
Revina telah kembali kerumahnya, dengan perasaan yang campur aduk. Pengakuan cinta dhio, kepergian dhio, pertemuan dengan kakak cantik dan sampai lupa menanyakan nama kakak cantik itu. Revina menyeretkan kakinya masuk kedalam rumah
"Assalamualaikum. Vina pulang" ucap revina setengah enggan
"Waaikumsalam. Sayang kok lesu sekali kamu sakit" tanya dewi sambil mngecek suhu sang putri " enggak kok kamu baik-baik saja. Kenapa sayang ada yang kamu pikirkan?" Timpah dewi
"Enggak kok ma. Vina gapapa mamaku sayang. mana papa dan kak reza ma?" Tanya revina
"Papa dikantor. Kalo kakak kamu ada di taman belakang" ucap dewi
"Yaudah vina ke kakak dulu ya ma" pamit revina
"Iya sayang" ucap dewi yang kembali ke dapur untuk menyiapkan menu makan malam mereka
"Dooorrrrrr" teriak revina mengagetkan reza
"Astaga revina. Ngagetin aja si kamu" ucap reza terkejut
"Hahah kakak si udah mau magrib masih aja melamun. Melamunin apa si kak?" Tanya revina
"Kakak ga melamun vin, cuma duduk doang disini mah" jawab reza "gimana dapet ga buku pelajaran sama novel yang kamu cari" tanya reza
"Dapet dong. Ohya kak tadi vina ketemu kakak cantik dia sangat baik kak. Novelnya tinggal 1 kan ya. Dia udah pegang duluan. Terus vina tanya sama penjaga tokonya apa bukunya masih ada ternyata yang dipegang kakak cantik itu yang terakhir vina sedih dong. Eh si kakak cantik ngasih bukunya ke vina kak. Baik banget kan" ucap vina senang
"Waahh seneng sekali sepertinya bisa dapetin novel yang di tunggu-tunggu" ucap reza merangkul revina
"Iya dong. Tapi ....." ucap revina menunduk
"Tapi apa?" Tanya reza
"Revina lupa nanya nama kakak cantik itu kak" jawab revina cemberut
"Hahahah kamu tu ya kalo udah kelewat senang pasti lupa segala hal" tawa reza
"Kakak ih namanya juga lupa" ucap revina
"Emang tentang apa si novel yang kamu suka itu" tanya reza
"Vina udah baca ke4 novel nya dan yang ini tu novel terbarunya kak. Ceritanya menarik. Ga ngegantung. Dan selalu ada motivasi di setiap novel itu. Sepertinya si penulis mengarang dengan hatinya deh, karena setiap bukunya itu menyentuh sekali" ucap revina kagum "seandainya revina bisa bertemu sama penulisnya vina mungkin akan sangat bahagia" timpahnya
"Wah wah, sepertinya kamu mengagumi penulis itu. Mana lihat novel nya " pinta reza
"Ini kak. Sayang tidak ada fotonya, hanya ada biodata, dan si penulis juga satu-satunya mahasiswa yang berasal dari indonesia dan lulusan terbaik di universitas De Lorraine Perancis kak" ucap revina kagum
"Hanindira Azkiya. Namanya kok seperti kenalan kakak ya" ucap reza
"Ah kakak ngaku-ngaku ni pasti biar vina seneng" ucap revina
"Serius tadi kakak meeting sama dia di hotel YY vin. Tapi gatau itu hanindira yang sama atau bukan" ujr reza
"Namanya sama persiskah?" Tanya revina. Reza mengangguk. "What. Sama persis. Kakak kapan akan bertemu lagi dengannya kak. Ajak vina" ucap revina
"Tapi dia pengusaha vina bukan penulis" ucap reza
"Besok si dia mau ke kantor, tapi tidak tau jam berapa" ucap reza
"Kakak ga ada kontaknya apa biar bisa ditanya gitu jam berapa datangnya" ucap revina kesal
"Nanti palingan sayang. Tapi jangan kecewa kalo orang yang kakak kenal itu bukan penulis yang kamu kagumi ini" ucap reza
"Iya kak vina janji ga bakal kecewa, yang penting vina cari tau dulu" ucap revina senang
"Nanti kakak kabarin jam berapa dia kekantor. Mandi sana bau asem" ejek reza
"Ih kakak. Enggak dong sejak kapan adik kakak ini bau asyem" ucap revina merengut "oya kak besok kak dhio ke berlin loh?" Ucap revina
"Kamu tau?" Tanya reza, revina mengangguk. "Padahal kakak takut cerita sama kamu tentang kepergian dhio"timpah reza
"Kakak takut vina terluka? Tenang kak. Revina bahkan ikut seneng kak dhio mengejar cita-citanya" ucap revina sendu
"Udah ah jangan sedih ayo kita masuk, kamu mandi terus kita sholat berjamaah" ucap reza
"Iya bawel" ucap revina berlalu
Dimeja makan, mereka berempat berkumpul untuk makan malam bersama
"Bagaimana hasil rapat dengan klien papa tadi za?" Tanya ammar
"Mereka setuju untuk bekerja sama pa. Besok jam 10 mereka akan ke kantor untuk menandatangani kontrak kerja samanya" Jawab reza
"Waaah luar biasa kamu nak, proyek ini merupakan proyek yang besar, dan kamu berhasil mendapatkannya. Selamat sayang" ucap ammar
"Asyikk vina besok ikut ya kak ke kantor" ucap revina manja
"Tumben putri mama mau ikut kakaknya ke kantor" ujar dewi
"Iya sayang tumben sekali" timpah ammar
"Itu dia mau ketemu perwakilan KZ group pa, karena namanya sama dengan penulis novel kesayangannya dia" ucap reza
"Ohya. Yaudah vina barengan saja sama reza. Tapi emang kamu ga ada kuliah sayang?" Tanya dewi
"Besok free dosennya ga masuk sampe minggu depan jadi bisa ikut kakak ke kantor besok" ucap revina sambil mengunyah makanannya
"Memangnya kamu gamau ketemu gian vin?" Ejek reza
"Kok kak gian. Jangan nyebar hoax ya kak" ucap revina jengkel
"Tu lihat ma paa. Baru disebut aja udah merah pipinya" goda reza
"Reza sudah dong hobby banget godain adiknya. Sudah lanjutkan makannya" bela dewi
"Syukur weekkkk" ucap revina menjulur lidahnya
"Hahah menang kamu ya" ucap reza