Revina

Revina
Rencana Bulan Madu



Revina


.


.


.


.


Reza dan hanin memutuskan berkunjung ke kediaman arlan untuk menemui adik tercinta.


"Assalamualaikum" salam reza dan hanin


"Walaikumsalam, eh ada pengantin baru" goda dewi


"Selamat siang mama" ucap hanin mencium punggung tangan mertuanya


"Selamat siang sayang. Bukannya honeymoon kenapa kalian kesini?" Tanya dewi


"Kami kangen rere ma, dimana adikku itu?" Tanya reza


"Dikamar sayang, dia bilang tidak enak badan tadi, makanya mama minta istirahat di kamarnya" jelas dewi membuat reza langsung panik


"Kenapa mama tidak bilang ke reza si ma, reza naik dulu. Ayo sayang" ajak reza kepada istri tersayang.


Sesampai dikamar revina, reza membukakan pintu kamarnya dan melihat adiknya tengah tertidur, benar kata dewi badan revina sangat panas, dan keringat dingin. Revina juga tertidur seperti ketakutan


"Vinaaa" panggil reza, namun revina tidak kunjung bangun


"Tidakkk.....jangannn...tidakkk.... kak reza tolong vina....jangan sentuh aku.... lepaskan aku. Aku mohon... kak rezaaaa" ucap vina di dalam tidurnya


Reza paham betul apa yang dirasakan adiknya saat ini. Reza dan hanin berusaha membangunkan revina, reza meminta hanin menelpon martin dengan hpnya


"Sayanggg.... heiii bangunlah ini kakak" ucap reza khawatir


"Jangannnnn.... jangannnnn tidakk jangan lukain kakiku aku mohon" revina mengigau butiran keringan semakin deras


"Sayang. Bisa tolong ambilkan air hangat untuk revina" pinta reza kepada sang istri


"Iya sayang" ucap hanin turun mengambil minum


"Heiii... ree.. sayang bangun ini kakak... kakak disini" ucap reza mengusap wajah sang adik. Revina bangun dan langsung menangis memeluk sang kakak. Dada reza serasa diremas melihat keadaan adiknya yang belum lepas dari trauma yang mengganggunya


"Heii kamu mimpi lagi?" Tanya reza revina mengangguk sambil menangis reza menangkup kedua pipi adiknya dan menghapus air mata adiknya


"Vin, tidak akan ada yang bisa nyakitin kamu lagi, tenanglah kakak akan melindungimu selamanya" ucap reza sambil memeluk revina lagi.


"Kakak kenapa disini? Bukankah seharusnya kakak bulan madu?" Tanya revina


"Mana bisa kakak meninggalkan adik kakak yang sedang sakit" ucap reza


"Kakak jangan seperti itu. Kak hanin butuh kakak loh" ucap revina


"Hanin juga merindukan kamu sayang. Sini peluk kakak dulu. Baru 1 malam kakak tidak menemuimu kakak sudah merindukanmu saja" ucap reza memeluk sang adik


"Kakak vina baik-baik saja. Pergilah berbulan madu dengan kak hanin kak" ucap revina dipelukan kakaknya


"Kakak dengan reza akan berbulan madu kalau pekerjaan kami di kantor selesai sayang" ucap hanin yang datang membawakan air hangat dan makanan yang disiapkan dewi


"Kalian berdua ini masih saja sibuk sama kerjaan" ucap revina membuat hanin tersenyum


"Karena itu kewajiban kami sayang" ucap hanin "bagaimana keadaan kamu? Kenapa bisa sakit? Makan dulu ya" tanya hanin


"Vina baik-baik saja kak. Mau makan tapi suapin" ucap revina cengengesan


"Sini kakak suapin" ucap reza, revina menggeleng


"Mau kak hanin saja yang nyuapin" ucap revina tersenyum manis


"Baiklah sini kakak suapin, tapi harus habis. Kalau habis nanti kakak beri buku terbaru kakak kepada kamu untuk yang pertama" janji hanin


Revina makan dengan lahap disuapi oleh kakak iparnya, hanin memang sangat ingin mempunyai adik perempuan yang bisa dia manjakan. Dan ayahnya mewujudkan mimpi itu, hanin sangat bahagia memiliki adik ipar yang sangat manis seperti revina.


Reza yang melihat akan kedekatan sang istri dan adiknya itu sangat bahagia. Tetapi dia memikirkan juga tentang trauma adiknya. Martin telah sampai dirumah revina. Betapa terkejutnya revina melihat keponakannya sudah dirumah saja dan yang pasti meninggalkan pasien dan rumah sakit hanya untuk revina


"Kakak kenapa memanggil kak martin" ucap revina sebal kepada reza


"Badan kamu panas sekali sayang, mana bisa kakak biarkan begitu saja" ucap reza


"Takut sekali kamu sama kakak. Sini kakak periksa dulu" ucap martin mendekati revina. "Panas sekali tubuhmu vina. Reza tolong ambilkan air untuk mengompresnya" pinta martin


"Biar aku saja sayang" ucap hanin kepada sang suami rezapun mengangguk


"Apa yang kamu pikirkan revina? Kamu tau kan kamu tidak bisa memikirkan sesuatu terlalu keras" ujar martin


"Aku hanya kelelahan saja kak" ucap revina


"Tidak usah kuliah dulu. Sampai kamu bener-bener sehat. Ini pipi kenapa memarnya sampai seperti ini dan tidak hilang dari semalam?" Tanya martin


"Kan vina Jatuh juga kak hihi" ucap revina


"Masih saja ceroboh astagaa" ucap martin menggelengkan kepalanya


Hanin dan dewi telah ada di kamar revina, hanin mengompres revina dengan telaten


"Zak kita bicara diluar sebentar" ajak martin. Reza pun mengangguk. "Kamu istirahat ya tuan putrimu. Kakak ajak reza menebus obatmu dulu" ucap martin mencium puncak kepala revina


Reza mengajak martin keruangan kerja ammar


"Ada apa tin?" Tanya reza


"Apa revina mengigau lagi?" Tanya martin. Reza mengangguk. "Zak revina mengalami gangguan pada psykisnya. Dan yang gue lihat revina nyaman dan bahagia sekali bersama gian" ucap martin


"Maksud lo?" Tanya reza bingung


"Mood revina membaik ketika bersama gian, sebaiknya biarkan revina dengan gian semakin dekat, karena gian mungkin bisa nyembuhin revina za, dan lagian ya sepertinya gian baik orangnya" ungkap martin


"Dia orang baik, dan anak pemilik IV group tin, gue dah cari tau semuanya, keluarganya baik-baik dan perusahaan papa akan bekerja sama dengan IV grub besok lusa. Dan katanya pemilik IV group sangat friendly orangnya" ungkap reza


"IV groub bukankah perusahan besar selain perusahaan bokap lo za?" Tanya martin


"Iya. Dan gue yang bakal bertemu dengan direktur utamanya besok lusa" ucap reza "gue berharap gian bener-bener bisa jagain adik gue tin" harap reza


"Gue lihat gian anak baik kok za, lo ga perlu khawatir" ucap martin. "Gue balik ke rumah sakit, obat vina nanti gue kirim kurir aja buat nganter kesini" ucap martin pamit


Revina sangat jenuh berada dikamar, dia sangat ingin keluar kamar dan berjalan-jalan


"Kak ayo jalan-jalan?"ajak revina kepada hanin


"Sayang kamu masih sakit" ucap hanin


"Vina bosen kak" jelas revina


"Memang mau jalan kemana?" Tanya reza datang tiba-tiba


"Danau saja kak. Pleace" revina memohon


"Boleh. Asal pakai kursi roda" syarat reza


"Kak vina ga separah itu kan. Vina mohon kalo vina lelah vina akan bicara dengan kakak" ucap revina


"Baiklah ayo kita pergi" ajak reza membuat revina tersenyum


Didalam mobil revina merencanakan honeymoon untuk pengantin baru ini


"Pokoknya lusa setelah kakak rapat, kakak harus berangkat bulan madu dengan kak hanin" ungkap revina "semuanya sudah revina urus kalian tinggal berangkat saja"jelasnya


"Iya tuan putri" ucap reza menurut


"Cepat buatkan aku keponakan yang lucu" ucap revina membuat hanin tersipu malu