Revina

Revina
Ep 28



Reza memutuskan untuk melakukan sholat disepertiga malamnya. Entah mengapa hatinya sangat terluka mengingat mimpinya tentang almira


"Yaallah hamba akan berusaha untuk mengikhlaskan almira agar ia bahagia disurgaMu. Siapapun yang engkau tunjukan untuk mendampingi hamba kelak, insyaallah hamba akan menerimanya asalkan ia siap menyayangi adik hamba seperti menyayangi hamba nantinya. Yaallah berikan hamba petunjuk atas semua ini. Dan sembuhkan kaki adik hamba yaallah, beri ia kebahagiaan kembalikan keceriaan dalam hidupnya lagi. Amin" ucap reza di doa sepertiga malamnya


^^^^^


"Kak vina bawa mobil sendiri ya, ga usah di anter nanti vina mau ketemu kak dhio sekalian" ucap vina ke reza


"Yakin sayang, apa enggak kakak anter aja vin. Atau supir gitu"


"Kakakku sayang, kasian kalo supir mau bolak balik, vina bawa mobil saja deh, kakak juga sibuk di kantor kan"


"Nanti jam makan siang, makan ditempat biasa ya yang deket di kampus kamu"


"Iya kak. Yaudah vina berangkat dulu kak, mama papa assalamualaikum" mencium pipi kedua orang tuanya dan kakak tersayang sambil berlalu


"Waalaikumsalam" ucap semuanya


"Zak nanti kamu ke hotel YY ya gantiin papa nemuin klien papa dari paris" ucap papanya


"Papa mau kemana? Kan reza ada janji nemuin klien di hotel XY pa jam 10 nanti"


"Selesainya jam berapa? Papa mau nemenin mama kamu kedokter gigi sayang"


"Paling jam 12 an sii. Emang jam berapa nemuin klien papa itu"


"Jam 2 zak. Bisa kan ?"


"Kalo jam 2 bisa. Nanti reza ke hotel YY setelah makan siang sama revina"


"Gimana kamu dan adik kamu mau punya pacar kalo kalian berdua terus sayang" ucap dewi mengusap kepala sang putra


"Mama emang salah deket sama adik sendiri?" Tanya reza


"Enggak salah, cuma yang mau deketin adik kamu bakal mikir dua kali karena adik kamu ada bodyguart nya" ucap dewi enteng


"Biarkan mama, jadi yang mau deketin putri papa harus tau bahwa kesayangan papa itu ada yang jaga"


"Papa dan anak sama aja ini" ucap dewi merengut dibalas tawa dari ammar dan reza


"Haha udah ma ah jangan cemberut. Reza berangkat ya ma, udah telat ni mau kekantor trs harus ke hotel XY lagi"


"Iyaiya hati-hati sayang"


Mobil Revina memasuki kawasan kampus, sebenarnya ia lebih nyaman di antar, tapi berhubungan sang kakak memang jadwalnya full dan ia juga ingin bertemu dhio akhirnya dia mutusin untuk membawa mobil sendiri. Mobil revina jadi pusat perhatian karena revina menggunakana mobil brand yang harganya sangat pantastis hampir menyamakan dengan mobil lamborghini Aventador Lp 700-4 milik gian. Revina turun dari mobilnya.


"Ahhhh syitt kenapa juga gue bawa mobil ini, yaampun ga kepikiran kalo jadi pusat perhatian kek gini" ucap revina pelan


"Itu siapa ? Gila mobilnya keren abis"tanya olla


"Eh itu revinakan"


"Eh iya revina" ucap olla "ayo kesana sal"salsa mengangguk


"Vinaaa" panggil salsa dan olla


"Haii hehe. Ayoo kita pergi dari sini malu gue" ucap revina


"Malu kenapa? Gila mobil lo keren banget" ucap olla


"Bukan mobil gue, minjem punya keponakan. Ayo pergi" ajak revina


"Udah lak, nanti lagi nanya sama vina lihat tu dia jadi pusat perhatian semua mahasiswa disini" ucap salsa tersenyum


Ketika revina olla dan salsa hendak pergi gian sampai dan mobilnya berparkir disebelah mobil revina


"Haii vin selamat pagi. Selamat pagi juga untuk temen-temennya vina" sapa gian


"Haii kak. Selamat pagi" ucap semuanya


"Kamu ada kelas jam berapa?" Tanya gian


"Jam 9.15 sii. Emang ada apa kak"


"Sekarang jam 8 lewat 5. Olla salsa kakak pinjem revina dulu boleh?" Semua terkejut termasuk revina


"Ha?? Mau kemana kak?" Tanya revina bingung


"Boleh nggak lak sal" tanyanya lagi


"Bo..boleh kak" ucap keduanya


Gian mengandeng revina dan mengajaknya kesuatu tempat


"Kakak kita mau kemana si kak, ntar vina telat gimana?" Ucap revina


"Masih ada 1 jam vina, kita ke kantin aku laper"


"Yaudah lepas tangannya kakak ga lihat kita jadi pusat perhatian orang-orang nii"


"Ops sorry hehe abis tangan kamu nyaman banget di genggam"


"Gombal terus. Udah ayo kakak mau makan apa ?"


"Aku mau bakso aja deh. Kamu mau apa?" Tanya gian


"Vina liatin kakak aja karna vina udah makan tadi"


"Yakin ni? Pesen minum aja gimana. Masa iya kamu cuma liatin aku doang si"


"Yaudah jus tomat aja deh"


Revina hanya tersenyum. Handphone revina berbunyi


Setelah kuliah bisa kita bertemu revina \~\~dhio


Okey kak, vina keluar jam 12.45. Nanti ketemu di WE cafe aja sekalian vina ada janji sama kak reza\~revina


oke sampai jumpa nanti vin \~dhio


"Siapa vin?" Tanya gian


"Kak dhio" jawab revina


"Oh. Sepertinya penting banget dari kemarin ngajakin kamu bertemu" ucap gian jengkel. Revina tersenyum


"Hehe. Kenapa muka kakak seperti itu. Cemburu?" Tanya revina reflex


"Kalo iya gimana?" Ucap gian menatap mata revina yang terkejut


"Eh... hmmm kakak becanda ya" ucap revina malu


"Kenapa juga aku becanda, aku serius revina"


"Kan kakak tau revina ga ada pacar. Lagian kak dhio itu temen nya kak reza kak gian" ucap revina "udah sana makan. Jangan cemberut mulu. Entar dingin loh baksonya"


"Iya cerewet. Itu jus kamu diminumkan juga"


Revina mengangguk


Revina sedang berjalan di samping gian mengitari koridor. Semua melihat iri kearah mereka. Omongan-omongan kecil terdengar ditelinga keduanya


"Itu disamping gian cantik banget ya. Wajar saja gian tidak menoleh dinda sama sekali" ucap seseorang


"Iya mereka sangat serasi, ahh iri nya" timpah yang lainnya


"Bukannya itu anak baru udah punya pacar ya, kemarin waktu ospek di anter dan di cium keningnya ole seorang lelaki yang tampan banget" ucap seseorang yang membuat revina dan gian tersenyum mengingat lelaki itu adalah kakaknya


"Kak. Kelas revina udah didepan tu, kakak masuk saja ke kelas kakak"


"Yakin ga mau di anter sampai depan kelas?"


"Hemmm. Udah kakak balik aja vina masuk ya"


"Yaudah iya, kamu hati-hati ya" ucap gian mengusap lembut kepala revina. Revina mengangguk


^^^^^^


Dihotel XY


"Lan, lu kosongkan jadwal gue jam 2 ini, gue harus nemuin klien dari paris gantiin papa"


"Oke zak. Yaudah kita masuk dulu. Pak bram sudah menunggu dari tadi" ucap alan rekan kerja sekaligus sahabat reza. Reza mengangguk


Pertemuan dengan pak Bram telah usai. Revina menghubungi reza bahwa iya tak bisa makan siang bersama karena dia keluar kelas kemungkinan jam 1 siang. Reza dan alan sudah di cafe NN untuk makan siang. Reza telah memesan makanannya


"Vina ga bisa nyusul zak" tanya alan


"Iya dia masih ada jam kuliah. Kasian nanti kalo harus bolak balik kita juga kau ke hotel YY kan"


Mereka makan dengan tenang.


"Gue ke toilet sebentar ya" ucap reza dan alan mengangguk


Reza berjalan kembali ke meja makan mereka, tiba-tiba


Buggg....


"Aww" pekik seorang wanita yang menabrak reza. "Maaf mas maaf. Tadi saya buru-buru karena teman menunggu di dedepan" ucap wanita itu menunduk


"Anda ga terluka"tanya reza


"Enggak kok mas, maaf ya saya udah nabrakin mas nya"


"Yaudah gapapa. Lain kali hati-hati ya saya duluan" wanita itu mengangguk. Reza meninggalkan wanita itu


Wanita itu menemui handphone reza yang tercecer.


"Eh handphonenya" ucap wanita itu "semoga orang itu masih ada di depan" ucap wanita itu berlari namun sayang reza telah berlalu "gimana ini handphonenya low lagi" gumamnya


"Anindira. Lo kemana aja si lama banget. Ayo buruan kita harus ke hotel YY loh"


"Eh ra. Ayo"


"Gimana gue balikin hape orang ini ya, apa gue charge dulu biar nyalah nanti kalo dia nelpon kan gue bisa angkat" gumam dira dalam hati


"Ra gue pinjem PB dong"


"Tumben pakai PB biasanya full batre lo. Tu ambil di tas gue"


"Ini hape mas yang gue tabrak tadi. Kececer tapi mati, gue takut dia nyariin jadi yaudah gue charge aja kali ya siapa tau nyalah"


"Ceroboh loh ga ilang-ilang ya nin ampun deh gue"


"Hehe sorry namanya juga buru-buru tadi"


"Semoga hp itu nyala dan elo bisa balikin ke orangnya ya"


"Iya amin semoga"