Renata Red Eyes: The Beginning With True Love

Renata Red Eyes: The Beginning With True Love
Bab 26: Pertemuan



"Apa itu cahaya kilat?"


Thomas penasaran dengan cahaya kilat yang dia lihat saat keluar dari gerbang rumah Renata bersama dengan Para biksu.


Diapun ingin menanyakan kepada biksu suci tapi jawaban yang didapat tidak bisa memuaskan rasa penasaranya.


" Biksu, apa biksu melihat cahaya kilat yang barusan tadi...kira- kira apa itu? Kenapa ada disana? "


" Sesuatu yang seharusnya kau tidak ketahui maka kau tidak perlu mengetahuinya. Semua pertanyaanmu akan terjawab dengan sendirinya nanti...bersabarlah anakku...fokuslah dengan tujuanmu saat ini"


Thomas dan para biksu akhirnya melanjutkan perjalanannya.


Di dalam hutan yang mengelilingi rumah Renata tampak seorang anak laki- laki berambut putih dengan mata abu- abu yang bercahaya berdiri sambil membawa biola.


" Kenapa ada cahaya mengelilingi tengah hutan ini? Ada apa didalamnya?


Anak laki- laki itu begitu penasaran dengan cahaya perlindungan biksu suci disekeliling rumah Renata.


" Aku harus mengetahuinya"


Anak laki- laki itu pun melewati cahaya perlindungan dan terus berjalan hingga ketengah.


Tiba- tiba dia melihat sesuatu yang menarik disana.


" Haaahh...ada sebuah rumah yang indah...siapa yang tinggal disana?...ehhh ada suara anak kecil tertawa sangat lucu...aku mau melihatnya"


Anak laki- laki itupun langsung melompat ke atas pohon dan melihat di jendela kamar atas.


"Siapa anak itu matanya indah sekali, heii kau menjatuhkan bolamu, ok aku akan mengambilnya tunggu disitu aku akan masuk ke kamarmu.


Anak laki- laki itu segera turun dari pohon dan mengambil bola yang terjatuh lalu kembali ke atas pohon.


"Ini bolamu, siapa kamu bayi lucu....di bajumu ada tulisan Renata. Pasti itu namamu kan...perkenalkan namaku Erick, kenapa aku merasa aneh dengan anak ini...ehh kenapa kau menarik biolaku? Apa kau ingin aku memainkannya?...hehe baiklah aku akan memainkannya untukmu...ahhh semoga tidak ada orang lain yg mendengar"


Renata yang saat itu baru berumur 2 tahun dengan tersenyum mendekati Erick dan duduk didepannya.


"Bagaimana kamu suka bayi mata ungu? aneh dia tidak takut kepadaku, malah tersenyum sungguh menggemaskan"


Hari demi hari Erick selalu memainkan biolanya diatas pohon depan jendela kamar Renata. Renatapun tersenyum mendengarnya.


Hingga tak terasa Renata sudah berumur hampir 6 tahun dan tumbuh menjadi gadis kecil yang sangat cantik.


"Haii, aku mau dengar dari dekat boleh"


"Jangan, nanti aku ketahuan"


"Dibelakang ya disana"


"Baiklah"


Akhirnya mereka berdua berada dihutan tidak jauh dari rumah Renata.


"Erick, kamu pandai sekali bermain biola, kayak kakakku dia pandai bermain piano"


Selama bertahun-tahun pertemuan mereka tidak pernah diketahui siapapun bahkan Alberthpun tidak mengetahuinya karena Erick dengan cepat selalu berhasil menghindar.


"Kakakkmu, siapa namanya? "


"Alberth, dia pandai sekali"


"Alberth hah ternyata aku bertahun-tahun tidak menyadari Alberth tinggal disini, hmm Erin"


"Kenapa siapa Erin"


"Tidak, aku akan meneruskan permainanku, kamu masih mau mendengarkan?"


"Tentu saja, indah sekali aku suka, tapi kenapa kita harus sembunyi? aku kenalkan dengan keluargaku mereka sangat baik"


"Jangan, jangan tidak usah. sudah dengarkan lagu ini aku menciptakannya tadi untukmu"


Erick memainkan biola sambil mengingat pertemuannya dengan Renata dulu saat Renata baru berumur beberapa minggu.


Saat itu Renata harus kembali ke rumah kakeknya Rudolf karena ayahnya ada urusan bisnis yang harus diselesaikan.


Saat itu Erick tidak sengaja mendengar suara bayi menangis. Entah kenapa hatinya seakan tertarik hingga dia mencari suara tangisan itu dan menemukan Renata terbaring di kamarnya sendirian.


Erickpun memainkan biolanya dan membuat Renata tidak menangis lagi. Akhirnya setiap malam saat bayi Renata sendiri, Erick selalu datang untuk memainkan biolanya sampai Renata tertidur hingga suatu hari Erick tidak pernah menemukan Renata lagi sampai akhirnya Erick bertemu Renata kembali di rumah ini.


"Ternyata aku menemukanmu gadis kecil, masih ingatkah kau padaku..saat itu kau masih bayi mungil"


"Hm siapa? aku selalu merasa tidak asing dengan alunan musik biolamu dan selalu membuatku tenang"


"Aku akan memainkan untukmu selamanya mata ungu...ini jepit rambut untukmu aku membuatnya sendiri"


"Hihihi aku senang sekali dan jepit ini sangat indah....trimakasih"


Saat itu Alberth mencari Renata kesemua tempat dan tidak menemukannya.


"Renata dimana ?" ( batin Alberth)


Mengetahui ada suara langkah kaki, Erick langsung secepat kilat menghilang dan membuat Renata bersedih.


" Akhirnya aku menemukanmu. kenapa kamu disini sendirian"


Alberth berkomunikasi dengan Renata menggunakan isyarat tangan.


Lalu Alberth menggendong Renata dan matanya memandang sekitar karena merasa ada orang lain disana lalu membawa Renata masuk .


Erick hanya memandang mereka dari jauh.


"Sialan Alberth kenapa kamu selalu mengganggu kami, aku harus cari cara, iya Erin"


Keesokan harinya Erickpun melakukan telepati kepada Erin.


"Erin..apa kau masih ingin bertemu dengan Alberth? Aku tau dia ada dimana"


"Apa maksudmu Erick"


"Aku akan memberi tahukanmu, tapi dengan satu syarat"


"Jangan main-main denganku Erick!!! "


"Hahaha, jika tidak mau ok"


"Jika kau main-main denganku akan aku bakar kamu Erick"


"Jadi kau tidak percaya lihatlah pikiranku akan kuperlihatkan"


Erinpun melihat pikiran Erick dan ternyata benar.


"baiklah apa maumu, dimana dia, Erick!! "


"berjanjilah padaku kau akan melakukan syaratnya"


"Baiklah Erick, cepattttt!! "


"Apaaa, bayi itu kenapaaaa"


"Cukup Erin!! mau apa tidak"


"Aku tau lokasi kamu, aku tidak mau memenuhi keinginanmu kecuali kau makan bayi itu"


"Hahaha terserah, aku jamin kau tidak bisa menemui Albert bahkan menyentuhnya"


"Kurang ajar!! "


Erin kesal dan segera memerintahkan pengawalnya untuk menemani dia menuju rumah Renata.


Ternyata ini rumah anak sialan itu, Alberth akhirnya aku menemukanmu,ahhh kenapa ini aku tidak bisa masuk"


"Hahaha, halo adikku sayang, akukan sudah bilang hanya aku yang bisa menolong kamu"


"Sialan apa ini maksudnya Erick"


"Bagaimana setuju"


"Baiklah apa maumu"


"Jangan pernah menyentuh Renata, aku akan menolongmu menemuinya"


"Baiklah... aku tidak punya banyak waktu, cepat!! "


Erickpun secepat kilat berada diatas atap rumah Renata dan memancing Alberth keluar dengan memberikan bau Renata kearah hutan.


"Hah Renata kenapa aku mencium parfumnya? Mau kemana lagi dia, aku akan mengejarnya" ( batin Alberth)


"Bagus, aku akan menemui Renata sekarang"


"Haii Erick, kenapa lama sekali aku menunggumu, aku pikir kamu tidak akan datang"


"Aku akan datang setiap hari menemuimu, bagaimanapun tunggulah aku"


"Hihi, kamu baik sekali, bagaimana klo sekarang kita ketempat biasa aku ingin mendengar biolamu"


"Renata jangan jauh- jauh kau tidak boleh ke sana"


" Ayolah Erick aku ingin kesana, emangnya kenapa semua melarangku ?


Erick berusaha mencegah Renata melewati cahaya pelindung tapi Renata sudah berada di luar batasnya.


Sementara Alberth berlari kehutan dan menembus cahaya pelindung mencari bau Renata.


"Apa ini, kenapa bau Renata ada disini, kemana dia"


"Alberth masih ingatkah kau denganku"


Erin berkomunikasi dengan Alberth melalui telepatinya.


"Erin....kenapaaa, dimana Renataaaa! "


"Alberth tenanglah, aku rindu"


"Jika kau menyentuhnya sedikit saja aku akan membencimu"


"Alberth tidak ingatkah kau denganku, kita pernah bersama, berciuman"


"Erinnnn, pada saat itu kita masih kecil, masih belum tau apapun, sekarang keadaan berubah,mengertilah,kau vampir dan ayahmu membunuh ayahku! "


"Alberth, aku tidak memihak siapapun aku hanya mencintaimu, kejadian saat itu sangat berarti buatku! "


"Tapi tidak buatku, Erin hentikan dimana Renataaa?"


"Alberth mengertilah, aku mencintaimu! "


"Hentikan Erin mana Renata cepattt!! "


Alberthpun berlari meninggalkan Erin.Ternyata ayah dan kakek Renata menyusul Alberth ikut mencari Renata dan melihat Renata berada diluar batas perlindunganya.


"Sudah aku duga pasti ada sesuatu, Reynald ambil Renata cepat"


"Renata ayo anakku ikut ayah"


"Apaa, tidakkk Erickkk"


Erick terkejut dan melihat Pattinson yang dengan cepat menariknya.


Disaat Pattinson akan menyerang ayah Renata ternyata terhalang cahaya pelindung karena mereka berhasil masuk kedalam.


"Renataaa, aku pasti akan menemukanmuuu, tunggu akuuu, kita akan bersamaaa"


Erickpun dibawa pergi oleh pengawal suruhan Pattinson. Syal biru dan jepit rambut Renata yang terjatuh terbawa oleh Erick.


Sementara Erin mencoba berkali-kali masuk menembus pelindung cahaya dan membuatnya terpental dan terluka.


"Cukup nona hentikan, kita pasti bisa mendapatkannya, percayalah"


"Alberth, Renataaaaaa aku membencimuuuuuu!!"


Pattinson menggendong Erin dan membawanya pergi.


" kita harus pergi dari sini...kita kembali ke rumah utama" ( ayah Renata)


*********************************************


Sampai disitu Renata kembali melihat cahaya yang menghilang perlahan dan membawanya kembali ketubuhnya.


Renata membuka perlahan matanya yang basah oleh air mata kemudian dirinya hanya terdiam tanpa ekspresi apapun diwajahnya.


Rambutnya berubah menjadi merah begitupun mata nya.


Biksu Suci menghampirinya dan menetralkan pikirannya hingga membuat tubuh Renata lemas.


"Anakku istirahatlah, kau akan melakukan hal berat besuk"


"Baiklah biksu"


"Ana bawa Renata menuju kamarnya"


Keesokan harinya gerbang kuil suci terbuka. Erick , Alberth dan Thomaspun langsung memasukinya.


"Renata kenapa kau tidak memandangku, tidakkah kau ingat padaku Alberth yang selalu melindungimu"


"Kak kenapa Renata tidak memandang kita, Renata aku Thomas"


"Renata aku tahu pasti hanya aku yang tidak bisa kau lupakan...aku mencintaimu"


" Erick.., aku mencintaimu"