Revina

Revina
Masa Lalu



Seminggu Setelah Kejadian


Revina yang ceria telah menghilang, sekarang yang ada adalah revina yang pendiam, yang hilang semangat hidupnya. Dr martin menizinkan revina untuk kembali kerumah. Reza mendorong kursi roda revina, revina berubah menjadi pendiam dan tak pernah bicara kalau tidak di ajak bicara.


Dikediaman Revina


Kamar revina dipindahkan di ruang ibawah, tepat disebelah kamar kedua orang tuanya. Reza mengangkat revina ke atas kasurnya.


"Vina mau apa, biar mama buatkan" tanya dewi


"Enggak usah ma, vina cuma mau tidur" ucap revina menarik selimat sampai dada


"Yaudah selamat istirahat sayang" ucap dewi mencium kening putrinya


Rezapun mencium kening sang adik dan meninggalkan revina yang sedang istirahat. Reza mengetahui bahwa adiknya sedang menangis, reza memutuskan menghubungi angela dan memberi kabar tentang keadaan revina. Telponnya berdering


"Hallo kak reza" sapa angela girang. "Tumben nelpon angel?" Tanya angela


"Gimana kabar kamu disana angel?" Tanya reza


"Baik kak, kakak gimana kabarnya? Revina gimana? Sudah 1 minggu dia ga bales whatsapp angel kan bete" ucap angela merajuk, namun reza terdiam. "Halo.... haloo kak reza masih disana?" Tanya angela


"Iya kakak masih disini. Kakak baik-baik saja cuma revina..." ucap reza terputus


"Revina kenapa kak?" Tanya angela panik


"Revinaa....hmmm (menghembuskan nafas) revina kemungkinan ga akan balik ke paris lagi ngel" ucap reza terpaksa


"Apa??? Maksud kakak revina ga balik kesini lagi apaa?" Tanya angela yang sedikit terkejut dan bingung


Reza menjelaskan semuanya ke angela. Terdengar angela menangis.


"Revina sekarang gimana kak?" Tanya angela di sela tangisannya


"Revina menjadi sedikit pendiam ngel, dia hanya akan makan kalo di suapin, baru ngomong kalo di ajak ngomong" jawab reza pasrah


"Angela usahain akan ke indonesia dalam waktu dekat ini. Angel titip sahabat angel ya kak. Jagain dia" ucap angela yang semakin menangis di balik telpon


"Iya ngel. Yaudah kakak tutup telponnya ya. Kakak harus lihat keadaan revina lagi" pamit reza


"Iya kak" ucap angela "kenapa harus seperti ini vin, kamu harus kuat, kamu harus kuat revina" gumam angela yang masih menangis


^^^^^^


2minggu kemudian


Keadaan Revina yang semakin terpuruk membuat semua orang sangat bersedih, angela memutuskan ke indonesia untuk menjenguk sahabatnya yang sedang hilang semangatakan hidupnya. Pesawat yang di tumpangi angela telah sampai, reza dan bian menjemput angela. Setelah kejadian revina hubungan reza dan bian semakin membaik. Mereka sampai di kediaman reza. Reza mendekati sang adik dan memberi kejutan akan kedatangan angela. Angela menahan tangisnya melihat sang sahabat yang periang kini menjadi pendiam dan berada di atas kursi roda.


"Angela" ucap revina sendu. Angela mendekati revina. Revina memeluk angela dan menangis. Revina terisak dalam pelukan sahabatnya sedangkan angela berusaha sekuat tenaga agar tidak menangis, walaupun air matanya menetes ia berusaha menghapusnya agar revina tak mengetahui bahwa angela sedang menangis.


"Gapapa vin. Gapapa, kita hadapi sama-sama ya" ucap angela menghapus air mata revina.


Waktu menunjukan pukul 16.30 angela mengajak reza dan revina untuk jalan-jalan di taman tempat. Mobil reza berhenti di area parkir taman. Reza mendorong kursi roda revina disamping reza ada bian yang siaga menjaga adik sang sahabat. sedangkan tangan angela tak lepas menggenggam tangan revina.


"Kak disana saja" ucap angela menunjukan kursi yang kosong.


Mereka berbincang revina masih tetap belum bisa menunjukan senyum cerianya seperti biasa, angela merasakan sakit yang teramat melihat sahabatnya berubah menjadi seseorang yang tidak ada semangat hidup, acuh, dingin cuek.


Angela telah 10 hari dirumah angela, angela memutuskan kembali ke paris karena papi angela memintanya kembali. Angela berpamitan kepada seisi rumah revina. Angela memeluk revina sangat lama


"Vin, hidup tentang basket saja,kamu harus bangkit, sama halnya aku yang ga bisa melanjutkan cita-citaku di basket walaupun aku sangat menginginkannya hanya saja papi memintaku fokus kuliah dan mengurus anak cabang kantornya papi, aku harus melepaskan itu semua. Kamu juga harus terpaksa melepaskan cita-citamu tentang basket dan tetap hidup ceria seperti revina yang aku kenal. Aku mohon bangkitlah revina. Aku berjanji ketika kamu memutuskan melangkahkan kakimu dan hidup bahagia, angela akan datang lagi kesini" lirih angela meneteskan air matanya dan revinapun menangis dan mempererat pelukan sahabatnya itu


Angela melepaskan pelukannya. Dan berlari memeluk reza, dan dewi untuk berpamitan.


^^^^^^


1 Bulan Kemudian


Revina mulai bisa berjalan seperti orang normal, cideranya berlahan membaik walaupun hanya bisa di bawa berjalan santai. Akibat cidera lutut ACL itu membuat revina tak bisa terlalu lelah. Keluarga revina memutuskan untuk berlibur di pantai selama tiga hari. Suatu ketika revina sedang berjalan menyisir pantai revina kehilangan keseimbangan dan terjatuh, ketika hendak terjatuh tepat ada seorang pria menangkapnya ya dia adalah dhio, mereka saling bertatap lama sampai dhio mengeluarkan suaranya


"Kamu gapapa vin?" Tanya dhio


"Eh, ehm gapapa kok kak" jawab revina yang terlihat gugup. "Kakak disini ngapain?" Tanya revina


"Kakak ikut bunda vin, bunda ingin mendekor vila nya yang ada disini, kakak bosen jadinya jalan-jalan kesini" ujar dhio


"Kamu disini sama siapa?" Tanya dhio


"Sama keluarga kak, itu semua ada disana" jawab revina


"Yaudah ayo duduk disini dulu, kaki kamu masih lemahkan" ucap dhio yang diikuti pergerakan revina yang duduk dan di balas anggukan oleh revina


Sebenarnya dhio sangat ingin menemui revina, hanya saja dia harus ke luar negeri unt mengobati cidera pada bahu nya dan mengurus perusahaan keluarganya. Dhio mengetahui perubahan revina, reza sering cerita bahwa adiknya kehilangan semangat akan hidupnya


"Kamu gimana kabarnya?" Tanya dhio


"Ha? Baik kok kak" jawab revina tersenyum


"Beneran baik? Terapi masih tetap jalan?" Tanya dhio lagi


"Iya masih, tapi kakak taukan cideraku ini bagaimana?" Jawab revina menatap kosong


"Kakak tau vin, maafkan kakak. Kakak yang seharusnya lindungin kamu waktu itu, malah kamu yang lindungin kakak" ucap dhio sendu


"Eh... gapapa jangan merasa bersalah gitu. Justru kalo sampai ini terjadi sama kakak maka vin akan menyesal seumur hidup, vina tau cidera pada bahu kak dhio juga parah karena mencoba lindungin vina, jadi kakak jangan bicar seperti itu lagi ya" ujar revina tersenyum


"Vin. Kakak boleh nanya?" Tanya dhio serius


"Silakan kak" jawab revina mempersilakan


"Kamu masih ingat kakak enggak?" Tanya dhio lagi


"Maksud kakak?" Berbalik menanyakan


"Apa kamu ingat kejadian waktu SMPmu kemah di hutan YY itu?" Tanya dhio


"Oh iya vina pernah kemah, maksudnya kita pernah ketemu disana?" Tanya revina


"Kamu ingat kejadian kamu yang kesasar karena ulah temen-temen kamu?" Tanya dhio


"Kakak adalah orang yang nemenin kamu selama kamu tersasar waktu itu vin" ucap dhio tersenyum


"Apa??? Jadi kakak adalah pangeran yang menolong vina waktu SMP" ucap vina keceplosan memanggil dhio pangeran dan membuat senyum mengambang di wajah dhio


"Pangeran" ucap dhio tersenyum


"Eh hahaha maafkan vina kak. Kakak masih ingat vina?" Tanya revina


"Masih bahkan kakak tau itu kamu saat kita bertemu di lapangan waktu itu" ucap dhio


Flasback on


Dhio yang memang bergabung di dalam komunitas pecinta alam saat itu sedang berkemah di hutan YY hanya beda lokasi dengan revina. Siang itu dhio bertugas mencari ranting untuk di bakar nanti malam. Dhio mendengar suara seseorang yang sedang menangis, dio menyusuri hutan mencari suara tersebut. Dhio melihat seorang gadis yang sedang terluka kakinya


"Siapa kamu?" Tanya dhio. "Kenapa kamu disini?" Tanyanya lagi


"Kakak tolong aku, aku gak tau ini dimana? Sepertinya aku kesasar dan ini terasa sangat jauh dari kemp ku" lirih revina yang masih menangis


"Kamu kenapa sampai nyasar kesini?" Tanya dhio


"Kami sedang melakukan game kak, kami sudah 1 hari disini, aku mengikuti semua petunjuk yang di arahkan, tapi kenapa aku semakin jauh dari kemp ku malahan sampai ditempat ini." Ucapnya menangis


"Yaudah kamu jangan menangis, nanti kakak bantu temuin kemp teman-temanmu ya" ucap dhio "kamu pasti takut karena nyasar kesini?" Tanya dhio


"Aku ga takut kak, aku menangis karena kakiku sakit sekali karena jatuh dari atas tebing sana" ucap revina meringis


"Astaga kenapa bisa seperti ini lukanya" ucap dhio melihat revina meringis


"Aku ga tau kalo itu tebing kak, saat berjalan revina terjatuh dan luka seperti ini dan sekarang aku ga bisa berdiri" ucap revina menangis


"Yaudah kita kesungai yang ada disebelah sana dulu, untuk membersihkan lukamu, ayo naik ke punggung kakak" ucap dhio


Dhio menggendong revina dan membawanya ke sungai untuk membersihkan luka revina. Setelah mereka sampai disungai revina terkejut melihat pemandangan sungai yang begitu indah, nyaman dan sejuk.


"Duduk dulu disini, kakak ambilkan air" ucap dhio dibalas anggukan oleh revina


"Tahan ya kita bersihkan dulu lukanya" ucap dhio membersihkan luka revina


"Au sakit sekali kak" ucap revina meringis


"Tahan sedikit lagi, sebentar lagi selesai" ucap dhio


Revina memejamkan matanya menahan sakit dia tak menangis lagi. Revina masih memejamkan matanya


"Tegar sekali anak ini, dan wajahnya sangat cantik" gumam dhio kagum


"Udah selesai, buka matamu" ujar dhio


"Ah udah selesai ya. Terimakasih ya kak" ucap revina


"Ayo kakak antar ke kemp mu" ajak dhio "naiklah di punggungku. Aku akan menggendongmu sampai di kemp" ujar dhio


Dhio menyusuri hutan mencari lokasi kempnya revina


"Dulu aku sering digendong seperti ini oleh kakakku" ucap revina "mungkin dia seumuran kakak juga" timpahnya


"Ohya"


"Iya, dia sangat menyayangiku, tapi karena aku yang ingin sekolah disini jadinta aku terpisah, mama juga setiap minggu menemui ku dirumah eyang"ucap revina


"Kakakmu kelas berapa?" Tanya dhio


"Kelas 2 SMA kak" ucap revina


"Berarti memang seumuran sama kakak. Kamu kelas berapa?" Tanya dhio


A


"Aku kelas 2 SMP" jawab revina


"Kelas 2 SMP udah setinggi ini" ucap dhio


"Karena aku suka bermain basket . Suatu hari Aku akan menjadi pemain basket ternama di dunia"ucap revina bangga


"Pantas sja tinggi" ucap dhio


Dhio mengatakan ,bahwa mereka akan segera sampai. Revina sangat nyaman dan aman berada di gendongan dhio


"Suatu saat kita akan bertemu lagi kak, entah itu kapan, dimasa depan kakak harus jadi pacarku" bisik revina sambil tersenyum


"Kamu itu masih bocah, udah mikir pacaran aja" ucap dhio tersenyum


"Iya kan dimasa depan kak, kakak harus berjanji saat revina datang ke kakak menagih janji itu kakak harus menjadi kekasih vina. Vina akan tumbuh menjadi gadis cantik hanya untuk kakak" ucap revina


"Dasar anak kecil udah terserah kamu, itu kemp kamu didepan" tunjuk revina


"Jadi namanya revina, nama yang sangat cantik" gumam dhio


Sesampai mereka di kemp


"Revina kamu dari mana sajaa nak, ibu sangat khawatir, apa yang akan ibu jelaskan ke orang tuamu kalo sampai terjadi apa-apa terhadapmu" ucap bu guru revina yang terlihat panik


"Dia terjatuh dari atas tebing dan nyasar ke dekat sungai" ucap dhio. "Saya permisi dulu bu" pamit dhio


"Baiklah terimakasih ya nak sudah mengangtar revina dengan selamat" ucap sang guru dibalas anggukan oleh revina


Dhio berjongkok ingin berpamitan kepada revina.


"Ingat jangan ceroboh lagi. Sampai ketemu di masa depan" ucap dhio tersenyum. Revina tersenyum dan berbisik ke dhio


"Revina akan tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, tunggu revina ya kak" ucap revina.


Dhio segera pergi


"Astaga aku lupa menanyakan namanya" ucap revina menepuk jidatnya


Flasback off