
Reza, revina dan angel telah sampai di lapangan X tempat reza latihan sepak bola.
Memang kecantikan revina dan angel sangat alami, tanpa make up ia tetap berseri. Mereka akhirnya memarkirkan sepada yang mereka bawa.
"Vin, kakak latihan dulu, kamu tunggu aja di kursi itu ya" pinta reza
"Iya kak vina sama angel kesana, semangat kak" ucap revina
"Semangat kakak ganteng" ujar angel
"Hahaha kalian berdua ini, makasih ya udah nyemangatin (sambil memegang kepala revina dan angel secara bergantian) kakak kesana dulu"
Mereka akhirnya memperhatikan reza yang sedang bermain sepak bola. Angela sangat bahagia melihat kehangatan yang terjadi di keluarga revina, kehangatan yang tak pernah ia dapatkan di keluarganya membuat dia sangat iri akan keluarga revina. Namun dia tetap bahagia karena revina berkenan mengajaknya untuk merasakan kehangatan itu.
"Ngel, kamu kenapa dari tadi diem aja ? Ada masalah ? Atau ga beta disini?" Tanya revina
"Ga ada masalah vin, kamu tau sendiri kan keluargaku seperti apa? Aku terharu melihat kehangatan mama kamu dan kasih sayang kakak kamu yang ganteng maksimal itu. Aku suka iri sama kamu, saat kamu vcall sama keluarga kamu disini, selalu aku bayangin di telpon aja mereka hangat apalagi pas ketemu, kamu tau sendiri kan kau punya kakak kaya gimana ? Punya mama pap yang super sibuk. Aku ga pulang aja mereka ga bakalan nyari aku" ungkap angela dengan mata berkaca kaca
"Ngel kamu tau kan, kamu tu berarti buat aku, kamu boleh kok anggep mama papaku seperti keluargamu, kakak ku juga seperti kakakmu" ujar revina
"No!!!!!" Skarkas angela
"Kenapa?" Tanya revina bingung
"Kalo mama papa kamu gapapa aku jadiin keluarga juga, tapi kalo kakak kamu gamau aku, aku maunya pacaran sama kakak kamu" ungkap angela
"Hahahhahha kamu ada ada aja ih, denger ya gadis cantikku, kak reza itu lelaki yang susah kamu taklukin, mending kamu nyerah dari pda sakit hati" ungkap revina
"Susah kenapa ??" Tanya angela
"Karena dunianya dihabiskan dengan rasa cintanya terhadap sepak bola, dia sampai lupa bawa dia juga berhak suka sama seorang cewek. Kamu pasti bertanya kan kenapa orang yang ganteng kaya' kak reza ga ada pacarnya kan? Itu juga sering aku tanyakan sama dia, dan dia dengan gampangnya bilang, nanti kalo udah saatnya kakak punya pacar kakak akan pacaran sekarang biarin kakak sayangi kamu lebih dari secukupnya, kakak belum butuh wanita lain untuk saat ini, dia terlalu mencintai keluarga dan hobby nya ngel, dan itu juga yang buat aku belum bisa pacaran sama laki-laki lain, sebelum emang nemuin laki-laki yang kek kak reza" ungkap revina bangaa
"Vin, kamu tau kamu adalah kebanggaannya kak reza, dan aku yakin aku bisa taklukin kak reza aku yakin itu" ungkap angela bangga
" iya deh suka suka kamu, jangan pake patah hati ya nona" ejek revina
"Kalo adiknya udah acc berarti kakaknya juga bakal acc mungkin" harap angela
"Hahahaha dasar keras kepala" ujarku "biarin wekkk"
Dilapangan sepak bola reza sedang fokus terhadap latihannya, berhubung hari ini jadwalnya latihan fisik satu tim nya di perintahkan lari sprin lapangan sepak bola selama 5 keliling dalam 3 menit oleh pelatihnya, karena lapangan X merupakan lapangan terbuka dan juga merupakan taman olahraga jadi banyak orang orang yang berolahraga di pagi dan sore hari di lapangan tersebut, revina dan angela pun memutuskan sambil joging untuk menghilangkan kejenuhan karena menunggu reza latihan. Ternyata dibalik keringat yang bercucuran akibat lari sprin ketampanan reza menjadi pandangan yang sempura bagi semua mata memandang, pemandangan yang luar biasa bagi semua wanita yang sedang menyaksikannya termasuk angela yang tiba-tiba berhenti joging ketika melihat reza yang sedang ngos-ngosan tapi tetap bisa tersenyum. Setelah reza usai sprin revina dan angela usai joging, reza menghampiri revina, dan iya banyak mata iri yang memandang melihat kedekatan mereka.
"Kakak haus ?" Tanya revina
"Hemmm" gumam reza
"Ini minum (sambil memberi botol air mineral yang revina bawa)". "Makasih dek" ungkap reza sambil mengacak rambut revina
" kakak berantakan ihh" merajuk revina
"Tetep cantik kok, kalian udah jogingnya ? Mau nambah joging ga? Masa iya atlit basket cuma 3 keliling doang" ejek reza
"Kita ini nungguin kakak kok, revina mau kasih kakak air minum makanya kami berhenti dulu" ungkap angel
"Oh gitu, yaudah kakak gabung lagi di sana ya, mau ikut ??" Ajak reza
Angela mengangguk tapi revina menolak
"Engga ah, temen-temen kakak dari tadi liatin kami mulu, udah sana gabung kami mau lanjut, minumnya bawa aja ya kak. Bye" menarik tangan angela
"Iyaa bawel, hati-hati ga usah sprin, udah itu kita main basket disebelah sama ya?" Ajak rezaaa "iyaaaa" ungkap mereka berdua
Reza kembali bergabung bersama teman-teman nya, iya mereka ga ada yang tau kalo revina adalah adiknya reza, selama ini reza selalu ga pernah cerita sama siapapun tentang revina.
"Siapa zak? Pacar kamu?" Tanya aldo
"Mereka ??" Tanya reza
"Iya mereka, kedua cewek cantik itu ?" Ungkap aldo kagum
"Oh itu adikku dan yang satu temennya dari paris lagi liburan sekarang" jawab reza
"Kamu tau revina ?" Tanya reza
"Iya tau adikku mengidola banget si revina itu, dia kapten tim, berasal dari negara kita yang mendapatkan beasiswa di sekolah olahraga ternama di paris, bahkan wajahnya sering masuk di tv, pertandingan-pertandingan yang dia ikutin pasti pulangnya dia selalu bawa piala, wah adik kamu yang mana reza kok ga ada yang mirip?" Tanya reval
"Iya idola adiknya kamu itu ya adikku, kamu mau tau namanya. Dia adalah Revina Dinata Arlan" balas reza, ada senyuman kebanggaan saat reza mengungkapkan bahwa revina adalah adikny
"Ternyata kamu sehebat itu di mata orang lain adikku, kakak bangga" gumam reza
"Ha ??? Revina adik kamu? Ah jangan becanda, iya aku akuin kamu ganteng, tapi masa iya adik kamu itu revina" ujar reval
"Yaudah tunggu aja mereka lewat, nanti aku suruh mampir kesini, biar kalian percaya" ucap reza
Akhirnya revina dan angel melintasi rombongan reza yang sedang istirahat, reza pun memanggil revina dan angela
"Vin, ngel sini sebentar?" Panggil reza
"Apa kak ?" Tanya revina yang ngos ngosan
"Ini di minum dulu, ini kamu juga ngel" reza memberikan air mineral
"Kakak kenapa manggil vina kan tinggal 3 keliling lagi kak" ucpa vina bete
"Iyaa sebentar aja, sini dulu (sambil menarik tangan revina dan angel mengikuti) temen kakak ngajakin sparing basket, kamu mau ?" Ajak reza
"Its okey tapi vina kan ga bawa bola kak" ungkap revina
"Eh vin, disanakan ada yang lagi main bola gimana kalo kita pinjem bola sama lapangannya sebentar aja" ujar angela
"Yaudah ayoo kesana, siapa aja yang mau main ?" Tanya revina
"Semuanya mau ?" Ungkap satu tim reza
"Serius ni semuanya??" Tanya angel
Semua mengangguk tanda setuju main semuanya, dan reza memberanikan diri meminta izin kepada pelatihnya untuk berlatih dengan revina dan angela, pelatihnya setuju karena memang pelatihnya telah mengenal dan paham tentang kemampuan revina.
Dilapangan basket
"Vin gimana mau ngaturnya kalo sebanyak ini? Bisa-bisa kita kewalahan" ungkap angela
"Caranya kita main 2 x 10 menit aja unt satu kali permainan" ungkap revina "ide yang bagus"jawab angela
Revina menjelaskan peraturan pertandingannya dan masalah tim mereka sistem koin berhubung mereka 17 orang jadi sama revina dan angela jadi 4 tim. Revina beda tim sama reza, karena orangnya kurang satu revina mutusin tim mereka 4 orang dan yang lainnya 5 orang. Permainanpun dimulai tim revina yang memanangkan permainan pertama dan kedua revina tinggal melawan satu tim lagi yang di perkuat oleh reza, dhio, reval dan ronald. Permainan imbang di babak pertama, tapi babak kedua tim revina unggul 2 poin yang membuat mereka menang. Dan iya kesukaan revina akan basket bisa dilihat dari tawanya yang luar biasa bahagia saat sedang bermain basket. Dia bahagia itu yang di lihat reza, tapi sejauh permainan ini membuat para wanita iri, termasuk rossa perumpuan yang sangat menyukai reza, rossa sengaja menabrakan dirinya ke revina hingga revina kehilangan keseimbangannya dan nyaris terjadi untung ada dhio yang cekatan menangkapnya, terjadilah tatap-tatapan yang membuat jantung keduanya berdebar kencang. Reza panik dan langsung menarik adiknya.
"Revina !!!!" Panik semuanya
"Vin, kamu gapapa sayang ?" Tanya reza panik
"Apa sayang. Reza manggilnya sayang? Cihh cari mati ini anak" gumama rossa
"Vina gapapa kan ?" Tanya angela
"Ha ? Eh .... vina gapapa kak, ngel. Kalian kenapa lebay gini. Makasih ya kak udah cekatan nangkep vina, kalo engga pasti dah jatoh tadi" ujar revina
"Iya sama sama" ungkap dhio
"Duuh kenapa juga ini lagi mesti berdebar kaya' gini, apa apaan si itu tadi cuma reflek doang" gumam revina
"Huuft(menghela nafas) ros kamu apa apaan si? Kamu sengaja ya? Kamu tau ga bahaya nya kek gimana tadi kalo vina sampai jatuh" Ungkap reza penuh emosi
"Reza emmm... emm... aku ga sengaja (menunduk kesal) maafin aku ya vin, aku ga sengaja" (menggenggam tangan revina dengan kencang)
"Ahh gapapa kok kak, lagian vina kan ga terluka. Udah ah kak reza kok sampai marah gitu sii, yaudah kita pulang aja yuk. Vina mau pamitan juga sama om andra juga" ajak vina
Revina berpamitan pada semuanya dan pulang kerumah dengan sepeda masing masing.
"Revina (senyum) apa kamu ingat aku, kamu tumbuh menjadi gadis yang ceria dan sangt cantik. Kita dipertemukan lagi setelah sekian lama" gumam dhio