Revina

Revina
Malam Keakraban



Reza memejamkan matanya bayangan kenangan bersama almira terlintas, membuat reza meneteskan air matanya


"Sudah bertahun-tahun mir, kenapa rasa sayangku terhadapmu tidak pernah luntur sedikitpun" lirih reza


Pintu kamar reza terbuka revina mendengarkan ucapan reza "karena kakak tidak mau mencoba membuka hati kakak untuk wanita lain kak"


"Vina"


"Kak kalo kakak seperti ini kak mira akan sedih, membuka hati buat orang lain bukan berarti kakak melupakan kak almira kak"


"Iya sayang kakak tau, kakak akan mencobanya kakak berjanji"


"Janji"


"Iya kakak berjanji"


Revina tersenyum mendengar janji dari reza. Revina memeluk kakaknya sangat erat.


"Kak, vina besokkan kemah selama 3 hari, kakak akan jenguk vina sekali-kali kan. Iya kan?"


"Kok minta jenguk emang kenapa?"


"Kakak kan tau vina ga bisa tidur sebelum kakak mencium kening revina"


"Dasar manja, udah punya pacar masih saja manja sama kakaknya"


"Mana ada vina pacar, kakak ngaco ih"


"Terus dhio?"


"Kok kak dhio"


"Kamu suka ke dhio kan"


"Ha? Sembarangan ih" ucap revina malu


"Ini wajah kamu langsung merah loh vin" ejek reza


"Kakak berenti menggodaku"


"Ciye revina jatuh hati ke dhio, terus si gian gimana?"


"Kok jadi ke kak gian si kak"


"Karena sepertinya gian juga menyukaimu"


"Jangan ngaco kak, ga mungkin orang setenar kak gian ga ada pacarnya"


"Kakak tau tatapan orang yang menyukaimu adiku sayang, gian sangat jelas menyukaimu"


"Au ah"


"Kok ngambek"


"Udah kakak lupain ih"


"Iyaiya. Ciye adik kakak udah gede sekarang udah banyak yang suka ni ya"


"Kakak udah dong. Ihhh nyebelin ah"


"Hahah iyiya yuadah balik ke kamar sana udah malem ni besok mau kemah ketemu gian haha"


"Udah ya kak, ga lucu tau"


"Haha yaudah balik ke kamarmu nanti kakak kesana"


"Iya bawel"


^^^^^^^^^


Keesokan harinya reza mengantar revina ke tempat perkemahan yang di adakan kampusnya, revina memilih tidak sekampus dengan reza karena memang tak ingin selalu bergantung dan menyusahkan kakaknya. Mereka telah tiba di tempat perkemahan


"Ini barang-barangmu, inget jamnya selalu di pakai, dan iya jangan pergi ke hutan sendirian walaupun di suruh seniormu tetap ajak temen"


"Iya bawel"


"Besok kakak akan menjengukmu, disini juga signalnya masih bersahabat, handphonenya akifin terus ya


"Iya kakak, yaampun masih overprotektif banget sama adiknya yang cantik ini" ucap revina menggembungkan pipinya


"Ini pipi kenapa di kembungin kek gini. Sini peluk kakak" menarik revina kepelukannya "sebenernya kakak ga izinkan kamu kemah-kemahan seperti ini, kakak sangat khawatir jika harus meninggalkan kamu seperti ini vin"


"Kakak udah ah, kan nanti bisa telpon, vina masuk ya kak" ucap revina


Reza mencium kening adiknya, memeluknya erat seakan tak ingin meninggalkan adiknya disini. Semua orang memperhatikannya. Semua cewek merasa iri terhadap revina mereka berfikir reza adalah kekasih revina. Gian yang melihat biasa saja karena sudah mengetahui hubungan mereka


"Gila itu si cantik dari jurusan adm perkantoran pacarnya gila cakep banget, sepertinya tajir abis itu cowok liat mobilnya honda civic tipe R bokk" ucap seorang senior laki-laki


"Pantes aja mereka cocok kok yang satu cantik dan yang satu ganteng banget. Sumpah bikin iri saja mesraan depan orang banyak kek gitu" ucap wulan senior wanita yang memperhatikan reza dan revina


"Ghiba mulu, ayo bubar lanjutkan pekerjaan kalian"


"Eh kak gian, iyaiya kak"


Gian mendekati revina dan reza. Reza melepaskan pelukan revina.


"Kak vina masuk ya, nanti vina di hukum lagi loh"


"Iya deh. Eh tunggu sebentar ini ada titipan mama"


"Apa ini?"


"Nanti kamu buka pas di tendamu"


"Iya kak. Vina duluan ya. Kak gian vina duluan"


Reza dan gian mengangguk.


"Haii bro" sapa reza


"Haii. Gimana kabar lo?" Tanya gian


"Baik alhamdulillah. Eh gue titip adik gue ya, gue sebenarnya ga izinin dia ikut acara ini cuma dia tetep maksain buat ikutan"


"Ya sebenernya sayang kalo vina ga ikut, karena tahun depan dia wajib ikut lagi gantiin tahun ini"


"Iya dia juga bilang gitu, cuma gue belum tenang aja, kakinya masih belum sembuh, untuk berdiri lama aja ga memungkinkan, cuma dia masih nekat mau ikut bilangnya mau bareng olla aja ga mau tahun depan"


"Gue paham kok kekhawatiran lo, gue janji gue bakalan jagain adik lo selama disini"


"Thanks ya. Udah lama kami ga lihat revina senyum kek gitu, dan mungkin hatinya masih terluka, dia terpaksa ke jalan yang bukan dia inginkan"


"Iya gue paham kok, biarkan berjalan seperti yang dia mau aja sekarang, semoga dengan kuliah disini bisa buat dia lebih bisa menerima keadaannya yang sekarang"


"Iya bro. Oya ini lo pakai"


"Jam? Kenapa lo kasih ke gue?"


"Jam ini terhubung sama jamnya vina, jadi lo bisa tau dimanapun revina berada, gue cuma ga mau dia kenapa-kenapa, berhubung gue jauh gue titip ke lo aja, maafin gue ya gue terpaksa ngebebani lo buat jagain adik gue"


"Kakaknya bener-bner menyayanginya, bener kata revina kakaknya jadi overprotektif gini sama dia"gumam gian dalam hati


"Eh santai dong bro, lo kayak sama siapa aja. Iya ini gue pakai. Yaudah gua kesana ya mau bantuin mereka diriin tenda"


"Iya bro, gue juga pamit pulang, gue minta kontak lo deh, kalo terjadi apa-apa lo hubungin gue"


"Oke bro, sini gue masukin nomor gue"


Mereka telah bertukar nomor, reza kembali kerumahnya dan gian ke camp.


Acara dimalam Hari adalah acara keakrapan, seperti bernyanyi, bergitar bahkan game mereka berkumpul membentuk lingkaran mengelilingi api unggun. Gian memulai acara keakraban tersebut dengan kata sambutan dari nya. Semua mahasiswa wanita terpaku melihat gian baik mahasiswa baru ataupun mahasiswa senior termasuk dinda yang memang sangat menyukai gian, ya gian memang sangat tampan, baik lagi, tak heran banyak wanita yang jatuh hati padanya, hanya revina yang melihat gian biasa-biasa saja.


"Selamat malam semuanya" sapa gian


"Selamat malam kak" sapa balik semua mahasiswa


"Acara keakraban malam ini kita memulai dengan bernyanyi bersama, kakak sendiri yang akan bermain gitar malam ini, tapi kakak butuh vokalis dong" senyum gian membuat semua luluh. "Siapa diantara kalian yang rela meluangkan waktunya sedikit saja untuk menemani dan menjadi vokalis kakak pada malam ini"


Semua saling melihat, revina hanya diam saja. Sampai abi mneriakan nama revina yang membuat revina terkejut.


"Tidak kak. Jangan aku" ucap revina gugup


"Dinda saja" teriak bianca


"Engga revina aja, suaranya menyejukkan" sahut seorang pria


"Iya revina lebih cocok, suaranya sangat indah" ucap dira


"Kak dinda saja kak, jangan vina"


"Ayo revina" ajak gian


"Ayo dong revina, diajak langsung tu oleh kak gian" ucap olla


"Vina..vina...vina" semua menyorakan nama revina yang membuat dinda geram


"Huffft (menghela nafas) baiklah"


Revinapun beranjak dan duduk di samping gian,


"Mau nyanyi lagu apa?" Tanya gian


"Terserah kakak"


"Kan kamu yang nyanyi"


"Somebody else. Bisa?"


Gian mengangguk, gian berhasil mengiringi revina. Revina menyanyikan lagu tersebut dengan hati membuat semua terhanyut dalam perasaannya. Revina memang sangatlah cantik sehingga menjadikannya sebagai pusat perhatian seisi kampus termasuk para seniornya. Namun tidak dengan dinda, dinda menatap benci revina


"Liat aja nanti gue kasih perlajaran lo cewek gatel!" Gumam dinda.


"Sungguh indah ciptaanmu ini tuhan, tidak hanya pandai ia juga mempunyai wajah yang sangat menyejukkan hatiku dan suara yang sangat indah" gumam gian menantap revina dalam