Renata Red Eyes: The Beginning With True Love

Renata Red Eyes: The Beginning With True Love
BAB 29: Siasat



Melihat kepergian anaknya yang paling dicintai Elena sangat sedih begitu juga Reynard dan kakek Renata.


"Kau benar biksu, hanya itu yang bisa aku lakukan. Semoga kau baik-baik saja anakku, ibu akan selalu mendoakanmu"


"Baiklah biksu suci kami pamit dulu, terima kasih"(Reynald)


"Semoga perjalanan kalian selamat"


Semua keluarga Renata akhirnya pergi meninggalkan kuil.


Sementara Renata dan Erick pergi kepantai sambil berpelukan dan saling memandang.


"Erick, ibu sudah mempersiapkan rumah buat kita dan tentunya ditempat yang sangat tersembunyi dari manusia karena suamiku adalah hewan buas kata ibu...hahaha"


"Apaa, haha hewan buas yang tampan tentunya dan menjadi suami dari wanita paling cantik dan mungil"


"Tampan? kata siapa, hmm tidak lebih tampan dari Ayahku,daaan......."


"Daannnn.... Jangan bilang kakak beradik itu, ahhh awas ya kamu anak kecil"


"Hahah...kenapa sih kalian bertiga selalu bertengkar kayak anak kecil saja, ribut terus"


"Sini aku lihat wajah anak kecil yang menjadi istri hewan buas, oh ternyata sekarang masih seperti saat pertama kali ketemu menggemaskan"


Erick mencubit pipi Renata.


"Apaa, sekali lagi bilang anak kecil aku sengat kau awas ya, Erick kembali kesini"


Erick melepas pelukannya dan berlari sementara Renata mengejarnya.


******************************************************


Sementara dikuil Erlion Delichia sangat kesal melihat anaknya menikah dengan Renata.


"Tidakkkkkkkk, kurang ajar Erick sialan, ini tidak bisa terjadi, pengawal panggil suamiku sekarang! "


"Baik nyonya"


Edward segera menemui Delichia dan memasuki kamarnya yang sudah sangat berantakan.


"Istriku sayang sudahlah tenanglah sedikit, aku akan mencari cara... bersabarlah"


"Sabarrr? apa maksudmu aku tidak mau, sekarang juga perintahkan Pattinson ambil darahnya gunakan anak kecil untuk memancingnya agar dia terjebak, kebaikan adalah kelemahannya"


"Delichia sayang, sekarang ayo sini istirahatlah biarkan suamimu yang mengurusi semuanya"


"Anak tidak berguna semua...mereka tidak ada yang peduli denganku. Sialan aku mempunyai menantu gadis sialan. Dan Erin tetap saja dengan laki-laki bisu tidak berguna, ahhh sudahlah aku mau sendiri, keluarlah suamiku nanti malam kembalilah kesini"


"Baiklah sayang, pengawal jagalah pintu ini jangan mengganggu nyonya"


"Baik tuanku"


Edward segera pergi menemui ayahnya dan melakukan rencana untuk mengambil darah Renata.


"Ayah, ijinkan aku masuk"


"Masuklah, aku sudah menemukan cara untuk mendapatkan darah Renata.


"Apa rencana ayah"


" kau akan tau sebentar lagi....pengawal bawa anak itu masuk!!


Pengawal tuan Erlion membawa seorang gadis kecil yang sangat manis.


" Apakah gadis ini akan jadi makan siang kita ayah?"


" Tidak ada yang boleh menyentuhnya....gadis ini yang akan membawakan darah Renata untuk kita...kau tinggal mengantarnya ke tempat Renata itu saja dan gadis ini sudah tau tugasnya...kau paham itu Edward".


"Baik ayah"


Edwardpun segera memanggil Pattinson dan menyuruhnya segera melakukan perintah ayahnya.


"Pattinson, cari tau dimana Renata saat ini. Ingat...tidak ada yang boleh menyentuh gadis ini. Kau tau apa tugasmu selanjutnya...cepat lakukan"


"Aku tahu tuanku, saya pastikan tidak ada kesalahan"


"Baiklah segera lakukan, aku akan menemui istriku"


******************************************************


Sementara Renata dan Erick masih dengan kebahagiann mereka dan pergi kerumah yang disediakan nyonya Elena disebuah bukit dan jauh dengan kehidupan masyarakat.


"Woww bagus sekali rumah ini, aku juga akan memberimu rumah yang sangat indah, kau mau kan Renata"


"Rumah apa kastil yang sangat gelap"


"Hmm kamu menggodaku ya gaaaaa... "


Renata langsung mencium Erick dengan cepat agar tidak mengatakan gadis kecil.


" Sepertinya istriku sudah tidak sabar....baiklah sayang hewan buas ini akan memakanmu sekarang juga"


Erick langsung menarik Renata dan melucuti bajunya. Tubuh Renata yang telah menjadi miliknya dengan bebas dijelajahinya.


Mata mereka sama- sama bersinar saling melepaskan hasrat terpendam mereka tapi ada yang berbeda kali ini.


Renata bukan gadis biasa lagi kekuatannya sama dengan vampir tentu saja membuat Erick tidak harus menahan seperti sebelumnya.


" ahhhh...brakkk...brakkk...pyarrrr.."


****************************************************


"Hahaha kakakku akhirnya menikah dengan gadis sialan itu. Alberth sekarang akan menjadi milikku seutuhnya"


"Nona aku tahu keberadaan Alberth, mari ikut saya"


"Alberth kau tidak akan bisa kemana-mana, ayo Felishia antar aku"


*******************************************************


Sementara Pattinson telah berhasil mendapatkan jejak keberadaan Renata.Dengan cepat Pattinson kembali kekastil dan melaporkannya kepada Edward.


" Tuanku....aku telah mengetahui keberadaan Renata dan tuan Ercik....tapi aku tidak bisa memasukinya. Sepertinya perlindungan yang ada di rmhnya dulu juga ada disana".


" Hahaha...ayahku sungguh pintar...karena itu dia menggunakan anak manusia agar bisa menembus cahaya perlindungan dari biksu itu".


" Besuk kau antar gadis kecil itu ke tempat mereka pastikan gadis itu mendapatkan darahnya ato semua keluarganya akan menjadi santapan kita".


" Baik tuan"


" Tunggu pattinson...ada yang harus kamu lakukan sekarang....Erin ingin menemui Alberth ...kau cegah dia ..dan bawa Erin pulang...anak itu sungguh menyusahkan".


" Segera tuan"


Dengan cepat Pattinson menyusul Erin sebelum menemui Alberth. Dan sampailah Pattinson disebuah taman yang sering Erin datangi.


Alberth dan Thomas berada di taman itu, mereka terlihat sangat sedih telah kehilangan cinta Renata.


Erin berniat menemui keduanya. Pattinson dengan cepat memegang tangan Erin dan mencegah untuk menemui Alberth.


"Nona, hentikan jangan masuk kesana"


"Pattinson lepaskan tanganmu apa yang kau lakukan, jangan kurang ajar! "


"Maafkan aku nona, tapi ini demi kebaikan anda"


Disaat Felishia melangkahkan kakinya tiba-tiba berhenti karena Pattinson menatapnya dengan tajam sebagai isyarat agar tidak menghalanginya.


"Jangan pernah melangkah Felishia jangan halangi aku"


Felishia langsung membungkuk dan berjalan mundur.


" Baik!"


Melihat itu Erin sangat marah dan berusaha melepaskan tangan Pattinson tapi dengan kuat Pattinson memegang tangan Erin.


"Lepaskan tanganku, ingat aku nonamu Pattinson!! "


"Sadarlah nona Erin ada Thomas disana dan kita tidak bisa melawannya. Mereka terlalu kuat anda akan terluka nona"


"Alberth kenapa kau harus bersedih karena wanita itu, sialan"


Sambil mengepalkan tangannya Erin tertunduk ditanah dan mengeluarkan air mata.


Pattinson segera menghampirinya dan duduk disebelah Erin yang tiba-tiba menangis didada Pattinson.


"Nona ijinkan aku membawa nona pulang"


"Bawalah aku pergi dari sini Pattinson"


Pattinson menggendong Erin dan melaju cepat menuju kastil diikuti Falishia.


Sementara dalam dekapannya Erin masih terus menangisi Alberth.


"Jangan menangis untuk orang seperti Alberth nona, kau jauh lebih diatasnya"


"Aku mencintai Alberth"


Mendengar ucapan Erin Pattinson hanya bisa memandang Erin dengan mata yang sangat sedih.


"Aku akan selalu menjagamu nona Erin"


Dirumah baru terlihat sepasang suami istri yang nampak begitu bahagia.


" Erick lihatlah...kau menghancurkan perabotan kita...ibu pasti akan sangat marah jika melihatnya"


" Bukankah kau yang memecahkan guci itu saat kita berguling tadi, sayang...ternyata bukan cuma aku yang buas disini..haha"


" Erickkk jangan menggodaku.kau harus memperbaikinya...ingat itu"


" Untuk apa? Bukankah kita akan melakukannya lagi"


" Kita sudah melakukan seharian apa belum cukup?...lihatlah ada kotak kado...aku buka....ahhh ini biola Erick.. hadiah dari kakekku...kau harus memainkannya"


" Tuan Reynard sungguh baik....baiklah aku akan memainkannya untukmu tapi setelah itu aku ingin memakanmu lagi. Kan masih banyak waktu sampai esok"


" Kau ini mesum sekali...tapi ingat tidak boleh merusak perabotan lagi....kau ingat itu sayang"


Erick memainkan lagu yang dia ciptakan untuk Renata saat mereka masih kecil dengan biolanya.


Renata sangat terharu dan terhanyut dengan aluanan musiknya.


Tiba- tiba di jendela kamar mereka muncul cahaya biru yang dulu menuntun Renata ke SMA Erlion.


"Erick lihat ada cahaya biru"