SCHNUCKY

SCHNUCKY
MENGGALANG ASA YANG NYARIS SIRNA



"Dan ancamanmu berhasil." tukas Arya dengan ketus.


"Ya. Aku bersyukur untuk itu." balas Iswan tak kalah ketus. "Perempuan itu menepati janjinya pada kita. Dia tak muncul lagi. Persoalan selesai. Okey?!" Lelaki itu menghempaskan punggungnya di sandaran sofa.


Arya diam lalu menghela napas sejenak. "Baiklah." ujarnya pada akhirnya. "Aku tak akan mendebatmu lagi. Tapi, kau tak perlu kuatir. Aku tak akan menyeretmu dalam penebusan dosa ini."


"Terserahmulah!" ujar Iswan dengan ketus lalu bangkit. "Jika kau mau menggali lubang kuburnya hanya untuk mengakui dosamu, itu bukan urusanku."


Iswan melangkah meninggalkan ruangan tersebut menyisakan Arya yang duduk sendirian di lobby tersebut. Arya memandangi kertas tersebut dan mengamati alamat yang tertera dilembaran itu.


"Kenapa kok bengong sendiri?"


Suara seorang wanita yang dikenalnya membuat Arya langsung menoleh. Kamala nampak berdiri dibelakangnya sambil melipat tangan didadanya. Tatapan wanita itu terlihat datar.


Arya tersenyum dan langsung memperbaiki sikapnya. "Duduklah..." ajaknya.


Kamala kemudian melangkah dan menduduki sofa disisi Arya. "Siapa lelaki tadi?" tanya wanita itu.


"Teman sekelasku dulu di sekolah menengah umum." jawab Arya. "Dia membantuku sedikit mencari alamat dari kepala sekolah kami dulu."


"Tadi kelihatannya kalian bertengkar." selidik Kamala.


Arya tersenyum. "Perbedaan pendapat. Itu hal yang biasa." kilahnya.


Mata Kamala mulai memicing lagi. "Kau mau bohong lagi, hm?" tukas wanita itu. "Kau tak bisa menyembunyikannya dariku, Arya."


"Dimatamu... aku selalu jadi tersangka." ujar Arya dengan wajah yang mulai mendatar. "Apakah kau berniat menikahiku hanya untuk mendakwaku?"


Kamala tersenyum. "Kau juga selalu salah sangka denganku." jawab wanita itu. "Yang ku mau darimu adalah kejujuran, Arya. Tidak ada wanita yang mau dibohongi, apalagi di khianati."


"Aku nggak akan pernah mengkhianatimu." ujar Arya. "Pegang kata-kataku." tandasnya.


Kamala tersenyum lalu memajukan tubuhnya. Tangannya menyentuh tangan Arya. "Baiklah Sayang, jangan tersinggung." Kamala kemudian menegakkan tubuhnya.


"Apakah kau akan segera pergi menemui orang dalam alamat itu?" tanya Kamala.


"Jika kau mengijinkannya." ujar Arya.


Kamala tertawa kecil. "Lho? Kok pakai ijinku?"


Arya mengangguk. "Bagaimanapun, kau itu tunanganku. Aku tak mau jadi lelaki pembohong dimatamu."


Kamala tertawa kecil lagi lalu mengangguk-angguk. "Baiklah, Schnecke. Pergilah temui orang itu."


"Kau memanggilku, Schnecke?" tukas Arya dengan lirih.


"Aku tak suka panggilan itu." ujar Arya, "Mengingatkan aku akan..."


"Tapi aku suka nama itu." sela Kamala. "Dan aku akan menyematkan nama itu kepadamu."


"Kamala..." tegur Arya.


"Tapi dengan pola kata yang lain..." ujar Kamala. "Bagaimana kalau Schnucky?"


Arya mengerutkan alisnya. "Kau mengingatkanku kepada Almarhum Rudi." dengus lelaki itu.


"Kenapa? Dia menyebutkan nama yang sama?" tebak Kamala. "Berarti itu adalah takdirmu, Schnucky."


Arya kembali mendengus. Kamala tertawa kecil lalu mendekat dan duduk disisi Arya. "Sudahlah, Schnucky. Terimalah panggilan itu. Itu panggilan kesayanganku padamu. Imbalannya, kau boleh menggunakan panggilan apa terhadapku."


Arya tersenyum sinis. "Bagaimana jika kupanggil kau juga Miss Marvel?" tantangnya.


"Miss Marvel? Boleh juga tuh." ujar Kamala.


"Kamu nggak mau tahu alasan?" pancing Arya.


"Memang ada latar belakangnya?" tanya Kamala dengan wajah polosnya.


Arya tertawa penuh kemenangan. "Kupikir orang yang banyak pengetahuan sepertimu mengetahuinya." sindir lelaki itu.


"Banyak pengetahuan, bukan berarti aku mengetahui segalanya, Schnucky. Aku juga manusia biasa sepertimu." jawab Kamala dengan senyum diplomatis.


"Itu salah satu karakter di MCU." jawab Arya.


"MCU.... Marvel Cinematic Universe?" tebak Kamala.


Arya mengangguk.


"Ah, masa sih? Kalau film-film Marvel sih aku pernah nonton. Itu kan yang Ironman... Avenger... dan... apa yang terbaru itu... Moonknight..." ujar Kamala.


"Miss Marvel adalah nama hero untuk Kamala Khan...." ujar Arya lalu tertawa pelan.


"Hah? Ada nama Kamala juga di film Marvel? Kok bisa?" tanya Kamala dengan polosnya.


Arya makin tertawa dan mengangguk-angguk. "Berarti sekarang kau harus rela ku panggil Miss Marvel..." olok Arya.


Kamala lalu tersenyum. "Oke, nggak masalah, Mr. Schnucky." balas wanita itu. Keduanya lalu tertawa bersama. []