Revina

Revina
Kehancuran



Darah segar masih terus menetes dari tangan reza akibat reza meluapkan emosinya dengan memukul pohon, reza sangat terpukul melihat kondisi adiknya tercinta, reza telah menduga bahwa revina tidak akan bisa menerima kenyataan tentang kondisi kakinya, bian hanya berdiam diri di samping reza.


"Zak, lo gabisa terpuruk seperti ini, lo harus kuat demi membuat adik lo bangkit lagi" ucap bian "lo jangan rapuh kek gini, akan jadi apa revina kalo lo sendiri rapuh seperti ini zak" ucap bian


"Gue gatau harus gimana setelah revina bangun nanti bi, lu tau sendiri bagi atlit cidera Lutut ACL tu momok, sedangkan kasus revina, ligamennya hancur dia bisa berdiri, berjalan tapi tidak bisa berlari, asal lu tau revina bahkan rela hidup sendiri di negri orang demi cita-citanya bi, revina sangat manja tapi dia rela melepas masa-masa remajanya demi cita-citanya menjadi pebasket profesional, dia pasti hancur banget untuk saat ini bi" ucap reza meneteskan air matanya


"Gue tau zak, dan lo ga boleh nyerah, lo harus support dia terus, gue yakin revina suatu saat bisa nerima semunya" ujar bian


"Gue si berharap seperti itu" lirih reza


Hubungan bian dan reza mulai membaik, reza mulai membuka pintu hatinya lagi terhadap sahabatnya reza. Mereka bedua telah sampai diruang revina, martin melihat tangan reza yang berdarah memknta reza untuk keruangannya.


"Lo kenapa si zak. Apa dengan ngelukain diri sendiri seperti ini bisa balikin kaki revina ha!!" Tukas martin sambil membersihkan luka reza. "Lo seharusnya kuat demi revina bukan terpuruk kek gini, lu sama aja mau buat revina semakin hancur reza" tukas martin


"Maafin gue kak, gue ngerasa bersalah atas apa yang menimpah revina, karena cinta buta rossa membuat karir revina hancur kak, kak martin tau kan cintanya revina terhadap basket, dan sekarang dia bahkan untuk joging aja ga akan bisa kak" ucap reza lirih


"Gue tau za, tapi seenggaknya lo pikirin keadaan adik lo ketika lihat luka lo ini, lo harus menguatkan dia, dia sedang berada di masa terburuk dalam hidupnya, kalo bukan lo yang nyemangatinya siapa lagi. Lo inget saat lo terpuruk kehilangan almira siapa yang menguatkan lo, itu revina. Sekarang waktunya lo yang nguatin adik lo" ujar martin


Tangan reza sudah di perbani, reza sudah kembalian ke ruangan revina, sudah ada alisa, roy dan kedua anaknya diruangan revina, iya mereka adalah om dan tantenya revina yang berada di paris mereka langsung berangkat dari paris ke indonesia setelah mendengar kabarrevina harus di operasi, reza mendekati om dan tantenya sambil mencium punggung tangan tantenya.


"Mami,, kenapa kak revina nggak bangun-bangun?" Tanya thata yang mulai menangis


"Thata sayang nanti kak revina bangun kok, udah jangan nangis ya, thata sayangkan sama kak revina" ucap alisa di balas anggukan oleh thata. "Nah kalo thata sayang sama kak vina, thata harus doakan supaya kak revina cepet sembuh sayang bukannya menangis" timpah alisa lagi


"Iya thata ga akan menangis (yaallah, sembuhkanlah kak vina, but kak vina bangun dan tersenyum lagi, thata sangat merindukan kak vina yaallah. Amin)" sambil menutup kedua tangannya dan mengaminin nya. Dewi menangis melihat kejadian itu.


"Kak dewi jangan menangis, alisa percaya kalo revina adalah gadis yang tegar, revina pasti bis lewati semuanya kak" ucap alisa yang menangis memeluk kakak iparnya


"Yaallah revina sayang, kamu harus kuat, kamu gaboleh hancur karena kejadian ini sayang, tante percaya revina akan baik-baik saja" gumam alisa yang terus memeluk kakak iparny


Revina terbangun, dia melihat semua orang berkumpul di ruangannya, revina mengingat lagi apa nyang telah di jelaskan oleh keponakannya revina menangis histeris, semua orang tak tega melihatnya, rezapun menariknya lagi kedalam pelunkannya, ronald dan thata menjadi ketakutan dan ikut menangis, roy memutuskan membawa kedua buah hatinya keluar dari dari ruangan. Revina terus menangis, sampai pada akhirnya reza membuka suara.


"Revina!!!!! Sadarlah kakak mohon!!" Bentak reza. Revina tetap menangis dan menatap sendu mata sang kakak. "Kamu tau orang-orang yang ada disini semua sayang sama vina, dengarkan kakak (sambil menarik lengan revina) dunia belum berakhir vina, kamu masih bisa sembuh, jangan menyerah sama keadaan, kakak sedih lihat kamu seperti ini vina, kakak juga merasakan hancurnya kamu, kalo boleh kakak saja yang gantikan kamu vin" lirih reza yang menempelkan kepalanya dengan kepala revina sambil menangis


"Kamu lihat, Semua orang yang ada disini menyayangi kamu vin, kamu ga boleh terpuruk seperti ini sayang" ucap reza namun revina tetap menangis dan hanya diam saja.


"Kak apa revina ga akan bisa berjalan lagi?" Tanya revina menangis


"Kamu masih bisa berjalan sayang, jangan takut" jawab reza


"Tapi revina ga akan bisa main basket lagi kan kak" ucap revina sendu. "Jawab kak, revina ga akan bisa bermain basket lagi kan, vina ga bisa berlari lagi kan" ucap revina dalam tangis


Semua hanya bisa terdiam, dewi hanya bisa menangis di pelukan alisa melihat hati sang putri yang sangat hancur, dewi mencoba mendekati putrinya, revina langsung memeluk dan terisak di pelukan sang mama


"Revina udah ga berguna ma, revina ga bisa berlari lagi" tangis revina


"Enggak sayang, jangan bilang begitu" ucap dewi yang menangis. Ammar mendekati putrinya. Revina langsung memeluk papanya sangat erat dan terus menangis.


Semua orang menangis, reza memutuskan untuk datang ke kantor polisi menemui rossa dengan bara api di dalam hatinya.


Dikantor Polisi


Reza telah tiba di kantor polisi bersama bian untuk menemui rossa dan kedua lelaki yang mencelakai revina, yang di bawa polisi rossa terlebih dahulu yang terlihay kacau. Rossa tersenyum bahagia dia mengira reza akan menyelamatkannya.


"Sayang kamu disini mau nyelamatin aku kan" ucap rossa mendekati reza


(Plakkkk) tampar reza ke rossa


"Gue seumur hidup ga pernah mukul cewek dan lo yang pertama, apa yang lo perbuat ke adik gue ha!!!" Bentak reza


"Mereka fitnah zak, aku ga pernah nyuruh mereka nyelakain vina" bela rossa memegang pipi yang di tampar reza


Reza menarik kerah baju rossa "fitna lo bilang, gua udah megang buktinya!!! denger baik-baik ya rossa putri nugroho, gue reza dinata arlan bersumpah seandainya keluarga lo bisa ngebebasin lo dari penjara ini, gue bakal pastiin keluarga lo bakal hancur berkeping dan melarat seumur hidup lo, sampai ketujuturunan sekalipun" ancam reza mendorong rossa.


Rossa tersungkur tak berkutik mendengar ancaman reza, dia tak menyangka wanita yang ingin dia celakain adalah adik dari lelaki yang dia cinta. Polisi menarik rossa dan membawa rossa kembali kedalam sel


"Kamu ga bisa lakuin ini ke aku dan keluargaku reza, aku cinta sama kamu" mencoba melepaskan diri dari seretan polisi


"Zak sebaiknya lo keluar biar gue yang urus aldo dan revaldi" ucap bian


"Gak. Gue yang bakal urus kedua lelaki b*jingan itu" ucap reza


Polisi membawa aldo dan revaldi. Keduanya sangat ketakutan melihat bian dan reza, polisi melepas borgol nya dan membiarkan reza meluapkan emosinya karena kepala polisi sendiri telah memberi perintah agar biar reza saja yang memberi hukuman terhadap kedua lelaki itu.


"Apa yang lo pada terima dari rossa?" Tanya reza. Namun keduanya tak bersuara. "Jawab!!!!" Bentak reza. "Lo ga punya telinga buat dengar gue ha!!" Bentak reza


"Maafin kita za, sumpah kita cuma mau ngerjain adik lu aja, ga maksud buat nyelakain dia" ucap revaldi gemetar


"Ngerjain!!" (Bugh) pukulan keras melayang dari tangan reza ke revaldi. "Lo bilang ngerjain" (bugh) memukul aldo juga dan menarik kerah revaldi "lo yang nyoba buat ngelecehin adik gue bukan!!" (Bugk) pukulan berkali-kali reza layangkan tak peduli tangannya yang masih sakit akibat memukul pohon, dia tetap memukuli revaldi, saat reza mau mengangkat kursi untuk menghantam tubuh revaldi bian menghalanginya


"Zak, jangan. Lo mau dia mati" ucap bian menahan tangan reza


"Biarin mereka mati bian, mereka udah membuat adik gue tersakiti berkeping-keping" ucap reza penuh amarah


"Dengerin gue, b*jingan dua ini biar polisi yang urus, lo jangan ngotori tangan lo buat bunuh manusia ga berguna seperti mereka" ujar bian menenangkan. Reza pun melemparkan kursi ke arah lain dan berjongkok menghadap revaldi yang babak belur


"Dengan jabatan nyokap atau bokap lo, gue ga bisa ngejamin lo akan keluar dari penjara dalam waktu dekat. Lo mau bermain-main sama revina bukan, sampe lo lupa dari mana revina di lahirkan, gue bersumpah atas nama keluarga gue, lo berdua akan membusuk dipenjara kalopun lo bebas maka keluarga lo yang bakal menderita. Ini hukuman setimpal karna lo udah menghancurkan kaki adik gue!!!" Ancam reza lalu pergi meninggalkan keduanya


Bian yang berbalik arah langsung berhenti karena pertanyaan dari aldo


"Bukannya lo benci sama reza, kenapa lo bantuin dia?" Tanya aldo. Bianpun berbalik dan berjongkok di hadapan aldo yang tersungkur


"Gue ga pernah benci sama reza, dan lo tau gue ga pernah mau main-main sama cewek. Kalian itu pengecut yang mencoba menyakiti wanita yang udah ga berdaya. Kalo lo pintar seharusnya berlakulah seperti ricko yang mempertimbangkan konsekuensinya yang lo hadapi itu keluarga arlan, nama yang berpengaruh di kota ini, bahkan dunia, lalu lo mau mencoba mengganggu putri mereka, lo salah orang, dan gue yakin sekarang kehancuran keluarga lo berdua itu seperti bom atom yang siap menghancur leburkan seisinya, dan itu bakalan terjadi ke keluargo sebentar lagi" bian bangkit dan meninggalkan mereka berdua


^^^^^


Seperti dugaan bian, perusahaan keluarga rossa, aldo dan revaldi koleb dan di ambang kehancuran. Itu adalah sedikit hukuman dari reza dinata arlan, yang memang memegam penuh kuasa atasa perusahaan DA grub,walaupun reza masih kuliah tapi dia telah di percaya oleh papanya untuk menghendel perusahaan.