Revina

Revina
Revina sadarlah



Dhio menghubungi reza bahwa revina berlari ke arah hutan. Dan itu membuat reza sangat khawatir. Revina tertangkap oleh kevin dan jatuh tersungkur


"Jangan... lepasin gue, gue mohon?" Pinta revina


"Enggak bisa sayang kita bahkan belum bersenang-senang sama sekali" ucap aldo menyeringai


Revina terus mundur, ketika aldo telang mendekat revina menendang aldo dan aldo pun tersungkur revina berhasil berdiri, kevin yang geram menarik rambut revina dan menampar revina hingga ujung bibir revina berdarah, revina sangat ketakutan. Revina berusaha melarikan diri lagi namun gagal, kevin berusaha melecehkan revina namun dicegah oleh aldo karena perjanjiannya sama rossa dan mengingatkan akan kemurkaan bian nantinya.


"Jangan, lu mau mati di tangan bian ha!!" Ucap aldo


"Sorry gue lupa, ini cewek buat gue nafsu aja" ucap kevin


Revina mundur saat kevin dan aldo mulai mendekat ke arah revina dhio datang menerjang kevin, aldo terkejut karena kedatangan dhio yang begitu mendadak. Dhio geram melihat revina yang begetar dan darah di sudut bibir dan juga memar di wajah revina


"Lu apain dia b*jingan!!!" Bentak dhio kepada aldo dan kevin.


"Kita cuma mau bersenang-senang kok ke cewek cantik ini" ucap aldo menyeringai


"B*ngs*t!!!" (Bugh) dhio memukul aldo


Terjadi perkelahian diantara ketiganya, bian bingung melihat di lokasi hanya ada sepeda revina dan reza yang baru sampai langsung berlari ke arah hutan. Bianpun mengikutinya


Dhio dikeroyok oleh kevin dan aldo, dhio meminta revina lari, namun revina menangis tak ingin meninggalkan dhio sendirian dan memohon agar mereka melepaskan dhio. Dhio tergelatak kevin mengangkat balok dan mencoba memukul dhio namun dhio berhasil menghindar dhio kehilangan keseimbangan dan tersungkur.


Kevin menyeringai "lu sayang sama profesi lu sebagai pesepak bola bukan, gua bakal hancurin karir lo" ucap kevin mencoba menganggat balok dan memukul kaki kevin namun sayang revina menghalanginya dan kaki revinalah yang terkena pukulan itu, revina tak sadarkan diri dalam pelukan dhio. dhio terkejut melihat reaksi revina yang melindungi dhio, reza dan bian sampai di lokasi kejadian, reza melihat adiknya yang tidak sadarkan diri di pelukan dhio dan dhio juga terluka parah, reza dan bian menghajar habis2an kevin dan aldo hingga tak sadarkan diri sampai dhio memohon untuk segera membantu revina


"Zak cukup, sekarang bantu revina kakinya terluka parah" ucap dhio.


Mata reza membulat melihat keadaan kaki adiknya yang terluka dan langsung mengangkat revina keluar dari hutan tersebut. Bian menelpon polisi untuk mengamankan kevin dan aldo yang sudah tak sadarkan diri, dan dhio berusaha mengejar reza yang menggendong revina.


Dirumah sakit


"Dokter,,, suster... tolongin adik saya" panggil reza meminta bantuan


"Zak, vina kenapa?" Tanya dokter martin yang tidak lain adalah keponakannya


"Nanti gue jelasin sekarang selamatkan dulu revina" ucap reza yang menangis. "Gue mohon selamatin adik gue martin, gue mohon" reza memohon kepada martin


"Itu tugas gue zak, dan vina juga keponakan gue, lo hubungin nyokap bokap lo, gue takut revina membutuhkan banyak darah karena takut persediaan darah dirumah sakit ini ga cukup untuk dia" pinta martin berlalu menutup ruang icu


Reza menghubungi papa mama nya dan mengabarkan bahwa adik tersayangnya sedang tidak sadarkan diri sekarang. Reza yang melihat dhio hampir melupakan sahabatnya ini yang sedang terluka parah.


"Io, lu juga terluka ayo gue anter lo buat periksa" pinta reza


"Enggak za, kita disini saja dulu" dhio menatap kosong keruangan revina yang sedang di tangani


"Maafin gue za, gue ga bisa lindungin adik lo" ucap dhio. "Pas gue sampai disana si kevin mau ngelecehin revina za, gue berhasil cegah itu, tapi pada akhirnya gue yang kalah karena mereka keroyokan" ucap dhio lirih


Bian datang mendekati reza dan memberikan bukti rekaman suara dari ricko


"Ini semua dalangnya rossa za" ucap bian


"Maksud lo" tanya reza


"Rossa cemburu dengan revina, rossa gatau kalo revina adalah adik lo, dan dia ngebayarin kevin, aldo dan ricko, namun ricko gamau ikut-ikutan akhirnya mutusin ngerekam pembicaraan mereka bertiga dan ricko hubungin gue kalo adik lo dalam bahaya makanya gue bisa hubungin lo tadi, dan itu adalah bukti buat lo nyeret rossa ke pengadilan" ujar bian


"Kenapa lo bantuin gue, bukannya lo benci ke gue?" Tanya reza


"Gue ga benci ke lo, gue cuma belum bisa maafin lo za. Dan gue udah bilang ke lo kan adik lo ga terlibat di urusan kita, gue pamit ke kantor polisi, lu tunggu aja disini, urusan di kantor polisi gue yang urus" ucap bian sambil menoleh dan pergi meninggalkan reza dan dhio


"Thanks bi" ucap reza


Bian tersenyum tetapi reza tak melihat senyum itu. Kedua orang tua reza sudah sampai dirumah sakit, mamanya yang terus menangis dan papanya yang sangat khawatir. Dhio menceritakan kejadian yang dia alami kepada ammar. Ammar yang terlihat geram langsung menghubungi kepala polisi yang bertugas untuk menghukum seberat-beratnya orang-orang yang mencelakai revina.


"Kamu juga terluka nak, kamu harus di rawat" ucap dewi yang menangis


"Gapapa tante dhio nunggu dokter martin keluar dulu" ucap dhio


Tak selang berapa lama dokter martin keluar dan mengabarkan bahwa revina harus segera di operasi


"Om,, tante.. revina akan di operasi, luka di kakinya sangat serius" ucap martin


Betapa terkejutnya keluarga revina, membuat mamanya memeluk reza sambil terisak


"Revina enggak akan lumpuhkan tin?" Tanya ammar khawatir


"Kita akan tau setelah operasi di lakukan om, martin akan berusaha sekuat tenaga martin. Oya om, revina mungkin butuh banyak darah, ada di antara kalian yang bersedia mendonorkan darah kalian" ucap martin


"Ambil darah gue sebanyak mungkin, darah gue cocok dengan revina tin" ucap reza


"Lo ikut perawat itu masuk keruangan yang sama dengan revina" ucap martin


Air mata reza menetes ketika melihat langsung keadaan adiknya tercinta, yang terbaring lemah dengan bantuan pernapasan melalui oksigen dengan luka di bagian kaki yang tak henti mengeluarkan darah. Reza mendonorkan tiga kantong darah untuk revina, reza mendekatkan diri kepada sang adik.


"Revina sadarlah sayang" ucap reza menangis dan mencium kening revina. "kamu harus kuat demi semua orang yang sangat menyayangi kamu" ucap reza lirih


Suster meminta reza keluar dari ruangan. Reza keluar dan memeluk sang mama sambil menangis


"Kakak ga kuat lihat revina seperti it mah" ucap reza lirih dan menangis di pelukan sang mama


"Sabar sayang kita harus kuat dan semangat demi revina" ucap dewi menangis


Revina di pindahkan keruang operasi, dewi menangis histeris melihat keadaan putri kesayangannya, ammarpun terlihat meneteskan air mata melihat keadaan putri kesayangannya itu yang sedang tidak berdaya.