
Setelah melihat rekaman CCTV yang terjadi antara revina dan dinda sedikit membuat reza dan martin sadar bahwa adik yang mereka manjakan telah menjadi cantik yang pemberani. Tapi walaupun seperti itu revina tetaplah adik kecil yang harus di lindungi dan manjakan olehnya sehingga luka gores karena jarum saja tak bisa melukai adiknya dan sekarang reza tau yang melukai adiknya adalah sahabat dari sang ayah. Tapi tak mengurungkannya buat kasih pelajaran ke dinda. Karena bagi reza adiknya adalah segalanya yang tidak bisa dia acuhkan.
Reza dan semuanya menghampiri revina dan keluarga revina, reza duduk di dekat revina sambil mengusap pipi yang memar dari sang adik.
"Apakah masih sakit?" Tanya reza sendu
"Kakak revina tidak apa-apa, kan cuma memar doang" jelas revina
"Memar ini akan berlanjut kalo kamu ga ambil keputusan sayang" ucap reza. Revina mengernyitkan alisnya
"Maksud kakak apa?" Tanya revina membuat semua orang bingung. Reza berdiri menghadap ke ammar
"Pa. Papa sayang kerevina bukan?" Tanya reza
"Tentu revina adalah jiwanya papa. Kenapa nanya seperti itu" ucap ammar bingung
"Pa, luka di bibir dan memar di pipi revina adalah ulah dari putri sahabatnya papa, dan luka waktu sebelum reza mengkhitbah hanin juga ulah putri dari sahabatnya papa" ucap reza membuat revina terkejut
"Maksud kamu?? Siapa itu za?" Tanya ammar geram
"Om reno pa, putri sulungnya sengaja membuat revina kita menderita" ucap reza menatap revina. "Tapi putri papa ini telah menjadi gadis yang sangat berani dia membalas telak putri om reno itu" ucap reza menatap adik yang mulai meneteskan air matanya
"Kamu tau dari mana reza?" Tanya ammar
"CCTV. Lokasi mereka bertengkar tadi terekam CCTV. Dan reza jug meminta rekaman cctv di koridor kampus menggunakan akses papa" ucap reza membuat revina tak percaya bahwa kakaknya bergerak sangat cepat. "Dan putri kesayangan papa ini menutup rapat semuanya dan mengatasi masalahnya sendiri. Tapi papa taukan apapun yang terjadi pada revina reza tidak bisa menoleransinya" ucap reza menatap tajam revina. Revina menundukan kepalanya
"Sayang apa itu benar?" Tanya dewi mendekati putrinya. Revina mengangguk semua tak percaya. Karena ammar memberikan jabatan kepada reno sebagai rektor karena kepercayaannya tetapi putri sahabatnya itu malah mencoba mencelakai putri kesayangannya
"Pa, dengar dulu. Revina tau hubungan papa sama om reno, makanya revina ga cerita kesiapa-siapa. Pa jangan bebani vina dengan rasa bersalah lagi. Vina mohon" ucap revina terisak. Semua yang berada diruangan itu terdiam
"Maksud kamu apa sayang?" Tanya dewi "beban rasa bersalah?" Ulang dewi
"Ma, revina tau kalian sayang sama revina. Tapi vina mohon pa, kak reza jangan hancurkan keluarga orang lain lagi hanya karena revina terluka" revina semakin terisak. "Cukup keluarga rossa, revaldi dan aldo yang menderita jangan ada yang lain revina mohon" ucap revina tersedu menangis. Dewi memeluk sang putri
"Revina tau kalian sangat menyayangi revina, tapi jangan bebani revina dengn rasa bersalah itu lagi" ucap revina semakin menangis, membuat hanin mami martin dan semua menangis
"Mereka pantas mendapatkannya revina, apa kamu lupa bagaimana rossa dan kedua ******** itu membuatmu menderita!!" Ucap reza yang sedikit meninggikan suaranya
"Melampauin batas. Apa kamu lupa apa yang terjadi sama kamu revina? Apa kamu lupa usaha kami menyembuhkan lukamu bagaimana? Kamu lupa kamu bahkan berteriak kesakitan yang membuat kakakmu ini menangis kesakitan juga! Mereka menghancurkan impianmu!! Mereka bahkan membuat adikku menderita, menangis di tengah malam, tersenyum didepan orang banyak. Kamu lupa mereka yang membuatmu trauma hingga saat ini!! Apa kakak bisa diam saja melihat semua itu!! Tidak vina. Kakaklah menderita melihat setiap tetes air matamu yang jatuh karena kehilangan semangt hidupmu" tegas reza membuat semua terdiam. Gianpun tak menyangka bahwa apa yang dialami sang kekasih sangatlah buruk ternyata
"Vina mohon kalaupun kakak mau memberi pelajaran beri pelajaran itu kepada mereka yang bersalah jangan keluargnya kak" ucap revina memohon
"Vin, kamu berpikir kakak ini seburuk itu?" Tanya reza tak percaya. "Kakak tidak akan menghancurkan mereka kalau mereka masih punya atitude yang baik. Mereka bahkan sempat ingin mencelakaimu ditengah masa kritismu agar saksi yang memberatkan anak-anak mereka hilang dimuka bumi ini. Seandainya waktu itu martin tidak meletakkanmu diruangan khusus saja mungkin kamu sudah tidak ada didunia ini. Apa kakak, papa dan om roy bisa toleransi terhadap sesuatu yang membahayakanmu" jelas reza semuanya membuat revina tak percaya. "Seandainya keluarga rossa datang meminta maaf maka yang akan dihukum hanya rossa saja bukan keluarganya. Tapi mereka melampauin batas kesabaran kami vina. Kamu tau kamu adalah jiwanya papa dan mama. Kamu adalah hidupnya kakak. Bagaimana bisa kakak hidup dengan kamu yang terluka seperti dulu" ucap reza mulai menangis. Semua diruangan menangis mendengar penjelasan dari reza
"Kamu kehilangan banyak darah, kamu kritis, bahkan saat kamu sadarpun kamu kehilangan semangat hidup, kamu membuat senyum di keluarga besar kita lenyap karena kamu ingin menyerah. Kamu terluka parah. Saat martin menjelaskan cidera Lututmu kamu histeris menangis setiap malam. Apa kamu kira kakak bisa tenang revina. Saat itu Jangankan kelurga rossa, dunia saja ingin kakak hancurkan karena telah merebut senyum ceria dari wajah adik kesayangannya kakak" tegas reza membuat revina semakin terisak
"Kak reza" ucap revina meminta dipeluk sang kakak. Reza mendekati revina dan memeluknya sangat erat. Hanin tidak menyangka suaminya sangat mencintai adiknya. "Maafkan revina kak, revina hanya tidak tega melihat adik rossa menjadi pengemis seperti itu, dia masih sangat kecil kak" isak revina di pelukan sang kakak
"Kakak mengerti vin. Tapi itu yang ayah rossa inginkan. Kamu tau jika terjadi sesuatu sama kamu bahkan kakakmu ini akan menjadi seorang pembunuh"
"Kakak jangan bicara seperti itu" potong revina. "Berjanjilah kakak tidak akan menghancurkan om reno apapun alasannya. Berjanjilah" ucap revina
"Apa yang kamu minta rere?" Tanya reza "kakak tentu tidak bisa menjanjikan sesuatu yang membahayakanmu. Kami adalah nyawa keluarga kita. Kalo terjadi sesuatu yang buruk lagi sama kaku maka keluarga kita mati bersamaan revina" ucap reza memeluk erat sang adik
"Sayang, urusan om reno biar papa kamu dan om haris yang urus. Kamu fokus untuk kesembuhan kaki kamu. Apa kamu tak ingin melihat kak martin menikah. Karena terlalu sibuk mengurusi dan menyayangi kamu dia sampai lupa untuk mencari wanita" canda maminya martin membuat semua sedikit tersenyum
"Tu kak martin, dengerin tu. Cari cewek makanya kak reza saja sudah menikah" ucap revina mengejek
"Iyaaa bawel " ucap martin "mami juga si kayak martin ga laku saja. Mi nanti martin cari cewek dan menjadikannya istri langsung seperi reza" ketus martin membuat semua tersenyum
"Kenyataan week" ucap revina menjulurkan lidahnya "alhamdulillah yaallah sadar hahah"
Revina dan keluarga berpamitan untuk pulang. Reza sementara tinggal di kediaman haris. Revina mendekati sang kakak dan memeluknya sangat erat
"Revina pasti bakalan kangen sama kakak" ucap revina menangis
"Heii jangan menangis nanti kakak dan hanin akan sering kesana" ucap reza mengusap kepala sang adik. Revina melepas pelukan sang kakak dan langsung memeluk hanin
"Jaga kakakku yang cerewet dan bawel ini ya kak" ucap revina memeluk hanin
"Sayang. Kamu tenang saja, kakakmu bakalan kakak jaga. Dan kita akan segera bertemu. Kamu tau tidak kakak sangat ingin mempunyai adik cewek yang bisa kakak ajak bersenang-senang, dan itu kamu sayang. Terimakasih telah menerima kakak sebagai kakak iparmu" ucap hanin tulus revina mengangguk. Hanin mencium kening revina dia sangat menyayangi adik iparnya yang sangat cantik dan ceria itu.