
Felishia hanya bisa menatap lelaki yang selama ini dicintainya.
Dia menyadari selama ini cintanya tak kan mampu diraihnya.
Felichia hanya bisa pasrah dan menyerahkan semua dengan waktu.
"saat itu aku langsung mencintaimu Pattinson, kau merubah hidupku..semoga aku bisa mendapatkanmu suatu saat nanti...aku akan selalu menunggumu.." Felishia yang terus memandang Pattinson dengan sedih.
Pada saat berbalik Felishia terkejut Erin berada dibelakangnya sambil menatapnya dengan tajam.
"Nona Erin...anda mengejutkan aku..(membungkukkan badannya)"
"Felishia masuklah kekamarku sekarang..."
"Baik nona.."
Felishia mengikuti Erin masuk kekamarnya kemudian Erin membanting pintu kamarnya dengan sangat keras sampai mengejutkan Felishia.
"Braakkk....."
"Felishia..sekarang jelaskan padaku apa yang terjadi..jangan berbelit dan bicaralah dengan cepat..."Erin
"Maaf nona aku hanya menjalankan perintah ayah anda nona..."Felishia
"Brakk...(memukul meja)..ayahhhh..aku sudah menduganya..kenapa kau menghianatiku Felishia..seharusnya kau tetap setia kepadaku.." Erin
"Saya hanya pelayan nona...hati saya menolak menghianati anda nona..tapi saya juga tidak bisa melanggar perintah ayah anda.."Felishia
"Baiklah...aku mengerti posisimu tapi untuk yang kedua kalinya aku tidak akan memaafkanmu kau mengerti Felishia..hmm (sambil memandang Felishia dan mengernyitkan kedua matanya)...tapi tatapan apa tadi Felishia..apakah kau menaruh hati pada Pattinson?...jujurlah padaku ini perintah!"
Felishia hanya menunduk dan tidak berani mengatakan apapun.
"Huhhhh..(nafas panjang)..."Felishia
"Hmm....(berjalan mendekati Felishia yang masih menundukkan kepalanya)..Baiklah jika kau tidak mau bicara...apa kau tau kenapa kau menjadi pengawal pribadiku?.."Erin
" Apapun itu saya sangat beruntung nona bisa menjadi pengawal anda"Felishia
"Kau pasti tau aku pernah terkena kabut hitam yang hampir membunuh nyawaku. Tapi apakah kau juga tau bahwa itulah alasan ibuku menginginkanmu menjadi pengawalku? Dengan kehebatanmu bertarung dan keputusasaanmu, kami telah menyelamatkanmu...lebih tepatnya Pattinsonlah yang menyelamatkanmu" Erin
"Aku berhutang padamu nona..ijinkan saya pergi jika nona sudah tidak membutuhkanku.."Felishia
"Baiklah...jangan pernah ulangi perbuatanmu lagi Felishia!...karena tidak ada maaf lagi dariku Felishia..ingatlah itu.."Erin
"Baik nona saya akan mengingat perkataan nona Erin..permisi.."
Felishia membungkukkan badannya dan meninggalkan kamar Erin dengan cepat.
Saat dia pergi kekamarnya, ternyata Pattinson sudah menunggunya dan berdiri dengan tatapan yang sangat dingin.
"Pattinson...kenapa kau ada disini" Felishia
"Aku ada perlu, bisa kita berbicara.."Pattinson
"Baiklah...masuklah kekamarku.."Felishia
Mereka berdua akhirnya masuk kekamar Felishia.
Dan Felishia terus memandang Pattinson yang memperlihatkan wajah dinginnya kepadanya.
"Apa perlumu Pattinson..sehingga kau mendatangiku..aku harap tidak terjadi apapun.."Felishia
"Aku tidak mau kau merasa berhutang budi padaku...aku hanya menjalankan perintah saja dan kuharap kau mengerti...jangan pernah menganggap lebih atas perbuatanku..aku tidak mau kau terluka karenaku..aku tahu rasanya sangat sakit..dan kau tidak boleh merasakannya.."
Pattinson memukulkan tangannya dimeja dan membuat Felishia sangat terkejut.
"Braak...." Pattinson
"Pattinson tapi...."Felishia
Pattinson berbalik dan tanpa berucap lagi meninggalkan kamar Felishia dan membanting pintu kamarnya.
"Brak..." menutup pintu
Ketika Pattinson pergi dari kamar Felishia membuat Felishia sangat sedih kembali mengingat kejadian dimasa lalunya.
Waktu itu Felishia adalah atlit karate yang sangat hebat dan menjuarai berbagai kejuaraan tingkat dunia dan siapapun tidak bisa melawannya.
Wajahnya yang sangat cantik dan kepandaiannya membuat banyak orang menyukainya terutama kaum laki-laki dan dia sangat populer.
Tetapi ada beberapa orang yang juga membenci keberhasilannya dan merasa iri bahkan sangat ingin melukainya.
Saat itu Felishia terpilih mengikuti perlombanan bergensi bagi para atlet karate saat itu, hal itu sangat membuatnya semakin populer dan dikagumi banyak kalangan, tentunya membuat semakin banyak orang juga membencinya.
Dan jika Felishia berhasil memenangkan perlombaan itu maka dirinya akan menjadi atlet karate wanita terbaik dan tentu saja akan merubah hidup keluarganya menjadi lebih mapan.
Walaupun Felishia hanya hidup dengan neneknya dan tidak mempunyai keluarga yang lain karena orang tuanya yang sudah meninggal disaat Felishia masih kecil, tapi dia sangat bahagia bersama neneknya yang sangat sayang kepadanya.
Salah satu pesaingnya bernama Ceyla sangat iri padanya dan membuatnya sangat marah akhirnya merencanakan hal buruk untuk Felishia.
Dibantu oleh beberapa teman Felishia yang berkhianat, mereka merencanakan untuk menyingkirkan dirinya.
Hingga suatu hari saat akan merayakan keberhasilannya, Felishia tertabrak mobil dan membuatnya terkapar banyak mengeluarkan darah.
Sopir yang menabraknya melarikan diri dan tidak pernah ditemukan, tentu saja itu adalah rencana jahat dari teman-temannya yang berkhianat.
Akibat dari kecelakaan itu, Felishia harus menerima kenyataan pahit bahwa dirinya mengalami kelumpuhan yang tidak bisa disembuhkan dan membuat hatinya hancur.
Sementara Ceyla dengan teman-temannya yang merencanakan itu sangat senang karena berhasil menyingkirkan Felishia dan tentunya ceylalah yang menggantikan gelar Felishia.
Sehari-hari Felishia sangat sedih melakukan kegiatan dikursi roda dan neneknya akhirnya meninggal dunia hingga dirinya menjadi sebatang kara dan memiliki kehidupan yang sangat kesepian dan terpuruk.
Saat itu Delichia memerintahkan Pattinson untuk mencarikan pengawal buat Erin agar anaknya lebih aman.
Delichia mengetahui bahwa Felishia adalah ahli dalam bela diri dengan kehidupan yang terpuruk.
Karena itu Delichia menugaskan Pattinson untuk mendekati Felishia dan menjadikannya vampir.
"Pattinson temuilah gadis bernama Felishia dia cocok untuk anaku Erin dia sangat hebat, bagaimanapun juga kau harus berhasil membujuknya.."Delichia
"Baik nyonya.."Pattinson
Pattinson mulai mendekati Felishia dan menjanjikan kesembuhan untuknya bahkan meyakinkan Felishia untuk bisa membalaskan perbuatan orang-orang yang menyakitinya agar puas.
Bertemu berkali-kali membuat Felishia nyaman dan hilang dari kesepiannya sehingga membuat Felishia jatuh cinta kepada Pattinson dan akhirnya Felishia bersedia menjadi vampir untuk dijadikan pengawal Erin asalkan bisa selalu dekat dengan Pattinson.
Atas persetujuan Felishia, Pattinson akhirnya menggigit Felishia dan menjadikannya vampir.
Sebelum bergabung dengan keluarga Erlion, Felishia meminta waktu kepada Pattinson untuk membalas dendam kepada semua orang yang sudah membuat kehidupannya hancur dan terpuruk.
Tak ada satupun mereka lolos dari cengkraman Felishia.
Dengan ganas Felishia menghisap habis darah orang-orang yang mencelakainya termasuk sopir yang menabraknya dan ternyata adalah kekasih Ceyla sendiri.
Setelah mereka mati Felishia menyisakan satu orang yaitu Ceyla.
Felishia menyiksanya hingga Ceyla mati secara perlahan dengan mematahkan tulang2nya kemudian menghisap darahnya.
Setelah itu Felishia menepati janjinya untuk mengabdi kepada keluarga Erlion dengan satu tujuan yaitu bisa melihat lelaki yang dicintainya setiap saat.
Mengingat masalalunya membuat Felishia sangat bersedih.
"Pattinson...aku mencintaimu..selamanya"
******************************************
Di kediamannya, Renata terlihat murung hingga membuat Erick sangat gelisah.
"Istriku kenapa...apa yang kau pikirkan..ayolah aku tidak suka melihat wajahmu yang sangat sedih membuatku tersiksa...."
"Alberth dan Thomas dimana mereka aku tidak bisa menembusnya...aku merasakan sesuatu yang sangat mengerikan Erick..."
"Apa...mereka?..oh tidak..(Erick memegang kepalanya)...ternyata membayangkan kakak beradik yang menjengkelkan...ahh menyebalkan.."
"Erick...bagaimanapun juga..mereka yang mengurusku sejak kecil..bahkan Alberth dulu yang menggantikan bajuku...dia sangat baik yahh Thomas dan Alberth...jangan terlalu cemburu pada mereka.."
"Apaa..!!..Alberth...akan aku bunuh dia..sialan..."
"Ahh...tetap aja ..aku tidak mau..menyebalkan..awas kamu Alberth ketemu aku cekik...."
"Erick aku ingin menemui mereka...antarkan aku sayanggg...oke..dan kamu harus mau.."
"Ahh...pokoknya aku tidak mau ..sirambut wanita itu pasti akan aku cekik...tidak mau pokoknya..."
"Erickkk....tolong ya please...."
Renata memohon kepada Erick dengan menunjukkan wajah yang memelas dan matanya yang sangat indah membuat Erick tidak bisa menolak permintaan Renata.
"Ahhh..kenapa aku tidak bisa menolak permintaanmu gadis mungil ini.. menyebalkan, baiklah, tapi....."
"Tapi apa sayang...katakan apapun itu akan aku lakukan..."
"Kamu tidak boleh melihat matanya dan menyentuh sedikitpun bisakan?."
"Oke..tapi kali ini kita naik kendaraan yaa..."
"Hmmmm....baiklah terserah kau saja.."
Mereka segera pergi kerumah orang tua Renata untuk menemui Alberth dan Thomas dengan mengendarai mobil yang terdiam manis di garasi tak jauh dari rumah utama.
******************************************
Dikamarnya Erin tidak berhenti memikirkan sikap Pattinson yang sangat baik padanya bahkan sangat lembut kepadanya.
"Dia sangat baik kepadaku..aku sangat berhutang sama dia..ini membuatku tersiksa...aku harus memikirkan sesuatu untuknya....hmn...yah Felishia dia mencintai Pattinson.."Erin
Saat itu Erin terkejut dengan suara ketukan pintu kamarnya.
"Tok...tok...."
"Masuklah..."Erin
"Maafkan nona Erin waktunya anda merawat lukaku karena darahnya sangat banyak yang keluar..."Pattinson
"Baiklah duduklah Pattinson..."Erin
"Baik nona.."Pattinson
Tiba-tiba Erin melakukan telepati kepada Felishia dan memintanya segera datang kekamarnya.
"Felishia datang kekamarku segera..."Erin
"Baik nona.."Felishia
Felishia segera datang kekamar Erin dan terkejut melihat Pattinson dengan darahnya.
"Pattinson kau berdarah cukup banyak.." Felishia
"Felishia..kemarilah..sembuhkan Pattinson.." Erin
"Nona..bukankah anda yang harus menyembuhkannya.." Pattinson
"Kau harus patuh Pattinson..aku akan membayar nyawamu nanti saatnya tiba...Felishia jangan diam saja lakukan!" Erin
Felishia mendekati Pattinson dan menghisap darah Pattinson yang keluar hingga darah yang mengalir dari tangan Pattinson terhenti.
Hisapan vampir kepada luka vampir yang lain bisa menyembuhkan luka mereka.
"Pattinson maafkan...aku hanya menjalankan perintah..." Felishia
"Bagaimana Pattinson sudah sembuh lukamu?"Erin
"Aku baik-baik saja nona ijinkan saya pergi.."Pattinson
"Tidak kau tetap disini Pattinson..dan Felishia pergilah.." Erin
"Baik nona...(Membungkuk dan pergi)..."
Erin mendekati Pattinson dan duduk disebelahnya.
"Kemarikan tanganmu...(memegang dan membelai)...baguslah sudah sembuh. Felishia, bukankah dia sangat menarik? tidakkah kau bisa merubah hatimu?" Erin
"Bisakah anda juga merubah hati anda nona..."Pattinson
"Pattinson..kau jangan membalikkan perkataanku..kau tahu aku tidak bisa melakukan itu.." Erin
"Maaf nona aku juga tidak bisa.." Pattinson
"Biarlah waktu yang akan menjawab.
Aku juga berharap kesabaran akan menjadikan kenyataan...tentunya dengan cinta yang selama ini saya tunggu.." Erin
"Aku juga berharap waktu akan merubah semuanya nona dan aku bisa mendapatkan cinta saya...(memandang Erin dengan penuh lembut).."Pattinson
"Hmm...(Erin memalingkan wajahnya)...baiklah Pattinson kau sudah sembuh..aku masih berhutang padamu dan akan aku bayar saatnya nanti...kau boleh pergi"Erin
"Jangan bersedih lagi nona, nikmatilah hidup anda...permisi nona.."Pattinson
"Aku akan mencobanya pattinson"Erin
Setelah Pattinson pergi, Erin merebahkan dirinya di tempat tidur sambil menatap langit-langit kamarnya.
" Alberth...kemana kamu?...aku tidak akan menyerah.."
******************************************
Saat Erick mengendarai mobil bersama Renata, tiba-tiba mata Renata berubah menjadi merah bersinar dan melihat sesuatu.
"Alberth, dia terluka ada disebuah ruangan...apa yang terjadi dengannya?"Renata
"Apa....Alberth terluka?"Erick
"Erick ikutilah petunjukku dia tidak berdaya tolonglah dia Erick"Renata
"Alberthhhh..kau benar-benar bodoh kenapa kau selalu saja terluka ..dasar tidak tahu diri.."Erick
Eriiiickk, sudahlah saat kau terluka aku juga merawatmu...dan aku malah memberikanmu hadiah.."Renata
"Hadiah...hehe boleh aku minta hadiah lagi.."Erick
"Aku memberimu hadiah setiap hari Erick.."Renata
"Lalu apakah Alberth juga dapat hadiah?...akan aku cabik-cabik jika berani menyentuhmu..ahhh kenapa aku harus menurut dengan wanita mungil ini..menyebalkan.."Erick
"Aku akan merawat Alberth....dan tentunya suamiku menyetujuinya.."Renata
"Aku tidak mengucapkan apapun mungil...kapan aku bilang setuju?..aku membencimu Alberth.."Erick
"Erickk....ayolah lihatlah didalam pikiranku kasian dia..atau kamu mau mendapatkan hadiahmu dulu.."Renata
"Ciiittttttttt........"Erick mendadak menghentikan mobilnya.
"Awww....Erick...aku bisa kejedut ini.."Renata
"Maaf sayang...Hadiah?...aku boleh memintanya sekarang.."Erick
"Apa harus sekarang kan sebelum berangkat tadi kita...arghhh......"Renata
Erick langsung menarik Renata dan melakukannya dimobil.
"Erick...ingat bajuku jangan sampai robek...aku sudah tidak punya lagi....Erickkk.....argh...."Renata
******************************************
Thomas merasa kebingungan melihat Alberth menggigil dan terluka.
Alberth melakukan telepati kepada Thomas
"Thomas..tenanglah..sebentar lagi Renata datang.."
"Apa..Renata.."