Renata Red Eyes: The Beginning With True Love

Renata Red Eyes: The Beginning With True Love
BAB 25 : Kelahiran



"Tiiiidaakkkkkkkkkkkkkk"


Renata berteriak dan tidak bisa menahan amarahnya lagi. Seluruh tubuhnya mengeluarkan cahaya seperti api yang dahsyat.


Para biksu semakin kuat membacakan mantra dengan berdiri dan mengarahkan kedua tangan mereka.


Biksu suci pun harus mengarahkan telapak tangan cahayanya untuk menahan kekuatan Renata dan akhirnya Renatapun perlahan kembali normal dan melanjutkan penglihatannya.


Erick, Alberth, Thomas tentu saja terkejut dan khawatir mendengar teriakan Renata.


"Renata ada apa denganmu? apa yang terjadi, Biksuuuuuu apa yang terjadiiiii"


Erick berteriak kencang dan mencoba untuk masuk kedalam kuil walaupun dirinya harus terpental berkali-kali dan merusak semuanya yang ada disekitar kuil.


"vampiiiiiirr gilaaaaa....hentikan ituuu! jika kau tidak bisa diam akan kupatahkan kepalamu, pakai bajumuuuu!! menjijikkan!! "


Thomas berteriak dengan kesal dan melempar tongkat yang ada didepannya yang menjadi berapi kearah Erick, tetapi Alberth menangkisnya dan menahan Thomas.


"Erick hentikan percayalah pada Biksu Suci, hentikannn Erickkkkkk!!"


Alberth bertelepati kepada Erick dan berhasil menghentikannya. Secepat kilat Erick pergi kedalam hutan dan meledakkan semua pohon disekitarnya.


"Huhhh.....Akhirnya vampir gila pergi" (Thomas)


"Duaaaaarrrrr(suara ledakan) aku mendengarmu Thomasssss!!! " (Erick)


Thomaspun bangkit dan hendak membalas ledakan Erick.


Secepatnya Alberth langsung mencegahnya dengan menggeleng-gelengkan kepalanya.


Thomas dengan kesal akhirnya duduk dengan tenang.


*********************************************


Renatapun kembali ke dimensi masa lalunya. Kali ini Renata melihat Edwind Erlion menjadi lelaki paruh baya dan bertemu kembali dengan Pattinson yang membawa sesuatu di tangannya.


"Aku sudah menepati janjiku, ini sisa darah tuan muda minumlah kau akan menjadi kuat dan bisa membangkitkan kakakmu"


Dengan hati yang dipenuhi dendam, Edwind teringat kakaknya Erlion yang begitu sayang kepadanya dan selalu melindunginya.


"Aku akan membangkitkanmu kakak tunggulah. baiklah akan aku minum, (glekkk), apa yang terjadi Pattinson? hahhhh sakittt....tidakkkkkk"


Edwind yang berubah menjadi vampir seketika itu langsung menggigit istrinya Sarah, serta anaknya Edward dan istrinya Delichia yang sedang hamil.


Semua keluarga Erlion diubahnya menjadi vampir dan nama Edwindpun berubah menjadi Erlion sang raja.


"Hormat kami tuan Erlion sang raja"


Para vampir membungkuk didepan Edwind yang kini menjadi pemimpin mereka. Nama Edwindpun menghilang tak terdengar lagi dan Tuan Erlion menjadi panggilannya sekarang.


"Jagalah Edward selalu Pattinson, jadilah pengawal setianya" (Erlion)


"Baik tuan Erlion" (Pattinson)


"Tuan Erlion, bayi yang bernama Renata keturunan Rudolf tidak boleh lahir. Aku mendengarnya waktu aku hampir mati dulu saat tuan besar lenyap. Jika bayi itu selamat maka rencana kita akan gagal" (Pattinson)


"Aku pasti membunuh bayi itu" ( Erlion)


" Kenapa tidak sekalian keluarga mereka kita habisi semua?" (Pattinson)


" Aku tidak bisa membunuh suami dan anak Ema. Aku raja vampir tidak bisa menyakitinya orang yang sudah menyelamatkan hidupku. Aku akan menjadikannya vampir nanti disaat yang tepat. Kau paham hal itu pattinson?"(Erlion)


"Baik tuanku" (Pattinson)


Erlion secara diam-diam membentuk kerajaan vampir tanpa diketahui oleh manusia.


Merekapun menyusun rencana untuk menguasai dunia dengan membangkitkan tuan besar.


*********************************************


Tubuh Renata tertarik kembali dalam ruang dimensi dan kali ini dia berada di kastil Erlion.


Delichia nampak terkapar karena terkena senjata suaminya dan hampir mati bersama Erick dan Erin anak kembar dalam kandungannya.Tetapi mereka selamat berkat darah para manusia.


"Syukurlah kau selamat istriku" (Edward)


"Lindungi anak kembar kita dan simpan senjatamu suamiku" (Delichia)


"Kita harus menjaga Erick dan Erin. Mereka adalah vampir murni dan terkuat karena terlahir sebagai vampir, tapi jangan sampai salah satu diantara mereka mati karena saudara kembarnyapun akan ikut mati" (Erlion)


Semakin penasaran Renata teruss mengikuti Erlion tapi lagi- lagi tubuhnya tertarik dan tiba disebuah pesta pernikahan kakeknya Rudolf yang menikah dengan kerabat jauh Erlion yaitu Ema Erlion. Mereka berkenalan saat Ema bekerja diperusahaan ayahnya Rudolf.


Ema menikah dengan Rudolf disaat umur mereka sudah beranjak hampir 40tahun.


"Bagaimanapun keluarga kita harus bersatu"


(Rudolf)


"Aku selalu mencintaimu Rudolf ini takdir kita Erlion dan Rudolf harus bersatu"


(Ema Erlion)


*********************************************


Renata kemudian melihat anak perempuan berambut putih berwajah pucat yang sedang bermain biola ditaman rahasia dengan Alberth yang saat itu masih anak- anak.


Nama anak perempuan itu Erin. Mereka terlihat bahagia dan tertawa bersama bahkan mereka berciuman disaat bersekolah musik.


"Erin bagus sekali kamu bermain piano, sangat indah" (Alberth)


"Aku mencintaimu Alberth"(Erin)


*********************************************


Kali ini Renata tersenyum saat melihat ibunya dan ayahnya menikah dan melahirkannya.


Dan melihat Albert dan Thomas yang selalu menjaganya bahkan saat dia bayi.


"Matamu indah sekali bayi kecilll" (Alberth)


Kelahiran Renata membuat Alberth berubah dan melupakan Erin. Alberth memberikan seluruh perhatiannya kepada Renata.


Tentu saja membuat Erin sangat marah. Saat itu keluarga Rudolf tidak mengetahui sisa dari keluarga Erlion yang sudah menjadi vampir.


"Aku membencinya, bunuhlah bayi itu, kakek (Erin)


"Kakek akan mengurus itu cucuku" ( Erlion)


"Edward temani aku, Pattinson jagalah Erin"


( Erlion)


*********************************************


Akhirnya Elena dan Reynald boleh membawa Renata pulang dari rumah sakit, tetapi Elena harus menjalani beberapa tes karena saat melahirkan mengeluarkan banyak darah.


Rudolf, Ema, ayah Alberth, dan Alberth yang akan membawa Renata pulang.


Saat itu Ema yang menggendong Renata dan Alberth duduk dikursi belakang, Rudolf dikursi depan dan ayah Alberth mengemudikan mobil.


Dalam perjalanan tiba-tiba ada makhluk hitam diudara dan berdiri depan mobil Rudolf.


Mobil Rudolf langsung berhenti. Dibelakang makhluk itu tiba- tiba berdiri seseorang yang Ema kenal.


"Apa ituu makhluk hitam? tapi dari mana, hahh menurut legenda mereka adalah vampir, siapa mereka?" (Rudolf)


"Edwind......itu adalah Edwind Erlion, dan apa mereka vampir??? Tapi kenapa bisa" (Ema)


"Erlion, jadi Erin Erlion adalah vampirrr? (Alberth)


"Suamiku cepat menghindar" (Ema)


Mahkluk kabut hitam mengeluarkan senjata pedang kabut hitam dari tubuhnya dan mengarahkan ke Renata.


Dengan cepat Ayah Alberth memutar mobil mereka tapi kabut hitam itu membuat mobil mereka terdorong dan berputar- putar.


Bayi Renata terlepas dari gendongan Ema tapi Alberth dengan tangkas menangkapnya dan membuka pintu mobli lalu melompat keluar.


Sementara mobil Rudolf terlempar kejurang dan meledak.


Sambil memeluk Renata Alberth berteriak kencang dan berlari cepat menembus hutan, tetapi bayangan hitam terus mengejarnya dan Alberthpun terjatuh karena kelelahan.


Pedang kabut hitam melesat kearah Renata dan Alberth mengorbankan dirinya menghalangi serangan pedang itu hingga menusuk lehernya.


" Aaaahhhhhhhh...."


Entah kekuatan dari mana luka Alberth tidak mampu membunuhnya. Dengan berani Alberth bertahan dan tetap mendekap bayi Renata walaupun usianya masih sangat muda.


Kabut hitam semakin membesar lalu mengumpul menjadi satu dan keluarlah pedang hendak menyerang mereka lagi.


Tiba- tiba datang biksu Suci menangkisnya dengan tongkat kekuatan cahayanya.


" Tanggg....tangg....duarrrrrrr"


Kabut hitampun meledak dan perlahan menghilang.


"Edward, mari kita pergi belum saatnya kita menyerang lagi" ( Erlion)


"Baik ayah" (Edward)


"Ema maafkan aku, tapi aku tidak membunuhmu, kau mati karena kecelakaan"


(Erlion)


*********************************************


Para biksu langsung membawa pergi Renata dan Alberth yang terluka parah menuju rumah tuan Rudolf.


"Renataaaa, anakku....syukurlah kau selamat"


Sambil menangis Elena mendekap Renata dengan erat.


Reynald sangat terpukul mendengar ayah dan ibunya serta ayah Alberth meninggal.


Begitupun Thomas dan Bibi Aelinpun menangis hingga pingsan.


Adik tuan Rudolf yaitu tuan Reynard yang langsung menuju kediaman Rudolf pun berlari dan memeluk keponakannya.


"Jangan kawatir Reynald...paman yang sekarang akan menjaga kalian"


Biksu Suci dan para biksu dengan kekuatan cahayanya berusaha menyembuhkan luka Alberth.


"Hmmmm, dia sangat kuat seharusnya dia mati tapi Alberth tidak.


Hahhhh...(menarik nafas panjang) entah kenapa kabut hitam begitu menyatu dengan urat nadinya. Jika sedikit saja dia meminum darah walaupun hanya setetes menyentuh mulutnya dia akan menjadi vampir yang sangat kuat. Aku harus memberikan cahaya penahan agar gairah vampirnya tidak keluar sampai dia harus mengorbankan nyawanya buat keselamatan umat manusia"


(Biksu Suci)


"Baiklah biksu kami akan memberi tenaga angin dari lima penjuru" (para biksu)


Angin yang dahsyat dengan cahaya yang sangat menyilaukan masuk kedalam tubuh Alberth dan kondisinyapun mulai membaik.


"Tuan Reynard..... Alberth mempunyai kekuatan dari kabut hitam yang merasuk kenadinya. Karena itu dia bisa hidup sampai sekarang. Anda harus menjaganya agar dia tidak menyentuh darah sedikitpun, dan buatlah hatinya selalu tenang, karena nyawanya kita butuhkan saat akhir nanti" (Biksu Suci)


"Malang sekali nasibnya, tapi sepertinya dia bisu atau bagaimana" (Reynard)


"Iya benar....aku menahan suaranya karena itu adalah satu- satunya pilihan yang ada karena jika suaranya kembali maka kekuatannya akan terlepas dan itu artinya dia sudah menjadi vampir" (Biksu Suci)


Disebelah Alberth, bibi Aelin dan Thomas yang masih kecil menangis melihat keadaan Alberth.


"Menjadi vampiiir? tidakkk..... itu tidak boleh terjadi. Dia sangat baik. Baiklah aku akan mengingat semua perkataanmu, Reynald kau juga harus ingat" (Reynard)


"Baik paman" (Reynald)


" Aku harus membawa Thomas untuk menjadi pelindung Renata saat dia harus menemukan berlian merah, tetapi tidak untuk saat ini, aku akan kembali satu tahun lagi" (Biksu Suci)


"Baiklah biksu, kau boleh membawa Thomas. Harus ada yang melindungi Renata, anakku harus selamat"


(Reynald)


"Tapi kenapa ini bisa terjadi aku pikir kejadian ayah dulu sudah lenyap, ternyata ini benar terjadi" (Reynald)


"Sudahlah keponakanku bagaimanapun juga ini takdir anakmu kelak, lihatlah mata ungunya yang begitu langka, jika tuan besar bangkit dunia kita akan dipenuhi vampir" (Reynard)


"Kelak Renata akan dengan sendirinya menuju kekuil, dan takdirnya adalah menjadi pasangan Erlion" (Biksu Suci)


"Tidakkk, itu tidak boleh, anakku dengan vampir, mana mungkin, tidak Renataaa" (Elena)


"Kita tidak bisa mencegahnya...hanya Erlion murni dan terkuat yang akan menjadi pasangan dan pelindungnya" (Biksu Suci)


"Aku akan terus mengingat ini biksu Suci, istriku antar Elena bersama Renata kekamarnya" (Reynard)


"Baiklah suamiku, ayo Elena kita bawa Renata" (Natalie istri Reynard)


"Apakah kamu bisa menunjukkan letak berlian merah, biksu suci" (Reynald)


"Berlian merah adalah kumpulan dari jiwa murni yang merupakan senjata paling dahsyat dan kuat, hanya Renata yang akan tahu letaknya, kitapun tidak mengetahuinya"


(Biksu Suci)


"Lalu bagaimana Renata akan mengetahuinya nanti" (Reynald)


"Cahaya biru yang akan menuntunnya dan akan sangat berbahaya karena Erlion tidak akan membiarkannya begitu saja. Karena itulah dia harus bersama dengan Erlion terkuat demi keamanannya.Thomas yang akan menjadi salah satu pelindungnya kelak" (Biksu Suci)


"Bagaimana dengan Alberth, bukankah dia punya kekuatan juga? " (Reynald)


"Alberth pasti akan melindungi Renata dengan sendirinya karena Renata adalah cinta sejatinya. Biarkan alam yang berbicara dengan nasibnya" (Biksu Suci)


"Baiklah biksu suci aku akan menjaga mereka dari Erlion sampai saatnya tiba"


(Reynard)


"Baiklah kami pamit pergi, satu tahun lagi kami akan menjemput Thomas" (Biksu Suci)


Para biksupun pergi dan kembali menuju kuil lembah hitam.


"Reynald kita harus pindah dari sini, segera kemasi barang kalian, dua hari lagi kita pergi"


(Reynard)


*********************************************


Setelah dua hari semua keluarga Renata pergi dan tinggal disebuah rumah ditengah hutan yang jauh dari masyarakat luar dan Biksu Suci memberikan perlindungan cahaya disekitar Rumah Renata.


Bahkan para Erlionpun tidak bisa menemukannya kecuali Erick yang hanya bisa masuk kedalamnya karena biksu Suci yang sengaja membuatnya seperti itu.


"Sialannnn, dimana mereka!! " (Erlion)


"Ayah, tenanglah cepat atau lambat kita pasti akan menemukannya" (Edward)


"Erick......hanya dia yang akan menuntun kita nanti" (Erlion)


"Erick? " (Edward)


"Nanti saatnya tiba kau akan tahu" (Erlion)


*********************************************


Hari demi hari berganti tar terasa satu tahun umur Renata. Dia tumbuh menjadi anak yang sangat cantik membuat Alberth dan Thomas sangat menyayanginya dan seakan mereka bertiga terikat akan sesuatu.


Mata ungunya sangat bercahaya, kulitnya yang putih dan rambut hitamnya menjadikan Renata sangat cantik.


Selama setahun merekapun selalu bermain ditaman bersama sama. Dan saatnya tiba Thomas harus mengikuti Biksu Suci untuk berlatih sebagai pelindung Renata.


Thomas sangat sedih harus berpisah dengan Renata tapi bagaimanapun juga dia harus berangkat demi menjadi pelindung Renata kelak.


"Kita akan bertemu lagi Renata"


Dengan menaiki mobil dengan biksu Suci Thomas melambai kepada keluarga Renata, ibunya dan kakaknya Alberth.


"Sampai kapanpun aku tidak akan membiarkan sivampir Erlion mendekatimu apalagi menjadi pasanganmu, Erick akan aku ingat selalu namanya sampai aku bertemu dengannya"


Ketika Thomas melihat keluar mobil, dia melihat sekelabat cahaya yang berada diluar dan disertai angin yang sangat kencang.


"Hah, apa itu....cahaya kilat"