
Mobil dhio parkir dihalaman rumah revina, dhio memutuskan untuk mampir kerumah revina karena revina sendiri memintanya.
"Assalamualaikum Maa.. paaa.. revina pulang" sapa revina
"Waalaikumsalam, alhamdulillah kamu dari mana aja vina, tau nggak mama khawatir banget sama kamu" ucap mama revina sambil memeluk putrinya
"Kamu dari mana saja si nak, mama papa cariin kamu dari tadi handphone mu kenapa ditinggal?" Tanya ammar
"Ma lepas dulu, itu ada kak dhio yang nganterin vina, vina kan cuma gowes doang ma pa,,kok khawatir gitu" ujar revina
"Assalamualaikum Om tante, dhio kesini nganterin vina pulang" sambil salam mencium punggung tangan mama papa revina
"Eh ada nak dhio, kok udah disini pagi-pagi gini nak, emang kamu ga ikut bertanding dengan reza?" Tanya dewi mamanya revina
"Enggak tan, ada urusan yang harus dikerjain, lagian sore ini udah pada balik kok tan" ucap dhio
"Oh iya reza juga dah bilang kalo akan balik sore ini, ketemu vina dimana ? Kenapa kamu yang anter nak?" Tanya dewi
"Ketemu di taman daerah Y tante, revina gowes kesana, dhio khawatir nanti di gangguin sama orang jadinya dhio anter dan sepedanya vina di titip di rumah olla" ujar dhio
"ke daerah Y ?"ujar dewi sambil terlihat bingung dan khawatir "itu jauh sayang, kenapa ga minta anter supir"timpalnya
"Mamaku sayang, vina tu mau olahraga bukan jalan jalan ma. Kak dhio tunggu sebentar vina buatkan sarapan. Kak dhio mau kopi atau susu?" Tanya revina
"Kopi aja vin"
"Oke deh kak"
Revina meninggalkan mamanya dan dhio, dewi pun menanyakan sekali lagi ketemu revina dimana
"Beneran nak, vina di daerah Y" tanya dewi
"Iya tante, Aku ketemu di taman tadi, emang kenapa tante?" Tanya dhio
"Enggak kenapa-kenapa si cuma jauh aja itu mah" ucap dewi
"Yaudah gapapa ma, lagian vina udah sampai dirumah dengan selamat kan, terimakasih banyak ya dhio" ucap ammar
"Iya om sama-sama. Mungkin vina jenuh aja tan, reza kan gaada" ucap revina
"Mungkin ya. Untung ketemu kamu nak, makasih ya dhio, yaudah tante ke belakang dulu kamu duduk aja disini sambil nunggu vina membuatkan sarapan buat kamu" ucap dewi
"Silakan duduk nak dhio om tinggal masuk sebentar ya, nanti sebentar lagi vina juga keluar" ujar ammar
"Iya om tante terimakasih sebelumnya" ucap dhio
Revina akhirnya selesai membuat sarapan untuk mereka, revina membuatkan roti selai dan kopi dan membawanya ke meja dimana tempat dhio menunngu.
"Ini kak kopi dan sarapannya kak. Silakan dicoba" pinta revina
"Cuma kopi sama roti doang kok kak, ngerepotin bagaimana ?" Ujar revina
"Iya udah iya iya engga ngerepotin, yaudah aku coba ya" ucap dhio
"Kamu masih bercahaya seperti dulu revina, walaupun kamu lupa denganku tapi seenggaknya aku bahagia kamu tumbuh menjadi gadis dewasa dan sangat cantik sekarang" gumam dhio kagum sambil menatap dalam mata revina
"Kenapa kakak liatin vina seperti itu?"tanya revina
" ha. Enggak kok. Oya vin kapan balik ke paris ? Atau mau netap disini?" Tanya dhio
"Balik paris dong, paling 2 bulan lagi lah jarang-jarangkan vina libur panjang dan lagian selama 3 tahun disana kan vina ga bisa pulang, jadi ini sekalinya pulang lama, sebelum menyambut kejuaraan nasional nanti kak" ujar revina
"Waah akhirnya cita-cita kamu sedikit demi sedikit tercapai ya. Tetep semangat dan tentunya jaga kesehatan jangan cidera bagi atlit cidera adalah musuh terbesarnya" ucap dhio dengan senyum
"Yaampun senyumnya kok bisa berseri seperti itu, astaga ini jantung kenapa berdebar seperti ini" gumam revina
"Iya kak, siapa juga mau cidera" ucap revina sambil menenangkan hatinya
Pipi revina memerah karena malu, dhiopun melihat rona di pipinya revina
"Kenapa pipi kamu merah, kamu sakit" tanya dhio sambil reflek mengecek suhu dengan menyentuh kening revina
"Ahhh enggak kok kak" menangkis tangan dhio
"Eh maaf kakak reflek vin. Yaudah kakak pamit pulang ya, kamu istirahat ya. Bilang sama om dan tante kakak pamit pulang. Terimakasih untuk sarapannya. Assalamualaikum" ucap dhio pakit
"Iya kak nanti vina sampaikan. Waalaikumsalam" ucap revina
Dhio melajukan mobilnya, dhio mempunyai firasat bahwa Bian akan membuat revina akan susah nantinya karena mengetahui bahwa revina adalah adiknya reza orang yang sangat bian benci.
"Aku harus bilang ke reza tentang ancaman bian tadi ke revina" ucap dhio sambil mencoba menghubungi reza
Dhio sudah berusaha menghubungi reza namun tak ada hasil. Dhio pun kembali ke rumahnya dan memikirkan apa yang harus dia lakukan agar revina baik-baik saja. Telpon dhio berdering dan itu dari reza
"Hallo assalamualaikum dhio, ada apa tadi nelpon? Maaf baru gua hubungi lo karna tadi sedang di jalan pulang" ucap reza
"Waalaikumsalam. Ada yang ingin gus sampaikan za, lo sudah sampai dimana sekarang?" Tanya dhio
"Gua udah di lapangan dan mau minta revina jemput" ucap reza
"Gua aja yang jemput ya sekalian ada yang ingin gua sampaikan" ucap dhio
Rezapun mengiyakan dhio yang menjemputnya.
Rezapun menunggu dhio dengan perasaan yang bingung dan juga penasaran kenapa dhio tiba-tiba ingin bertemu dengannya.