Revina

Revina
Bertemu Idola



Revina memutuskan untuk pergi bersama dengan reza dan ammar ke kantor. Revina sangat antusias bertemu dengan orang yang memiliki nama yang sama dengan penulis yang dia kagumi. Revina menunggu diruangan reza. Tiba-tiba ada seseorang mengetuk pintu yaitu mbak maya sekretaris reza


"Selamat pagi pak reza. Pak haris dan nona hanindira sudah datang" ucap maya


"Baiklah, kamu antarkan ke ruang meeting, nanti saya dan papa akan kesana" ujar reza


"Baiklah pak" ucap maya


"Kamu tunggu disini ya sayang, nanti kakak ajak hanin keruangan ini" ujar reza


"Siap bossku" ucap revina


Reza pergi keruang meeting, ammar telah duduk bersama dengan harris yang merupakan direktur utama KZ group.


Tok...tok


"Masuk za" ucap ammar


"Pagi pak haris, pagi nona hanin" sapa reza


"Selamat pagi reza" ucap keduanya


"Panggil om saja za, tidak perlu terlalu formal" ucap haris membuat reza bingung


"Om haris adalah sahabat papa za, dan kiya adalah putrinya" ucap ammar. Reza tersenyum ramah dengan haris dan hanin


"Terus kemarin kenapa minta reza yang meeting kalo papa dan om haris saling kenal?" Tanya reza


"Siapa tau kalian berdua cocok" ucap haris enteng


"Ah om bisa saja mana mau hanin dengan saya om" ucap reza tersenyum


Hanin hanya bisa menunduk malu, ia merasakan papanya akan menjodohkannya lagi kali ini


"Om boleh saya pinjam hanin sebentar. Adik saya sangat ingin bertemu dengan hanin" pinta reza


"Revina disini. Memang dia mengenali kiya?" Tanya haris


"Oh iya aku lupa bilang sama kamu ris, putriku itu disini buat mastiin kalo kiya adalah penulis yang dikaguminya bukan. Kiya mulai menulis bukan nak?" Tanya ammar


"Iya om. Alhamdulillah novel kiya udah terbit 5 series" ucap hanin membuat reza kagum


"Udah sayang ayo kita temui revina, ayah yakin kamu pasti menyukai revina. Bukannya kamu dari dulu ingin punya adik perempuan yang bisa berbagi segala hal dengan kamu" ucap haris


"Ayah, adada aja ih. Udah ayo tuan reza kita ketemu adik kamu" ucap hanin


"Ternyata beneran kamu ya penulis yang dikagumi adikku. Terimakasih ya" bisik reza ke hanin dibalas senyum oleh hanin


Ketika sampai diruangan reza, hanin bersembunyi dibelakang reza, ammar dan haris, untuk memberi kejutan buat revina


"Maaf ya vin kak haninnya udah pulang" ucap teza menunduk


"Yaah kakak mah gitu ih, kenapa ga ajak vina aja dari tadi ih" ucap revina sebal


"Auh ah papa sama kakak nyebelin" ucap revina merajuk


Hanin keluar dari persembunyiannya betapa terkejutnya mereka berdua melihat satu sama lain. Revina mendekati reza dan yang lainnya


"Kakak cantik. Kakak disini" ucap revina semangat


"Eh sii cantik ternyata adiknya tuan reza ya" ucap hanin


"Tunggu-tunggu kalian sudah saling mengenal?" Tanya reza bingung


"Kakak inget apa yang vina bilang kemarin bahwa vina bertemu dengan kakak cantik yang memberi novel ini dan lupa menanyakan namanha, itu ya kakak cantik ini" ucap revina antusias


"Kakak cantik kamu ini adalah pencipta novel yang kamu pegang itu sayang" ucap ammar mendekati putrinya


"Papa serius?" Tanya revina dengan mata berbinar-binar


"Iya vin, dia adalah hanindira azkiya penulis yang kamu cari-cari selama ini" ucap reza


"Serius revina cari kakak!" tanya hanin


"Iya kak, vina suka semua buku-buku yang kakak ciptakan. Ahhh senangnya" revina berlari memeluk hanin


"Alhamdulillah kalo kamu menyukai novel kakak" ucap hanin tersenyum mengusap pungung revina yang memeluknya


"Yaallah nyaman sekali dipeluk adiknya tuan reza, dia sangat baik dan cantik" gumam hanin dalam hati


"Sayang lepasin dulu pelukannya. Sini kamu kenalin dulu dong ini om haris sahabat papa dan ayah dari kakak cantik kamu ini" ucap ammar Terhadap revina


"Kamu masih inget sama om cantik?" Tanya haris revina bingung. "Waktu kamu SMP dan sekolah di kota oma mu, om adalah orang yang sering menemui dan bermakn bersamamu" jelas haris


"Oh om yang bantuin vina yang hampir di bawa orang yang tidak dikenal waktu itu ya?" Tnya revina


"Iya sayang" ucap haris. Prihalnya hubungan haris dan ammar menjadi semakin baik karena kejadian itu. "Gimana sekolah kamu di paris? Basekt masih jalan ?" Tanya haris membuat semua terdiam revina menunduk


"Vina istirahat dulu dengan basketnya om" ucap reza mengusap kepala sang adik


"Ayah udah ah, lihat revina jadi sedih kan" ucap hanin mendekati revina. "Jangan sedih lagi ya sayang. Apapun yang pernah terjadi yang membuatmu terluka lupakan itu, ingat masih banyak cara tuhan buat kita bahagia" ucap hanin menenangkan


"Kakak terimakasi" ucap revina dan langsung memeluk hanin


"Wanita ini sungguh luar biasa, dia bisa menenangkan hati revina dengan sekejap mata. Benar kata alan matanya sangat indah" gumam reza dalam hati


"Sama-sama sayang" ucap hanin


"Apa yang terjadi, revina seperti terluka parah ketika ayah membahas basket. Gadis manis ini kehilangan senyumnya hanya dengan membahas akan basket" tanya hanin dalam hati


"Boleh vina meminta kontaknya kakak?" Tanya revina


"Tentu sayang"jawab hanin.


Mereka saling bertukar nomor, ammar melihat kebahagiaan putrinya karena hanindira, ia bersikeras menjadikan hanin sebagai calon menantunya, dan akan membicarakan ini kepada haris.