
Reza Pov
Tak disangka, adikku memberi kejutan yang luar biasa untuk kami. Kepulangannya adalah kebahagian untuk keluarga kami, karna cita-citanya kami harus merelakan dia sekolah jauh dari kami, walaupun aku sering berkunjung ke kotanya tetap saja berbeda rasanya saat dia tinggal bersama sama kami. Dia tumbuh menjadi gadis yang sangat cantik, dia dewasa sebelum waktunya, karna jauh dari mama dan papa membuat ya tak manja lagi walaupun pas lagi sama mama papa manjanya kebangetan.
Hari ini melihat tingkahnya mengerjai papa membuat semua orang tertawa, dia tetap menjadi adikku yang ceria.
"Vin, kejuaraan dunianya kapan ? Kenapa kamu bisa pulang? Tanyaku
"Kakakku sayang, kalo vina bisa pulang berarti masih lama dong" jawabku cengingisan "iya kakak tau, emang ga latihan gitu?" "Latihan dirumah hihi, kan kakak ada jadi couch kami berdua, lagian disana bukannya latihan yang ada kami liburan kak" "haha iya udah nanti kamu dan angel ikut kakak aja latihan ya, sekalian ketemu temen-temen kakak" "gowes tapi ya, angel mau menikmati pemandangan yang ada kak" "its okey, nanti gowes, sekarang masuk ke kamar kamu istrhat nanti jam 3 kakak bangunin" "siap bossku, kami keatas dulu" " vin tunggu" "apalagi kak?" "Ada yang tertinggal" "hmmm. Apa kak ?" Cup "ini yang tertinggal" mencium pipiku "kakak, malu sama angel ihh" " kenapa malu, udah ngerasa dewasa" " auh ah kakak mah, but, makasih ya kak, vina bener kangen sama kakak, cuma vina capek banget mo istirahat dulu, angel juga pasti capek" "yaudah naik sana"
Akhirnya mereka naik ke lantai 2 tepatnya kamarnya revina.
"Mama bahagia ?" Tanyaku sama mama
"Tentu sayang, kamu tau sendiri dari kecil vina itu pewarna di rumah ini, ga ada vina rumah ini sepi kan za" " iya ma sepi, biasanya yang ribut pagi-pagi tu vina pokoknya segala urusan di buat riweh, saat dia jauh, kita bener-bener kesepian" "mama si berharap dia lanjutin di sini aja, jangan balik kesana, tapi mama tau itu impian dia, mama ga mau merusak itu" jawab mama lirih
" ma, vina pasti bisa nempati dirinya dimana aja, mama tau sendiri vina gimana kan, dia pinter beradaptasi sama orang lain, buktinya tiga tahun sekolah disana udah banyak banget temen yang sayang sama dia, reza yakin keputusan vina adalah yang terbaik, kita dukung dia terus aja ya ma" " iya sayang, mama bahabagia kalian saling menyayangi kaya gini. Inget za, revina adik kamu, kamu harus jaga dia sekuat tenaga kamu, kamu lihat kan dia tumbuh jadi gadis yang cantik sekali sekarang" "ma, sedewasa apa dia tumbuh dia tetaplah adik kecilku, reza ga bakal biarin siapapun nyakitin adikku ma, reza janji" ungkapku
Tidak disangka sore telah menjelang, aku ke kamar atas untuk membangunkan revina dan angela.
(Tok...tok..tok)
"Vin bangun katanya mau gowes" "iya kak sebentar"sambil membuka pintu kamar
Akhirnya merekapun turun, temennya revina memang cantik, dan dia rada pendiam menurutku
"Ayooo kak" ajak vina " iyaa ayoo, angela kok diem banget ngel, belum terbiasa ya?"
"Eh engga kok kak" jawab angela
"Bentar lagi ga akan sediem itu kok kak hhah"
"Yaudah ayoo gowes kite ke lapangan X ya. Kamu masih ingat jalan kan vin" " lupa kak, lagian jalannya udah banyak berubah 🥺"
"Yaudah ayooo berangkat, topinya jangan lupa di pake masih panas banget ini" "siap boss" jawab kami serentak.
"Mamaa..... kami berangkat yaa" pamit kami bersamaan
"Iya sayang hati-hati"
Kami pun sampai di lapangan X, ya seperti dugaanku semua pasti salfok sama revina dan temennya sampai ga menyadari kedatangku.
"Bener kaya mama, revina bener-bener harus dijaga, yang ngelirik bukan cuma cowok cewekpun iya" gumam reza