Renata Red Eyes: The Beginning With True Love

Renata Red Eyes: The Beginning With True Love
Bab 30: Pertemuan Dengan Cahaya Biru



Cahaya biru yang selalu mengikuti Renata akhirnya menampakkan wujudnya lagi.Dan kali ini Renata sudah mengetahui asal dari cahaya biru.


"Erick lihat ada cahaya biru,ayo kita kesana"


Akhirnya Renata menemui cahaya biru bersama dengan Erick.


"Renata jangan terlalu dekat cahayanya sangat menyilaukan"


"Tenanglah Erick dia itu Biru iya cahaya biru"


"Renataa....kau lah yang terpilih dan kami membutuhkanmu untuk menyelamatkan kami"


"Cahaya biru aku tahu semuanya.sekarang aku harus bagaimana? berikan aku petunjuk dan bisakah kau mewujudkan dirimu"


"Renata hati-hati sayang kemarilah jangan jauh jauh dariku"


"Aku baik-baik saja Erick"


"Aku pasti akan menampakkan diriku...tapi tidak sekarang"


"Aku tidak mengerti "


"Renata kembalilah ke sma Erlion. Jika saatnya tiba aku akan menuntunmu menuju lorong berlian ambillah batu merah segitiga didepan gerbang dan bawalah sebagai kunci"


"Bagaimana aku bisa menemukan batu itu"


"Apa kau ingat, saat kau pertama kali datang kesekolah itu kau terjatuh didepan gerbang disitulah batu itu"


"Kapan aku harus kesana?"


"Tunggulah aku akan mendatangimu lagi. Dan saat itu pergilah kesana"


"Kenapa tidak sekarang aku mengambilnya"


"Tidak...ini bukan saatnya"


"bagaimana jika Erlion menemukannya"


"Tidak akan hanya aku yang tahu keberadaannya"


"Bagaimana jika aku mengambilnya sekarang"


"Bersabarlah karena kita membutuhkan orang yang bisa memberimu cinta sejatinya dan bisa mengendalikan kekuatan yang dahsyat"


"Apa maksudmu?"


"Kau akan tahu nanti Renata"


"Cahaya biru tunggu jangan pergi"


Cahaya birupun pergi dan Renata berlari mengejarnya Erickpun dengan cepat menarik Renata dan mendekapnya agar berhenti.


"Renata sudah jangan mengejarnya ikuti semua katanya"


"Tapi Erick aku ingin tahu lebih banyak"


" Bukankan kau harus bersabar sayang. Ayolah jangan memaksakan dirimu aku tidak mau terjadi apapun padamu. Seperti yang cahaya itu katakan jika saatnya nanti akupun akan menemanimu....kau tidak akan menghadapinya sendiri"


"Baiklah aku akan bersabar"


" Yaa..kau memang harus bersabar kecuali sama suamimu yang tampan ini kau tidak harus bersabar,kau boleh menerkamku setiap saat ayo masuk aku mau berduaan dengan istriku. Masih bnyak perabotan yang belum hancur kan..hahaha"


" Sudah ku bilang kau tidak boleh menghancurkan perabotan kita lagi"


" Baiklah aku akan menyingkirkan semua perabotan kecuali tempat tidur kita"


" Bukankah kau juga sudah menghancurkannya?"


" Tapi kan kasurnya masih ada...lagian bukan aku yang menghancurkannya...tapi istriku yang buas ini...apa kau tidak ingat saat itu kau melemparku dan langsung menindihku..hahaha"


" Hahhh...aku tidak ingat...kau selalu menggodaku menyebalkan"


" Aku suka jika istriku malu seperti ini...baiklah bagaimana jika kau mengulanginya lagi kau boleh melemparkanku kemana saja sayang"


"Eriiickkk.....kenapa menggodaku terusss sihh..."


Erickpun tersenyum dengan cepat menggendong Renata dan masuk kembali kerumahnya.


"Kenapa dia hanya sedikit memberikan petunjuknya"


"Heiiii, gadis eh salah nona eh salah lagi nyonya Erick sini coba aku lihat kalau cemberut tambah cantik aja. Sudah jangan dipikirkan...pikirkan bulan madu kita saja, kamu cantik banget sih kalau begini.."


"Erick aku ini mau tau lebih banyak kenapa dia seperti itu untuk apa menemuiku kalau hanya seperti itu, aku kan.....aarghhhhhhh, Erickkk.....gelii..."


Erick dengan cepat mencium Renata agar tidak berkata apa-apa.


"Rasakan jika tidak menurut ama Erick sang hewan buas....hahaha....sudah ya tidak boleh berkata apapun lagi Erick mau memakan istrinya sekarang..."


"Kamu memang paling pandai merayu wanita jangan-jangan banyak wanita yang sudah kau rayu, katakan padaku sapa saja mereka akan aku cakar satu per satu...."


"Bagaimana kalau disengat aja biar gosong"


"Hahh..berarti benar ya...sana kamu jangan dekat2 aku...menyebalkan.....aku malas pergi sana...."


Renata menjulurkan lidahnya dan mendorong Erick kemudian memalingkan badannya, dan membuat Erick semakin tersenyum dan gemas dengan kecemburuan Renata.


"Menggenaskan sekali jika seperti itu awas ya nyonya Eric.."


"Arghhhh....Erick haha geli..."


Tentu saja Erick dengan cepat menarik Renata dan merebahkan badannya keranjang dan menggelitiknya.


"Tidak pernah ada siapapun dihatiku. Hanya wanita yang ada didepanku saja yang selama ini mengisi hatiku selamanya, kamu yang paling tercantik dan akan seperti itu selamanya"


"Aku mencintaimu Erick"


Merekapun berciuman dengan dahsyat dan menuangkan hasrat mereka.Tentu saja semua perabotanpun kembali hancur karena hasrat mereka yang sangat kuat.


Sinar matahari mulai merubah kulit Erick menjadi bersinar bak berlian. Erickpun hanya memandang wajah Istrinya yang tertidur dengan lelap sepanjang malam.


"Sungguh mengemaskan sekali wajahnya jika tidur , istriku ini pasti lapar sekali aku akan membuatkannya makanan"


Erickpun turun menuju dapur dan kebingungan apa yang harus disiapkan.


"Ini apa sih..gimana cara masaknya...oo tinggal dimasukkan saja ke alat ini trs putar tunggu 2 menit ternyata sudah ada tulisannya haha...gampang banget masak ya"


" blup..blup...duarrrr"


" astaga kenapa jadi meledak ya...aduhhh gmn nih"


Renata membuka matanya saat mendengar suara keributan dirumahnya.


"Erick dimana kamu, kenapa suaranya ribut sekali? Aku harus melihatnya"


"Halo istriku sudah bangun ya...aku mau membuatkanmu makanan tapi entahlah aku tidak paham dengan ini"


Renata sangat kaget melihat semua makanan dan dapur yang sangat berantakan.


"Akukan semalam tidak menghancurkan apa-apa sayang...tapi kamu hahaha dan maaf kali ini aku tidak sengaja hehehe...aku akan menggantinya nanti".


" hahaha...baru kali ini aku melihat vampir masak...dan kau sangat sexy suamiku".


" heiii...kau mau menggodaku ya...tentu saja suamimu ini sexy dan tampan".


"Iyaaa...Sudah sekarang mana makananku aku lapar"


"Hmmm ituuu ahh ..."


"Hihi...kau tidak boleh memasukkan logam ke dalam microwave pantes saja meledak. Aku juga tidak tahu cara memasak tapi waktu itu aku melihat ana menggoreng telur jadi aku akan mencobanya.....heii kamu tidak makan suamiku"


"Aku juga akan mencari makanan dulu tunggu aku sebentar,aku harus mengisi tenagaku agar setelah ini aku bisa melayani istri buasku...aku pergi dlu sayang"


" Erickkkkk.....kembalilah dlu"


" aku belum saja keluar kau sudah merindukanku ya"


" hufff..apa kau akan berburu tanpa memakai pakaian suamiku? Lihatlah kau telanjang sayang..hihihi"


" apaaaaa....hehehe....iya aku lupa"


"Sudah sana ambil bajumu dan jangan terlalu lama kluarnya! aku menunggumu Erick"


"Kau harus menungguku nyonya Erick"


Erickpun dengan cepat memakai bajunya dan pergi kehutan memburu binatang buas.


Renata tersenyum dan menggelengkan kepalanya melihat dapurnya yang sangat berantakan. Diapun mulai merapikan satu persatu pecahan2 kaca yang berserakan. Tiba- tiba Renata mendengar suara tawa anak kecil di halaman rumahnya.


" hihihi...aku akan menangkapmu kupu- kupu...hahaha jangan lari"


" siapa yang tertawa itu...lucu sekali suaranya".


Renatapun berlari menghampiri anak itu.


"Halo gadis kecil kamu sedang bermain apa? apa kamu sendirian?


" iya aku sendirian. Aku ingin menangkap kupu- kupu itu..tapi dia terbang terus....apa kau mau bermain denganku?"


" tentu saja ayo kita bermain. Bagaimana jika kita memerik bunga2 itu dan merangkainya pasti sangat indah...eh apa yang kau bawa itu?"


" yeeee...aku suka merangkai bunga....ini maksudmu?...emm aku tidak tau seseorang memberikannya padaku".


" sudahlah berikan itu padaku....ayo kita bermain"


Renatapun membawa anak itu kesebuah taman yang ada dirumahnya dan ikut bermain dengannya.


Saat anak gadis itu asyik memetik bunga, Renata berdiri dengan mata yang mulai memerah. Pandangannya menembus hutan dan sampai di luar cahaya pelindung.


Renata melihat banyak sekali pasukan Erlion memakai baju besi di seluruh tubuh mereka untuk melindungi dari sinar matahari dan tentu saja Pattinson bersama mereka.


Pandangan mata Renata semakin menjauh menembus jarak berkilo- kilo hingga akhirnya tiba ke seseorang yang saat ini juga menatapnya.


"Hmmm kau pikir bisa menipuku Edwind? kau sungguh licik memanfaatkan seorang gadis kecil hanya untuk mendapatkan darahku"


"Cepat ato lambat aku pasti mendapatkan darahmu Renata. Gadis itu hanya alatku saja".


" tenang saja Edwind aku akan memberikan darahku padamu, tapi kau harus berjanji padaku. Lepaskan gadis ini dan seluruh keluarganya. Bukankah kau berhutang padanya,karena dia kau bisa mendapatkan darahku...harusnya kau memberikan hadiah untuknya"


"Kenapa aku harus melakukan itu? Gadis itu dan keluarganya hanya tikus kota. Kematian akan baik untuk mereka daripada hidup menjadi sampah. Mereka akan menjadi santapanku"


" baiklah jika itu maumu maka aku akan menghabisi Pattinson dan para pengawalmu. Kau tau aku bisa dengan mudah membunuh mereka semua dan darahku tidak bisa kau dapatkan. Haha..tuan besar kesayanganmu itu tidak akan pernah bangkit"


"Jangan pernah mengancamku"


"Aku tidak pernah mengancam. Baiklah jika kau tidak mau, ucapkan selamat tinggal pada pengawal kesayanganmu dan kakakmu "


Disaat Renata akan mengeluarkan senjata untuk membunuh Pattinson akhirnya Edwind menyetujui syarat Renata.


"Tunggu...sepertinya kau telah mengetahui siapa tuan besar itu. hahaha... iya dia kakaku dan dia sangat kuat kau akan hancur Renata. Baiklah anak itu dan keluarganya tidak akan tersakiti dan mereka akan hidup berkecukupan tidak akan kelaparan lagi. Itu adalah hadiah dariku untuknya. Dan janji vampir tidak akan dilanggar".


Akhirnya Renata menggores tangannya dan memberikan kepada gadis kecil suruhan Edwind.


"Oh ya siapa namamu?"


" namaku tina...apa aku juga boleh tau namamu?"


" namaku Renata....tina ini kau berikan kepada tuanmu nanti ya. Setelah itu temui keluargamu kau pasti merindukan mereka kan? Dan lain kali kau tidak boleh bermain jauh2 dari rumahmu..kau mengerti".


" emm baiklah...aku memang merindukan kluargaku tapi aku tidak punya rumah aku tinggal dengan kardus2 dibawah jembatan... tuan itu sudah membawaku berhari- hari dan katanya kluargaku akan datang setelah aku menemuimu...apa itu benar?"


" tentu saja...aku akan mengantarmu ke tuanmu dan kau tidak akan tinggal di kardus lagi....ayo"


" benarkahh?....apa aku akan punya rumah? Wahhh senangnya yee".


Renata mengantar tina sampai di batas cahaya perlindungan dan bertemu dengan Pattinson. Anak kecil itupun berlari dan menghampiri Pattinson lalu memberikan botol kecil berisi darah Renata.


" hai Pattinson...apa kau merindukanku sampai harus berkali- kali mendatangiku..haha kau pikir aku tidak tau tiap kali kau mengendap- endap datang...."


" Sialan...ternyata slama ini dia tau aku mematainya" ( batin Pattinson)


" senang bertemu denganmu nyonya Erick...maaf mengganggu bulan madu kalian"


Pattinsonpun membawa Tina beserta pengawalnya meninggalkan hutan.


Edwind melakukan telepati kepada Pattinson


"Pattinson jangan bunuh anak itu dan keluarganya lepaskan mereka. Tidak ada yang boleh menyentuh mereka dan berikan sekantong emas untuknya"


"Baik tuanku"


Saat Pattinson hendak pergi Erick dengan cepat menghampirinya dan hampir membunuhnya,tetapi Renata berhasil melarang Erick dan membiarkannya pergi.


"Kamu beraninya datang kesini Pattinson!"


"Erick lepaskan dia! aku baik- baik saja"


"Tapi dia sudah memata-matai kita Renata,aku harus membunuhnya"


"Pattinson pergilah dan antar anak itu dengan selamat sesuai janji tuanmu"


Pattinsonpun pergi dan Erick segera memeluk Renata karena khawatir terjadi sesuatu.


"Syukurlah kau tidak apa-apa istriku,jika terjadi sesuatu siapapun itu yang menyentuhmu akan aku cabik-cabik mereka"


"Aku rindu kamu Erick jangan terlalu lama"


"Renata sayang....aku juga selalu rindu..."


"Besuk aku harus melakukan sesuatu ayo kita masuk....aku lapar sekali"


Edwind merasa sangat kesal dan marah. Matanya menatap tajam dengan mengerikan.


"Aku akan membalasmu nanti Rudolf semua keluargamu harus hancurrrrr....tunggu saatnya"