Renata Red Eyes: The Beginning With True Love

Renata Red Eyes: The Beginning With True Love
BAB 6 : Kemunculan keluarga Erick



Laki-laki tua berambut putih yang berdiri disalah satu sisi jendela sekolah Sma Erlion, masih dengan wajah yang semakin kesal dan marah menatap kepergian Thomas yang membawa pergi Renata kedalam mobilnya dengan sangat kencang meninggalkan sekolah Sma Erlion.


Tuan Edward Erlion dan Nyonya Delichia Erlion.


"Tuan Edward, istri anda menunggu dikastil, sepertinya marah dengan nona Erin." Dengan membungkuk, kepala pengawal Edward yang bernama Pattinson memberi tahunya agar segera kembali kekastil.


Edward Erlion adalah ayah Erick dan Erin yang sangat membenci keluarga Renata dan ingin membalaskan dendam ayah dan pamannya.


Sementara itu para siswa, hewan-hewan, dan guru hantu sekolah Sma Erlion, berkumpul memandang Edward dengan penuh kebencian karena mengutuk sekolah Sma Erlion sehingga jiwa mereka tidak bisa bebas.


Edward memalingkan tubuhnya kearah para hantu dengan sorotan matanya yang tajam dan pandangan dingin.


"Apa kalian pikir bisa melepaskan kutukan paman dan ayahku? Hahahaha kalian jangan bermimpi, karena aku akan mencegah gadis kecil itu mengambil berlian merah disekolah ini." Edward dengan tertawa dan meninggalkan para hantu diikuti Pattinson kepala pengawalnya dan beberapa pengawal dibelakangnya.


Pada saat berjalan menuju kastil, Edward menghentikan langkahnya dan memanggil Pattinson kepala pengawalnya.


"Pattinson, carilah Erick! Bawa dia menemuiku! Dan jangan pernah kembali kekastil jika kau tidak bisa menemukan Erick dan membawanya kepadaku, jelas!" Edward dengan kesal ingin segera menemui Erick anaknya yang ternyata selalu melindungi Renata dari rencananya untuk membunuhnya.


"Renata, aku akan memisahkanmu dengan Erick segera." Sorotan mata Erdward yang bersinar menandakan dia marah membuat para pengawalnya tertunduk.


"Baik tuanku, akan aku laksanakan perintah tuan." Pattinson yang selalu membungkuk dan kemudian tetap mengantar Edward sampai kekastil menemui istrinya nyonya Delichia.


Sementara itu didalam kastil, diruangan kamar Delichia ibu dari Erick dan Erin, terjadi keributan yang sangat luar biasa. Hingga membuat Delichia berteriak dan marah kepada Erin karena tangisannya yang tidak kunjung berhenti.


"Erin, anakku sayang, kenapa kamu menangisi laki-laki bisu seperti Albert? Sudah hentikan Erin! Kamu membuat ibu semakin marah." Delichia yang terus menyuruh Erin berhenti menangis, tetapi tidak berhasil dan membuatnya memecahkan beberapa barang dikamarnya.


"Prang..."


"Felishia kamu pelayannya, tolong hentikan dia! Ayolah anak kesayanganku Erinnn masih banyak laki-laki diluar sana yang bisa dengan mudah kau pilih. Dan mereka bisa berbicara. Erinnnnn!" Masih dengan marah dan berteriak, Delichia menyuruh Felishia pelayan setia Erin untuk merayunya agar berhenti menangis.


"Felishia tolong hentikan Erin!"


Akhirnya Felishia menghampiri Erin dan terus membujuknya agar dia segera berhenti menangis.


"Nona Erin, sebaiknya anda berhenti menangis dan kembali kekamar anda untuk menenangkan diri Anda."


"Aku ingin bertemu Alberth, aku ingin bersamanya Felishia. Aku sangat mencintainya. Kenapa dia lebih memilih gadis itu?"


"Aku akan membantu anda nona Erin. Percayalah padaku! Aku pastikan Alberth tidak bisa didekati Renata sedikitpun."


"Aku mengandalkanmu Felishia. Hanya kau yang bisa mengerti hatiku."


"Aku berjanji akan selalu berada disisi nona Erin."


Delichia menatap mereka berdua dan menghampirinya.


"Bagaimana Erin? Bisakah kau tenang?"


"Kamu memang tidak pernah mengerti aku Erin."


Pada saat Delichia marah kepada Erin dan akan melempar salah satu gelas yang dia bawa, tiba-tiba Edward datang memasuki kamar istrinya, dan dengan sigap menangkap gelas yang dilempar istrinya.


"Oh, suamiku syukurlah kau datang, lihatlah anakmu Erin dari tadi menangis tanpa henti gara-gara Alberth si bisu itu dan membuatku semakin marah hingga aku memecahkan semua barang dikamarku." Delichia menghampiri Edward dan memeluknya karena kesal dengan anaknya Erin.


"Bicaralah dengannya Edward agar dia mengerti dengan apa yang aku inginkan! Kedua anak kita semakin membuatku sangat kesal." Sambil memeluk Edward, Delichia menatap Erin dengan sangat kesal.


"Erin anakku hentikan tangisanmu! Ayah berjanji akan membuat Alberth menjadi salah satu bagian dari kita." Sambil memeluk dan membelai istrinya, Edward berhasil membuat Erin menghentikan tangisannya.


"Ayah kamu sudah berjanji kepadaku, dan harus ayah tepati janji ayah, aku akan menunggu ayah." Erin yang kemudian berhenti menangis dan berdiri dari kursi yang dia duduki meninggalkan kamar Delichia disusul Felishia pelayan setia Erin yang selalu menemaninya.


"Felishia ayo kita pergi dari sini! Dan ayahku tercinta, sebaiknya tepatilah janjimu."


"Baik nona Erin." Felishia mengikuti Erin dengan cepat menuju kamarnya.


"Syukurlah suamiku kau datang tepat waktu, akhirnya kehidupanku bisa tenang." Delichia yang lega melihat Erin berhenti menangis dan pergi dari kamarnya.


"Sudahlah istriku, ini minumlah darah segar! Pattinson yang membawanya dari darah anak yang masih remaja." Tuan Edward melepaskan pelukannya dengan Delichia dan menuangkan darah yang dibawa Pattinson didalam gelas yang dilempar istrinya yang berhasil ditangkapnya tadi. Kemudian memberikan kepadanya.


" Pattinson, selalu hebat mencari darah segar yang bisa membuatku merasa bertenaga kembali." Sambil meminum darah segar dengan cepat yang dibawa suaminya Edward, Delichia kembali tersenyum dan menjadi tenang.


"Bagaimana istriku, kau sudah segar dan terlihat semakin sangat cantik." Edward yang mendekati istrinya Delichia dan mengecupnya sehingga membuat Delichia semakin tersenyum.


"Erick dimana dia suamiku? Kenapa dia selalu menghilang? Aahhh aku mempunyai dua anak yang sangat tidak mengerti dengan percintaan tidak jelas mereka." Dengan kesal Delichia memegang kepalanya dan kemudian merebahkan badannya diranjang.


"Iyaa, aku menyuruh Pattinson untuk membawa Erick menemuiku. Dan Erick harus menjelaskan semuanya kenapa dia selalu melindungi Renata musuh kita? Aku harap Pattinson bisa membawanya kembali. Erick adalah anak terkuat kita, tidak mudah untuk melawannya." Edward dengan memandangi luar jendela kamar istrinya dengan hati yang sangat bergejolak menaruh dendam terhadap Renata.


"Suamiku, sudah tersenyumlah! Biarkan Pattinson melakukan pekerjaannya." Delichia menarik suaminya dan membelainya dengan mesra.


"Pengawal, tinggalkan kami! Berjagalah didepan pintu kamar istriku! Dan jangan ada siapapun masuk kekamar istriku sebelum aku keluar."


Dengan tersenyum Edward menyuruh para pengawal yang selalu mengikutinya untuk keluar dari kamar Delichia dan berjaga didepan kamar mencegah siapapun masuk sebelum dirinya keluar dari kamar Delichia. Para pengawalpun sambil membungkuk mengikuti perintahnya.


"Baik tuan Edward."


******************************************


Sementara Erin berada dikamarnya memandang keluar jendela dengan sorotan mata yang penuh dendam dengan Renata karena merebut hati Alberth dan ingin segera membunuhnya.


Mata Erin yang bersinar dengan hati yang memanas membayangkan Renata selalu berada disebelah Albert semakin membuat Erin merasa kesal.


"Felishia, amati Alberth aku ingin menemuinya! Jauhkan dia dari Renata! Jelas Felishia!" Erin melempar semua barang didalam kamarnya karena kesal. Felishia dengan membungkuk pergi dari kamar Erin dan melaksanakan tugasnya mengamati Alberth.


Erick dan Erin saudara kembar.