Renata Red Eyes: The Beginning With True Love

Renata Red Eyes: The Beginning With True Love
BAB 20: Asal Mula



Sesampai di ruangan yang cukup luas, biksu suci telah duduk bersila menunggunya.


Renata membungkuk memberi salam dan berjalan mendekat sampai di depan sang biksu. Kemudian Renata duduk bersila.


" apa kau sudah siap Renata "


" iya biksu aku sudah siap"


" tutuplah matamu Renata dan tenangkan dirimu"


Biksu suci tersenyum dan memejamkan matanya. Beberapa mantra diucapkan pelan dari bibirnya, para biksu yang mengitari merekapun ikut membaca mantra dan biksu suci mengeluarkan cahaya yang bersinar seperti cahaya mentari.


Dan mata Renatapun secara perlahan mengeluarkan cahaya.


Selang beberapa lama mantra itu seakan membawa tubuh Renata terbang melewati dimensi - dimensi hingga sampai tubuhnya di sebuah rumah yang sangat besar dan mewah.


Renata berjalan mengelilingi rumah itu melihat beberapa pelayan melakukan tugasnya. Tiba- tiba melihat seorang anak perempuan berlari kearahnya dan menembus tubuhnya. Renata pun mengikuti gadis kecil itu berlari memeluk seorang laki- laki.


" Ayah sudah datang...aku merindukamu"


" Putriku Renata....ayah juga merindukanmu"


Itu adalah Renata sewaktu kecil yang tinggal disebuah rumah yang menjadi saksi bisu percintaannya dengan Erick.


Tiba- tiba tubuh Renata kembali melayang dan berputar- putar. Tibalah dia disebuah ruangan, tubuhnya kembali ditembus oleh beberapa dokter dan perawat.


Dia berada di sebuah rumah sakit entah dimana. Renata pun mengikuti masuk ke sebuah ruangan dan melihat ibunya hendak melahirkan.


" Tahanlah sayang...kau pasti bisa...sebentar lagi kita akan melihat bayi kita"


Ayah Renata menggenggam tangan Elena sambil menangis.


Tak lama kemudian terdengar bunyi tangisan bayi dan kedua orang tua Renata terlihat sangat bahagia.


" Anak kita perempuan sayang...aku memberinya nama Renata sesuai permintaan biksu suci yang artinya dilahirkan kembali...apa kau keberatan?"


" Tidak suamiku terserah kau saja"


Di kuil tempat Renata bersama para biksu, terlihat tubuh Renata bersinar terang kekuningan , wajah nya sekali - sekali tersenyum dan mengeluarkan air mata.


Biksu suci dan para biksu yang lain terus mengucapkan mantranya.


Kembali tubuh Renata melayang dan kali ini berputar- putar melewati dimensi agak lama dan sampai di sebuah SMA.


Renata terus berjalan mengawasi bangunan itu dan dia merasa tidak asing dengan tempat itu lalu melihat tulisan di depan bangunan tertulis SMA Erlion.


Tiba- tiba Renata mendengar seseorang memanggil nama keluarga Renata.


Renata mengikuti orang itu kemudian matanya membelalak melihat beberapa kejadian disana.


" Kamu sahabat terbaikku Rudolf, sini pinjam catatanmu " ucap Erlion sambil menarik catatan Rudolf.


" Heiiii.....kau selalu saja bersikap manis jika menginginkan sesuatu." Rudolf memberikan buku catatannya dan mereka tertawa bersama.


" Hahahahahahaha"


Sma Erlion adalah sekolah terbaik bagi para bangsawan di masa itu. Hanya para bangsawan yang bisa bersekolah disana.


Sekolah dengan warna emas, taman sekolah yang sangat indah, bahkan dikelilingi binatang yang sangat jinak.


Ruangan yang sangat besar dengan gaya Eropa dan lampu kristal yang sangat indah berada diruangan utama sekolah.


Belakang sekolah terdapat taman buatan yang sangat indah terdapat air terjun yang sangat jernih dan berbagai macam bunga berwarna- warni dan bercahaya karena terkena cahaya mentari.


Sma Erlion adalah milik keluarga besar Erlion bangsawan terkaya. Dan perwaris utamanya adalah Erlion nama dari kakak Edwind Erlion.


Pewaris utama kekayaan hanya akan diberi nama Erlion yang berarti berkuasa atas semuanya.


Erlion dan Rudolf sudah lama bersahabat dan berteman sejak kecil karena rumah mereka yang sangat dekat membuat mereka bertemu setiap hari.


" Erlion, ayolahhh baca buku ituu, jangan pejamkan matamu "


Rudolf memukul wajah Erlion yang selalu malas membaca disaat mau ujian.


Keluarga besar Rudolf adalah keluarga bangsawan dibawah keluarga Erlion namun keduanya menjalin hubungan baik.


Rudolf adalah anak tertua dan pewaris utama keluarga Rudolf dan namanyapun hanya Rudolf menandakan sang pewaris.


Rudolf sangat pintar dan selalu menjuarai perlombaan akademik sekolah.


Sementara Erlion adalah anak tertampan dan terkaya. Karena SMA Erlion adalah miliknya tentunya banyak sekali wanita yang mengejarnya. Namun Erlion sangat malas belajar dan selalu menggantungkan kepada sahabatnya Rudolf.


" Ayolah Rudolf, nanti sajaaa, aku malasss"


Ucap Erlion sambil menyandarkan kepalanya dimeja kelas dan Rudolf hanya tertawa melihat sahabatnya selalu malas membaca.


Ketika mereka bercanda dibangku, guru mereka masuk dengan membawa masuk seorang murid baru yang sangat cantik dan membuat mereka berdua terpana.


" Haii,namaku cahaya biru, biasa orang- orang memangilku biru. Ibuku yang memberi nama itu, aku anak yatim piatu aku mendapat beasiswa dari keluarga Erlion, aku harap bisa berteman dengan kalian semua"


Ucap biru dan segera duduk dibangkunya yang kebetulan disebelah Erlion.


Melihat biru, Erlion langsung jatuh cinta begitu juga Rudolf.


Tapi karena Rudolf pemalu maka dia mengalah pada Erlion yang play boy dan mudah mendekati wanita.


Percakapan Rudolf, Erlion, Biru.


" Haiiii, kamu sicantik, rambut pirang, aku Erlion"


" Hai... aku biru, kamu berbicara denganku sepertinya banyak siswa perempuan tidak menyukainya"


" Haha, biarlah mereka, mungkin terpana dengan ketampananku ini"


" Ohhh, okk erlion tampan, dannnnn kamu siapa dari tadi hanya diam saja, hai aku biru"


" hmmm, aku temannya Erlion, Rudolf, hai juga biru"


" hahaha, yang sangat pemalu ini sahabatku, tapi dia sangat pintar, tapi tidak setampan aku lah.."


" hahaha, okeee, kamu paling tampan Erlion, dan kamu paling pintar Rudolf"


" hahahahaha"


Erlion dan Biru tertawa bersama kecuali Rudolf yang hanya tersenyum malu.


Mereka pun bersahabat dan kemana-mana selalu bertiga.


Namun ternyata biru menaruh hati pada Rudolf karena kepintarannya dan kesopanan yang membuat biru mengaguminya.


Tetapi biru menyimpan rasa sukanya karena Rudolf tidak pernah menyatakan cintanya.


Sebaliknya Erlion dengan sangat berani menyatakan cintanya kepada biru dan selalu memberikan hadiah dan kejutan kepadanya.


Karena biru tidak mau merusak hubungan mereka akhirnya memutuskan untuk diam dan menyimpan perasaannya.


Tahun berganti tahun hingga mereka menginjak kelas tiga SMA yang akan segera berakhir, biru memberanikan diri menemui Rudolf diam-diam dan menyatakan cintanya.


" Rudolf aku mau berbicara serius bisakah kita bertemu ditaman sepulang sekolah nanti" ucap biru dengan malu.


" Baiklah, aku dan.... "


Sebelum menyelesaikan bicara Rudolf terhenti dan terkejut dengan ucapan Biru.


"Tidak!!, datanglah sendiri, dan kali ini jangan berkata apa-apa kepada Erlion, oke aku menunggumu"


Sepulang sekolah Biru menunggu Rudolf dibelakang taman sekolah dan mereka bertemu dan saling menyatakan cinta.


Percakapan Rudolf dengan Biru.


" Rudolf, aku mau mengatakan sesuatu, tapii aku malu, sudahlah, aku,....."


Ucap biru sambil menutupi wajahnya.


" Aku juga biru, aku juga"


Ucap Rudolf tiba-tiba mengejutkan biru.


" Haaa, apanya Rudolf aku mau kau mengatakan dengan jelas, ayoo katakan"


Biru menghampiri Rudolf dan menatapnya.


" Aku sangat mencintaimu biru"


Rudolf akhirnya menyatakan cintanya dan membuat biru tersenyum bahagia dan menciumnya. Merekapun berciuman dengan mesra.


" Aku juga mencintaimu Rudolf"


Mendengar ucapan Biru Rudolf semakin memeluk biru dan menciumnya.


Pada saat mereka menikmati ciuman yang sangat dahsyat penuh cinta, Erlion mencari mereka dan akhirnya menemukan mereka.


Tetapi wajahnya yang semula tertawa berubah pucat dan marah ketika melihat mereka berciuman.


Erlion berlari dengan wajahnya yang penuh kebencian menuju mobilnya dan meminta pengawalnya untuk mengantarkannya pulang.


" Tidaaakkkkkkkkkkkk, kenapaaaa"


Teriak Erlion sambil memegang kepalanya dan memukul kaca mobilnya dan kembali berteriak sambil mengeluarkan banyak air mata.


" Kamuu, sahabatku Ruuuuudooooollffff!!! "