Revina

Revina
Kebenaran



Aku tak tau artiku dihidupmu


Tapi aku mengetahui artimu di kehidupanku


Kamu adalah seseorang yang ingin aku buat bahagia


Seseorang yang ingin aku lindungi


Seseorang yang ingin aku peluk


Janganlah berduka


Aku percaya tangismu saat ini akan tergantikan dengan senyum merekah di wajah indahmu


Tuhan begitu baik, ia menciptakan makhluknya yang begitu indah, dengan kebaikan dan kesempurnaan di wujud seorang gadis yang sangat lembut sepertimu


Tersenyumlah seperti hari ini


Karena tangismu adalah kedukaan buatku


Hancurmu adalah kehancuran bagiku


Aku ingin kamu bahagia. Hari ini,esok dan selamanya


\\*\*\*\*Gian Rafif Ivander\*\*\*


"Kak, vina masuk ke tenda ya. Terimakasih untuk semuanya" senyum revina tulus


"Iya vin, selamat istirahat"


"Jaketnya?"


"Pakai saja, ini masih sangat dingin. Masuk lah"


"Iya kak. Selamat pagi"


"Selamat pagi"


Revina dan gian memasuki tendanya dengan senyum yang merekah diwajah masing-masing. Entahlah mereka menghabiskan waktu berapa lama ditebing, suasana hati keduanya menjadi baik setelah dari tebing itu.


"Revina,,,, kamu membuatku gila" ucap gian pelan


Keesokan harinya salsa teman segugus waktu ospek menemui revina, dia berbeda kelompok dengan revina, itu membuatnya sangat sedih


"Salsa" ucap revina berlari memeluk salsa


"Heiii jangan berlari kaki mu itu loh"


"Hehe. Kok kamu disini, kita beda kelompok ya sedih sekali rasanya"


"Iya vin. Maafkan aku semalam tidak bisa menemuimu langsung kemarin. Aku sangat khawatir saat kak gian menyampaikan kalo kamu hilang"


"Aku sudah tidak kenapa-kenapa kok"


"Vin aku bicara sesuatu. Tapi jangan disini"


"Apa sal?" Tanya revina bingung "yasudah ayo kita kesana saja" ajak revina ketempat yang lebih sepi. "Ada apa si sal, sepertinya penting sekali"


"Sangat penting, sebenernya aku semalem mau nyamperin kamu tapi tidak bisa karena tidak diizinkan keluar tenda lagi. Ini vin kamu liat"


Salsa menunjukkan vidio yang berisi dinda, bianca dan caca menemui laki-laki dan membayarnya, di vidio itu jelas kalau dinda meminta seseorang itu memutar arah panah agar revina tersesat. Revina terkejut.


"Sal, ayo ikut aku"


"Kemana?"


"Kita temuin kak dinda"


"Lo yakin"


"Gue yakin"


"Dia anaknya rektor kita"


"Gue tidak peduli"


"Pleace gi, gue sayang sama lo. Gue bakal lakuin apa saja buat lo gi, asal lo balas perasaan gue" isak dinda


"Gue benci cara kekerasan din, gue tidak bisa tolerir atas kesalahan lo. Lo tau ga bahayanya gimana kalo seandainya revina kenapa-kenapa? Lo sinting tau tidak!!!" Bentak gian


Revina mengintip dibali pohon bersama salsa


"Revina!! Revina!!! Revina!!! Revina!!!!!! Apa di otak lo cuma ada Revina gian!!!! Apa lo tidak pernah mikirin gimana perasaan gue yang udah lama suka sama lo!!! Ha!!!" Skarkas dinda


"Lo temen gue, status lo tidak lebih dari itu!!! Seandainya bokap lo tau apa yang lo perbuat ke Revina dia akan murka!!!"


"Cukup lo belain cewek gatel itu!!!!"


"Cukup din cukup!!!!" Bentak gian. "Gue muak atas obsesi lo terhadap gue, berhenti nyakitin diri lo sendiri din, gue ga suka sama cewek yang mencoba segala hal buat memenuhi keinginannya. Gue jijik sama cara norak lo itu!!!! Gue kasih lo dua pilihan lo minta maaf ke vina atau lo gue laporin ke waka atas apa yang lo perbuat ke vina!!!"


"Apa lo sebegitu sukanya sama cewek itu gi!!!" Tanya dinda


Deggg jantung revina berdegub kencang, entah apa yang dia tunggu jawaban dari gian tersebut.


"Jawab gi jawab" menarik kerah gian


"Iyaaaaa!!!! Gue suka sama dia, di hari lo buat dia jalan jongkok waktu ospek gue udah suka sama dia!!!! Jadi kalo elo ngelakuin atau nyelakain dia lo langsung berurusan sama gue!!!" Tegas gian


Deg...... jantung revina kian berdegub mendengar pengakuan gian, pipinya memerah, salsa tersenyum senang yang ada dibenaknya adalah gian dan vina sangatlah cocok jika bersama


"Lo bohong kan gi, ga mungkin lo suka sama dia ga mungkin!!!" Teriak histeris dinda


"Gue udah jujur sama lo, jikapun lo ga percaya gue ga peduli sama sekali" gian melangkah menjauh


"Lo bakalan lihat apa yang bakal gue perbuat ke wanita lo itu gi!!! Lo ga bisa campakin gue begitu aja!!" Ucap dinda datar membuat gian berbalik menoleh. Revina yang kian jengah akhirnya muncul dihadapan gian dan dinda yang membuat keduanya terkejut


"Apa yang bakal lo lakuin ke gue?" Tanya revina datar. "Gue ga akan biarin hal ini begitu saja, lo mau celakain gue kan, silakan!!!! Tunjukin ke gue kemampuan lo itu" ketus revina


"Ayo kak kita pergi" menarik tangan gian


"Dasar cewek murahan!!!" Ucap dinda mencoba mendorong revina namun gian menyelamatkannya


"Kamu gapapa vin?" Tanya gian


"Its okey kak"


"Lo gila ya!!!"


"Kak cukup, urusan dia biar vina aja yang urus, vina ga akan biarin kakak memukul wanita kak" revina maju mendekati dinda tanpa takut


Revina tersenyum ketus ke dinda


"Dinda Adzarine Kamil, putri bungsu dari pak Reno Fahrezy Kamil. Gue kenal dekat dengan om reno, cuma lo yang belum kenal gue, gue maafin kesalahan lo yang buat gue sengsara selama dihutan, tapi kalo sekali lagi lo macem-macem ke gue, jangan panggil gue revina kalo gue ga bisa bales semua yang lo perbuat!!" Ketus revina


"Emang lo siapa berani ngancem gue,, sok cantik lo ya!!" Mencoba menampar revina tapi tangan dinda di tahan oleh gian, sontak menbuat revina melihat ke arah gian dan memegang tangan gian untuk melepaskan tangan dinda sambil tersenyum manis ke arah gian


Revina menoleh ke arah dinda dengan sinis


"Gue adalah sesuatu yang ga bisa lo gapai!!! Gue takut ketika lo tau gue, lo bakal lari terbirit-birit nantinya. Gue cuma mau peringatin lo saja jangan ganggu gue, jangan ganggu kak gian atau temen-temen gue lagi, atau lo bakal menyesal nanti. Dan iya tangan lo ini mohon di jaga kedepannya" ketus revina melempar tangan dinda dan menarik tangan gian "ayo kak kita pergi. Sal ayooo"


Revina, gian dan salsa meninggalkan dinda. Dinda menjerit kesal


"Arrhggggggg!!!! Awas lo ya, gue bakal bales semuanya" teriak dinda "dasar wanita murahan!!!" Teriak dinda frustasi


Revina melepas genggamannya dari gian, ia masih tak menyangka mendengar pengakuan dari gian.


"Kamu pemberani juga ternyata" ucap gian tersenyum


"Waah kamu luar biasa sekali vin" ucap salsa kagum. "Eh gue pamit deh, kayaknya lo berdua butuh waktu bicara berdua"


"Eh kok lo ninggalin gue" ucap revina menahan salsa pergi dari sana tapi sayang gian lebih dulu menahan tangan revina.


"Kita butuh bicara revina" pintah gian, revina menunduk dan mengangguk pertanda setuju.


"Ayo kita ketempat semalam" ajak gian menggenggam tangan revina


"Iya ayok" ucap revina tersenyum


"Aduh kak gian mau bicara apa si, ini tangannya juga kenapa harus genggam tangan gue" gumam revina dalam hati