. Tanpa mereka sadari wanita itu terbangun dengan senyuman sinis berdecih sebal kearah mobil hitam yang melaju cepat.
Pukul 2 pagi Zidan sampai di rumah nya, ia membuka pintu dengan kunci cadangan milik nya sesegera ia beralih ke kamar nya
Ia ke kamar mandi dan membersihkan tubuh nya dengan air dingin hanya butuh 10 menit sampai dirinya berpakaian rapih.
Ia beranjak ke atas ranjang melihat wajah shella yang tengah tertidur pulas, ia mengambil buku catatan medis yang di peluk wanita itu, mengeser sedikit tubuh nya agar sedikit lebih dekat Zidan mencium aroma leci pada leher jenjang perempuan disamping nya.
" Selamat malam” ucap nya sambil memeluk shella erat seakan tak ingin melepaskan nya.
Shella terbangun dari tidur nya ia menatap jam menunjukkan pukul 7 pagi, ia menoleh kesamping nya dan tak ada siapapun disana apa dia tak pulang pikir shella? Tak ingin membuang waktu shella langsung pergi ke kamar mandi meredam tubuh nya dengan air hangat merilekskan pikiran nya dalam air hangat itu.
Setelah selesai shella menuruni anak tangga, ia beranjak ke arah meja makan yang sudah ada beberapa makanan dan susu disana.
" Nyoya apa tidur anda nyeyak?" Tanya bibi ket kearah nya dengan ramah.
" Aku merasa sedikit tak enak badan! Apa mungkin sudah lama tak ke SPA yah?" Tanya shella menghiraukan tatapan bibi Ket.
" Tuan juga tidak pulang semalam,"
" Zi tidak pulang? Memang nya dia selalu kemana jika tak pulang?"
" Begitukah . . BI aku sudah selesai," Shella mendorong kursi nya dan pergi meningalkan dapur.
Shella memutuskan untuk berkunjung ke rumah keluarga Wijaya, ntah mengapa ia merasa tak tenang mendapatkan pesan yang tadi dibaca nya.
Shella masuk ke mobil jemputan dihadapan nya, setelah sampai di Mashion itu shella melangkah dengan perasaan sedikit takut menginjakan kaki disana Walaupun Kevin berada di sana ia tak mungkin bisa terus menjadikan nya tameng.
" Gadis licik ku akhirnya datang,” Seru wanita paruh baya itu menyambut shella dengan merentang kan kedua tangan nya.
" Tante,"
“ Pangil aku mommy seperti dulu gadis licik ku," Senyum sinis terlihat di bibir nya.
" Mom kenapa kamu memanggil ku! Bukan nya semua nya sudah berhasil," ucap shella kearah nya.
" Hime-san sampai kapan pun balas Budi ini tak akan terbayar! Karna itu tingalkan Zidan dan negara ini hime-san dan aku akan mengangap lunas balas Budi itu?" Ucap wanita paruh baya itu.
" Alasan nya?"
" Kau begitu bodoh Hime-san, pantas saja ibumu meninggal kan mu hidup menderita menjadi gelandangan . . Kutukan keluarga Higashi selalu berlaku apalagi untuk anak perempuan kau monster hime-san monster dalam bentuk manusia ," Tunjuk wanita itu dengan pandangan sinis dan jijik kearah nya.
" Cukup mom kau tak tau apa-apa tentang ku. Jangan berusaha mengendalikan ku lagi mom aku lelah selalu berada dalam bayangan mu lagi...!!"
“ BERISIK . . BERISIK . . BERISIK . . .”
" HEI ANAK MONSTER APA KAU KIRA KEHIDUPAN MU YANG SEKARANG DAN SIFAT MU INI BISA SEPERTI INI KARNA SIAPA ITU KARNA AKU! AKU MEMBERIKAN BIAYA UNTUK MU MENJADI SEORANG MODEL MEMBERIKAN KEHIDUPAN MU SEBAGAI SEORANG HIGASHI TAPI APA YANG KAU BERIKAN PADA KU . . KAU MUNCUL LAGI SEKARANG BAHKAN MASUK KEKELUARGAAN WIJAYA, BAHKAN KEDUA ANAK KU TERGILA-GILA PADA MU! HANYA ANAK MONSTER YANG TAK DI INGINKAN...”
" Cukup mom,"
" Apa-apaan tatapan pun itu,"
PLAK
PLAK
PLAK
PLAK
" APA KAU KIRA AKU BISA MELEPASKAN PION SEPERTI MU INI! HANYA KAU YANG BISA MENGHANCURKAN NYA,"
Tamparan mengenai wajah shella dengan beruntun membuat sedikit darah di sudut bibir nya. Shella meringis kesakitan mendapatkan tamparan itu.
Kevin datang dan menghentikan kegiatan itu membawa shella pergi dari sana. Shella menangis dalam dada bidang Kevin sunguh kebodohan yang mutlak ia membuat kesusahan untuk dirinya sendiri.
" Shell tenang lah! Kita bisa atasi semua nya ”
" Augus ”
" Percaya pada ku”
Kevin mendekatkan wajah nya pada wajah shella membuat kening mereka beradu
Tangan kekar nya mengelap air mata shella yang tak henti-hentinya keluar dari tadi.
★ CKREK ★
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Shella terbangun dari tidur nya ntah sejak kapan ia tidur, tatapan mata nya menatap nanar ntah sejak kapan dirinya telah berada di rumah nya apa yang sebenarnya terjadi? Tak ingin memusingkan hal itu shella mengigat ucapan dari wanita itu.
Bayangan masa lalu terbayang di kepala nya ia tak bisa terus seperti ini negara ini benar-benar tak aman untuk nya.
Sudah cukup baginya untuk di buang
Dirinya tak bisa menjadi pion lagi
Dendam ini harus berlanjut dirinya harus bisa memastikan keamanan teman-teman dan kakak nya di sini sebelum waktu itu tiba.
" SIALAN AAAAAA”
" BRAKK"
Pukulan mengenai meja rias nya, shella memegang lengan nya yang sakit sunguh lucu bahkan meja pun menggertakku sunguh sial hidup nya.
Bibi Ket terlonjak kaget mendengar triakan ku lalu ia beranjak cepat pergi menuju ke atas. Bibi Han membuka pintu kasar ia sunguh khawatir dengan nona muda nya itu.
" Nyoya ada apa?" Tanya nya melihat wajah shella memerah menahan rasa sakit.
" Ahahah tidak bi," tawa nya cangung.
" Benarkah? Oh yah nona tuan menyuruh Anda pergi ke kantor nya." Bibi Han menutup pintu dengan kasar meninggal kan shella yang melompat-lompat kesakitan*******.