Renata Red Eyes: The Beginning With True Love

Renata Red Eyes: The Beginning With True Love
BAB 21 : Berpisah



"Tidakkkkkkkkkkkkk, kenapaa Rudolf aku sahabatmu, kenapa kalian menghianatiku, kenapaaaaaaa"


Dengan penuh air mata yang mengalir deras menutupi wajah Erlion, dan tangan yang mengepal dengan erat hingga menusuk permukaan kulitnya hingga mengeluarkan cairan berwarna merah, Erlion berteriak dan berlari menuju kamarnya.


Kakinya yang melemas bahkan tidak bisa menumpu tubuhnya sendiri hingga terjatuh dilantai sambil terus memanggil nama biru.


"Biruuuuu, aku mencintaimu, kenapaa kau hianati aku, Rudolf aku membencimuuuuuu!"


Suara teriakan Erlion didalam kamarnya membuat orang tuanya berlari menuju kekamarnya.


Percakapan Ayah Erlion, ibu Erlion nyonya Natasha, dan Erlion.


" Anakku kenapa kau seperti ini, sudah hentikan aku mohon, ibu sangat sedih melihatnya, Erlion sayang "


" Kenapa kamu Erlion!!! , ayo cerita kepada ayah"


" Biruuu, aku mencintainya ibu, dan Rudolff dia mengambilnya ibu"


" Erlion hentikan tangisanmu, ibu tidak bisa melihatmu begini, siapa biru?? siapa dia anakku??"


"Apa yang dilakukan Rudolf padamu?, suamiku panggil pelayan bawa dia diatas ranjang!!"


" Biruuu.....Rudolffff, kurang ajar!! Erlion, ayah akan mencari tau, pelayann segera kemari!! "


" Iya tuanku" ucap para pelayan


" Angkat dia segera, jangan sampai anakku tergeletak dilantai!! "


"Baik tuanku"


Ucap para pelayan mendekati hendak mengangkat Erlion tetapi kesulitan dan masih meronta-ronta.


" Tidaaaaaaakkkkkkkk, aku tidak mauuu, aku akan membalas merekaaaaa, tidakk!!!"


Melihat anaknya meronta-ronta ayah Erlion akhirnya menelepon pihak sekolah dengan berteriak dan meminta biru segera menemuinya.


" Aku mau tau, siapa biru, bawa dia kemari sekarang, jelaassss!!"


" Pelayan panggil dokter, segera !! "


" Baik tuan"


Ucap para pelayan yang segera berlari keluar kamar dan memanggil dokter untuk segera datang.


Ayah Erlion yang sangat marah melihat anak kesayangannya dan pewaris tahta keluarga besar Erlion menderita sementara disebelahnya istrinya masih berusaha menenangkan anaknya.


Setelah beberapa lama akhirnya Erlion tenang dan tertidur karena dokter telah datang dan memberikan suntikan penenang.


Natasha dengan wajah yang sedih terus membelai rambut anaknya.


" Suamiku, selesaikan masalah ini segera, bawa Rudolf kesini aku ingin bicara segera dengannya"


Ayah Erlion yang mengepalkan tangannya sangat marah dan memanggil pengawalnya agar membawa Rudolf datang dan membawa paksa biru menemuinya.


" Pengawall!!, Bagaimanapun juga Rudolf dan biru harus segera datang jika tidak mau paksa mereka, mengerti! "


" Baik tuan"


Ucap para pengawal dan menuju mobilnya dengan cepat.


Tidak lama Rudolf datang menemui Erlion dengan panik dan khawatir dengan keadaan temannya.


Tentu saja Rudolf tanpa dipaksa akan datang karena Erlion adalah sahabat dekatnya.


" Erlionn, kenapa kamuu, apa yang terjadi"


Didalam kamar Erlion, Rudolf membelai sahabatnya yang tertidur.


Rudolf merasa sedih melihat Erlion yang tertidur dengan keringatnya yang terus mengalir.


Disaat Rudolf terus bersedih dan terus membelai sahabatnya, Ibu Erlion datang menghampirinya.


Percakapan Natasha Erlion dan Rudolf.


" Rudolf, apa yang terjadi, siapa biru, tentunya kau sudah tau, dia dari tadi mengigau memanggil namanya dan namamu sebagai penghianat"


Natasha mendekati Rudolf dan duduk disebelahnya.


Sementara Rudolf hanya memandang sahabatnya dengan wajah sedih.


" Dengarkan Rudolf, mengalahlah demi Erlion. Carilah wanita lain, dengan begitu hubungan keluarga kita tidak akan terpecah. Kau sangat paham kami bangsawan terkuat dan aku sangat menyayangi anakku Erlion dia tidak boleh menderita seperti ini, kau tau kan jika kami marah maka dampaknya akan buruk bagi keluargamu.....pikirkan itu Rudolf"


Natasha kemudian berdiri memegang pundak Rudolf dan meninggalkannya.


Rudolf memejamkan matanya dengan pelan dan dengan perlahan air matanyapun keluar dari mata indahnya.


Tiba-tiba suara mobil terhenti didepan rumah Erlion dan ada teriakan suara wanita yang mengejutkannya. Rudolf terperanjat dari duduknya untuk melihat.


Ketika Rudolf melihat keluar jendela kamar Erlion, terkejut ternyata biru dipegang paksa oleh para pengawal.


" Biruuu,!! "


Ucap Rudolf dengan wajah sedih dan segera berlari ingin menolongnya.


Para pengawal menyerat paksa biru menuju keruangan tuan Erlion.


" Lepaskan aku, apa yang kalian lakukan"


Percakapan Tuan Erlion dan Biru


" Jadi kamu yang bernama biru, selera anakku memang luar biasa, kamu cantik, pintar. Kau pasti tau kan kalau aku yang memberikanmu beasiswa itu, tentu saja bersama donasi panti asuhan tempat tinggalmu"


Dengan posisi duduk dan menundukkan kepala biru berusaha mengatasi ketakutannya.


" Iya tuan aku berterima kasih banyak, atas bantuan tuan, apa yang bisa aku lakukan untuk membayar semuanya"


" Kamu harus bersama anakku, bagaimana"


" Apa maksud tuan, aku setiap hari bersamanya, dia teman baikku"


" Hahahaha, gadis luar biasa dan pandai berpura-pura tidak heran anakku menyukaimu, kau tahu maksudku bersamalah dengannya menjadi kekasihnya"


" Cinta tidak bisa dipaksakan tuan, aku akan melakukan semua bahkan jika tuan menginginkan nyawaku, tetapi tidak untuk itu!! "


"plok.... Plok.... Plok... " tuan Erlion bertepuk tangan.


" Hahahaha, apa kau tau apapun yang Erlion inginkan pasti terjadi, jika tidak diinginkan tidak akan terjadi"


Tuan Erlion menuangkan minuman anggur kedalam gelasnya dan duduk didepan biru.


Ucapan tuan Erlion terhenti dan meminum segelas anggur kemudian berdiri tepat dihadapan biru.


"Yahh dia ayah Rudolf adalah sahabatku dan aku tidak peduli jika harus menjadi musuhnya asalkan anakku bahagia, dan itu semua adalah salahmu"


Mendengar hal itu biru menangis dan memohon kepada Tuan Erlion.


" Jangannnnnnn......tolonglah tuan, aku mohon"


Dengan wajah yang sinis dan berjalan menuju kursi besarnya tuan Erlion tetap memaksa biru untuk bersama anaknya Erlion.


" Jadi bagaimana tawaranku tadi. Anakku adalah orang terkaya dan tampan, bahkan banyak sekali wanita yang bermimpi dengannya, tidakkah kau wanita yang sangat beruntung"


Biru semakin menundukkan wajahnya dengan tubuh yang bergetar berlinang air mata.


" Tuannnn, tolonglahh, baik apapun itu akan aku lakukan"


Disaat Biru tertunduk kepalanya dan menangis, Rudolf berlari menghampirinya dan berdiri didepan biru untuk membelanya dan menantang Erlion hingga membuat tuan Erlion sangat marah.


Percakapan Tuan Erlion, Rudolf, Biru.


" Biruuu, tenanglah, aku Rudolf akan menolongmu"


" Jangan Rudolf, ingat nyawamu dan keluargamu"


" Hmmmm, adegan drama yang bagus sekali,


(plok...... Plok....plok). Anakku Rudolf ingat posisimu, jangan melakukan sesuatu yang akan merugikan keluargamu"


" Tidakkkk, bagaimanapun jugaaaa aku dan biru saling mencintai, kami akan bersama, aku tidak peduli akibatnya, tuan!! "


" Rudolf tolonggg, hentikann,( biru berbicara sambil menangis) "


" Jadi kamu menantangku hahhh, aku akan membunuh kalian berdua jika kalian bersama!! "


Tuan Erlion mengambil pistol dan mengarahkan pistolnya ke Rudolf kemudian menarik pelatuknya.


Melihat hal itu biru mendorong Rudolf agar tidak terkena peluru tuan Erlion dan tanpa disangka ternyata Erlion dengan cepat berada didepan biru dan akhirnya terkena peluru ayahnya sendiri hingga berdarah dan tergeletak dilantai.


Natasha berlari menghampiri anaknya dan berteriak sambil menangis.


" Erliooooooooon anakku, apa yang kamu lakukan suamikuuu....biruu ini semua salahmuu, jika sampai dia mati kamu dan semua yang ada di panti asuhannmu akan hancurr, begitu juga denganmu Rudolf!! "


Tuan Erlion berlari menghampiri anaknya dan memanggil para pelayan agar segera memanggil dokter.


" Pelayannnnn, cepattt panggil dokterr! "


Sementara itu biru menangis melihat Erlion yang menyelamatkan nyawanya dan setuju untuk menikahinya.


" Erlionnnnn, jangan matii, aku akan menikahimuu, bangunlahhhh"


Rudolf hanya duduk terdiam melihat sahabatnya banyak mengeluarkan darah.


Rudolf akhirnya berdiri menemui tuan Erlion dan berjanji tidak akan menemui Erlion dan merelakan biru.


" Tuan, aku tidak akan mengganggunya bersama biru, aku akan pergi, maafkan aku"


Rudolf berlari meninggalkan rumah Erlion dengan wajah kaku tanpa melihat biru.


Erlion yang saat itu masih sedikit sadar dari tembakan ayahnya melihatnya dengan tersenyum.


*********************************************


Hari berganti hari dan Erlion sudah sembuh dari lukanya. Dia sangat bahagia bersama dengan biru, dan pernikahan merekapun akan segera terlaksana.


Erlion sudah menyiapkan penjepit rambut berlian yang begitu indah.


Dengan tersenyum berjalan menuju kamar biru ingin memberikan hadiahnya.


" Haii, cantikkk, bagaimana kabarmu hari ini" ucap Erlion yang membuat Biru terkejut.


" Haiii, kelihatannya kau bahagia Erlion, ada apa" ucap biru yang selalu menahan kesedihannya.


" Tentu aku sangat bahagia, pejamkan matamu sekarang, ayoo"


Kemudian Erlion memasangkan penjepit berlian dirambut biru yang membuat biru terkejut.


" Haaaa, Erlion sudah banyak yang kau berikan padaku, terima kasih Erlion"


" Apapun akan aku berikan buat kekasihku, oke aku akan mengambil minuman kita harus merayakannya, tunggulah aku sayang"


Erlion dengan wajahnya yang sangat bahagia keluar dari kamar biru, membuat Biru sedih dan melepaskan penjepit rambut pemberian Erlion.


" Erlion, maafkan aku"


Erlionpun kembali kekamar biru membawa sebotol anggur dan dua gelas tetapi, sesampai di kamar biru, Erloin melihat pintunya sedikit terbuka dan akhirnya diapun langsung masuk mencari biru.


Pada saat Erlion memasuki kamar biru, dia melihat biru berada didepan jendela dengan sangat sedih dan menangis karena ternyata selama berhari-hari dengan Erlion dia hanya berpura-pura, hatinya tetap milik Rudolf dan penjepit rambut berlian pemberiannya tidak dipakainya.


" Rudolf, aku merindukanmu dimanakah kamu"


Melihat hal itu Erlion sangat terpukul dan terluka hatinya yang membuat raut wajahnya menjadi datar dan matanya yang menutup menahan air mata yang akan keluar.


Erlion berbalik dengan rasa kecewanya yang sangat besar dan segera menuju kamarnya, dan terhenti saat mendengar percakapan orang tuanya yang membaca berita yang lagi populer.


Percakapan Tuan Erlion dan Natasha


" Lihatlah ini...tuan muda yang melakukan pemujaan setan dan menjadi seorang terkuat, terpintar dan kaya raya" ucap tuan Erlion.


" Yahh, itu yang banyak dibicarakan orang, jika saja itu benar dan terjadi sekarang pasti kita akan punya saingan yang berat" ucap Natasha.


" Hahaha, tentu saja tidak, lagi pula kejadian sudah beratus tahun yang lalu. lihatlah para biksu mengalahkannya dan menyimpan darahnya dilembah kuil hitam" ucap tuan Erlion.


" Lembah kuil hitam, untuk apa? Apa yang mereka simpan suamiku" ucap Natasha.


" Darah tuan muda, darah vampir, jika siapapun yang meminumnya akan menjadi terkuat dan memiliki semuanya" ucap tuan Erlion.


" Vampir penghisap darah menurut cerita memang adalah yang terkuat....sudahlah hentikan aku tidak mau mendengarnya, mengerikan, aku mau istirahat" ucap Natasha.


Erlion yang bersembunyi dibalik pintu langsung pergi ketika melihat orang tuanya keluar dari ruangan ayahnya.


Setelah orang tuanya pergi, Erlion masuk keruangan ayahnya dan membaca surat kabar yang ada dimeja kerja ayahnya.


" Hmmmm, menjadi orang terkuat hanya meminum darahnya hingga habis, menarik sekali"


Ucap Erlion dengan mengangkat salah satu alisnya.