Revina

Revina
Perjodohan



Hubungan reza dengan hanin semakin dekat karena revina. Revina sangat ingin menjadikan hanin sebagai kakak iparnya, karena menurut revina hanin penyayang, sabar dan yang terutama hanin sangat sayang kepadanya.


Revina sangat ingin sekali berbicara kepada kakaknya tentang hanin, tetapi ia takut kakaknya mengingat kembali kejadian almira yang membuatnya hancur


"Melamunkan apa?" Tanya reza kepada revina


"Ih kakak ngagetin aja sii" revina kesal pasalnya sang kakak mengganggu dia yang sedang bertengkar dengan pikirannya


"Iya kamu mikirin apa re?" Tanya reza lagi


"Mikirin kak hanin" jawab revina


"Emang hanin kenapa?" Tanya reza menaiki alisnya mendengar penuturan dari revina


"Kak, vina mau ngomong. Tapi kakak janji jangan marah" ucap revina


"Ya ngomong aja rere, emang dari tadi kakak ngelarang kamu ngomong" ucap reza


"Janji dulu dong" tegas revina


"Apa dulu dong" jawab reza


"Janji dulu baru rere mau ngomong" ucap revina


"Iya janji kakak ga akan marah" ucap reza berjanji karena pada dasarnya reza memang tidak bisa memarahi adik tersayangnya ini


"Menurut kakak, kak hanin tu gimana?" Tanya revina


"Hanin" tanya reza


"Iya kak hanin tu gimana menurut kakak?" Tanyanya lagi


"Hanin baik,asyik diajak ngobrol, nyaman juga. Emangnya kenapa?" Tanya reza


"Kak. Jadikan kak hanin kakaknya vina dong" jawab revina yakin


"Ha?? Kakak kamu. Maksudnya gimana?" Tanya reza bingung


"Revina mau kakak pacaran atau menikah dengan kak hanin" ucap revina yakin


"Eh eh tumben. Ini ada apa ni" ucap reza bingung "kenapa tiba-tiba minta kakak menikah?" Tanya reza


"Revina ga minta banyak kok sama kakak, revina cuma mau kak hanin jadi kakaknya rere kak" ucap revina dengan mata berkaca-kaca ingin menangis


"Rere jangan nangis dong. Kakak ga bisa janjikan bisa membuat hanin menjadi istri kakak. Karena mungkin dia udah punya pacar sayang" ucap reza menghapus air mata sang adik yang mulai menetes. Reza berfikir mana mungkin hanin menyukainya karena hanin merupakan cewek yang sempurna


"Kak hanin ga ada pacar kak, dia tidak pacaran" ucap revina


"Sok tau ih. Kamu tau dari mana re" ucap reza


"Kak reza, kak hanin tu cerita sama vina, kalo kak hanin ga pacaran dia maunya langsung menikah" ucap revina yakin "pleace kak, vina ga mau om haris menjodohkan kak hanin sama orang lain, vina ingin kakak yang menjadi suaminya" ucap revina menangis


"Vina, kalo jodoh ga akan kemana, kalo hanin menikah dengan orang lain itu berarti jodohny bukan kakak" ujar reza


"Kakak pleace demi vina seenggaknya coba dulu, pleace vina mohon" ucap revina memohon. Ammar yang mendengar revina memohon masuk ke kamar reza


"Ini kesayangan papa kenapa menangis seperti ini?"tanya ammar


"Papa" ucap revina memeluk sang ayah


"Papa setuju ga kalo kak hanin menjadi menantunya papa?" Tanya revina membuat reza geleng kepala


"Setuju dong. Kiya baik, tutur katanya sopan, penyayang dan juga ramah banget. Siapa yang tidak ingin punya menantu seperti itu, apalagi dia sayang banget sama putri papa ini" ucap amar tersenyum kepada reza


"Tapi kak reza ga suka sama kak hanin" ucap revina membenamkan kepalanya di dada sang ayah


"Kapan kakak bilang tidak suka? Kakak bilang mungkin kak hanin punya kekasih sayang" ucap reza membela diri


"Udah ah jangan nangis dengerin papa. Zak, sebenernya om haris ke kota ini menemui papa ingin membahas perjodohan kamu dengan hanin. Apa kamu bersedia sayang?" Tanya amma serius membuat revina tersenyum seketika dan reza gerbelalak


"Tapi pa?"


"Tapi apa" di bantah oleh ammar "kamu masih memikirkan almira nak?" Tanya ammar "reza, sudah 6 tahun kamu memikirkan almira, apa kamu tidak kasian kepada almira sayang, almira tidak akan tenang disana za, apa kamu lupa isi surat almira yang meminta kamu untuk tetap jalani hidup kamu dan buka hati kamu untuk orang lain" tegas ammar


"Reza tau pa, reza terlah begitu lama menutup hati reza untuk yang lain, tapi apa hanin akan setuju. Dia tinggal di luar negeri pa, apa dia mau dijodoh-jodohkan seperti ini?" Tanya reza ragu. Karena melihat pergaulan yang ada di luar neger dia yakkn revina akan menolak untuk dijodohkan


"Sayang, kamu tau artinya jodohkan?" Dewi masuk tiba-tiba "jika kamu menyetujui perjodohan ini, tapi hanin tidak atau hanin ingin mengenal dulu dirimu itu berarti tugas kamu meyakinkan hatinya sayang. Mama lihat hanin sangatlah baik, beda dengan gadis-gadis yang tinggal diluar negeri seperti yang kita lihat. Apa salahnya mencoba sayang. Nanti biarlah urusan papamu menanyakan kepada ayah hanin tentang perjodohan kalian ini" ucap dewi mendekati sang putra


"Bagaimana kak? Mau ya mencobanya?" Tanya revinaam lagi


"Iya kakak akan coba" jawab reza


"Ahhhhh terimakasih kakak adalah kakak terbaik yang ada didunia ini" ucap revina yang langsung memeluk sang kakak


******


Dikediaman keluarga hanin, haris sang ayah sedang mencoba membicarakan prihal perjodohan antara reza dan hanin. Haris sangat menginginkan berbesanan dengan sahabatnya yaitu amma.


"Sayang kamu lagi ngapain?" Tanya haris kepada hanin


"Ini ayah kiya lagi mencoba menyelesaikan tulisan kiya" jawab hanin kepada sang ayah, iya kiya adalah panggilan sayang dari keluarga untuk hanin


"Sayang boleh ayah dan bunda bicara sebentar?" Tanya ammar membuat hanin menoleh dan berhenti berkutat pada laptopnya


"Ada apa ayah bunda? Apakah ada hal yang penting?" Tanya hanin


"Ayah mau jodohin kamu boleh?" Tanya ammar kepada hanin, yang membuat hanin terkejut


"Ayah sudah berapa kali coba ayah jodoh-jodohkan kiya, kemarin sama dana, aldi, elang dan sekarang sama siapa ayah" ucap hanin sedikit kesal


"Reza" ucap haris membuat hanin sedikit terkejut. Hanin memang sedikit mengagumi reza karena menurut hanin reza memiliki sifat yang berbeda dengan laki-laki yang ingin dijodohkan dengannya selama ini apalagi reza mempunyai adik semanis revina. "Bagaimana apa kamu setuju?" Tanya haris sedikit tersenyum karena melihat sang putri sedikit terkejut


"Ayah jangan aneh-aneh deh mana mungkin reza mau sama kiya ayah" ucap hanin


"Sayang om ammar sudah menelpon ayah katanya reza setuju sayang" ucap ammar mengusap kepala hanin


"Ayah serius?" Tanya hanin


"Iya serius. Bagaimana?" Tanya haris lagi


"Ayah sebelum hanin menerima perjodohan ini biarkan hanin bicara kepada reza dulu ayah, hanin tidak ingin reza menerima perjodohan ini karena terpaksa" ucapa hanin sedikit membuat hati haris bahagia, pasalnya sang putri tidak menolak perjodohan ini seperti biasanya


"Terimakasih kiya sayang, kamu memang yang terbaik" ucap haris mencium kening sang putri


"Kau yang terbaik sayang" ucap bunda kiya yang mencium kedua pipi dan kening sang putri