
Renata masih dengan penglihatannya tentang masa lalunya yang selama ini menjadi misteri baginya.
Para biksu Suci dan beberapa biksu pengikutnya membaca mantra sekuat tenaga agar Renata bisa mengendalikan kekuatan dahsyatnya jika dalam keadaan marah.
Sementara itu diluar kuil Erick sangat gelisah dan selalu memutari kuil untuk mencari jalan masuk kedalam agar bisa melihat Renata.
Alberth dan Thomas hanya duduk dan memandang kesal dengan kelakuan Erick yang tidak pernah bisa diam.
"Kak Alberth vampir itu sudah membuatku gila, bisakah aku mengikatnya"
Mendengar ucapan adiknya, Alberth memegang pundak Thomas dan menggelengkan kepalanya.
"Aku mendengarmu Thomass!!"
Teriak Erick yang ternyata mendengar Thomas akan mengikatnya.
"Dasar sivampir gila rambut ubaaaaannn, hahhhh"
Thomas berteriak dan berdiri mengangkat tangannya yang sudah mengeluarkan api untuk menahan kemarahannya kepada Erick.
Tiba-tiba datang Ana menghampiri mereka dan membawa kue yang dia buat sendiri buat mereka.
"Heeiii, Thomasss tenanglahh, kau bisa mengganggu para biksu nanti, sini makanlah kue buatanku"
Melihat apa yang dibawa Ana, Thomas langsung menurunkan tangannya dan berlari menghampiri Ana untuk mengambil kue yang dibawa Ana, tetapi Alberth menggelengkan kepalanya dan melarang Thomas mengambilnya tanpa mengucapkan terima kasih.
Akhirnyapun Thomas dengan wajah yang kesal terpaksa melaksanakan perintah kakaknya Alberth.
"Terima kasih nona kecil Ana yang sangat baik hati"
"Hahahahaha, woww baru kali ini si Thomas berbicara memujiku"
Thomaspun tanpa peduli segera mengambil kue buatan Ana. Sementara Erick selalu membuat Thomas marah.
"Hahh, hahahaha seorang play boy tidak bisa merayu wanita, atau jangan-jangan tidak pernah punya pacar, pantas saja panjang rambutnya"
Erick dengan tertawa secepat kilat menghampiri Thomas dan membuatnya semakin marah.
"Kak, maafkan aku tidak bisa melaksanakan perintahmu untuk sabar, Vampir gilaaaaaaaa awas kamuuuuu"
Disaat Thomas akan mengejar Erick tiba-tiba didalam kuil keluar cahaya merah yang sangat dahsyat dan membuat mereka terdiam.
"Renataa, kekasihku apa yang terjadi"
Melihat hal itu Erick semakin ingin masuk kedalam kuil.
DALAM KUIL.
Biksu suci masih membacakan mantranya untuk melindungi Renata.
Dan mengendalikan kuilnya yang bergetar akibat meluapnya kekuatan Renata dengan sinar cahaya pertapanya.
Renata masih belum bisa mengendalikan emosinya yang berubah- rubah.
Semakin Renata mengetahui kebenaran emosinya semakin meluap.
Sang biksupun yang semula bersila menjadi berdiri untuk membantu Renata menahan kekuatannya.
"Renata anakku tenangkanlah hatimu, jaga amarahmu"
Akhirnya secara perlahan-lahan cahaya merah yang akan membesar lagi mulai mengecil.
Di dimensi lain, Renata mengikuti Erlion yang bersiap untuk segera pergi menuju lembah hitam, dan kembali menghubungi Pattinson karena dia satu- satunya orang yang bisa membantunya menunjukkan jalan ke lembah hitam itu tanpa diketahui para biksu.
"Temui aku, uangmu sudah aku bawa 5 kali lipat, sekarang bawa aku menuju kesana"
Pada saat Erlion menutup teleponnya, adiknya Edwind Erlion datang menghampirinya.
Edwind adalah adik kesayangan Erlion yang selalu dilindunginya bahkan Erlion menuruti semua permintaan adiknya.
"Kakak mau kemana? besuk aku akan ikut ayah dan ibu pergi keperayaan, kakak ikutkan"
"Adikku, kakak ada urusan, kamu jaga ayah dan ibu ya! Nanti kita akan bersama lagi, kakak akan selalu menjagamu, kakak sayang sama kamu Edwind"
Erlion memeluk Edwind dan tersenyum, kemudian segera membawa koper berisi jutaan dollar dan menarik Biru untuk ikut segera menemui Pattinson.
"Biru, ikutlah aku! jangan membantah atau aku akan kasar padamu. Apa kamu tahu sebentar lagi aku akan menjadi vampir terkuat dan membuat semua orang menjadi budak vampirku saat perayaan ulang tahun sma Erlion, hahahahahahaha"
Biru yang telah berhasil membuka ikatannya, segera mengambil pisau di dekatnya dan menyayat wajah Erlion yang sedang mengangkat dagunya dengan kasar dan bibir Erlionpun terluka.
Birupun dengan cepat mendorongnya hingga terpental dan segera melarikan diri keluar dari rumah Erlion.
"Aaahhhhh, kurang ajarrr Biruuuu, aku akan membalas kalian.... larilah sejauh mungkin, aku pasti akan menangkap kalian!!"
Erlion membiarkan Biru pergi dan tidak mengejarnya.
Kemudian Erlion segera pergi mengenakan jubah bertudungnya untuk menemui Pattinson.
Edwind ternyata mengintip kakaknya dan ketakutan dengan apa yang diucapkan kakaknya.
"Kakak akan menjadi vampir....bagaimana ini"
Edwind memandang kakaknya dan berlari sembunyi karena ketakutan.
*********************************************
Akhirnya Erlion bertemu dengan Pattinson ditempat yang sudah disepakati dan mereka pergi bersama tanpa pengawal.
"Aku harap kau tidak membohongiku
Pattinson"
"Hahaha untuk uang lima kali lipat aku rasa tidak mungkin"
Dengan tersenyum karena mendapat uang yang sangat banyak, Pattinson mengendarai mobilnya melaju dengan cepat dan akhirnya sampailah disebuah bukit yang sangat gelap dan menakutkan.
"Baiklah, kita sudah sampai, keluarlah kita harus cepat aku tidak mau berlama-lama berada dilembah hitam ini"
"Benar-Benar sesuai dengan namanya, gelap, sunyi, lembah hitam, ini sangat menakjubkan"
Erlion sangat kagum dengan Lembah Hitam yang akhirnya dilihatnya juga, dan memandangnya hingga tidak mengedipkan matanya
"Sadarlah Erlion, cepat lakukan tugasmu jangan terlalu lama, kamu memang aneh lembah menakutkan seperti ini kau anggap indah"
Pattinson menepuk pundak Erlion dan menyadarkannya dari lamunannya.
Erlionpun tertawa bahagia dan bersemangat melanjutkan perjalanannya.
"Hahahahaha, kamu yang buta Pattinson, ini sangat indah"
Dan benar mereka memasukinya dengan aman tanpa ada siapapun yang mengetahuinya bahkan para biksu.
Erlionpun semakin mengakui kehebatan Pattinson.
"Kau ternyata memang hebat Pattinson, ayahku pasti akan sangat menyesal telah memecat kamu"
Mendengar ucapan Erlion, Pattinson tersenyum dengan sinis dan merasa kesal mengingat dirinya yang dipecat secara tidak hormat oleh tuan Erlion.
"Seorang pewaris Erlion akhirnya memujiku, sudahlah kau banyak bicara, aku jadi ingin marah mengingat ayahmu yang menyuruh pengawalnya melemparku keluar, padahal aku sudah mengabdi lama dengannya"
Mendengar ucapan Pattinson, Erlion tertawa dan berjanji akan memberinya apapun jika dirinya mengabdi padanya.
"Hahahahaha....... Bagaimanapun juga kau tetap mencuri semua emas itu Pattinson, hahahahahaha...... aku akan memberikanmu sangat banyak kau hanya mengabdi padaku"
Pattinson tersenyum sinis mendengar ucapan Erlion.
"Hmmmmm, sudahlah kau banyak bicara Erlion ayo kita segera masuk kedalam Lembah mengerikan ini"
Mereka akhirnya memasuki lembah hitam yang sangat mengerikan dan merangkak melewati saluran air dan beberapa lorong rahasia yang sempit dan pengap sesuai peta yang ada di buku rahasia yang dicuri Pattinson yang sengaja dirobek olehnya agar mendapatkan uang lebih. Melihat hal itu membuat Erlion tersenyum.
"Kau memamg cerdik Pattinson, aku tidak salah memperkerjakanmu"
"Apapun kulakukan demi uang, sudah diamlah kita akan segera sampai"
Sampailah mereka didepan pintu gerbang yang sangat menakutkan dan didalamnya adalah ruangan dimana darah tuan muda disimpan.
"Aku akan menunggu diluar kau masuklah sendiri Erlion, tugasku sampai disini, dan satu lagi jangan terlalu lama aku banyak urusan"
Erlionpun tidak menghiraukan perkataan Pattinson dan masih dengan kekagumannya.
"Lihatlah pintu itu Pattinson, sesuai legenda pintu iblis, benar-benar menakjubkan"
"Sudahlah Erlion hentikan kekagumanmu, cepat lakukan segera keinginanmu, aahhhhh kenapa dia, sudahlah aku pergi saja"
Erlion yang masih tetap terpana dan kagum melihat pintu masuk lembah hitam dan membuat Pattinson kesal dan akhirnya meninggalkannya.
"Kau sangat tidak paham dengan keindahan seni Pattinson!!" (teriak Erlion)
"Terserah, cepat lakukan!! " (teriak Pattinson)
Erlionpun membuka pintu gerbang dan melihat darah merah didalam wadah yang berbentuk tengkorak.
"Akhirnya aku menemukan darah tuan muda, hahahahahaha, lihatlah tempat darah ini sangat menakjubkan, iyahh tuan muda vampir yang bisa berjalan dibawah sinar matahari hahahaha, hebat sekali"
Dulu tuan muda mengadakan perjanjian kepada iblis jika dirinya meminum darah seorang biksu akan menjadi vampir yang terkuat dan tahan terkena sinar matahari.
Pada saat itu para biksu yang sudah terlatih menjadi sangat hebat bahkan iblispun kalah dengan mereka.
Dengan kecerdikannya tuan muda akhirnya memancing salah satu biksu termuda dan masih belum terlatih saat itu dan meminum darahnya hingga biksu itu mati.
Dan iblispun memberikan kekuatan sesuai dengan apa yang dijanjikannya.
Erlion mengetahui kisah ini dari buku pemberian Pattinson dan semakin membuatnya yakin untuk mendapatkannya.
Erlion mengambilnya tanpa ragu dan langsung meminumnya sesuai dengan petunjuk buku.
"Jika seseorang ingin menjadi tak terkalahkan maka harus meminum sampai habis. Aku akan menjadi yang terkuat hahahaha, akan kuminum semua darah ini"
Disaat Erlion meminum darah itu tubuhnya merasa kesakitan seakan ada yang membakarnya.
Diapun menjerit dengan keras dan melempar tempat darah itu tanpa melihatnya dan ternyata masih ada satu tetes darah yang tersisa.
Tubuh Erlion mengeluarkan darah merah dan kabut hitam yang dahsyat dan Erlionpun perlahan-lahan menjadi seorang vampir yang sangat ganas dan haus akan darah.
Rambutnya berubah menjadi putih bercahaya, matanya menjadi bersinar dan giginya muncul taring yang sangat tajam dan jadilah Erlion menjadi monster vampir yang mengerikan atau disebut Tuan Besar.
"Hahahahaha, badanku merasaa segarrr akulah tuan besar vampir, hmmm darah aku mencium bau daraaahhhh"
Erlion secepat kilat keluar dari lembah hitam dan melihat Pattinson yang tersenyum membawa uangnya, dengan cepat Erlion langsung menghisap darahnya.
"Erlionnnn, apa yang kamu lakukannnnnn hahhhhhhhhhhh, kenapa tubuhkuuu tidakkkkk"
Pattinson tergeletak dan berteriak kesakitan seolah-olah tubuhnya berubah menjadi monster.
"Hahahaha, akan aku balas kalian semua, Biru kau harus menjadi milikku!!!, dan kamu Rudolf matilahhh semua generasimuuuu!!, hahaha"
Erlion meninggalkan Pattinson yang sudah sekarat menahan sakit yang luar biasa dan berteriak sangat kencang.
"Aaaaaah, sakittttttt!!!, hah...hahh Erlionnn, kenapa iniiii tidakkkkkk!!! "
Diluar lembah hitam langitpun berubah menjadi hitam gelap dan membuat para biksu terkejut dan segera bergegas mencari peminum darah tuan muda.
Biksu Sucipun segera berlari menemui biksu Agung yang menjadi gurunya sekaligus ketua dari semua para biksu Kuil lembah Hitam
"Biksu Agung.......ini sangat gawat kita harus segera mencegah agar tidak terlambat"
Biksu Agung segera mengambil tongkat cahayanya dan bersiap untuk mengejar peminum darah tuan muda.
"Persiapkan semua biksu Suci, kita harus bergegas"