
Kala itu sang surya mulai menampakkan separo wujudnya. Sinarnya yang merambat pelan seolah menggantikan kegelapan malam yang dingin dengan cahaya terang yang menghangatkan.
Kicauan burung menemani sinar sang surya memasuki ruangan yang menjadi saksi bisu kisah cinta Renata dan Erick.
Kulit Erick yang beradu dengan sinar sang surya berubah menjadi pancaran yang begitu indah bak berlian. Kehangatannya seakan menggelitik sehingga membuat mata Erick terbuka secara perlahan-lahan.
Dengan wajah yang berkilau bak berlian disertai senyuman yang menenangkan hati, Erick melihat sesosok wanita yang dicintainya dalam pelukan dan dekapannya.
Erickpun menggeser tubuhnya untuk menutupi sinar sang surya yang berusaha menjamah wajah Renata agar Renata tidak terganggu tidurnya.
Tenaga yang kembali pulih menggelora seperti sengatan listrik yang sangat kuat dan api yang membara membuat Erick sembuh dari lukanya akibat serangan pedang kabut hitam Alberth.
Tetapi kekuatan racun pedang kabut hitam yang dimiliki Albert masih ada didalam tubuhnya dan sewaktu- waktu bisa membahayakan dirinya dan membuatnya lemah kembali. Karena itu Erick harus segera menghilangkannya sebelum membunuhnya dari dalam.
Erick sangat kuat tetapi mempunyai kelemahan yang harus dia hindari akibat kejadian di masa lampau.
Pada saat itu nyonya Delichia mengandung Erick dan Erin, Delichia keluar dari kamarnya untuk menemui suaminya karena darah yang ada dikamarnya habis dan dia membutuhkannya segera.
Saat memasuki keruangan pribadi suaminya yang berada dilantai paling atas kastil Erlion, Delichia melihat Edward akan membunuh sepuluh pengawalnya karena gagal menyerang keluarga Rudolf.
Karena emosi Edward mengeluarkan kabut hitam dari tangannya yang merupakan kekuatan vampir yang sangat dahsyat bahkan bisa membunuh sesama vampir dengan mudah.
Delichia masuk secara tiba-tiba membuat Edward terkejut sehingga tangannya tidak sengaja mengarah keperut Delichia dengan mengeluarkan kabut hitam. Seketika Delichia terpental dan membuatnya mengeluarkan banyak darah dari mulutnya dan terkapar.
Melihat hal itu Edward berlari membawa Delichia kekamarnya dan mencari banyak darah untuk memulihkan istrinya.
Edward menjadi sangat kejam dan memerintahkan Pattinson untuk mencari darah segar yang jumlahnya sangat banyak setiap hari untuk membuat istri dan anak yang berada dikandungannya selamat.
Pattinsonpun mulai menculik dan membunuh manusia dengan jumlah yang sangat banyak dengan mengambil darah mereka hingga habis.
Tentu saja membuat seluruh penghuni kota panik dan terteror. Semakin berita penculikan tersebar membuat Pattinson tidak bisa melanjutkan aksinya karena kawatir keberadaan mereka akan diketahui oleh manusia. Hingga suatu hari pattinson hanya membawa sedikit darah.
" Maafkan tuan hanya ini yang bisa saya bawa."
Pattionson menyerahkan kepada tuannya.
" Apa yang terjadi pattinson....ini tidak akan cukup!!" teriak Edward dengan marah.
" Maaf tuan, kita tidak bisa membunuh manusia lebih banyak lagi karena mereka sudah mulai curiga dengan kita, ini bisa membahayakan kaum kita, tuan!" jawab Pattinson.
Merasa tidak ada pilihan Edward menjadi lebih kejam bahkan Edwardpun mulai membunuh para pengawalnya dan golongan vampir bangsanya sendiri agar bisa memberikan darah untuk menyelamatkan istrinya.
Hingga setelah tiga bulan lamanya Delichia akhirnya tersadar dan melahirkan Erick dan Erin dengan selamat tetapi mereka tidak boleh terkena senjata kabut hitam karena bisa sangat terluka dan mati.
Entah berapa ratusan manusia dan vampir yang sudah terbunuh saat itu. Edwardpun semakin ditakuti kaumnya karena menjadi sangat kejam.
Sejak saat itu Delichia melarang Edward mengeluarkan senjata dahsyatnya kabut hitam agar tidak terulang lagi kejadian yang menimpa dirinya apalagi sekarang menjadi kelemahan anak kembarnya Erick dan Erin.
*********************************************
Diruangan rumah kosong yang merupakan saksi bisu cinta Renata dan Erick, perlahan-lahan Erick melepaskan dekapan Renata dan membelai lembut Renata yang masih terlelap tidurnya.
Erick berdiri dan menutupi tubuh Renata dengan kain putih yang dipakai untuk menutupi semua perabotan yang ada dirumah itu.
Erick mencium kening Renata dan berlari secepat kilat keluar untuk mencari baju yang bisa digunakan dirinya dan Renata.
Perlahan-lahan mata Renata terbuka dan terkejut melihat Erick tidak ada disebelahnya. Renata berdiri dan kain putih yang menutupi tubuhnya jatuh tanpa Renata sadari.
Dengan cepat Erick kembali dan melihat Renata berdiri dengan tidak memakai sehelai kainpun yang menutupi tubuhnya yang sangat indah, segera Erick menghampirinya dan menutupi tubuh Renata dengan mendekapnya.
" Erick, kau pergi kemana??" tanya Renata didalam dekapan Erick.
" Aku mencari baju untuk kita sayang, maafkan aku sudah merusakkan baju yang kau kenakan, tapi aku lebih suka kau begini. "
Sambil mendekap Renata Erick berbicara sambil tertawa kecil menggodanya
"Aku pakai baju apa Erick, bagaimana jika ada yang melihat tubuhku, gara-gara kamu, seharusnya kamu membukanya dengan pelan, sekarang kamu harus tanggung jawab."
Ucap Renata sambil memukul dada Erick. Kemudian Renata mengangkat kepalanya memandang wajah Erick. Erick yang sangat tinggi memandang Renata yang mungil didalam dekapannya membuatnya semakin gemas.
" Siapapun yang berani mengarahkan matanya melihat tubuhmu akan aku ambil matanya dan akan aku bakar."
Ucap Erick yang masih erat mendekap Renata dan mendekatkan wajahnya ke wajah Renata kemudian mencium Renata dan kali ini dengan pelan dan lembut.
" Sudah, aku harus melepaskan ciumanku bisa- bisa aku nanti bergairah lagi dan merobek baju yang aku ambil ini."
Ucap erick sambil menunjukkan baju kepada Renata.
" Ini baju siapa...apa kau mencurinya?" Tanya renata.
" Tidak.... aku memang mengambilnya tapi aku meninggalkan sekeping emas jadi tenang saja." jawab Erick santai.
" Tapi rasanya aku ingin menjadi bergairah lagi dan mengulangi kejadian semalam, apa kamu suka tadi malam??"
Ucap Erick ditelinga Renata yang tersenyum dan menggoda Renata.
" Hmmmmm, aku tidak mau, kalau kamu bergairah aku lari. "
Ucap Renata membalas godaan Erick.
" Aku kejar, lariku sangat cepat, kau tidak akan bisa kemana-mana jika Erick menginginkannya. "
" Tadi malam adalah malam terindah dalam hidupku Erick, aku mencintaimu. "
Ucap Renata membalas pandangan Erick.
" Hmm, berarti aku harus berterima kasih dengan Alberth, jika aku tidak terluka aku tidak akan bercinta denganmu, nanti kalau aku bertemu dengannya aku akan berterima kasih dan meminta maaf kepadanya. "
Erick yang kembali menggoda Renata.
" Eriiiicckkk, kita memang sudah bersalah padanya jadi kita harus minta maaf sama Alberth."
Renata yang berusaha melepaskan dekapan Erick tapi Erick tetap memegang dengan kuat dan menggoda Renata.
"Sudah lepaskan dekapanmu dari tadi mata abu-abumu selalu memandang tubuhku, aku harus memakai baju yang kamu bawa sebelum kamu robek lagi. "
Renata yang memukul dada Erick dengan pukulan kecil dan mulutnya yang cemberut, membuat Erick tertawa bahagia dan melepaskan dekapannya.
" Erickkkkk, mana bajunyaa jangan bermain-main denganku, kamu selalu menggoda aku, Erickkkk!! "
Teriak Renata yang kemudian mengambil kain putih untuk menutupi tubuhnya.
Sedangkan Erick sambil tertawa memegang baju Renata dengan tangan keatas sehingga Renata tidak bisa menggapainya karena tubuhnya yang mungil.
" Erickkkkkkkk, jika kamu tidak berikannn akan aku beri sengatan listrik!"
Renata yang semakin kesal dan menarik tangan Erick karena Erick tetap menggoda Renata dengan tertawa.
" Ya sudah, aku keluar pakai kain putih ini saja, biar semua mata memandangku, dan kamuuuuuu pencuri baju, tidak boleh marah!"
Akhirnya Renata kesal dengan menyilangkan tangan didadanya dan melotot kepada Erick.
Mendengar apa yang diucapkan Renata membuat Erick secepat kilat menghampiri Renata dan merebahkannya kembali diranjang.
" Erick, kenapa kau membawaku keranjang ini lagi, kau tidak bisa menahan gairahmu. "
Ucap Renata yang kali ini melihat wajah Erick dengan serius.
" Aku tidak akan bisa menahannya entah kau tanpa pakaian atau pakai pakaian, tapi jangan ada laki-laki lain yang berani memandangmu Renata, aku akan membunuh dan mencabiknya. "
Ucap Erik dengan serius dan menarik Renata berdiri dan memberikan pakaiannya.
"Terima kasih tuan muda Erick, akhirnya."
Ucap Renata sambil membungkukkan badannya seolah-olah dia adalah pengawal Erick dan memakai pakaiannya.
Erick melihat Renata dan kembali tersenyum.
" Erickk, hentikan pandanganmu itu, dari tadi kau melihatku memakai baju membuat mata abu-abumu bersinar seolah- olah ingin menerkamku, ayoo sana palingkan wajahmu, Eriiickkkkkk!"
Erick tidak menghirauan perkataan Renata dan tetap memandangnya.
Akhirnya Renata menghampiri Erick dan memalingkan wajah Erick dengan tangannya supaya tidak memandangnya lagi.
" Tahan wajahmu seperti itu, jangan menoleh dan jangan sampaiiiiii, aarghhhhh!! "
Tiba-tiba Erick dengan cepat membaringkan tubuh Renata diranjang lagi hingga membuat Renata terkejut.
" Akukan sudah bilang, apapun yang kau kenakan tetap membuatku bergairah, tapi kali ini akan aku tahan, untuk lain kali aku tidak mau menahannya lagi. "
Erick yang mencium Renata lagi dengan lembut.
" Kali ini kau harus menahannya, sayang. " Renata yang membalas ciuman Erick.
" Renata, kenapa kamu, apa yang kau lihat??"
Tiba-tiba Erick terkejut melihat mata Renata kembali memerah yang menandakan dia melihat sesuatu dan Erickpun menarik Renata berdiri.
" Erick aku harus segera pulang, ada seseorang yang datang kerumahku dia seperti menarikku, dan disana ( Renata berganti menolah ke samping sambil menatap lurus) ada seseorang yang datang dikastilmu aku bisa merasakan kekuatannya. Sementara ini bersembunyilah jangan sampai ada yang mengetahui keberadaannmu, aku akan membawamu menemui biksu suci. "
Ucap Renata sambil menarik baju Erick untuk meyakinkannya.
" Antarlah aku sampai di hutan dekat rumahku, nanti aku akan membuat Thomas menjemputku. "
Ucap Renata dengan mata yang memerah.
" Baiklah, tapi berjanjilah jangan mendekati Thomas dan Alberth, aku mengawasimu gadis kecil. "
Ucap Erick sambil menggendong Renata.
" Ohhhh, jadi sekarang kamu ikutan memanggilku gadis kecil, seperti Thomass!"
Renata yang cemberut jika dipanggil gadis kecil oleh siapapun.
" Kamu memang gadis kecil, tapi sangat aku cintai. "
Balas Erick yang mencium rambut Renata dan secepat kilat membawa Renata kembali menuju Rumahnya.
Kemudian Renata melakukan telepati kepada Thomas.
" Thomas jemputlah aku!!"