
Dikediaman reza
Pukul 23.30 setelah pulang dari rumah dhio reza langsung naik ke kamar revina reza melihat sang adik yang sedang tertidur pulas memeluk boneka kesayangannya
"Kakak ga bisa lihat kamu terluka vina" ucap reza sambil membenarkan rambut revina. "Kakak akan berusaha menjaga kamu vin, ga akan kakak biarin orang lain nyelakain kamu seperti tadi. Selamat terlelap peri kecilku" ucap reza mencium kening sang adik
Reza kembali ke kamarnya, dan memikirkan siapa orang yang dimaksud oleh bian.
"Gue harus ketemu bian, dan menanyakan siapa orang yang mau mencelakai revina tadi" ucap reza
Adzan subhu berkumandang, revina membangunkan reza untuk sholat berjamaah. Revina masuk ke kamar reza, mamang seperti biasa reza tak pernah mengunci pintunya ia tau akan selalu ada yang membangunkannya ketika subhu
"Kak, bangun ayo shilat subhu. Kakak ayooo bangun ah udah jam 5 lewat ini" pinta revina, rezapun terbangun.
"Iya iya bawel. Tunggu di ruang sholat nanti kaka nyusul, kakak wudhu dulu" ujar reza
"Iya kak, kami tunggu ya, cepet jangan tidur lagi" ucap revina
"Iyaaa"
Mereka sudah melakukan sholat berjamaah, revina yang memang biasa untuk berolahraga mengajak sang kakak gowes tanpa memperdulikan luka di lututnya.
"Kak ayoo gowes" ajak revina
"Gowes gimana kami kamu luka sayang" bantah mama
"Tapi ma vina bosen" ucap vina yang merajuk
"Enggak-enggak sekarang waktunya istrahat ini, balik ke kamar sekarang" perintah mama "pikirin dulu itu luka, kalo udah kering baru gowes lagi" timpah mamam
" iyaiya" ucap vina merajuk.
Reza hanya tersenyum melihat sang adik di marah oleh mamanya.
^^^^^^^^^
Sore harinya di Kediaman revina sangat sepi, papanya yang di kantor,' mamanya yang sedang pergi arisan dan sang kakak yang sedang kuliah, revina memutuskan keliling kompleks rumah menggunakan sepedanya namun sangat sepi revina sungguh jenuh menunggu keluarganya pulang kerumah. Revinapun memutuskan ke taman olahraga tempat club kakaknya sering berlatih memang sedikit jauh dari rumahnya tapi setidaknya rasa bosannya menghilang. Revina melihat gerobak es cream di pinggir lapangan itu revina memutuskan membeli es cream coklat kesukaannya dan memilih tempat yang pas untuk menikmati es creamnya tersebut. Revina selalu jadi pusat perhatian orang, karena kecantikannya yang natural dengan di balut hoodie hijau dan training dengan sepatu cat yang senada dengan topi, dengan rambut yang di selipkan di topinya rambut revina memang panjang sepinggang dan ikal di bagian bawahnya, revina tipe cewek yang engga suka make up yang berlebihan, cukup lipbam dan bedak bayi yang selalu dia gunakan, Ketika revina sedang asyik memakan es creamnya datang ketiga cowok yang pernah dia temui, ia mereka adalah teman-temannya bian
"Haii adiknya reza, makin cantik aja ni setiap harinya" ucap salah satu lelaki itu yang mencoba memegang dagu revina
"Jangan kurang ajar ya!!!! Jaga sopan santun lo!!!" Bentak revina
"Waah galak juga ini cewek" ucap aldo
"Kalian kalo enggak ada kerjaan mending lari dari sini, atau gue bakalan teriak" ancam revina
"Eits santuy dong, kita akan pergi kok tenang-tenang" ucap kevin
Kejadian tersebut ternyata dilihat oleh rossa, rossa yang sama sekali tidak tau bahwa revina adalah adik orang yang dia kejar-kejar dari dulu. Rossapun mendekati ketiga pria tersebut, rossa tah bahwa revaldi, aldo, dan ricko sangat membenci reza sama seperti bian. Rossa merencanakan hal jahat untuk mengerjai revina.
"Ngapain lu kesini? Tanya kevin
"Gue mau kasih kesepakatan kekalian" ucap rossa
"Kesepakatan apa? Tanya aldo
"Gue lihat tadi kalian gangguin cewek yang di ujung sana kan, yang make hoodie hijau, gue mau kalian ngerjain itu cewek" ujar rossa
"Lu yakin?" Tanya aldo lagi
"Gue yakin, karena dia udah kegatelan ngedekatin rezanya gue" ucap rossa penuh dendam
"Ini cewek gatau kalo revina adalah adik reza, dia **** atau apa si? Gumam aldo
"Kalo lu berhasil gue bakalan ada imbalan buat lu pada, inget cuma ngerjain dia, buat dia ketakutan dan ga mau lagi deket-deket sama rezanya gue" ujar rossa
"Dasar cewek ****, dia adiknya orang yang lu kejer" gumam kevin
"Okey, nanti ngerjainnya di lapangan sepi sebelah sana, dia kan arah sana tu, kalo disini gabakalan berhasil, terlalu ramai" ucap revaldi
"Terserah lu lu pada, yang penting kerjaannya beres, ini gue kasih sebagai DP" ucap rossa memberikan beberapa lembar uang untuk mereka bertiga. "Yang gue tau kalian harus berhasil" ucap rossa menyeringai
"Lu akan tau akibatnya cewek gat*el, siapa suruh lu deket-deket sama rezanya gue" ucap rossa pelan
Revina memutuskan untuk kembali ke rumah nya jam menunjukkan pukul 17.15 revina khawatir sang kakak udah kembali dari kuliahnya, seperti dugaan kevin revina melewati jalan yang sudah mereka targetkan buat mengganggu revina, mereka bertiga mendekati sepeda revina, revina akhirnya turun
"Mau apa lagi kalian?" Tanya revina
"Kita cuma mau bersenang-senang sama lu cewek cantik" ucap kevin menarik paksa topi revina sehingga membuat rambut panjang revina tergerai. "Wow,,, lu bener-bener cantik ya" kevin yang mencoba memegang dagu revina
Revina menangkis tangan kevin dari dagunya dan melepaskan sepeda dari tangannya. "Kalian jangan kurang ajar ya sama gue!!" Ucap revina yang sedikit ketakutan
"Kita gamau kurang ajat kok, cuma mau kasih pelajaran aja sama kakak lu yang belagu itu" tukas aldo yang mulai memainkan ujung rambut revina. Sedangkan ricko diam saja, dia mencoba mencegah kedua temannya yang mengganggu revina, ricko tau kedudukan kerluarga revina, jika sang papa menjentikkan jarinya untuk menghancurkan keluarganya maka semua akan hancur.
"Vin, do. Udah jangan di terusin" pinta ricko
"Kalo elu takut lo boleh pergi ko, dasar pengecut
"Gue bukan pengecut, gue cuma lawan laki-laki bukan wanita" ujar ricko "dan lagian bian ga akan senang kalo lo memperlakukan cewek seperti ini
"Kalo lo mau ceramah mending lo pergi" perinta aldo
"Gue pergi. Dan iya gue cuma ngingetin doang, kalo terjadi apa-apa sama revina, maka kalian berdua akan hancur, rossa pun ga akan bisa nyelamatin kalian. Gue pamit" ucap ricko yang berlalu
"Dasar pengecut!!!" Ucap kevin
Ricko menelpon bian dan menceritakan bahwa kedua temannya sedang berusaha mencelakai revina, bian yang terkejut mencoba langsung pergi kelokasi, sepanjang perjalanan bian menghubungi reza, iya dia terpaksa menghubungi reza karena mungkin reza sedikit dekat dari lokasi revina sekarang. Reza yang bingungun bian menelpon akhirnya mengangkat telpon tersebut
"Halo zak, lu harus kelapangan sepak bola yang udah ga kepake lagi di deket taman olahraga sekarang juga" ucap bian
"Ada apa?" Tanya reza
"Adik loh dalam bahaya sekarang, gue udah di perjalanan mau kesana" ucap bian
Reza tak menanyakan apa yang terjadi dan langsung berlari ke arah parkiran kampus dan meninggalkan kuliah di jam terakhirnya. Reza mencoba menghubungi revina namun tetap ga ada jawaban. Akhirnya reza menelpon dhio dan meminta tolong siapa yang sedang dekat di lokasi untuk menyelamatkan adiknya sekarang juga, setelah dhio mengumumkan di grubnya dhio memutuskan untuk pergi sendiri ke lokasi yang mungkin 15 menitan akan sampai.
Dilokasi kejadian
"Kalian mau apa?" Tanya revina yang perlahan mundur menjauh dari kedua orang jahat tersebut
"Kita cuma mau bersenang-senang sedikit denganmu sayang" mencoba memegang tangan revina namun revina berhasil menangkisnya
"Kalian dibayar berapa sama rossa-rossa itu, gue bahkan ga kenal ke itu cewek!! Ada perihal apa kalian ganggu gue atas perintah cewek sinting itu!!" Teriak revina
"Tanpa dibayar rossa sekalipun kita emang mau bersenang-senang sama lo gadis cantik" ucap kevin menyeringai, kevin akhirnya berhasil menggapai tangan revina.
"Gue mohon lepasin gue, gue bahkan ga kenala sama kalian, kenapa kalian ganggu gue" tanya revina yang ketakutan
"Jawabanyan simple yang pertama karena lo adalah adiknya reza dan yang kedua karena lo cantik" ucap kevin sambil meraba-raba lengan revina
Revina semakin ketakutan, revina berhasil meloloskan diri dan berlari kearah hutan, terjadi aksi kejar-kejaran didasa, dhio yang sudah sampai kelokasi melihat revina masuk kearah hutan dan langsung mengejar revina dan kedua lelaki tersebut.
Apakah yang akan terjadi terhadap revina ??