Renata Red Eyes: The Beginning With True Love

Renata Red Eyes: The Beginning With True Love
BaB 7: Tersadar Kembali



Thomas mengendarai mobilnya dengan kencang dan menghubungi rumah Renata untuk memberitahukan bahwa Renata pingsan karena secara tidak sadar mengeluarkan kekuatannya yang begitu dahsyat.


Dirumah Renata, bibi Aelin menunggu didepan gerbang rumah bersama Alberth dan para pelayan karena cemas dengan keadaan Renata.


Sesampai dirumah Renata, Thomas segera menggendong Renata dan berjalan dengan cepat menuju kamar Renata dan membaringkannya.


Dibelakang Thomas, Alberth dan ibunya bibi Aelin serta para pelayan mengikutinya menuju kamar Renata.


Dikamar Renata, ibu Renata nyonya Elena Rudolf dan ayah Renata tuan Reynald Rudolf menunggu dengan cemas dan terkejut anak kesayangan mereka satu-satunya tidak sadarkan diri.


"Suamiku kenapa harus anak kita?Kenapa dia harus menyelesaikan ini? Kenapa suamiku? Dia sangat lemah. Jika terjadi sesuatu padanya aku akan membencimu."


"Istriku tenanglah, aku akan berusaha menemukan cara lagi untuk membujuk biksu kuil lembah hitam itu agar memberitahu cara menolong Renata. Sekarang kembalilah kekamarmu dan berhentilah menangis! Bibi Aelin akan mengantarmu." Elena masih terus menangis dengan berat melangkahkan kakinya keluar dari kamar Renata.


"Thomas, kenapa kamu tidak bisa menjaga Renata? Kamu adalah pelindungnya, seharusnya kamu terus menjaganya!" Reynald membentak Thomas dan sangat marah karena tidak bisa menjaga anaknya mencari berlian merah di Sma Erlion.


"Maafkan aku tuan Reynald, ini semua kesalahan Erin dan Erick yang selalu mendekati Renata terutama Erick. Aku akan membalas mereka dengan sekuat tenagaku tuan Reynald.


Percayalah kepadaku ini tidak akan terulang kembali." Thomas menjelaskan dengan tegas kepada Reynald bahwa Erick selalu mendekati Renata.


Wajah Thomas masih panas membara dipenuhi dendam kepada Erin dan Erick dan ingin segera bertempur kembali dengan mereka.


Sementara itu, Alberth dengan wajah sedih memandang Renata dan membelai rambutnya seperti yang biasa dia lakukan hingga meneteskan air matanya.


"Kalian tahu, aku bersama istriku pergi kelembah kuil hitam bertemu biksu Suci. Aku menanyakan cara atau petunjuk buat Renata, agar bisa menemukan berlian merah disekolah Sma Erlion dengan mudah. Tapi biksu itu tetap tidak memberitahuku dan menyuruh kami pulang. Selama kami pergi inilah yang kalian lakukan kepada Renata? Kalian bisa mencelakainya."


Reynald kembali membentak Thomas serta Alberth dan berusaha menjelaskan kepada mereka maksud dari tujuan mereka pergi ke kuil lembah hitam menemui biksu Suci.


Alberth berdiri dan memegang pundak Reynald dengan memberi isyarat tangan bahwa dia akan menjaga Renata, dan menyuruh Reynald untuk beristirahat.


"Baiklah, maafkan aku. Aku tau kalian pasti akan banyak mengalami rintangan menjaga Renata." Reynald yang kemudian berjalan dengan wajahnya yang sedih meninggalkan kamar Renata.


Alberth memegang Thomas dan memberi isyarat tangan untuk menyuruhnya beristirahat, dan membiarkan dirinya menjaga Renata.


Sambil memandang Renata tiada henti, Alberth terus membelai rambut Renata dan berharap Renata tersadar dari pingsannya. Disaat mata Alberth memandang wajah cantik Renata, Alberth dikejutkan dengan angin dan cahaya kilat yang berada diatas pohon luar jendela kamar Renata.


Dengan sigap Alberth melihat keluar jendela kamar Renata dengan sorotan matanya yang tajam dan pandangan penuh penasaran, melihat kanan kiri sekeliling rumah. Kemudian Alberth masuk kembali kekamar Renata karena tidak ada sesuatu yang mencurigakan diluar kamar Renata.


Melihat kakaknya Alberth tertidur disamping tempat tidur Renata, Thomas membangunkan kakaknya untuk beristirahat dan menggantikan kakaknya untuk menjaga Renata.


Alberth menggelengkan kepalanya dan Thomas memaksa kakaknya untuk beristirahat. Kemudian bibi Aelin tiba-tiba datang dan mengajak Alberth pergi dari kamar Renata dan membiarkan Thomas bergantian menjaga Renata.


"Alberth ayo pergi! Biarlah adikmu kali ini yang menjaga Renata." Bibi Aelin dengan cemas membawa Alberth keluar dari kamar Renata.


"Thomas, aku ingin bersama anakku. Kamu istirahatlah! Aku ingin menemaninya. Dan jangan membantah perintahku!" Tiba-tiba Reynald masuk kekamar Renata dan menyuruh Thomas untuk membiarkan dirinya menjaga putri kesayangannya. Karena perintah Reynald yang tidak pernah dibantahnya, Thomas menuruti dan segera meninggalkan Renata bersama ayahnya dikamarnya.


Sesaat beberapa jam Reynald yang semula memandang Renata dan membelai rambut Renata, tiba-tiba tidak sadarkan diri dan tertidur dikursi sofa sebelah ranjang Renata.


Dan cahaya kilat yang mencurigakan diluar kamar Renata dengan cepat menghampiri kamar Renata, dan itu adalah Erick yang selalu mengamati Renata diatas pohon depan kamarnya.


"Putri bermata unguku, ini Erick kekasihmu, bangunlah putri, aku mencintaimu." Tiba-tiba Erick datang kekamar Renata dan membelai rambut indah Renata yang hitam lebat.


Kemudian memasangkan syal biru yang selalu diikatkan dibiola kesayangan Erick dan bunga bercahaya yang diambilnya dipohon sekolah Sma Erlion ketika bertemu Renata.


Erick terus membelai rambut Renata dan menatap wajah Renata dengan dekat sehingga Renata bisa merasakan nafas Erick yang berhembus kepadanya.


Sesaat kemudian, Erick mendekatkan keningnya ke wajah Renata sambil mengecup mesra Renata. Akhirnya mata Renata perlahan-lahan mulai terbuka dan terkejut melihat wajah Erick yang begitu dekat dengan wajahnya.


Erick gembira melihat Renata tersadar dari pingsannya dan kembali menatap Renata hingga meneteskan air mata. Renata memeluk Erick dan tersenyum, kemudian membalas tatapan mesra Erick dengan penuh cinta.


Ini adalah pertemuan yang membahagiakan bagi Renata. Entahlah kenapa setiap Erick menatap Renata dengan mata abu-abunya yang indah, seolah-olah hati Renata merasakan getaran, kedamaian, dan kehangatan yang tidak pernah Renata rasakan sebelumnya. Seakan tatapan itu adalah candu untuknya.


"Putri bermata ungu, aku harus pergi, kalau Thomas tampan dan kakaknya Alberth tau aku disini, mereka akan marah besar dan bisa membunuhku. Aku akan selalu menjagamu. Jangan pernah takut cintaku!" Erick membisikkan ditelinga Renata. Renata mengernyitkan dahinya dan memegang tangan Erick dengan erat seolah dienggan ditinggal olehnya.


"Biarkan aku pergi, Aku akan kembali lagi." Kata Erick sambil mengecup Renata dengan lembut. Perlahan Renata melepas genggamannya dan melihat Erick berjalan ke arah jendela dan tiba-tiba melompat dan menghilang.


Renata dalam diamnya teringat dengan perkataan Erick tentang Alberth adalah kakak Thomas.


Renata bangun dari tempat tidurnya dan berjalan menuju jendela kamarnya sambil memegangi kepalanya yang terasa berat dan tubuhnya yang masih lemas. Berharap Erick masih ada disana dan ternyata Renata tidak menemukan apapun.


Tiba-tiba Reynald yang tertidur disofa kamarnya terbangun dan terkejut melihat putri kesayangannya sadar dan berada di dekat jendela.


"Putriku kamu sudah sadar, Elenaaa anak kita sudah sadar." Reynald yang langsung mendekati Renata lalu memeluknya dan berteriak memanggil istrinya Elena agar segera pergi kekamar Renata.


Mendengar teriakan suaminya, Elena segera berlari menuju kamar Renata.


Disusul Thomas dan Alberth, serta bibi Aelin yang berlari menuju kamar Renata.


Melihat Renata tersadar Alberth langsung memeluk Renata dengan erat, dan Renata tersenyum melihat Alberth.


Renata melepaskan pelukan Alberth berjalan menuju Thomas.


"Kamu, Thomas siapa kamu? Aku ingin tahu." Sambil menunjuk jarinya ke arah Thomas, Renata berteriak memintanya menjelaskan siapa dirinya yang sebenarnya.