Renata Red Eyes: The Beginning With True Love

Renata Red Eyes: The Beginning With True Love
Bab 40 : Kebangkitan Tuan Besar



Suara gemuruh dan sinar petir yang menyambar dengan dahsyatnya, diikuti angin yang bertiup kencang seolah-olah menggoncangkan semua elemen bumi, bahkan para hewan bersembunyi ketakutan karena sang tuan besar vampir Erlion telah bangkit dan menampakkan wujudnya bak raksasa pemangsa yang kehausan darah tiada batas.


"arrrrrrggggghhhhhhh....." suara tuan besar diiringi petir dan gemuruh yang terdengar sangat dahsyat mengejutkan semua manusia saat itu.


"Duaarrrr.....duarrr...."


"Aku dataangggggg....hahahahahaha.......!!" tuan besar akhirnya menampakkan wujud aslinya.


Didepannya Edwin, Edward, Pattinson, dan seluruh pasukan Erlion menundukkan kepala menyambutnya.


"Hahaha...akhirnya aku bangkit setelah sekian lama aku terjebak didalam abu...kurang ajar..." tuan besar mengeluarkan cahaya listrik dari pedangnya dan sinar kabut hitam yang dahsyat kesemua arah hingga semua yang ada didepannya hancur tidak bersisa.


" duarrr....duarrr.....!!"


Sementara seluruh Erlion dan pasukannya hanya menunduk didepannya.


"Hmmm...adikku tersayang, kau sangat hebat...aku salut padamu...hahahahaha..." tuan besar berjalan kearah Edwind.


"Kami menunggumu kakak..terimalah persembahan kami..." tetap sambil menunduk Edwind memberikan segelas darah segar, dan tuan besar menolaknya.


"Apa ini...haha...tuan besar tidak meminum darah seperti itu, Pattinson...kemarilah..!" tuan besar mengulurkan jarinya kearah Pattinson dan dengan segera Pattinson menghampirinya.


"Senang berjumpa kembali denganmu, tuan besar". Pattinson membungkuk


" Hahaha...bagus, berbeda dengan yang dulu selalu membantahku....hahaha..dan kau keponakanku yang gagah...hahaha...kalian semua harus tunduk kepadaku...! Pattinson ikutlah aku! Aku membutuhkan darah yang benar-benar segar. Edwind tunggulah dikastil persiapkan ruangan khusus untukku..disaat aku datang ruangan itu harus siap! .hahaha.."


"Baik kakak..."Edwind dan Edward segera kekastil Erlion melaksanakan perintah tuan besar.


Pattinson dan tuan besar secepat kilat pergi kebeberapa desa dan ingin meminum darah semua penduduk desa.


Sampai di desa tersebut, tuan besar tidak bisa memasukinya walaupun berkali-kali mencoba karena biksu suci sudah memberikan cahaya perlindungan yang luar biasa disemua desa.


"Sialan pasti biksu suci itu, argh.......!" tuan besar mengarahkan sinar cahaya listrik dari tangannya dan sinar kabut yang sangat dahsyat akhirnya terbukalah cahaya pelundung biksu suci.


Setelah menjadi abu puluhan tahun dan dibangkitkan oleh sisa setengah botol darah Renata dicampur dengan darah Edwind, kemampuan tuan besar semakin kuat.


"Hahaha...kekuatanmu tidak sebanding denganku Biksu Suci...hahaha.." tuan besar beserta Pattinson dan pasukan Erlion memasuki desa x dan akan memangsa seluruh penduduk.


Dengan sigap biksu suci dan beberapa biksu sudah berdiri menghadang tuan besar dan sebagian biksu membawa seluruh penduduk desa bersembunyi didalam lorong bawah tanah yang sudah dipersiapkan sejak lama oleh biksu suci.


"Apa ini hahaha....kalian para biksu akan menghalangi aku? Kekuatan kalian tidak sebanding dengan tandinganku!" Dengan kemarahan dan mata yang bersinar merah tuan besar bersiap menyerang biksu suci.


"Kami tidak akan membiarkanmu membuat para penduduk menjadi vampir dan kau bunuh..!" Biksu suci bersiap dengan tongkat cahayanya dan para biksu yang bersiap disebelahnya dengan senjatanya masing-masing untuk melawan tuan besar.


"Baiklah rasakan ini....arghhhhhhh..!" tuan besar mengarahkan sinar listrik dan dengan cepat biksu suci menangkis itu semua.


Pattinson dan pasukan Erlion bertempur melawan para biksu. Dan para biksu melawannya dengan sangat hebat dengan senjata andalannya.


"Tang....prang....tang...."


Tuan besar sama sekali tidak bisa mengenai biksu suci karena dengan sigap menangkis semua senjata tuan besar.


Bahkan Pattinson dan pasukan Erlion mengalami kwalahan melawan para biksu yang sangat hebat.


Merekapun bertarung sekuat tenaga menghalangi tuan besar menyerang para penduduk.


Disaat para biksu hampir berhasil melawan tuan besar dan pasukan Erlion, ternyata ada anak terlepas dari pengawalan para biksu dan bersembunyi disalah satu rumah menangis kencang.


Mendengar tangisan anak itu biksu suci menoleh dan akhirnya terkena senjata kabut hitam tuan besar.


"Ahhhh....hah..hah..(merintih).." biksu suci kembali bangkit dari tubuhnya yang terjatuh terkena senjata tuan besar.


Dengan cepat tuan besar bersamaan dengan biksu suci menghampiri anak itu.


Disaat tangan tuan besar hendak meraih anak itu, tongkat cahaya biksu suci menahannya hingga anak kecil itu terpental keatas langit.


Tuan besar melompat meraih anak itu tetapi secepat kilat para biksu bersatu mengeluarkan cahaya kekuatan mereka mengarah ke tubuh anak itu hingga tertarik dan tertangkap oleh para biksu.


Pattinson dan para pasukan Erlion sudah tidak berdaya melawan para biksu.


Melihat hal itu tuan besar sangat marah dan pergi dengan cepat diikuti Pattinson dan pasukan Erlion yang terluka.


"Para biksu bersiagalah selalu kita harus menjaga desa ini..dia akan kembali..aku akan menghubungi Erick agar dia bisa mencegah Renata mengendalikan kekuatannya karena belum saatnya.." biksu suci sambil menahan luka kabut hitam yang mengenainya.


Telepati dengan Erick.


"Erick, tuan besar menuju keramaian festival. cegahlah dia! aku terluka, dan Renata harus bisa mengendalikan kekuatannya hingga saatnya tiba"


"Baik biksu suci.." Erick masih menahan Renata didekapannya agar bisa mengendalikan kekuatannya yang keluar sangat dahsyat.


Biksu suci menahan lukanya dan terjatuh karena sangat parah.


"Biksu suci..sekarang ijinkan kami menyembuhkannmu terlebih dahulu.." para biksu


"Baiklah.." Biksu suci menuju disalah satu rumah penduduk untuk menyembuhkan lukanya dan kembali membuat sinar perlindungan yang mengelilingi seluruh desa.


Sementara Renata badannya masih bergetar dan Erick sudah tidak bisa menahan lagi dengan dekapannya.


"Aku akan membunuhmu...tidakkk.....!"


Renata mengeluarkan cahaya yang sangat dahsyat dan membuat Erick terpental.


"Renataaa....ahhhh..!" Erick mendekati Renata dan terpental lagi.


"Gawat...Renata harus mengendalikan kekuatannya ini belum saatnya..." Erick kembali berdiri setelah terpental berkali-kali.


Diseluruh tubuh Renata hanya terlihat cahaya api, hingga wujud manusianya tidak terlihat hanya cahaya api yang meluap-luap dalam dirinya. Renata berdiri menoleh kearah Erick setelah itu dengan sekejab pergi secepat kilat.


"Renata...tunggu...!" Erick segera mengikuti Renata dari belakang.


Bahkan semua benda yang dilewati Renata akan terbakar karena cahaya api yang ada diseluruh tubuhnya.


Tuan besar tiba-tiba berhenti dikeramaian ditengah kota dimana semua manusia berkumpul untuk merayakan festival kembang api.


"Hahaha...lihatlah semua makananku ada disana dan kali ini tidak akan ada yang menghalangiku...Pattinson ayo segeralah.." tuan besar dan Pattinson beserta para pasukan Erlion melompat ketengah-tengah kerumunan dan membuat semua orang berteriak ketakutan dan berhamburan berusaha melarikan diri.


"Hahahaha...iya larilah kalian..aku akan mudah memangsa kalian hahaha...ayo ambillah makanan kalian pasukanku..!" Tuan besar melompat dan menangkap manusia.


Saat tuan besar, Pattinson, dan pasukan Erlion secara bersamaan akan menghisap darah manusia yang ditangkapnya tiba-tiba cahaya merah menghentikan mereka.


Pattinson dan pasukan Erlion terlempar jauh hingga terluka parah.


Sementara tuan besar bisa menahan cahaya itu dan melempar manusia yang dtiangkapnya, tetapi dengan cepat Renata menangkap dan membebaskannya.


"Tuan besar...bagaimana kabarmu?" Renata berjalan keaarah tuan besar.


"Ahh..hahaha...jadi ini hanya seorang gadis kecil yang akan membunuhku nanti..hahaha..sungguh menggelikan"


Tuan besar melompat dan Renata mengikutinya.


"Rasakan ini...wanita sialan..arghhhh...!"


Tuan besar mengarahkan cahaya dari matanya dan Renata menahannya dengan cahaya merah juga berasal dari matanya.


Langitpun berubah menjadi dua warna dari dua kekuatan yang sangat dahsyat.


Dari bawah Erick memandang Renata dengan penuh kemarahan.


"Renata...bertahanlah..Pattinson, pergilah dengan pasukanmu! kalian terluka parah..aku akan mengatasi hal ini cepat..!" Erick


"Baik tuan.." Pattinson dan pasukan Erlion pergi meninggalkan tempat kejadian.


Erick dengan erat memegang pedang cahanyanya menatap Renata dan tuan besar bertempur diatas udara dengan awan hitam yang mengikuti mereka.


Erick melakukan telepati dengan Alberth.


"Alberth kemarilah dengan Thomas! Renata bertempur dengan tuan besar, kemarilah!" Erick


"Sialan..baik aku akan segera datang.." Alberth.