SCHNUCKY

SCHNUCKY
KEJUTAN DITENGAH GERINGAN



Arya tiba disebuah kedai. Ia menghentikan laju All New Avanza hitamnya beberapa jarak dari kedai tersebut. Perjalanan dua jam membuat tubuhnya pegal dan lelaki itu memutuskan untuk mengistirahatkan sejenak tubuhnya yang letih.


Arya mematikan mesin mobilnya lalu menyingkirkan safety belt dan membuka pintu lalu melangkah keluar dari mobil. Lelaki itu melangkah mendekati lokasi kedai.


Kedai itu melayani kendaraan-kendaraan yang beristirahat sejenak dalam kegiatan transitnya. Pengunjungnya tidak ramai, tapi juga tidak dikatakan sedikit. Bagaimanapun hal itu bukanlah sesuatu yang statis karena kedatangan dan kepergian pengunjung merupakan hal yang biasa bagi sebuah usaha dagang yang bergerak dibidang kuliner dan hiburan disetiap sisi jalanan transit Sulawesi.


Arya masuk ke dalam kedai dan memilih duduk disebuah bangku yang agak menjorok ke sudut ruangan. Ia memandang sekeliling dan menemukan seorang pemuda yang sementara sibuk menata meja yang telah ditinggalkan oleh pengunjung karena telah selesai dengan hajatnya menikmati kuliner di kedai tersebut.


Arya melambai ke arah pemuda tersebut. Anak muda itu mengangguk sebentar dan menyelesaikan kegiatannya yang tertunda. Setelah itu ia melangkah mendekati Arya yang duduk dengan santai.


"Ya?" sahut pemuda itu dengan santun.


"Pesan makanan... ada ayam dan lalapan?" tanya Arya.


"Ada..." jawab pemuda itu mengangguk.


Arya mengangguk. "Saya pesan itu saja. Tambah teh hangat ya?" tambahnya.


Pemuda itu mengangguk santun lalu berbalik melangkah meninggalkan Arya yang kembali sibuk mengutak-atik aplikasi di gawainya.


...*****...


Kamala menulis beberapa kalimat pada lembaran hasil analisisnya. Terdengar bunyi deringan dan wanita itu menoleh ke nakas menatap gawainya yang bergetar.


Wanita itu bangkit dan melangkah menuju nakas lalu mengambil gawai itu, memeriksa panggilan yang masuk. Ia mengangguk-angguk sejenak dan mengaktifkan penjawab panggilan.


📲 "Bagaimana dengan lelaki itu? Apakah dia telah tiba ditujuan?" tanya Kamala dengan pelan.


📲 "Ia masih beristirahat disini." jawab seseorang. "Apakah rencana itu dijalankan saja?"


📲 "Lakukan senatural mungkin... dengan sedikit drama... kamu bisa, kan?" pancing Kamala dengan senyum.


📲 "Tentu... kamu sudah tahu bagaimana reputasiku." ujar orang itu.


📲 "Masuklah dan buatlah keributan..." perintah Kamala kemudian mengakhiri pembicaraan seluler tersebut. Sejenak kemudian senyumnya lenyap berganti dengan wajah yang membesi.


...******...


Arya sedang tekun melihat perkembangan sahamnya di aplikasi money trading saat terdengar suara langkah mendekat. Arya menghentikan sejenak kegiatannya menatap pemuda yang membawa baki berisi pesanan makanannya.


"Ini pesanannya Tuan..." ujar pemuda itu dengan senyum seraya meletakkan piring-piring berisi jamuan hidangan.


"Terima kasih..." jawab Arya dengan senyum.


Pemuda itu mengangguk lalu bersikap tegak memeluk baki. "Untuk teh hangatnya masih sementara dibuat. Harap sabar..." ujarnya dengan sikap santun.


Arya mengangguk dan pemuda itu membungkuk datar dan berbalik meninggalkan Arya. Lelaki itu kemudian mulai makan dengan pelan untuk menikmati setiap hidangan yang tersaji di meja itu.


Sesekali ia menjeda makannya saat mendengar dentingan bunyi notifikasi dari gawai. Lelaki itu membuka aplikasi dan sesekali memeriksa kemudian melanjutkan lagi kegiatannya yang tertunda.


Sedang asyiknya makan dan memeriksa perkembangan sahamnya di aplikasi money trading, seorang wanita datang membawa baki berisi segelas besar teh hangat mendekati Arya.


"Ini tehnya Pak..." ujar wanita itu dengan lembut.


Arya mengangguk sejenak namun tercekat kemudian. Suara itu sangat dikenalnya. Seketika ia mendongak menatap gadis itu.


"Kau!" serunya dengan nada tertahan.


Wanita dihadapannya hanya bisa tercengang dan sejenak kemudian ia mendapatkan kesadarannya kembali lalu berbalik lari meninggalkan Arya.


"Tunggu!!!" seru lelaki itu langsung berdiri dan bergegas mengejar wanita itu.[]