
Jam istirahat telah usai, pembagian guguspun usai, revina sangat bahagia karena 1 gugus dengan salsa
"Akhirnya kita satu gugus ya sal"
"Iya aku seneng banget deh rasanya jadi ga perlu kenalan lagi haha"
"Yaudah ayo kita gabung sama gugus 11" ajak revina
"Okey"
Gugus 11 di pandu oleh 4 senior, yaitu abi, roy, dira dan lola (hanya pemeran pendukung saja) mereka sangat ramah. Sekarang adalah waktu bagi mahasiswa memperkenalkan diri masing-masing saat giliran revina, dan akhirnya mereka tau bahwa wanita cantik itu bernama revina, raka dan roy sangat mengagumi kecantikan revina, revina memang sangat cantik, anggun dan natural, tanpa polesanpun tetap membuatnya menjadi pusat perhatian orang-orang sekitarnya dan itu membuat dinda sangat tidak senang prihalnya ada yang menyaingi kecantikannya.
"Inget kalian orang 16 ini harus menyiapkan yel-yel yang bagus, dan hrus memenangkan games yang akan d adakan nanti, ketuanya kakak tunjuk Rio dan wakilnya revina" ucap abi, revina terkejut karena di tunjuk sebagi wakil ketua, tapi dia tidak memprotes karen teman satu gugusnya tidak memproteskannya juga.
"Sekarang kakak beri waktu 15 menit untuk kalian menyiapkan yelyel yang akan kalian tampilan nanti"
"Iya kak" jawab mereka bersamaan
^^^^^^
Adzan ashar telah berkumandang, mereka diberi waktu 35 menit untuk istirahat dan tidak boleh terlambat untuk kembali ke barisan masing-masing, revina dan salsa ke mushola untuk sholat, dan dinda mengetahui hal tersebut dan berencana untuk ngerjain revina.
"Kita ke mushola sekarang" ajak dinda
"Ngapain"
"Ngerjain mahasiswa baru yang sok kecakepan itu, kita buang sepatunya biar nyeker tu anak" ungkap dinda
"Ide yang bagus"
Revina dan salsapun sholat, dinda dan teman-temannya berencana menyembunyikan sepatunya agar revina telat, makanya dinda mengikuti revina agar tau dimana revina meletakkan sepatunya. Revina dan salsa telah selesai dan mempunyai waktu 10 menit untuk kembali ke barisan. Revina terlihat bingung karena sepatunya tidak ada di tepat.
"Sal, kok sepatuku ga ada? Tadi kan disebelah sepatu kamu?" Tanya revina bingung
"Eh iya kok bisa ga ada, ayo kita cari dulu"
7 menit kemudian
"Sal, kamu duluan aja, nanti kamu dihukum loh karena ikut mencari sepatuku
"Gapapa kita cari dulu aja, masih ada waktu kok, mana tega aku biarin kamu dihukum sendirian"
"Tapi sal...."
"Udah ah ga ada tapi-tapian sekarang waktunya kita cari sepatu kamu kalo ngoceh terus ga ketemu yang ada" ungkap salsa
"Sal, kita udah telat 5 menit loh, yaudah aku nyeker aja deh, nanti tambah berabe kalo telatnya lama" ujar revina
"Yakin vin?" Tanya salsa
"Yakin, yaudah gapapa deh, kita juga 2 jam lagi balik kan, gapapa deh nyeker 2 jam" ucap revina tersenyum
" kamu masih bisa tersenyum. Yakin ni mau balik ke barisan
"Yakin. Daripada tambah riweh nantinya"
"Yaudah ayo, ga mau minjem sendal musholah dulu?"
"Haha kamu mah sembarang, nanti penjaga musholah mencari sendalnya bagaimana? Udah ah ayo gapapa deh ga pake sepatu"
"Yaudah ayo"
Mereka telah sampai di depan para seniorny. Abi dan dira mendekat ke arah mereka
"Kalian darimana saja?" Tanya dira
"Maaf kak dira, sepatu vina hilang, dan tadi kami mencarinya dulu" jawab salsa
"Terus ketemu?" Tanya abi
"Enggak kak, tu lihat revina nyeker" tunjuk salsa
"Maaf kak kalo mau menghukum hukum aku saja, salsa ga salah dia hanya membantu mencari sepatuku saja" jawab revina
"Yaampun sampai nyeker gitu emang ga panas?" Tanya dira "ga ada yang akan menghukum kalian, hanya saja itu kaki apa akan baik-baik saja?" Tanya dira
"Panas si tapi gapapa kak 2 jam doang kan" ungkap revina tersenyum.
"Yaudah kalian balik ke barisan" ujar abi
Revina dan salsa telah kembali ke barisan, walaupun sudah lewat ashar tapi matahari masih terik, telapak kaki revina terasa terbakar karena panasnya matahari. Sudah satu jam berlalu karena kegiatan masing-masing revina terpisah dari salsa. Gian mendekati revina karena melihat revina meringis kepanasan
"Kepada kakak senior gugus 11 segera ke sumber suara sekarang?" Perintah gian. Mereka berempat mendekati gian dan revina yang membuat revina bingung kenapa gian memanggil para senior dari gugusnya
"Kenap gi?" Tanya abi
"Gue butuh penjelasan kenapa junior kalian ga pakai sepatu?" Tanya gian
"Tadi sepatunya hilang pas dari mushola gi" jawab dira
"Dari mushola? Sejam yang lalu, dan kalian biarin junior kalian berjalan kesana kemari tanpa alas kaki!!!" Bentak gian. "Kalian tau keteledoran ini!!!" Timpahnya. Keempat senior dari gugus 11 hanya menunduk terdiam, bahwasanya memang gian melarang keras hal-hal yang tidak di inginkan seperti ini. Revina mengernyitkan alisnya
"Maaf kak, senior gugus 11 ga bersalah, ini salah saya yang bersikeras mengikuti kegiatan ini" ucap revina membela seniornya
"Apapun alasannya mereka ga berhak biaran kamu ngerjain tugas ospek tanpa alas kaki seperti itu, dan ya sekarang kamu ke UKS dan obati kakimu itu" perintah gian
"Tapi kak...."
"Ga ada tapi-tapian. Sekarang ke UKS!!!!" Tegas gian
"Iya kak" revina menurut
Revina berlalu meninggalkan para seniornya
"Galak amat itu senior" ucap revina lirih
"Gue ga mau ini terjadi lagi, paham!!!!"
"Siap paham" teriak mereka bersamaan
Gian menyusul revina ke UKS, kaki revina lecet dan telapak kakinya merah memar karena panas, revina yang meringis mencoba meluruskan kakinya
"Huuft seandainya lutut gue ga cidera, pasti gabakal kejadian deh yang kek gini" ucap revina lirih.
"Kamu cidera lutut?" Tanya gian yang tiba-tiba datang
Revina mencoba melipat kakinya lagi
"Jangan di lipat, luruskan saja" ujar gian. "Tapi aku nanya kamu cidera lutut?" Tanyanya lagi meletakan ember yang berisi air dan gumpalan es di samping kaki revina
"Ha... iya kak" jawab revina seadanya
"Masukan kaki kamu kedalam ember itu, untuk meredakan sakit karena panas tadi"
"Baiklah terimakasih kak"
"Sejak kapan cidera lututnya?" Tanyanya lagu
"3 bulan yang lalu" jawab revina
"Nama kamu siapa?"
"Revina kak"
"Ternyata kamu yang sekolah di sport manajemant school itu ya?" Revina terkejut dan mengangguk
"Kenapa ga lanjut kesekolah olahraga lagi? Malah lanjut ke administrasi perkantoran" tanya gian
"Ini orang kenapa nanya-nanya masalah itu segala si" gumam revina dalam hati
"Gapapa, mau bantu papaku saja. Maaf kak sebelumnya bisa kakak rahasiakan asal sekolahku" pinta revina sendu
"Kenapa dia terlihat sedih, apa karena kakinya itu ya yang membuat dia tidak melanjutkan ke unversitas olahraga di paris?" Tanya gian dalam hati
"Baiklah akanku rahasiakan. Yaudah ini kamu pakai sandalku saja dulu, kalo udah baikan balik ke gugus kamu, kita akan apel sore dan pulang"
"Iya kak terimakasih" ucap revina
Revina telah kembali ke barisan menggunakan sandal yang diberi gian. Para senior merasa bersalah kepada revina.
"Revina gimana kaki kamu?" Tanya dira
"Iya vin, udah baik-baik saja kan?" Tanya lola
"Udah gapala ini kak, tadi udah di kompres juga" ucap revina tersenyum
"Yaudah syukur deh, yaudah sekarang kamu baris lagi" perintah roy dan abis
"Iya kak terimakasih"
Apel sore telah usai, revina telah menghubungi reza agar menjemputnya.