Project For Love

Project For Love
Bagian 9 – What the HEllooo



Malam ini aku sedang rebahan dikamar kos ku sambil memandang kosong kearah langit-langit kamar yang sudah kuhiasi dengan stiker bintang.


Disaat bengong begini, terlintaslah khayalan- khayalan abstrak diotakku.


Mulai dari aku yang pergi ke korsel untuk lihat konser BTS dan Blackpink. Menjadi penerjemah pada acara fansign nya Song Jong Ki di China, kemudian pergi umrah, keliling eropa, naik Capadocya di Turkey, bertemu dengan artis di jalanan, shoping di paria dan banyak lagi khayalan yang hanya ada di dalam pikiranku tanpa aku mampu mewujudkannya.


*Smooth like butter, like a criminal undercover


Gon' pop like trouble breaking into your heart like that (ooh)*


Butter – BTS


Ditengah khayalan tersebut terdengarlah ringtone hapeku, yah you know lah lagu diataskan. Lagunya boyband kesayanganku, yang merajai tangga lagu billboard selama tujuh minggu. Lagunya idola dari segala idola dengan prestasi segudang dan wajah luar biasa tampan.


Panggilan tersebut lansung saja aku angkat setelah melihat nama si penelpon yang merupakan ibuku sendiri. “Halo, Assalamualaikum ibu” sapaku lansung pada bidadari surgaku.


“Waalaikumsalam. Kamu sedang apa nak?” kata ibu lembut padaku.


Aku menjawab, “Nggak ada bu, sedang baring aja. Ibu udah makan?”


“Sudah nak. Kamu udah makan?” jawab ibuku.


“Sudah juga bu, Ibu nelpon ada apa?” tanyaku padanya.


Aku bertanya seperti ini karena ibuku sebenarnya jarang menelponku. Biasanya aku yang menelpon duluan untuk melaporkan kegiatanku sehari-hari.


“Begini, tadi siang ibu berbicara dengan kakakmu. Kebetulan temannya mempunyai adik laki-laki dan belum menikah”. ucap ibu berjeda, seolah memberi clue padaku.


“Jadi mau dijodohin sama aku bu?” kataku to the point.


“Bukan dijodohkan Nggi, tapi dikenalkan. Mana tau cocok” dalih ibuku.


Itu sama aja dengan dijodohkan nggak sih? Ibuku pintar sekali berdalih.


Aku sih sebenarnya bukan menolak perjodohan, hanya kurang nyaman saja. Aku lebih memilih orang yang aku sukai gituloh. Setidaknya aku memiliki rasa kagum dan tertarik padanya.


Gini nih trik emak-emak untuk membujuk anaknya. Ujung-unjungnya membahas umur yang sudah tua dan umur. Kalau jawab enggak, durhaka bangetkan jadi anak. Nanti hidup kita malah susah. Perkataan ibuk adalah perintah untuk kita semua.


Jadi demi kelangsungan hidup ku, dan menyenangkan hati sang emak yang katanya sudah tua, tentu aku menjawab “Hmm, iya lah bu. Nanti kabari saja kapan mau dikenalkannya. Terus bilangin kakak ya bu, usahakan jangan dihari kerjaku. Capek juga kalau pulang pergi dari kantor ke rumah”.


“Iya, ibu paham, kamu tenang saja. Yang penting kamu mau saja ibu sudah senang”. ucap ibuku dengan sedikit lega yang terdengar dari suaranya.


“Iya bu” ucapku.


“Ya sudah, kamu tidur gih, udah malam, besok kerja kan. Ibu Cuma mau menyampaikan itu saja.


O iya, tadi nomor HP kamu juga dikasih oleh kakakmu ke temannya. Kalau ada yang chat, jangan lupa di balas ya. Jangan sombong jadi orang”. pesan ibuku.


“Iyaaa buuuu, Ibu juga tidur cepat ya. Jangan kebanyakan nonton drama pela**r”. ucapku pada wanita tersayangku ini.


Aku berkata demikian kepada ibuku karena dia sangat suka sekali menonton drama. Dan kalian pasti juga tau kan sekarang ini yang sedang booming itu justru drama-drama pela**r yang dapat merusak pikiran, dan membuat kita berfikir negative terhadap suatu kejanggalan.


“Ya sudah, ibu tutup ya nak, Assalamualaikum” ucap ibuku akhirnya.


“Waalaikumsalam bu” kujawab salam ibuku dengan sepenuh hati.


Huh, bakal riwet hidupku kedepannya. Kenapa sih waktu cepat berlalu, kenapa umurku sudah mendadak menjadi dua puluh tujuh sekarang?


Aku itu sebenarnya masih sangat nyaman dengan kehidupanku yang sekarang. Sendiri itu bukan bebankan? Bukannya kalau ada pasangan yang menjadi tambah beban hidup. Iya kan? Apa pendapatku salah?


😂😂😂


Wah wah wah emang bener ya yang dibilang Nindi? Pasangan itu nambah beban atau malah memunculkan kebahagiaan lain dalam hidup kita?


Pendapat kalian para readerku tercinta, tulis di komentar ya.


Dan jangan lupa pantengi terus karya otor ya.


Sampai jumpa di next part ya…