Revina

Revina
Hanindira Azkiya



Reza gelisah seperti mencar-cari sesuatu


"Lo nyari apa si zak?" Tanya alan


"Hp gue"


"Perasaan lo bawa ke toilet deh tadi. Coba deh lo inget-inget lagi. Siapa tau lo tinggali di toilet"


"Apa jatoh pas gue ketabrak sama cewek tadi ya" ucap reza bingung


"Cewek yang mana?"


"Cewek di cafe tadi dia nabrak gue"


"Telpon aja siapa tau ada nemuin"


"Hp nya low itu"


"Lo lupa charge hp lagi. Dasar ganteng-ganteng pikun"


"Kurang ajar lo ya, gue emang jarang charge hp, biasanya juga charge di kantor. Lah hari ini kan kita seharian ga di kantor. Lagian Cewek itu duluan yang nabrak gue"


"Jadi gimana sekarang mau di telpon hape lo mati"


"Yaudah biarin deh"


"Iya deh iya anak sultan mah bebas. Emang lo ga sayang sama tu handphone. Keluaran terbaru loh"


"Apaan si lo. Iya sayanglah ntar gue lacak aja, disana juga banyak foto-foto vina"


"Yaudah ntar udah pertemuan ini gue hubungi hendri buat lacak handphone lo"


"Iye bro"


^^^^^


Revina menemui dhio di salah satu cafe milik keluarganya revina


"Haii vin"


"Haii. Kak dhio lama ya nunggu vina disini?"


"Enggak kok. Baru juga sampe"


"Oh gitu. Kakak mau minum apa ?


"Kakak udah pesen punya kakak dan juga kamu. Vanila late kan"


"Kakak tau aja. Kakak mau bicara apa sama vina kak?"


"Kakak mau pamit sama kamu vin" ucap dhio tersenyum


"Pamit. Kakak mau kemana?" Tanya revina


"Kakak akan melanjutkan S2 kakak di berlin vin"


"Lama dong, sepak bola gimana?"


"Kakak akan tetap lanjutin disana kok"


"Oh yaudah bagus deh. Semangat merebut gelar S2 ny ya kak dhio" ucap revina tersenyum menahan sesak


"Kenapa sesak sekali rasanya" gumam revina dalam hati


"Iya vin. Tapi sebelum kakak pergi kakak mau bilang ke kamu. Kakak sayang sama kamu vina"


Deggg...


"Maksud kakak gimana?"


"Kakak suka sama kamu, tepatnya sayang. Saat kakak pertama kali lihat kamu kakak tau kamu adalah wanita yang kakak temukan di hutan dulu. Senyum kamu tak pernah kakak lupain. Tapi kamu tenang saja, kakak ga minta kamu balas perasaan kakak kok. Kakak juga akan pergi dan enggak tau kapan kembalinya. Revina kakak mau kamu bahagia, ceria selalu seperti dulu, maafkan kakak yang gagal melindungimu dari 2 orang brengsek itu. Tapi percayalah pasti ada himahnya dari kejadian itu. Vina kakak mohon untuk selalu bahagia" ucap dhio tersenyum


"Vina ucapin terimakasih pada kakak, karena udah suka dan sayang sama vina, kakak jangan pernah merasa bersalah atas apa yang telah terjadi" ucap revina tersenyum "kaki revina seperti ini adalah kehendak tuhan kak. kakak tenang saja ya. Selama di berlin kakak jangan khawatirin vina. Vina disini banyak yang jaga kok. Insyaallah vina ikhlas dengan semua yang telah terjadi kak" ucap revina "kapan kakak berangkatnya kak?" Tanya revina


"Besok sore vin"


"Hati-hati selama disana ya kak"


"Yaudah kakak jaga kesehatan disana ya"


"Aku akan selalu mendoakan yang terbaik buat kamu kak dhio" gumam revina dalam hati


^^^^


Dihotel YY


"Eh zak, jam berapa pertemuannya zak?" Tanya alan


"Jam 2 kata bokap gue mah. Sabar dong 15 menit lagi juga"


"Iya boss ganteng sejagat"


"Baru tau lo"


"Udah lama. Cuma sayang jomblo"


"Biarin ah. Emang lo udah punya cewek apa ??"


"Ada dong emang gue lo. Betah amat jomblo sampe 5 tahunan. Hahah ga karatan tu si joni. Hahaha"


"Kamp*t lu ye. Gue ga mau pacaran entar mau langsung nikah aja"


"Hahah gue nunggu hari itu pada reza dinata arlan yg terhormat"


Ketika reza dan arlan sedang asyik mengobrol, seorang resepsionis mengantar klien yang mereka tunggu


"Selamat siang pak reza, ini adalah tamu yang bapak tunggu"


"Oh ya terimakasih" ucap reza sambil menoleh ke tamunya.


"Jadi anda direktur utama KZ group?" Tanya reza


"Tidak tidak saya hanya mewakilinya saja" ujar hanin


"Zak suruh duduk dulu kenapa" ucap alan


"Eh iya maaf. Silakan duduk" pinta reza


"Baiklah terimakasih" ucap hanin


"Kalian udah saling kenal?" Tanya dara Bingung


"Dia lelaki yang saya tabrak tadi ra. Ohya mas ini handphone kamu yang tadi terjatuh sewaktu kita bertabrakan" serah hanin


"Alhamdulillah yaallah, terimakasih ya nona, saya kira hp saya hilang tadi" ucap reza


"Kalian kok kaku gitu si. Oh ya kenalin gue adara maurisa"


"Alan erlando"


"Saya Reza Dinata. Dan nona?" Tanya reza


"Saya Hanindira Azkiya" ucapnya tersenyum manis "panggil saja senyaman kalian"


"Kita mulai saja rapatnya ya. Ini proposalnya mohon untuk di cek" ujar alan memecahkan suasana yang kaku


Hanin merupakan wanita yang sangat pandai, dia juga sangat cantik, hanin memiliki mata bewarna abu yang sangat meneduhkan dan senyum yang sangat manis. Dia menjelaskan kekurangan isi proposal dan apa saja yang harus di tambahkan. Siluit wajahnya saat sedang meetingpun berbeda dengan pada saat ia berbicara tadi.


Reza melihat kagum wanita dihadapannya ini


"Pandai sekali wanita ini. Tutur bahasanya sangat tegas kalo menyangkut pekerjaan" gumam reza dalam hati


"Baiklah kami setuju dengan penawaran dari kalian. Dan kemungkinan besok saya dan direktur utama KZ group akan datang ke DA group untuk menanda tangani kontrak kerja sama kita" ucap hanin bersalaman dengan reza


"Terimakasih nona hanin atas kesempatan kerjasamanya"


"Sama-sama tuan reza. baiklah kami berdua pamit undur diri. Terimakasih untuk hari ini"


"Sampai jumpa besok nona hanin"


"Baiklah sampai jumpa besok" ucap hanin tersenyum dan berlalu meninggalkan reza dan alan


"Zak itu cewek cantik juga, dan cocok banget sama kamu. Sama-sama dewasa dan profesional kalo udah menyangkut pekerjaan" ucap alan cengengesan


"Apaan sii lo, udah ah ayo balik ke kantor. Lo mau gue tinggal disini"


"Jangan dong. Gila lo main tinggal-tinggalin aja. Tapi zak dia benar-benar sangat cantik, matanya abu zak"


"Abisnya lo ngebacot aja dari tadi. Ayo buruan" ajak reza


"Ga jadi nemuin vina ni?"


"Vina lagi di toko buku, buat referensi tugasnya dia sama cari novil katanya tadi"


"Oh vina kalo udah berkutat sama buku udah ga akan ada yang bisa ganggu" ujar alan mangut-mangut


"Tu lo tau. Udah ayo"


Hanin mengajak dara untuk pergi ke toko buku, hanindira tidak hanya pengusah muda yang berbakat tetapi juga seorang penulis berbakat, ia sangat suka menulis. Terbukti karya tulisnya di jadikan novel-novel motivasi yang telah terbit dan meraih penjualan yang sangat fantastik.


"Nin, lo mau beli buku apa?" Tanya dara


"Banyak"


"Si nona judes mah gitu"


"Haha apa sii dar, lo ikut aja kenapa. Kalo gamau lo balik aja duluan ke kantor"


"Yakin ni gue boleh balik ke kantor duluan"


"Iya gapapa. Lo pakai aja mobil gue, nanti gue pakai taksi aja"


"Kok lo yang pakai taksi, ni kunci lo gue yang pakai taksi"


"Pakai aja ah. Gue juga udah langsung pulang kerumah. Jarak rumah gue dari sinikan ga jauh tu, jadi udah lo pakai aja mobilnya" ucap hanin tersenyum


"Yaudah gue balik. Gue jenuh kalo lo udah sibuk sama dunia buku-buku lo ini"


"Haha iya udah sana balik ah"


Hanin masih sibuk mengelilingi dan melihat-lihat buku yang ada di toko ini. Dia terpaku pada salah satu karya terbarunya, dia langsung mengambilnya dan tersenyum. Sementara revina yang ada di toko buku itupun memang berniat mencari buku kuliah dan buku terbarunya hanin. Namun sayang buku terakhir sudah di tangan hanin.


"Yaah keduluan" ucap revina sedih. "Maaf mbak buku Ketika Dunia Tidak Berpaling masih ada tidak?" Tanya revina kepada petugas toko


"Maaf mbak itu yang terakhir" ucap petugas toko tersebut. Revina langsung terlihat sedih


"Maaf. Kamu mau bukunya ?" Tanya hanin


"Iya kak. Aku udah baca ke4 buku yang lainnya dan yang itu yang terbaru dan aku udah keliling cari buku itu habis semua" ucap revina sendu


"Eh. Kamu baca semuanya"


"Iya kak. Bukunya bagus dan didalam bukunya juga banyak sekali motivasi-motivasi. Tapi sayang habis. Sepertinya aku harus menunggu bukunya terbit lagi" ucap revina sedih


"Ini kamu bawa saja" beri hanin


"Kakak serius" ucap revina dengan mata yang berbinar


"Iya serius. Ini buat kamu saja" ucap hanin tersenyum


"Ahh terimakasih kakak" memeluk hanin. Hanin tersenyum hangat dan membalas pelukan revina "kakak cantik baik sekali. Aku sangat suka novel-novel ini aku berharap karya kakak penulisnya tidak akan putus-putus" hanin tersenyum bahagia mendengar penuturan dari revina


"Manis sekali anak ini" gumam hanin dalam hati


"Baiklah kakak pamit pulang dulu ya cantik" mengusap pipi revina


"Iya kak hati-hati ya" ucap revina. Hanin telah pergi dengan taksi "astaga gue lupa nanyain nama kakak cantik itu. Seandainya tau gue bisa kenalin sama kak reza, ini otak nggak sinkron banget si" ucap revina dongkol