
Reza, revina dan angela mengayuh sepedanya kembali kerumah mereka di sambut sangat oleh senyum lelaki yang sangat revina sayangi ia adalah papanya. Mata revina berkaca-kaca melihat sang papa yang berdiri kokoh dengan setelan jas dengan perawakan yang menakjubkan masih muda dan masih sangat tampan. Revina memang sangat menyayangi papanya dan dia selalu dimanjakan oleh lelaki tersebut, jadi ketika jauh dari keluarga yang di rindukan adalah suasana saat ia sedang di manjakan, dan revina selalu sadar ketika jauh dia harus bisa mandiri ternyata dia bia membuktikan itu kepada keluarganya. Tangis revina pecah dan langsung berlari memeluk sang ayah tercinta.
"Papa" ucap revina yang mengeratkan pelukannya dan menangis.
"Apa ini ? Kenapa putri papa menangis?" Sambil mengelus kepala revina penuh dengan cinta "apa putri papa sangat merindukan papanya?"
"Hmmm, iyaaa revina sangat merindukan papa, apakah papa sekejam itu menghukum vina pa ?? Sehingga papa ga mau menjenguk vina sama sekali selama 3 tahun ini, hmm ???" Tanya revina sambil menangis
"Sayang, papa hanya menguatkan hati papa, papa takut kalo papa jenguk kamu nantinya papa akan paksa bawa kamu pulang kesini, tentu itu akan membuatmu bingung antara masadepanmu atau papa" ucap ammar
"Ahhh papa" melepas pelukan amar "oya pa ini angela sahabatnya vina" ujar revina
"Selamat sore om, saya angela." Sapa angela
"Sore angela, waah kamu cantik sekali semoga betah disini ya nak" ujar ammar
"Iya om, angel pasti betah disini, semua ramah, dan lingkungannya juga damai, terasa hangat disini dibandingkan di paris" ucap angela
"Iya disini terasa hangat, hangat keluarga ini sangat menenangkan sangat berbeda dengan kehidupanku diparis yang terasa dingin setiap saat" gumam angela sedih
"Anak-anak papa pada bau ih, mandi gi sana" ucap ammar
"Ih papa, iyaiya kami naik dulu ya pa" ucap revina
Revina dan angela sudah berada dikamar dan mereka juga sudah selesai mandi, revina sedang menyisir rambutnya tanpa disadari revina mengingat kejadian dilapangan basket ketika dia hampir jatuh dan di tangkap oleh dhio, tanpa sadar revina tersenyum sendiri membayangkan wajahnya yang begitu dekat dengan dhio
"Kenapa aku ini, sadarlah revina sadarlah tadi hanya reflek" gumam revina sambil memukul kepalanya
"Heii kamu apa apaan mukul kepala kamu? Tanya angela bingung
"Ha? Engga kok hihi" beranjak ke atas kasur
"Vin kamu ngerasa nggak si yang namanya rosa-rosa itu sengaja nabrak kamu ?" Ucap angela
"Mungkin bener-bener nggak sengaja ngel ga boleh seudzon ah" ujar revina sambil merebakan tubuhnya
"Enggak vin aku bener-bener liat dia sengaja menabrak kamu, bayangin nggak kalo kamu jatuh, ada batu tajam disana, bisa-bisa kamu luka parah karena itu" ujar angela geram
"Udah ah bikin ngeri aja kalo inget itu, mungkin dia bener-bener ga sengaja, lagian kan kenapa juga ga seneng ke aku, kan aku ga kenal juga sama dia, udah ah ga usah di pikirin lagi" ucap revina sambil memikir ulang
Seminggu telah berlalu angela memutuskan kembali ke paris karena orang tuanya meminta kembali. Revina akan menetap selama dua bulan di kotanya karena libur panjang kelulusan dan club basketny juga mengizinkan ia libur selama dua bulan sebelum kejuaraan dulu berlangsung.
Angela telah kembali ke paris sementara reza harus keluar kota selama tiga hari karena ada pertandingan antar kota. Revina yang merasa sepi akhirnya memutuskan pergi jalan-jalan dengan sepedanya untuk menemui sahabat kecilnya.
"Assalamualaikum" revina mengetuk pintu sebuah rumah yang memang sedikit jauh dari rumah revina
"Waalaikumsalam, sebentar" ucap seseorang di belakang pintu "Kamu revina kan ?" Tanya ibu dina
"Iya tante dina, ini revina. Olla nya ada tan?" Tanya revina
"Yaampun nak kamu udah tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik sekarang" ucapnya kagum "olla ada sayang di kamar ayo masuk dulu" pinta ibu dina. "Olla, keluar sayang ada revina" panggil ibu dina yang tidak lain adalah ibunya olla
"Revina??" Gumam olla
"Sebentar bun" jawab olla
Ollapun turun dari lantai dua, dan betapa terkejutnya ia melihat bahwa "revina" yang bundanya maksuda adalah revina sahabatnya. Olla melihat kagum sahabatnya yang tumbuh menjadi gadis yang semakin tinggi dan sengat cantik ini, dengan rambut di bentuk oval dan warna rambut yang sedikit kecoklatan kecoklatan, olla tidak menyangka bahwa sahabatnya yang sering masuk TV dalam siaran olahraga ini berada di hadapannya. Ollapun perlahan mendekati sahabatnya
"Yaudah tante balik ke dapur ya sayang, buatin kalian minut"
"Iya tante"ujar revina "Surprice" ucap revina sambil tersenyum ceria
"Vinaa" memeluk erat revina sahabat yang olla sangat rindukan "Kamu kapan sampai disini vin?" Tanya olla melepas pelukannya
"Udah seminggu la, cuma sorry vina ga bisa ngabarin karna hp vina ilang pas di paris kmrin dan semua kontak hilang, dan mana juga ga bisa terus pegang hp disana pertandingan full, dan vina ga bisa hubungin kalian yang disini, maafkan vina ya" ujar revina
"Kamu mah gitu, dua tahun lebih enggak ada kabar, dan seminggu lalu balik ke sini baru nyamperin aku sekaran. Wah revina kamu jahat banget sama aku" cetus olla
"Maafkan aku olla, aku bener-bener nyari cara buat hubungin kalian semua, tapi nihil ga ada yang punya kontak kamu sama dilla" ucap revina sedih
"Udah ah jangan sedih, yang penting sekarang kita udah ketemu, oya gimana ujiannya? Kapan pengumumannya vin?" Tanya olla
"Syukur deh, disini lancar semua kok vin, kamu kesini naik apa ? Di anter atau sendiri?" Ucap olla
"Aku gowes" jawab revina sambil tersenyum
"Gilaa, ini jauh vina dan bahaya juga kalo kakak kamu tau pasti khawatir" ujar olla kaget
"Makanya jangan sampai kakak tau" ujar revina
"Vina kamu mah astaga bener ya. Rumahmu dari rumahku itu jauh vina. Sepeda kamu tinggal aja ya nanti pesen taksi aja, tapi sekarang kita jalan-jalan dulu ya, aku beneran kangen sama kamu" ajak olla
"Iya nanti aku panggilkan taksi, kamu ada sepeda kan, kita gowes aja jalan-jalannya lak" ujar revina sambil merayu olla agar mau di ajak bersepeda
"Iyaiya aku keluarkan sepedaku dulu, sekalian bilang ke bunda" ucap olla
"Iya olla, aku tunggu diluar" ujar revina
Mereka bersepeda ke sebuah taman yang biasa digunakan orang untuk berolahraga. Karena kecantikannya Revina jadi pusat perhatian orang-orang yang ada di taman itu. Revina dan olla memutuskan untuk duduk di kursi yang ada di taman dan ada empat lelaki yang mencoba mendekati revina dan olla.
"Haii cewek cantik, boleh kita gabung ?" Ucap salah satu lelaki dari keempat lelaki itu
"Sombong amat non, kaya nya kita pernah ketemu ya" ujar lelaki yang lainnya yang mencoba mendekati mereka lenih dekat
Revina dan olla sangat tidak nyaman dengan keempat lelaki itu, olla sedikit ketakutan karna revina yang memang pulang sedikit jauh, sehingga membuatnya khawatir nanti jika terjadi sesuatu. Tanp disadari ada seorang lelaki yang menyapa mereka sehingga membuat keempat lelaki itu sedelikit bingung.
"Revina" sapa dhio
"Kakak" jawab revina yang lupa nama dhio
"Kamu ngapain disini?"tanya dhio dengan revina yang sedikit bingung
"Kerumah temen kak, oya kak ini olla temen vina. Oya lak ini kak ?" Ucap vina yang memang lupa menanyakan nama dhio saat di lapangan waktu itu
"Dhio" memotong pembicaraan revina yang dhio tau kalo revina lupa dengan namanya ternyata benar
"Nah iya kak dhio, dia temennya kak reza. Oya kak kenapa kakak disini? Bukan seharusnya ada pertandingan ya? Tanya revina
"Kakak ga bisa ikut karna ada urusan keluarga kemarin vin, jadi kakak tinggal, udah ada yang ganti kok. Kamu kenapa ada disini? Kamu gowes ?" Tanya dhio sedikit melirik ke arah keempat lelali itu yang sedikit bingung karena menyebutkan nama reza
"Iya vina gowes kak, kan tadi udah di bilang kerumah temen" balas revina
"Astaga dari rumah kamu jauh. Kenapa ga minta anter supir aja? Kakak kamu tau kamu ke daerah sini ?" Tanya dhio lagi
"Iya emang jauh kan sekalian olahraga kak. Enggak kakak ga tau td cuma pamit sama papa mama aja, kak reza juga jauh kan kak" ujar revina
"Iya walaupun revina, kamu gatau bahayanya diluaran ini tanpa pengawasan orang yang kamu kenal, nanti pulang kakak anter aja. Biar sepedanya di tinggal. Kalo reza tau dia pasti khawatir vin" ucap dhio
"Iya kak, bawel ih"
"Jadi gadis cantik ini adalah adiknya reza, waw reza akhirnya gue tau kelemahan lu sekarang"gumam salah satu lelaki yang mencoba mendekati revina tadi tidak lain adalah bian
Bian adalah orang yang terobsesi ingin mengalahkan reza seumur hidupnya, hanya saja dia belum pernah menemukan kelemahan reza yang memang selalu menang akan bian, mulai dari peringkat kelas, dunia sepak bola bahkan masalah wanita sekalipun bian tidak bisa mengalahkan reza yang selalu unggul dari bian.
Bian bertepuk tangan dan menghampiri dhio dan revina
"Waw, ternyata cewek cantik ini adalah adik kesayangannya reza yang ada diluar negeri itu, aku mendapatkan umpan besar ternyata" ucap bian
Dhio yang sadar akan pembicaraan bian menjadi geram.
"Dengarkan aku bian, revina enggak ada urusannya sama permasalahan kamu dengan reza, dan kamu jangan coba-coba berani mengganggu dia, atau kamu akan tau akibatnya" ancam dhio
Revina terliht bingung
"Waah ada pahlawan kesiangan ternyata. Haii cewek cantik kita akan bertemu lagi nanti, pertemuan kita selanjutnya akan sangat berkesan" ujar bian
Revina mengerutkan alisnya dengan perkataan lelaki itu. Keempat lelaki itu pergi meninggalkan mereka. Revina masih terlihat bingung dengan pembicaraan antara bian dan dhio, beda dengan olla yang sedikit takut karena memang ia tau bahwa bian adalah orang yang sangat nekat.
"Reza harus tau, kalo bian telah berpesan akan menemui revina lagi. Aku akan melindungimu revina aku janji. Takkan ku biarkn kamu terluka lagi seperti dulu"gumam dhio yang sedikit khawatir
Revinapun kembali kerumahnya dengan di antar dhio sengan mobilnya dan sepeda yang revina bawa dititipkan di rumah olla dan nanti akan di ambilkan oleh supir keluarga revina.