
Semua bersorak untuk revina. Tepuk tangan yang meriah dari para dosen, senior, ketua rektor bahkan mahasiswa berbagai jurusan untuk revina. Gian tersenyum. Revina menghela nafas legah karena berhasil menyanyikan lagu tersebut. Revina pamit undur diri dan kembali ke gugus nya. Revina mendapatkan pelukan dari olla dan kakak senior yang cewek yang memandu gugus mereka.
"Suara kamu benar-benar indah revina" puji dira. "Permainan acoustic kamu juga benar-benar menakjubkan"
"Terimakasih banyak kak, aku benar-benar gugup tadi"
"Tapi ga kelihatan kok vin" ucap olla
"Kamu dengarkan sorak dari semuanya, kamu benar-benar menakjubkan, sejak kapan kamu belajar main gitar"
"Sejak SMP kak"
"Waah, pantes jago"
"Huuft untung mereka ga nanya-nanya lagi"
Dinda semakin membara, kesal marah berkecamuk di dalam diri dinda. Dia berusaha menahannya karena dia punya rencana di kemah nanti untuk ngerjain revina.
"Dia semakin besar kepala!! Awas saja nanti gua pasti bakal kasih pelajaran buat manusia sok cantik kayak lo!!!" Gumam dinda kesal
Hari telah berlalu, revina menghubungi reza untuk menjemputnya. Revinapun menunggu. Kampus telah sepi, tinggal beberapa senior saja. Gian yang tersadar akan revina yang masih d lingkungan kampus mencoba mendekati revina
"Kenapa belum pulang vin?" Tanya gian mendadak membuat revina terjingkat kagek
"Astaga kakak. Ngagetin saja"
"Haha sory-sory. Kenapa belum pulang?"
"Menunggu jemputan kak"
"Revina engga punya pacar" jawab revina Enteng
"Yang kemarin siapa ?"
"Yang kemarin?" Mngerutkn keningnya
"Iya yang kemarin jemput kamu dan pagi tadi mengantar kamu"
"Haha dia kakakku kak, masa iya aku pacaran sama kakak sendiri" ujar revina yang tertawa
"Eh serius kakak kamu, tapi kok mesra banget"
"Manja kak bukan mesra. Emang salah ya manja sama kakak sendiri?"
"Ehh... enggak salah si, cuma keliatannya kek pacaran gitu, dia juga masih muda kan"
"Iya memang masih muda, masih kuliah juga, cuma bedah 3 tahun umurnya sama vina sebentar lagi lulus. Emang keliatan kek pacaran ya"
"Ternyata kakaknya"gumam gian tersenyum
"Haha iya kalian tu mesra banget"
"Enggak kak. Emang si kakak bukan yang pertama bilang kalo kak reza adalah pacarku. Padahal dia kakak kandungku. Karena terpisah selama 3 tahun di masa sekolah membuat dia begitu manjain aku dan over banget sampe pusing sendiri mikirinnya" ujar revina
"Kamu berapa saudara?"
"Dua"
"Wajar dong dia manjain kamu, secara adik satu-satunya. Oya boleh nanya?"
"Iya boleh kak"
"Kamu lulusan terbaik di SMS, kenapa sekarang pundah haluan ke perkantoran di indonesia lagi?" tanya gian yang membuat wajah revina sendu. "Jangan sedih, apakah pertanyaanku mengyinggungmu, aku hanya penasaran saja? Kalo gamau jawab gapapa kok" ucap gian khawatir
"Kakak tau aku cidera lutut kan. Bukan cidera bahkan rusak parah. kejadian 4 bulan lalu ulah orang yang tergila-gila kepada kakakku (revina menceritakan kronologi kejadian itu dan mulai menangis membuat gian ingin memeluknya) sorry kak vina kebawa perasaan" ucap revina menghapus air matanya menunduk
"Apakah ga ada harapan untuk kaki kamu vin ?"
"Cidera ACL biasa paling sembuhnya 3 bulanan kak, itu juga bahkan untuk sembuh total tu nggak mungkin, apalagi kondisi lututku yang rusak parah, bahkan untuk berjalan saja vina harus terapi setiap seminggu 4 kali selama hampir 2 bulan ini. Revina sebenarnya belum menyerah akan basket, tapi revina tau kalo semuanya sia-sia. Revina ga bisa berbuat apa-apa" ucap revina sendu
"Begitu berat cobaan yang kamu alami revina, aku tak menyangka dibalik senyummu terdapat goresan luka karena tak bisa melanjutkan cita-citamu" gumam gian dalam hati
"Mungkin nanti ada keajaiban. Kamu udah lakuin yang terbaik. Semangat terus ya" mengusap kepala revina
"Iya kak"
"Suara kamu bagus banget tadi vin, sejak kapan latihan bergitar dan bernyanyi"
"Sejak SMP kak reza suka main gitar sama piano jadi aku ikut latihan, ya gitu deh"
"Oh pantesan"
"Pantesan apa?"
"Kakak bisa aja"
"Besok kemah, apa saja yang mesti disiapkan udah kamu catet "
"Udah dong" ucap revina tersenyum
"Sungguh meneduhkan sekali wajahmu revina. Aku semakin penasaran akan dirimu" gumam gian tersenyum
"Kakak kenapa senyum-senyum sendiri begitu? Eh kak reza udah sampe" ucap revina melihat mobil reza yang melintas
Reza turun dari mobilnya lalu menghampiri adiknya memeluk dan mencium kening sang adik
"Kakak telat banget ya. Maafin kakak ya" memeluk revina erat
"Kakak lepasin ih, revina gapapa"
"Tumben banget ga mau kakak peluk?"
"Bukan ga mau, itu ada senior vina"
"Oh haha iyaiya" mengacak rambut revina
"Kakak kebiasaan ih" merengut revina "oya kak, ini kakakku kak reza. Ini ketua BEM kampus ini kak" ucapnya pada reva
"Hai gue reza kakaknya revina" ucap reza menjulurkan tangannya
"Gue gian" Gian menyalami reza
"Yaudah kita pamit ya, revina sepertiny sangat lelah" ujar reza
"Iya kak kita pamit ya" ucap revina
"Sebentar vin," ucap gian menghentikan Revina
"Ada apa kak?"
"Boleh minta kontak kamu yang bisa dihubungin?"
Reza tersenyum mendengarnya, revina mengangguk gianpun memberi handphone ny ke revina.
"Baiklah nanti aku hubungin kamu ya"
"Oke kak. Vina duluan ya"
"Iya hati-hati kalian"
Didalam mobil
"Sepertinya ketua BEM itu tertarik sama kamu vin"
"Apaan si kak"
"Serius, dia sangat baik terhadapmu, apa kamu tak merasakan getarannya sedikit saja"
"Getaran apa? Getaran hp ya? Udah ah lupain. Kakak ku sayang, kakak kapan mau buka hati untuk wanita lain, kak almira udah tenang disana kak"
"Nanti nunggu ada yang pas"
"Baju kali ah nunggu ada yang pas. Vina tau kakak sangat sayang banget sama kak almira, tapi jangan menyiksakan diri kakak dong, sejak kak monika pergi kakak selalu mengurungkan diri, dan tidak lama kak almira juga pergi kakak menjadi lebih terpukul lagi. Vina mau kakak bahagia kak" ucap revina sendur. Reza menatap kedepan dia tetap fokus menyetir memikirkan omongan revina "tu kan diem aja" ucap revina ngambek
"Iyaiya yaampun ngambekan banget, iya nanti kalo ada cewek yang pas kakak kenalin sama kamu bawelku"
"Diih kakak ma gitu"
Handphone revina bergetar ada pesan masuk. Revina tersenyum melihat pesan dari dhio.
"Assalamualaikum. Lagi apa kamu?" \~Dhio
"Lagi mau pulang kak, kakak lagi apa?\~ Revina
"Selesai ospeknya? Lagi nunggu magrib ini vin" \~Dhio
"Selesai alhamdulillah, tinggal besok sore mau kemah kak acara penerimaan mahasiswa baru" \~Revina
"Alhamdulillah, yaudah kalian hati-hati ya, kakak mau wudhu dulu" \~Dhio
"Siap kak"
Bantu likeny dong biar author ny makin semangat menulisnya. Terimakasih semua ❤️❤️😇