
Tiba-tiba dalam penglihatannya Renata berteriak dengan keras sehingga tanahpun bergetar dan tubuhnya semakin mengeluarkan cahaya merah yang lebih dahsyat.
" jangaaaaaaaannnn.... "
Para biksupun serontak melompat tinggi dan memutar tangannya agar angin dari lima penjuru mengarah ketubuh Renata dan memudarkan cahaya api.
Biksu Suci memutar tongkat saktinya dengan gerakan yang tenang namun mampu membuat angin lima penjuru lebih besar sehingga membuat Renata tenang kembali dan melanjutkan penglihatannya di dimensi lain.
Cahaya yang sangat bersinar kembali menuntun Renata melihat Biru yang berlari kencang sampai nafasnya terengah-engah.
Akhirnya Biru sampai dirumah Rudolf dan langsung menemuinya untuk menceritakan semuanya.
Setelah mendengar cerita Biru akhirnya merekapun mencegah semua keluarga Rudolf untuk datang diacara perayaan Sma Erlion.
"Kita harus mencegah semua keluargamu datang diacara Sma Erlion ayo cepat Rudolf"
Rudolf berlari menemui keluarganya dan mencegah mereka mendatangi acara perayaan Erlion dan menjelaskan semuanya.
Setelah itu Rudolf dan Biru berlari menuju ke rumah tuan Erlion untuk memberitahukan yang akan terjadi.
"Ayo Biru kita harus segera menemui tuan Erlion sebelum terlambat"
Sampai dirumah tuan Erlion, Rudolf berlari segera menemuinya sementara Biru menunggu didalam mobilnya.
"Tuan Erlion hentikan acara perayaan besuk, Erlion mencari darah tuan muda, dia akan membuat semua orang menjadi vampir"
"Apaa, hahahahaha, konyol itu hanya legenda sudah pergi sana, pengawal cepat usir mereka"
Rudolfpun kembali menuju mobilnya.
"Gawat bagaimana ini, Biru kita harus ke Sma Erlion kita akan menginap disana, besuk jika semua orang datang kita akan lebih mudah mencegah mereka"
Akhirnya Rudolf dan biru menuju ke Sma Erlion.
*********************************************
Sementara Erlion dengan ganas menghisap semua orang yang ada didepannya.
Desa-desa yang ada disekitar lembah pun diterornya sehingga semua menjadi vampir pengikutnya.
Biksu Suci berlari menemui biksu Agung dan segera memberi kabar.
"Biksu Agung....vampir itu mulai membentuk pasukannya dengan menjadikan warga desa seperti dirinya"
"Aku akan melindungi desa selanjutnya dan segeralah bersiap untuk pergi ke Sma Erlion kita harus menemui seseorang bernama Biru hanya dia yang bisa menolong kita"
Biksu agung dengan kekuatan batinnya mencari solusi untuk mengalahkan sang vampir baru dan melihat Biru sebagai jalan keluarnya.
Akhirnya Biksu Agung memberi cahaya pelindung kepada semua desa dan membuat marah Erlion dan pengikutnya. Merekapun langsung menuju Sma Erlion.
Hanya Erlion dan yang mempunyai hubungan darah dengannya yang bisa berjalan dibawah sinar matahari, sehingga Erlion membawa pengikutnya didalam gedung tua tidak jauh dari sma Erlion untuk menunggu sampai acara perayaan dimulai pada petang hari.
**********************************************
Tibalah saatnya hari perayaan Sma Erlion. Dan Erlion dengan tersenyum tidak sabar untuk menghisap semua darah manusia yang datang kesana.
Orang tua Erlion dan Edwind telah sampai di Sma erlion. Edwindpun langsung berlari bersembunyi ketakutan karena teringat ucapan kakaknya.
Natasha heran melihat Edwind yang tiba-tiba berlari meninggalkannya.
"Edwind mau kemana kau, ahh dasar anak itu"
Tuan Erlionpun menarik Natasha dan mengajak masuk kedalam gedung Sma Erlion.
"Sudahlah biarkan dia, ayo temui para tamu, jangan sampai dandananmu rusak gara-gara marah"
Ema Erlion adalah anak dari sepupu tuan Erlion yang diundang dalam perayaan tersebut. Dia kebetulan lewat dan melihat Edwind lari dan ingin menyusulnya.
"Edwind mau kemana paman? bibi biarlah aku menyusul Edwind"
Didalam gedung sekolah sma Erlion, tuan Erlion sangat marah ketika melihat Rudolf dan Biru berusaha membuat tamu pergi dari acara perayaan.
"Pengawal, seret mereka keluar sekarang juga!! "
"Baik tuanku"
Akhirnya Rudolf dan Biru diseret pengawal dan dikeluarkan dari gedung.
"Sialan kita tidak bisa mengeluarkan mereka, bagaimana ini Biru"
Ketika Rudolf merasa kesal, Biru melihat Erlion sudah dekat dengan Sma Erlion.
"Rudolf, lihatlah itu! Erlion sudah berada didepan bersama puluhan pengikut vampirnya"
Saat petang datang, Erlion dan pengikutnya sudah berada diluar gedung dan menghisap semua pengawal yang bekerja dengan ayahnya.
Tiba-tiba Pattinson datang dan menghampiri Erlion.
"Kau sudah membuatku menjadi seorang vampir, apa yang kamu lakukan, Erlionnn!! "
Erlion mencekik Pattinson hingga hampir terbunuh ditangannya.
"Aku sekarang tuanmu, jangan pernah membentakku, jika kau masih mau hidup"
"Baiklah, tolong jangan bunuh aku, aku akan mengikutimu.....aku merasa sangat haus"
Erlionpun melepaskan Pattinson.
Erlion bersama Pattinson dan semua vampir masuk kedalam gedung Sma Erlion, dan membuat panik semua tamu yang jumlahnya ribuan.
"Hahahahahaha, tunggulah para pengikutku, tahanlah rasa haus kalian... aku akan menyapa orang tuaku terlebih dahulu" (Erlion)
"Erlionn, kaukah itu, hahh apa yang terjadi padamu, ahhhhhhhhh"
Erlion dengan cepat menggigit ibunya lalu mendekati ayahnya dan menggigitnya juga.
"Para pengikutku ambillah makanan kalian hahahahaha"
Dengan wajah yang mengerikan dan ganas mereka menggigit semua yang hadir saat itu. Teriakan orang- orang begitu nyaring dan sia- sia.
Tidak ada yang selamat kecuali para guru dan murid Sma Erlion yang bersembunyi diruang bawah tanah serta para binatang yang terdapat dikandang bawah tanah.
*********************************************
Akhirnya para biksu telah sampai juga di Sma Erlion. Mereka bertemu Biru dan Rudolf yang berada diluar gedung. Rudolf segera menghampiri mereka.
"Biksu bagaimana ini"
Ucap Biru dengan wajah ketakutan.
"Biru kemarilah, hanya kau yang bisa menolong kami semua, jiwa seseorang yang sangat dicintai oleh tuan muda dan yang pernah mengorbankan nyawanya untuknya, jiwa itulah yang bisa mengalahkannya.
Biru terheran dengan apa yang diucapkan biksu Agung.
"Apa maksud biksu, aku tidak mengerti"
Biksu Agungpun melanjutkan ceritanya.
"Cinta sejati Erlion dan pengorbananmu untuk nyawanya. Hanya itu yang bisa membuat dia lenyap, tapi...... kau harus mengorbankan nyawamu"
Biru semakin terheran dan tidak mengerti.
"Tapi Erlion yang menolongku dari tembakan ayahnya"
Biksu Agungpun memegang kepala Biru dan kembali menjelaskan.
"Apa kau lupa kau sudah mengorbankan nyawamu saat Erlion mabuk dari bar. Dia hendak tertabrak mobil dan kau menghalanginya tanpa menghiraukan keselamatanmu sehingga dia tertolong. Pengorbanan kalian masing- masinglah yang membuat jiwamu semakin murni"
Mendengar hal itu Rudolf terkejut dan memeluk Biru.
"Biksu apa tidak ada cara yang lain"
"Hanya itu perjanjian tuan muda dengan iblis, jika ada seseorang yang menjadi cinta sejati tuan muda dan pernah mengorbankan nyawanya demi tuan muda maka dengan menusuk hatinya dengan pisau perak ini didepannya hingga mati diapun akan lenyap.
Saat itu istri tuan muda melakukannya demi menyelamatkan semua orang"
Kenyataan itu membuat Rudolf menangis dan langsung melepaskan pelukannya berlari masuk kedalam Sma Erlion berniat membunuh Erlion untuk menyelamatkan Biru.
Biru segera mengikuti Rudolf dan terlihat panik saat melihat Rudolf diserang dengan cahaya kabut hitam kekuatan Erlion.
"Rudolllllfffff "
Biksu Agung mengeluarkan kekuatannya dan melemparkan pisau perak yang bersinar ke arah kabut hitam hingga membuat Rudolf terpental tak sadarkan diri.
Biru menghampiri dan memeluk Rudolf dengan menangis. Dan membuat Erlion senang.
"Hahahah, akhirnya kalian kalah, aku yang terkuattt, jangan ada yang berani menyentuh mereka pengikutku, hanya aku yang boleh menghisap mereka. Biru aku akan menjadikanmu ratuku"
"Rudolf, maafkan aku, aku mencintaimu"
Biru melepaskan pelukannya dengan Rudolf dan melangkah mengambil pisau perak biksu Agung yang berada disebelahnya kemudian menghampiri Erlion.
"Erlion dengarkan sampai kapanpun aku hanya mencintai Rudolf, tapi aku adalah cinta sejatimu dan aku pernah mengorbankan nyawaku untukmu dan hari ini kau dan para pengikutmu akan mati"
Biru menusukkan hatinya dan tiba-tiba tubuhnya berubah menjadi cahaya berwarna biru yang sangat dahsyat.
Saat itu Rudolf yang tersadar dan berteriak melihat biru.
"Biruuuu, tidakkkkkkkk!! "
Erlionpun berteriak dengan kencang tubuhnya perlahan-lahan memerah hampir meledak dan mengeluarkan cahaya listrik disertai kabut hitam yang menjadi abu.
"Tidaaaakkkkkkk, aku mengutuk kaliannnnn....aku akan mengambil jiwa murni semua orang yang ada disini dan arwah mereka akan terjebak disini selamanyaaaaa.."
Sebelum menjadi abu dan hancur Erlion mengarahkan tangannya keatas dan mengambil sinar kehidupan bagi jiwa orang- orang yang masih hidup di Sma Erlion.
Mereka adalah para murid dan guru yang bersembunyi diruang bawah tanah bersama para hewan.
Seketika jiwa mereka melayang tertarik ke arah tubuh Erlion dan meninggalkan arwah mereka di tempat itu.
Rudolf dan para biksupun segera berlari keluar agar sinar kehidupan mereka tidak terseret kedalam kutukan Erlion.
"Rudollllfff, aku akan menghancurkan semua generasimu dan manusiaaa, aku akan bangkittttt, aaaaaaaaahhhhh"
Disaat jiwa- jiwa itu hendak masuk ke tubuh Erlion, biksu agung dengan cepat menariknya dengan tongkat sinar cahaya kekuatannya yang begitu besar dan menyilaukan yang didapatnya setelah bertapa selama berpuluh-puluh tahun sehingga membuatnya lemas.
Sinar kehidupan dari jiwa- jiwa itu berubah menjadi berlian merah. Dan tiba-tiba dengan dahsyatnya berlian itu menembus kedalam tanah Sma Erlion hingga membuat tanah retak dan bergetar seakan menyembunyikan wujudnya.
Diantara retakan tanah keluarlah cahaya merah berbentuk segitiga dan berputar- putar di udara dan menghilang.
Cahaya biru yang merupakan wujud Biru saat itu dengan indahnya datang didepan biksu agung.
Cahaya biru itupun memberitahukan sesuatu kepada sang biksu dengan kekuatan batin mereka. Sang biksupun tersenyum dan mengangguk.
Setelah itu biksu Agung menemui Rudolf.
"Rudolf kau akan menikah dengan kerabat jauh Erlion, dan cucumulah yang nanti akan menyelamatkan kita disaat tuan besar bangkit dan membebaskan jiwa yang tersesat. Jika dia lahir namailah dia Renata yang artinya terlahir kembali"
Dan tiba-tiba cahaya merah berbentuk segitiga itu muncul kembali dan masuk kedalam kepala Rudolf.
"Biksu suci, kau harus menggantikan aku pada saatnya nanti"
"Baik biksu agung"
Merekapun akhirnya pergi meninggalkan Sma Erlion.
*********************************************
Tak jauh dari Sma Erlion, Pattinson sekarat dan masih hidup, dia sempat kabur menyelamatkan dirinya hingga tidak terkena cahaya listrik kabut hitam Erlion, tetapi terluka cukup parah.
"Darahh, aku butuh darah, tolonglah aku berikan aku darah"
Dari sembunyinya Edwind melihat Pattinson dan menghampirinya.
"Apakah kakakku bisa bangkit? aku akan memberimu darahku...tapi kau harus membantuku. Bukankah vampir selalu menepati janji dan jika tidak akan hancur? maka berjanjilah, aku akan memberikan darahku"
"Baiklah, aku akan membantumu aku berjanji dengan nyawaku selama aku hidup aku akan menjadi pelayan setiamu, aku akan mencarimu"
Edwindpun melukai tangannya dan memberikan darahnya yang menetes kepada Pattinson.
Tiba-tiba Ema Erlion menariknya dan membawanya pergi.
Mereka selamat karena saat Ema mengikuti Edwind yang hendak bersembunyi tiba- tiba vampir datang dan merekapun bersembunyi bersama.
Pattinson sembuh dari sekaratnya berkat darah Edwind dan tiba-tiba abu dari Erlion menjadi satu dan berubah menjadi batu berbentuk bulat berada didepannya.
Pattinsonpun mengambilnya dan secepat kilat pergi dari tempat itu.
"Tuan besar aku akan membangkitkanmu"