
Reza telah sampai di gerbang kampus, dia melihat sang adik berjalan menghampirinya, rezapun keluar dari mobil mendekati sang adik
"Kenapa kaki kamu, kumat lagi?" Tanya reza sambil berjongkok memeriksa kaki sang adik "ayo duduk disini dulu"
Revinapun duduk, memang kakinya sedang tidak baik, di tambah rasa perih akibat tidak memakai sepatu tadi.
"Kenapa pakai sendal, yaampun telapak kaki kamu" ucapnya khawatir melihat kaki sang adik yang memerah. Rezapun langsg menarik kaki sang adik dan meletakkannya di paha sang kakak yang sedang berjongkok. "Ini kenapa bisa seperti ini si vin, sepatu kamu mana?"
"Hehe. Sepatu vina hilang kak, jadi ya gitu, udah ah ga usah khawatir ayo pulang malu vina di liatin orang"
Memang benar kekhawatiran reza membuat mereka jadi pusat perhatian, mereka yang tidak mengetahui bahwa revina adalah adiknya reza di buat iri seoalah-olah melihat sepasang kekasih. Ada api yang membara di mata dinda melihat pemandangan revina yang di perlakukan bak ratu oleh reza.
"Gila tu cewek udah punya pacar malah deketin gian, dan lagian tu cowok padahal ganteng banget kok mau si sama cewek genit seperti" tukas bianca sahabat dinda yang membuat dinda semakin tidak menyukai revina
"Udah kita cabut, besok kita kerjain lagi itu anak" ucap dinda datar
^^^^
"Kak ayo pulang"
"Mau kakak gendong"
"Mau. Kaki vina lelah sekali rasanya kak" ucap revina manja
"Iya kakak gendong, tapi jangan pasang wajah menggemaskan seperti itu dong" ucap reza mengusap kepala sang adik
"Hihi biar berhasil kan"
"Yaudah ayo naik ke punggung kakak, kita langsung kerumah sakit ya cek up kaki kamu"
"Iya bawel"
Reza menggendong revina sampai ke mobil. Pemandangan itu di lihat oleh gian dan teman-temannya termasuk abi dan roy
"Gila udah punya pacar broo, ganteng banget lagi pacarnya, udah mesra banget pake gendong-gendongan gitu" ucap roy
"Kakinya masih perih mungkin, karena keteledoran kalian berdua sebagai senior itu" ucap gian menohok
"Maafin kita gi, si vina bilang gapapa ga pakai sepatu, mana kita tau kalo kakinya bakalan jadi memar kek gitu" ucap abi
"Makanya lain kali hati-hati jangan sampe keulang, kasian sama anak-anak orang, ntar kalo keluarganya ga suka kita yang bakalan kena" ucap gian
"Iya-iya gi. Kita akan lebih hatia-hati lagi" ucap abi dan roy
"SUdah punya kekasih ya" gumam gian
"Sudah ayoo masuk keruangan kita akan brifing dulu sebelum pulang sekalian ada yang mau gue sampaikan ke semuanya" ujar gian
Diruangan BEM
Dinda duduk dekat dengan gian, dinda sebenarnya adalah sahabat kecilnya gian, hanya saja gian menjaga jaraknya sejak ia tau bahwa dinda menyukainya.
"Kenapa ngumpulin kita disini gi?" Tanya dinda
Gian berdiri
"Tadi ada kejadian junior kita keliling kampus tanpa mengenakan sepatu, dan gue ga mau itu terulang kembali. Kita besok adalah haru terakhir di kampus dam lusa kita ngecamp di bumi pramuka di kota Y, inget keselamatan junior dan kita adalah tanggung jawab kita sendiri, selama ngecamp ga ada yang boleh lepas pengawasan untuk para junior. Kalian mengerti!!" Teriak gian
"Siap mengerti!!!" Teriak semuanya
"Baiklah kalian boleh bubar sekarang dan sampai bertemu besok pagi jam 06.00 inget jangan telat. Yang telat harus tau konsekuennya" titah gian
Semua mengangguk dan pergi meninggalkan gian abi dan roy . Mereka bertiga masih membereskan ruangan hasil brifing
"Gi, gue penasaran, katanya salah satu mahasiswa kita itu adalah lulusan dari SMS paris" ucap abi. "Siapa ya itu anak, kenapa balik ke kampus kita, di bandingkan sekolahnya kampus kita mah ga ada apa-apa" timpah abi lagi
"Lo tau dari mana kalo disini ada lulusan SMS" tanya gian
"Gue denger pembicaraan pak rektor sama bu ines pas gue masuk keruangan pak rektor mengantar laporan tadi" ucap abi
"Emang apa katanya"
Flasback on
"Jangan di publikasi kalau dia adalah siswi terbaik dari SMS, atau keluarganya akan marah, bu ines tau bahwa keluarga dia merupakan salah satu danatur bagi kampus kita, sebenarnya salah satu kebanggan kita ada siswi cerdas yang masuk ke lingkungan kampus kita, akademiknya juga di atas rata-rata" ucap pak rektor
"Iya pak maafkan saya, saya kira dengan mempublikasikannya kampus kita akan menjadi kampus ternama"
"Tidak. Itu syarat dari keluarganya untuk merahasiakan identitasnya bahwa dia adalah salah satu siswi terbaik di SMS. Jangan sampai ada kebocoran. Saya gamau info ini bocor" titah pak rektor
Flasback off
"Siswi terbaik?" Ucap gian sambil tersenyum
"Lo kan ketua BEM, lo pasti tau siapa itu anak kan?" Tanya roy
"Dasar dodol, emang kalo gue tau gue bakal kasih tau gitu. Udah cepat selesaikan mau pulang tidak.
^^^^^^
Dirumah Sakit
Martin telah memberi salap ke telapak kaki revina, dan menjelaskan bahwa tidak ada yang perlu di khawatirnya
"Kak reza tu yang lebay kak" ucap revina ke martin
"Bukan lebay sayang, reza ga mau kamu kenapa-kenapa?" Ucap martin
"Ini berdua sama aja. Sampai kapan kalian mau overprotektif terhadap aku" ucap revina merengut
"Sampai kamu menikah" ucap reza dan martin cengingisan
"Udah ah ayo pulang. Capek. Vina belum siapkan apa aja yang mesti dibawah untuk besok kak" ucap revina
"Ya udah ayo kita balik. Kita pamit ya tin. Thanks udah ngobatin vina" ucap reza pamit
"Babay kakak"
Keesokan Harinya Dikampus
Acara ospek hari ini adalah bakat para mahasiswa. Revina datang tepat waktu dan tidak terlambat lagi. Gugus revina bingung ingin menampilkan apa, untuk bakat sendiri ada beberapa kategori yang musti di ikuti. Di bagian kesenian ada tari, seni bela diri, stand up dan menyanyi. Di olahraga ada basket dan banyak lagi kategorinya. Olla tau bahwa revina sangat pandai bernyanyi dan bermain gitar karena revina melihat feed di instagram revina yang penuh dengan coveran lagu revina yang sedang bermain gitar, saat para senior mencoba mncari siapa yang berbakat olla menyela dan menunjuk revina
"Izin bicara kak" ucap olla yang membuat revina menoleh
"Iya kenapa olla" ucap dira
"Maaf kak sebenarnya kakak ga perlu lagi cari orang dari gugus ini, sebenarnya ada seseorang yang sangat pandai bernyanyi dan bermain gitar, suaranya sangat indah" ucap olla menoleh ke revina
"Siapa itu?" Tanya abi
"Revina kak" ucap olla
"Olla, apaan sii. aku ga bisa bernyanyi" ucap revina gugup
"Jangan bohong deh, aku udah liat di feed instagram kamu vina" ucap olla tersenyum lebar
"Apa nama instagramnya?" Tanya dira yang mencoba membuka hp nya
Olla menyebutkan nama instagramnya membuat revina melotot ke olla di balas cengengesan oleh olla. Dira terkejut melihat followers revina yang mecapai 121 K.
Semua tercengang ketika dira memutarkan salah satu coveran yang di nyanyikan revina. Revina hanya bisa menunduk.
"Oke revina akan mewakili gugus 11 untuk menampilkan bakatnya" ucap abi
"Tapi kak" ucap revina mencoba mengelak
"Ga ada tapi-tapian vin, suara kamu ga bisa di ragukan lagi" ucap dira
"Tapi vina ga sepede itu untuk tampil dihadapan 1400 manusia seperti itu belum lagi para senior dan dosennya" ucap revina gugup
"Yaallah udah ga ada jalan" gumam revina menunduk
"Lo serius followersnya sampai segitu banyak" tanya abi dan roy
"Ini lihat" tunjuk dira membuat roy dan abi ga bisa berkata-kata "dia juga pandai banget main basket" membuat revina melotot
"Gimana kalo kamu tampilkan keduanya aja vin, udah nyanyi kamu ke basket, skill kamu luar biasa banget dibasket" ucap abi membuat revina tak percaya
"Enggak dengan basket kak. Kalo bernyanyi oke. Tapi kalo untuk basket enggak"
"Tapi gugus kita bakalan menang kalo kamu nampilin basket di skill ini"
"Enggak kak. Vina ga mau, kalo kakak maksa vina ga akan tampil keduanya"
"Eh jangan, yaudah kamu nyanyi aja sambil gitaran. Udah dong bi jangan maksa gitu!!!" Bentak dira ke abi
"Iyaiya sorry"
"Baiklah kak, aku akan mencoba bernyanyi nanti dengan gitarku, tapi biarkan aku menelpon sesorang untuk mengantarkan gitarku" Ucap revina
"Engga usah repot-repot, pakai gitar gian saja. Sebentar kakak ke tempat kak gian dulu" ucap abi
"Yaudah iya" ucao revina pasrah
"Untung ga maksain buat basket. Huuft. Aduh Bernyanyi dihadapan kamera sama manusia berbeda wahai para senior" gumam revina dalam hati
------
"Gi, pinjem gitar lo boleh?" Tanya abi
"Buat apa? Emang lo bisa gitaran?" Tanya gian mengejek
"Bukan gue, tapi si vina yang mau main dan menampilkan bakatnya nanti"
"Revina?" Tanya gian. "Dia bisa main gitar?"
"Iya. Kita aja ga tau kalo sicantik itu ternyata sangat pandai bernyanyi dan bermain gitar"
"Lo tau dari mana?"
"Dari temennya olla yang nunjukin isi feed instagramnya, dia juga bukan hanya pandai bernyanyi tapi juga bermain basket ternyata"
"Tapi lo ga minta dia main basket kan?"
"Awalnya si gua minta dia tampilin 2 hal itu, tapi dia menolak untuk basket, malah ngancem kalo gue masih maksa ke basket dia ga bakal tampil keduanya, yaudah gue ngalah aja, daripada dia ngambek ga mau nyanyi juga kan"
"Lo juga kenapa maksain gitu, lo lupa kaki nya masih sakit karena kecerobohan elu"
"Iye sory gue lupa kalo kakinya masih sakit"
"Yaudah itu gitarnya"
"Oke thanks gi, gue ke revina dulu ya"
Gian mengangguk.
"Gua ga sabar melihat penampilannya" ucap guan pelan
Acara puncak telah di mulai revina mendapatkan giliran ke 3. Revina sangat gugup dan mencoba meminta izin kepada senior untuk menelpon reza, karena hanya reza yang bisa menenangkan saat revina sedang gelisah seperti ini. Reza yang menerima telpon dari revina menjadi panik, karena ia tau bahwa saat ospek tidak boleh menggunakan hp.
"Halo vina, ada apa ???" Tanya reza panik
"Kakak"
"Iya ada apa?
Revina menceritakan permintaan seniorny dan akan tampil ke 3 dan sbentat lagi giliran revina. Reza tersenyum legah mendengar penjelasan revina.
"Kamu buat khawatir kakak saja, ap hrus kakak kesana dulu untuk menenangkanmu?"
"Ah ga akan keburu kak"
"Pejamkan matamu, anggap saja kakak sedang memelukmu sekarang. Revina kakak yakin kamu bisa. Semangat"
Revina menghela nafasnya.
"Iya kak terimakasih, vina tutup ya, vina siap-siap dulu"
"Iya sayang, semangat"
Revina menutup telponnya dan menitipkan hp ny ke seniornya. Revina sedang bersiap, gitar yang ingin digunakan telah disiapkan di atas panggung. Nama revina di panggil. Orang yang memenuhi gedung yang kurang lebih 1400 manusia itu melihat kagum kecantikan revina. Gian yang duduk di barisan depan melihat tersenyum ke arah revina, Gian terpesona melihat revina. Revina menyanyikan lagu "Dont Watch Me Cry" dari Jorja Smith. Revina mengetik gitarnya dan bernyanyi.
Oh, it hurts the most 'cause I don't know the cause
Maybe I shouldn't have cried when you left and told me not to wait
Oh, it kills the most to say that I still care
Now I'm left tryna rewind the times you held and kissed me back
I wonder if you're thinkin' "Is she alright all alone?"
I wonder if you tried to call, but couldn't find your phone
Have I ever crossed your thoughts because your name's all over mine
A moment in time, don't watch me cry
A moment in time, don't watch me cry
I'm not crying 'cause you left me on my own
I'm not crying 'cause you left me with no warning
I'm just crying 'cause I can't escape what could've been
Are you aware when you set me free?
All I can do is let my heart bleed
Oh, it's harder when you can't see through the thoughts
Not that I wanna get in, but I want to see how your mind works
No, it's harder when they don't know what they've done
Thinking it's better they leave, meaning that I'll have to move on
Oh, I wonder if you're thinkin' "Is she alright all alone?"
I wonder if you tried to call, but couldn't find your phone
Have I ever crossed your thoughts because your name's all over mine
A moment in time, don't watch me cry
A moment in time, don't watch me cry
I'm not crying 'cause you left me on my own
I'm not crying 'cause you left me with no warning
I'm just crying 'cause I can't escape what could've been
Are you aware when you set me free?
All I can do is let my heart bleed