
Bian masih merenungi apa yang sudah terjadi, dia mengakhiri persahabatannya karena telah kehilangan wanita yang sangat ia cintai.
Dikediaman Reza
Revina masih memikirkan apa yang telah terjadi antara reza dan bian, revina melihat kebencian yang teramat dari sorot mata bian, revina memutuskan akan menanyakan hal tersebut kepada sang kakak, namun sayang sang kakak tidak ada dirumah.
"Ma, kak reza kemana?" Tanya revina
"Tadi katanya mau sebentar. Ada apa sayang?" Tanya dewi
"Ma, mama kenal enggak sama temen kak reza yang namanya bian?" Tanya revina, dewi terlihat terkejut mendengar petanyaan dari sang putri.
"Bian?" Ucap dewi
"Iya bian ma, mama tau sama bian?" Tanga revina lagi
"Iya mama tau sayang, bian adalah temen kakak kamu semasa SMA sayang. Ada apa emangnya?" Ujar dewi
"Kok vina gatau ma sama bian-bian itu?" Tanya revina
"Kan kamu pas SMP tinggal dirumah eyang sayang, jadi kamu gatau tentang bian" ujar dewi
"Oh gitu yaudah deh, vina mau ke atas lagi" ucap revina
"Kenapa ga langsung makan?"
"Nanti aja ma nunggu papa aja biar barengan" ucap revina
^^^^^
Sudah jam 21.45 reza masih di kediaman dhio menceritakan apa yang telah terjadi terhadap adiknya tadi sore
"Gimana keadaan revina sekarang?" Tanya dhio "dia ga terluka parahkan?" Timpahnya lagi
"Vina si udah baik-baik saja, cuma luka di lengan dan lutut saja, kamu tau sendiri adikku itu suka sekali pakai rok kan, jadi lututnya yang agak parah" ujar reza
"Astaga kok bisa si? Sorry ni za gue mo nanya, lu sama bian kenapa si, yang gue denger lu sama bian dulu sahabatan" ucap dhio
"Gue gatau awal mulanya dari mana yang jelas sejak kita kehilangan monika sejak itulah dia benci banget ke gue, tepatnya 3 tahun yang lalu" ujar reza lirih
Flasback on
Monika melihat reza yang sedang memeluk almira yang sedang menangis. Waktu itu almira sedang mendapatkan masalah tentang kesehatan sang ayah reza yang tak tega melihat sang pujaan hati menangis datang memeluk untuk menenangkannya lalu reza mengantarkan almira kedalam mobil almira yang memang sedang di tunggu oleh supir keluarganya almira. Setelah reza memutar badannya ia melihat monika dan bian, rezapun mencoba mendekati bian dan monika, monika lari meninggalkan bian dan reza. Sore itu hujan turun monika terus berlari dan menangis, reza dan bian mengejar monika karena takut terjadi apa-apa terhadap monika.
"Monika" ucap reza dan bian namun monika tetap berlari dan menjauh dari mereka "monika berhenti" namun monika tak kunjung berhenti, reza berlari sekuat tenaganya dan akhirnya berhasil mendapatkan tangan monika, monika berusaha mencekal tangan reza namun gagal.
"Mon kenapa lu nangis? Kenapa lu lari dari kita" Tanya reza mencoba menenangkan monika
Monika menghela nafasnya monika melihat raut wajah kedua sahabatnya yang sedang khawatir terhadapnya. Monika terus menangis dan menundukan kepalanya
"Lu kenapa mon? Lu kenapa?" Tanya reza sekali lagi sambil menggenggam kedua sisi lengan monika
"Gue suka elu za, gue sayang sama elu" ucap monika yang menangis di guyuran hujan.
"Maksud lu apa mon?" Tanya reza
"Apa mesti gue perjelas lagi reza dinata arlan" tukas monika yang semakin menangis. "Gue suka lu, sampai mau gila rasanya, gue tau rasa sayang lu cuma buat almira tapi gue tetep suka sama elu" ucap monika sambil menangis
"Mon, gue emang sayang sama elu, tapi rasa sayang gue ke elu cuma sebatas sahabat. lu paham itu kan mon" ujar reza
"Mon?"
"Cukup za, cukup. lu ga perlu ngomong apa-apa lagi, gue sadar gue yang salah disini, gue udah ga waras karena udah suka kesahabat sendiri. Gue pamit semoga lu bahagia sama almira" ucap monika yang melepaskan tangan reza di lengannya
Monikapun berlari, reza dan bian masih mengejar monika karena takut terjadi apa-apa terhadap monika, setelah reza di tengah jalan ada mobil yang melintas monika memutar badannya dan berlari mendorong reza, akhirnya monika lah yang tertabrak, tubuh monika terpental, bian berteriak memanggil monika, reza segera bangkit dan menyadari bahwa yang menyelamatkannya adalah sahabat yang ia sayangi. monika banyak mengeluarkan darah dari kepala bagian belakangnya, bian dan reza sangat terkejut dan menghampiri tubuh monika yang terhempas mobil itu, bian meletakan kepala monika di pangkuannya
"Mon, mon lo harus bertahan lo kuat gua percaya itu" ucap bian yang menangis
"Ja.. ja..ngan nangis, gu..e ba..ik baik aja kok" mencoba menghapus air mata bian. Reza mendekati mereka dan berjongkok menangis dan menggenggam tangan monika. "Zak, ja..ngan nangis, maafin gu..e yang suka ke elu" ucap monika sambil tersenyum
"Enggak lu ga salah, udah lu jangan ngomong lagi kita kerumah sakit sekarang ya" ucap reza khawatir
Monika menggelengkan kepalanya dengan lemah "nggak usah zak.. wak..tu gu..e ga ba..nyak" ucap monika terbata-bata
"Lo jangan ngomong gitu pleace jangan ngomong kek gitu" ucap bian yang semakin menangis
"Bi... gue ta...u ka..lo lu su...ka kan ke gu...e. Maafin gue ya yang se...lalu nyiksa lu de...dengan rasa su...ka gue ke reza. Gue nyakitin lu sebegitu banyaknya karena ke..egoisan gu...e. Maafin gue yang ga bisa nerima kenyataan kalo elu sa.....yang ke gue dan gue malah selalu cerita ke elu tentang perasaan gue ke re...za. Bi, elu nggak boleh benci ke reza setelah ini, kalian adalah lelaki tersayangnya gue, kalian harus tetap ber..teman sampai kapanpun" ucap monika terbata-bata dan mengeluarkan darah dari mulutnya
"Udah jangan bilang gitu lagi, sekarang kita kerumah sakit ya" pinta bian dan tetap dapat balasan gelengan dari monika
"Enggak bi, enggak usah, lu... ja...jangan nangis lagi ya" ucap monika yang berusaha menghapus air mata bian. "Zak, sete...lah ini ja...jangan per..nah merasa bersalah kalo terjadi apa-apa ke gue ya, e...lu ha...rus bi..sa ba..ha..giakan al...mira, dia cewek yang tepat bu...at lu zak, maafin gue yang ngerusak persahabatan kita" ucap monika menangis "bi, zakk, gu...e sa....yang ba...ba..nget sa...ma kalian" ucap monika yang menutup matanya
"Monika, mon,bangun mon, jangan seperti ini, pleace mon jangan tinggalin kita. Monikaaa" teriak reza menangis menggenggam tangan monika
"MONIKAAAA" teriak bian histeris
Reza dan bian membawa monika kerumah sakit, hanya saja semua sudah terlambat monika sudah tiada saat di perjalanan menuju rumah sakit, keluarga monika sudah datang kerumah sakit menjemput jenazah monika, ibunda monika jatuh pingsan melihat putri bungsunya tergeletak tak bernyawa.
Dipemakaman
Semua teman sekelas monika menghadiri prosesi pemakaman monika, semua menangis, bian dan reza sangat terluka atas kepergian sahabatnya. Monika telah dikebumikan, semua peziarah satu persatu mulai berpamitan kepada keluarga monika
"Nak bian, reza ayo kita pulang, biarkan monika istirahat dengan tenang nak" ucap ibunda monika
"Iya tante, kami menyusul" ucap reza
Bian masih terdiam di samping makam monika, reza yang memperhatikan sahabatnya yang sedang terpuruk mencoba mendekatkan diri kepada sang sahabat. Reza mencoba menguatkan sahabatnya dengan menyentuh bahu bian.
"Lepasin tangan lo dari gue" tukas bian terhadap reza. "Lo puas, apa ini yang lo pengen ha!!" (Bugh) tinjuan bian melayang di wajah reza. "Seharusnya gue cegah lo kesini, lo ga berhak ada disini, lo pembunuh Reza Dinata Arlan, mulai sekarang lo jangan lagi dekat-dekat sama gue dan jangan lagi nemuin gue" tukas bian berlalu pergi meninggalkan reza
Reza masih tersungkur diam di samping makam monika, reza menangis sejadi-jadinya menyalakan diri sendiri
"Maafin gue mon, maafin gue, seharusnya gue yang ada disini bukan lo, maafin gue mon, gue sayang sama lo, gue ngerti penyebab kebencian bian ke gue. Gue terima itu, maafin gue mon, gue ga peka terhadap perhatian lo ke gue selama ini" lirih reza yang tetap menangis di samping makam monika
Reza dan bian larut dalam kesedihannya. Bian memutuskan pindah sekolah dan club sepak bola, bian memutuskan menjauh dari kehidupan reza. Kejadian monika menyebabkan berubahnya watak kedua sahabat tersebut. Reza yang biasany friendly menjadi lelaki cuek dan dingin terhadap semua orang kecuali adiknya. Dan bian yang biasanya baik dan ramah menjadi sedikit sesukanya memperlakukan semua orang, dan menjadikan dia seorang playboy.
Flasback off
Reza sedikit menangis ketika harus menceritakan dan mengingat kejadian yang menewaskan sahabatny itu.
"Gue selalu dihantui rasa bersalah gue ke monika dan bian io, gue bodoh banget sampe ga peka terhadap perasaannya monika" ucap reza ke dhio
"Ini kecelakaan zak, lu tau itu kan, ga ada yang salah disini, lu gabisa nyalahin diri lu atas kejadian masalalu" ucap dhio menguatkan
"Gua gatau harus gimana? Seandainya bian nyelakain revina karena dendamnya mungkin gue akan hancur" gumam reza
"Serumit itukah masalah kalian di masa lampau zak, lu harus kuat demi revina"gumam dhio