Revina

Revina
Harapan



Diatas segala rasa yang telah tumbuh


Cahaya matahari mampu menghangatkan pagiku


Rembulan malam mampu menerangi malamku


Tapi kamu mempunyai kedua hal itu


Kamu yang ku cintai dari awal


Kamu yang tergi meninggalkan lukq yang mendalam


Kamu yang mampu membuatku tercabik-cabik hancur lebur


Tetapi kamu juga memberikan kenyamanan disetiap pelukmu


Hadirmu menjadi penyemangat dalam hidupku


Bisakah aku mengulangnya lagi denganmu


Cintaku masih tetap untukmu


Meski tuhan membuatku hidup tanpa cintamu lagi di dunia ini


Bisakah aku memulai dengan sosok wanita lain


Bisakah hati ini ikhlas menerimanya


Aku ingin mencobanya walau hati menolak keras semua itu.


Aku hanya berharap jika memang tuhan memberikanku sosok wanita yang akan aku cintai nanti ia tidak sepertimu


Iya tidak sepertimu yang meinggalkanku dengan tragis dan buas


Membuatku menutup hatiku lama dan sangat lama


Memberikan luka disetiap malam dan pagiku


Aku berharap sosok itu akan menetap selamanya denganku


Iy aku berharap


^Reza Dinata Arlan"\)


^^^^^


Gian telah sampai dirumah revina, mereka disambut hangat oleh mama revina


"Mamaaaa" langsung memeluk sang mama


"Haii rere sayang, mama kangen baru tiga hari nggak ketemu kamu sayang" ucap mama memeluk dan mencium wajah revina


"Maa,, hentikan, ada gian sapa dulu ih"


"Oh anak mama di antar pacarnya


"Mama bukan ihhh"


"Selamat sore tante, saya gian kakak tingkat revina" sapa gian mencium punggung tangan mama revina


"Selamat sore gian, ayo masuk dulu nak. Sekalian nunggu magrib, ga baik magrib-magrib di jalan loh" ajak mama revina. Gian hanya mengangguk karena tak enak untuk menolaknya


"Re, buatkan minum untuk nak gian sayang"


"Iya ma"


"Enggak usah repot-repot tante"


"Gapapa nak cuma minum doang"


"Sebentar ya kak"


Revina membuatkan jus melon untuk gian, mama revinapun menghampiri putri kesayangannya sambil membawa cake kesukaan sang putri untuk dimakan bersama gian


"Dia tampan sekali sayang, kakak kamu aja kalah tampannya" puji dewi


"Kalo tampan emang kenapa si ma?"


"Jadikan pacar dong, sepertinya dia suka sama kamu sayang"


Deggg... revina mengingat kejadian gian menyatakan perasaan dan menciumnya selama di tebing pipi revina merona dan tersenyum


"Tu lihat putri mama sepertinya juga suka sama dia, pipinya sampai merah seperti ini sayang"


"Mama berhenti menggodaku, udah ah aku mau kedepan, thanks ma cake nya" berlalu dan mencium pipi sang mama


Revina menaruh 2 jus melon dan beberapa potongan cake buatan mama revina


"Terimakasih vin" senyum gian


"Sama-sama kak" ucap revina tersenyum manis


"Yatuhan sungguh manis ciptaanmu ini" gumam gian dalam hati


Mama dewipun mendekati revina dan gian


"Gian makan malam disini saja dulu ya"ucap dewi


"Ya enggaklah sayang, anggap saja ucapan terimakasih tante karena sudah menjaga putri kesayangan tante ini" ucap dewi mengusap kepala sang putri yang sedang memakan cake nya "rere, jangan makan sendiri dong kasihkan juga sama gian"


"Hehe. Itu punya kak gian udah ada kok ma, ini punya rere sendiri" ujar revina "kak ejak mana?"tanyanya


"Reza dikantor sayang, paling bentar lagi pulang sama papa"


"Oh gitu"


"Mama tinggal ya. Mama siapin makanan buat kita semua" ucao dewi berlalu


"Reza udah ngantor vin?" Tanya gian revina mengangguk


"Waah padahal belum wisuda tapi udah kerja aja" ucap gian kagum


"Ya seperti itulah kak reza. Kak ayo dimakan cake nya itu buatan mamaku sendiri loh"


"Benarkah?" Gian mencicip cake yang dibawakan revina "waah ini sangatlah lezat revina"


"Ya begitulah. Ini adalah favorite nya semua keluarga"


"Kamu pasti senang memakan ini setiap hari"


"Haha mana bisa setiap hari, vina punya sepupu dokter, ia sangat cerewet mana bisa vina makan setiap hari cake ini kak, yang ada seisi rumah dimarah oleh kak martin" ucap revina membuat gian tergelak


"Waah kamu pasti senang di sayangi semua orang"


"Yah seneng sii, cuma jengkel juga, semuanya posesif terhadap vina, jadi ni ya kalo kak ejak atau kak martin tau vina hilang kemarin pasti sekeluarga besar di bondong ke bumi perkemahan itu"


"Serius?"


"Hmmm"


"Haha bisa seperti itu ya"


"Ya gitu harap maklum, kak martin dari kecil udah tinggal sama vina dan kak ejak, jadi revina ini adalah tuan putrinya mereka, dan juga ga bisa di pungkiri posesif nya mereka itu demi vina juga, coba waktu itu vina ga ngeyel mungkin sekarang vina udah training" menatap sendu


"Heiii, yang sudah biarkanlah berlalu, sekarang pikirin bagaimana kehidupan kamu kedepannya kelak, ikhlaskan vin. Insyaallah sesuatu yang telah di ikhlaskan akan berjalan dengan baik, semua ini akan ada hikmahnya revina"


"Iya kakak terimakasih. Sepertinya kak reza pulang"


"Assalamualaikum" ucap reza dan papa


"Walaikumsalam" ucap mereka bersamaan


Ammar mendekati putri kesayangannya memberikan pelukan dan kecupan di kening sang putri


"Putri papa udah pulang, kapan sampainya sayang" memeluk erat dang putri


"20 menitan mungkin" ucap revina tersenyum


"Gantian dong pa, masa iya papa doang yang peluk adiknya aku"


"Iyaiya ini adik kamu"


Reza memeluk sang adik seperti sudah kama saja tak bertemu


"Oh ya pa ini kak gian, dia yang anterin vina tadi" ucap revina. Gian pun langsung mencium punggung tangan ammar


"Terimakasih nak gian udah nganterin putri om yang cantik ini"


"Sama-sana om"


"Papa mandi dulu ya sayang kalian lanjutkan saja ngobrolnya"


Semua mengangguk. Revina pamit kekamarnya untuk membersihkan diri, reza berbincang-bincang dengan gian mengenai bisnis, karena reza tau gian adalah satu-satunya pewaris dari IV group dilihat dari nama keluarga gian.


Mama dewi telah memanggil semuanya untuk makan malam bersama. Seusai makan malam gian pamit undur diri karena sudah pulang.


^^^^^


Reza yang tengah tertidur bermimpi tentang almira


"Almira"


"Hai jak" ucap almira berseberangan dengan reza


"Almira kenapa kamu disana, kemarilah aku sangat merindukanmu sayang"


"Tidak reza, disinilah tempatku dan disana tempatmu, reza sayang bisakah aku meminta satuhal padamu"


"Apapun sayang apapun, tapi aku mohon kemarilah aku ingin memelukmu"


"Reza ikhlaskan aku, buka hatimu untuk wanita lain sayang"


"Tidak mir, tidak ada yang bisa menggantikanmy dihatiku"


"Apa kamu akan tetap membuatku menangis seperti ini reza, aku menderita disini karena kamu terluka seperti ini. Aku mohon berjanjilah kamu akan memulai untuk membuka hatimu untuk wanita lain. Atau aku tidak akan menemuimu lagi reza"


"Tidak jangan sayang, aku membutuhkanmu jangan tinggalkan aku. Aku mohon"


"Reza sayang. Aku sangat mencintaimu, tapi kita tak bisa bersatu, dunia kita telah berbeda. Aku pamit ya sayang. Aku mencintaimu reza, bukalah hatimu untuk wanita lain, agar aku tak menderita disini sayang" ucap almira tersenyum dan perlahan menghilang


"Almira" ucap reza terbangun dari tidurnya


Airmata reza menetes deras "yaallah, apa arti mimpi ini, apakah almira terluka disana karena aku, almira sayang aku akan ikhlas dan mencoba membuka hatiku untuk wanita lain. Aku berjanji mira. Aku berharap kamu bahagia disana sayang" ucap reza terisak