Renata Red Eyes: The Beginning With True Love

Renata Red Eyes: The Beginning With True Love
BAB 8: Terbongkarnya Identitas Thomas



Renata tersadar dari pingsannya dan sangat senang bertemu dengan Erick. Bahkan saling meluapkan kerinduannya dengan Erick, membuat Renata bahagia dan bersemangat. Akan tetapi Renata dikejutkan dengan pernyataan Erick kalau Thomas adalah adik kandung Alberth.


"Thomas, siapa kamu? Adik Alberth? Jelaskan kepadaku!" Renata mendekati Thomas dan menanyakan hal itu. Sementara Thomas hanya diam terpaku.


Alberth menarik Renata dan memberi isyarat dengan tangannya kalau nanti akan dijelaskan Thomas. Sekarang Renata sebaiknya beristirahat terlebih dahulu karena baru tersadar dari pingsannya. Sambil tersenyum Alberth memohon dengan memberikan isyarat tangan kepada Renata.


Renata mendorong Alberth dan menatap semua orang yang berada didalam kamarnya. Renata tetap ingin mendapat penjelasan dari mereka, dan kali ini Alberth tidak bisa mempengaruhinya.


Dengan wajah sedih dan kecewa Alberth diam karena Renata berubah terhadapnya.


"Anakku Renata, ibu merindukanmu sayang." Elena berlari masuk kekamar Renata dan segera memeluknya.


"Ibu, ayah, ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi? Siapa aku, dan siapa dia?" Renata bertanya kepada kedua orang tuanya dan menunjuk Thomas karena Renata ingin segera tahu siapa Thomas dan siapa dirinya.


"Aku akan berdua dengan Renata dan menjelaskan semuanya." Thomas akhirnya mau menjelaskan identitasnya dan mengajak Renata pergi ketaman belakang rumahnya tempat kesukaan Renata sewaktu kecil.


"Baiklah Thomas, aku akan mengikutimu." Renata yang mengikuti Thomas dan berjalan menuju taman, tetapi tiba-tiba lemas. Alberth dengan cepat menangkap Renata dan menggendongnya.


"Renata anakku, ayah harap kamu menerima takdir ini." ucap Reynald sambil memeluk Elena yang masih menangis ketakutan kehilangan Renata.


"Anak-anakku Alberth dan Thomas, ibu harap kalian tidak sama-sama mencintai nona Renata." Ucap bibi Aelin dalam hati yang sangat mencemaskan kedua anaknya.


"Baiklah Alberth turunkan aku! Sekarang tinggalkan kami berdua Alberth! Nanti aku akan menemuimu lagi." Ucap Renata kepada Alberth dan duduk ditaman menunggu penjelasan Thomas.


Sementara Alberth pergi meninggalkan mereka berdua dengan rasa khawatir kepada Renata.


Thomas akhirnya mulai menceritakan semua identitasnya kepada Renata.


"Dulu aku berumur 7 tahun dan kamu Renata berumur 4 tahun, sedangkan kakakku Alberth berumur 10 tahun." Thomas yang akhirnya duduk disebelah Renata melanjutkan ceritanya.


"Aku disaat umur 7 tahun, atas perintah biksu Suci kuil lembah hitam, untuk dilatih berperang agar bisa melindungimu disaat berumur 18 tahun kelas tiga sma untuk menemanimu mencari berlian merah disekolah Sma Erlion yang dikutuk oleh keluarga Erick. Rudolf adalah nama keluarga besarmu Renata dan harus diberikan disemua anggota keluarga, dari nama kakekmu Rudolf yang harus melindungimu dari keluarga Erick yang memiliki nama keluarga Erlion." Thomas yang menjadi marah jika mendengar nama Erick.


"Keluarga Erick, apa maksudmu Thomas?" Renata terkejut dengan cerita Thomas yang menyebutkan nama Erick.


"Iya, nanti biksu Suci kuil lembah hitam yang akan menceritakan semuanya asal usul peristiwa ini terjadi." Thomas yang semula duduk kemudian berdiri menatap lembut Renata dan membersihkan daun yang jatuh dirambut Renata.


Sementara itu Alberth mengamati mereka berdua dengan serius dari kejauhan.


"Aku adalah adik kandung kak Alberth dan anak kedua dari bibi Aelin. Sewaktu kecil aku selalu menemanimu bermain dengan kak Alberth ditaman ini. Tapi kau Renata, tidak boleh bermain lagi ditaman ini ketika umurmu sudah hampir 18 tahun karena kami mengkhawatirkanmu keluarga Erick akan mencelakaimu bahkan membunuhmu, karena keluarga Erlion juga sudah membunuh ayahku ketika melindungimu Renata." Sambil duduk dibawah didepan Renata, Thomas memandang lembut Renata dan berusaha meyakinkan bahwa dirinya akan melindungi Renata apapun yang terjadi walaupun nyawanya harus dipertaruhkan.


"Aku akan selalu menjadi pelindungmu Renata, apapun yang terjadi dan nyawaku akan kuserahkan jika itu harus menyelamatkanmu."


"Ayahmu meninggal gara-gara melindungiku? Aku akan menemui biksu Suci kuil lembah hitam, kamu harus mengantarkanku kesana Thomas, aku butuh semua penjelasan ini Thomas, maukah kau membantuku?" Renata yang kemudian berdiri dari duduknya dan meminta Thomas membantunya.


"Baiklah, aku akan membantumu gadis mungil " Jawab Thomas yang kembali menggoda Renata dan tersenyum.


"Hmmm Thomas, gadis mungil, akan aku pukul kamu jika berkata itu lagi kepadaku. Kamu tidak ingat kekuatanku. Hei Thomas, jangan lari!" Renata kesal dengan perkataan Thomas yang selalu memanggilnya gadis kecil dan Thomas berlari tertawa melihat Renata mengejarnya. Disaat berlari, tiba-tiba Renata tersandung dan Thomas menangkapnya.


Renata berada didekapan Thomas, dengan pandangan yang lembut.


Mendengar hal itu Renata terdiam, terkejut, dan mendorong Thomas agar tidak mendekapnya. Seketika itu ada angin kencang yang tiba-tiba datang dan kilat yang menyilaukan menyerang Thomas.


Thomas dengan cepat menarik Renata dan akhirnya lolos dari kilat yang menyambar, dan hampir mengenai dirinya dan Renata.


Alberth melihat hal itu kemudian berlari dengan kencang kearah Renata, dan dengan cepat menggendongnya membawa masuk kedalam Rumah. Sementara Thomas menjadi marah dan akan mengeluarkan senjata rantai apinya.


"Erick, aku tahu ini kau. Ternyata kau selama ini selalu memata-matai kami. Keluarlah Erick! Jangan jadi pengecut! Bertarunglah denganku!" Thomas yang sangat marah berteriak sambil mengeluarkan rantai apinya dengan dahsyat.


"Erick, tidak mungkin dia seperti itu, aku harus mencari tau asal usul dari semua ini." Ucap Renata dalam hati didalam gendongan Alberth yang berlari membawanya masuk kedalam rumah.


"Aku tidak apa-apa Alberth, sudahlah terima kasih kau sudah menjadi kakakku yang sangat menyayangiku." Ucap Renata ketika dibaringkan dikamarnya oleh Alberth yang membuat Alberth memandang Renata dengan serius tanpa senyuman ketika Renata ternyata hanya menganggap Alberth sebagai kakaknya bukan sesuatu yang spesial.


"Syukurlah kau selamat anakku." Reynald yang berlari kekamar Renata dan segera memeluknya.


"Aku tau ini akan terus terjadi. Bisakah kita melakukan sesuatu suamiku? Lihatlah anak kita menderita semasa hidupnya. Kamu harus berpikir sekarang!" Elena sambil memeluk Renata berteriak kepada suaminya.


"Tenanglah istriku, aku akan memanggil paman dan membicarakan ini sekarang. Bibi Aelin tolong panggil paman cepat untuk segera menemuiku, sekarang!" Reynald berteriak kepada bibi Aelin untuk menelepon pamannya tuan Reynard Rudolf agar segera datang. Bibi Aelinpun segera berlari dan melaksanankan perintah ayah Renata.


Sementara Alberth hanya diam terpaku berdiri memandang Renata karena kecewa dan merasakan patah hati yang luar biasa. Hingga tersenyumpun tidak bisa Alberth lakukan.


Dengan tangan yang mengepal dan mata yang marah, Alberth meninggalkan kamar Renata dengan cepat tanpa melihat Renata.


Thomas diluar masih mencari asal dari kilat yang menyambar yang hampir menyerang dirinya dan Renata. Tetapi Thomas tidak menemukan apapun, dan dengan tanpa menyerah Thomas terus mencari sampai kesekeliling hutan.


Dengan kesal dan marah, Thomas menghancurkan semua pohon dihutan dengan rantai apinya dan berteriak sangat kencang.


"Erick, keluarlah sekarang! Aku tau itu dirimu, dasar kamu pengecut Erickk!"


"Thomas, kenapa dirimu? Tenanglah! Dengarkan aku! Yang menyerang bukan aku. Mana mungkin aku menyerang orang yang aku cintai." Erick yang tiba-tiba datang dan menjawab Thomas.


"Kamu, rasakan ini."


Thomas yang diselimuti emosi menyerang Erick dengan rantai apinya yang kali ini api terbesar yang meluap-luap dari rantainya, karena jika Thomas dalam keadaan marah api tersebut secara otomatis akan menjadi sangat besar dan bisa membakar seluruh hutan disekeliling rumah Renata.


"Thomas, cukup hentikan! Kamu bisa membakar hutan ini. Thomas sadarlah!" Sambil menangkis rantai api Thomas dengan pedang cahayanya, Erick berusaha menyadarkan Thomas dan tidak berhasil.


Akhirnya Erick melompat dibelakang Thomas dengan cepat sampai Thomas tidak menyadarinya dan memegang pedangnya yang mengeluarkan cahaya yang sangat dahsyat untuk memotong rantai api Thomas agar tidak membakar hutan disekeliling rumah Renata.


Erick kemudian mengangkat pedangnya. Ketika Erick akan memotong rantai api Thomas, ada sesuatu yang menusuk Erick dari belakang sehingga membuat Erick jatuh dan berdarah.


"Ah aku berdarah, ini adalah kekuatan vampir kabut hitam yang menjadi kelemahanku, apa ini?"


Erick yang terjatuh dan berdarah kemudian berdiri terkejut ketika didepannya adalah Alberth dengan diselimuti kabut hitam diseluruh tubuh dan telapak tangannya yang mengeluarkan pedang kabut hitam yang bisa membunuh dirinya.


Sementara itu api dari rantai Thomas telah membakar sebagian hutan yang ada disekeliling rumah Renata.