
Ranggi POV
Siang ini sesuai janjinya, Pak Fathyr mampir ke parkiran kantor untuk menjemputku. Aku yang memintanya seperti itu. Karena jika sampai yang lain tau aku pergi makan dengannya, kalian bisa bayangkan gimana reaksi club elit di ruangan ku itu.
Kali ini kami pergi makan ke caffe, agar lebih santai untuk berbincang. Karena kalau ke rumah makan padang, di jam makan seperti ini biasanya sangat riuh, jadi cukup mengganggu. Selama di perjalanan, aku banyak terdiam sambil mendengarkan music yang diputar. Aku tidak tau bagaimana memulai pembicaraan dengan nya. Aku itu orangnya pemalu.
Setelah dua puluh menit berkendara, kami sampai di caffe yang terlihat cukup elit bagiku. Kami berdua masuk dan duduk di tempat yang sudah di pesan pak Fathyr sebelumnya.
Pak Fathyr : “Kamu memang aslinya pendiam atau sama aku aja diamnya?”
Aku : “Aku memang pendiam pak. Aku itu orangnya pemalu”.
Pak Fathyr menatapku dengan pandangan tidak percaya dengan apa yang barusan aku katakan. Memang sudah seharusnya dia tidak percaya. Kalian juga pas membaca kata-kata diatas pasti sedang berlagak ingin muntah. Terserah.
Aku jadi bingung karena dia menatapku begitu, jadi untuk mengalihkan pandanganku dari nya, aku melihat-lihat seisi caffe. Dan sesuatu membuatku terkejut. Ada Leo dengan cewek cantik yang duduk tak jauh dari mejaku.
Aku tersenyum dan mengangkat tangan padanya untuk say hello, tapi dia hanya mengangguk dan tak begitu menggubrisku. Mentang-mentang lagi sama cewek cantik, aku di acuhkan. Apa itu pacarnya ya? Masa belum lama putus udah pacaran lagi dia.
Entahlah.
Pak Fathyr : “Kamu kenal dengan mereka?”
Aku : “Iya pak, itu yang laki-laki teman aku”.
Pak Fathyr : “Yakin cuma teman? Kok kamu girang banget pas liat dia?”
Ha? Aku kegirangan bertemu Leo? Perasaan biasa aja. Apa jangan-jangan pak Fathyr sedang cemburu pada Leo? Tapi mana mungkin cemburu sih, kami baru kenal. Tingkat kepedeanku saja yang meningkat akhir-akhir ini.
Aku : “Yakin lah pak, orang kami udah temenan sejak SMA. Dia itu sudah seperti sahabat ku sendiri. Bahkan bisa dikatakan kami lebih dekat dari saudara. Memangnya bapak sangka dia siapa saya?”
Pak Fathyr : “Sudah aku katakana, jangan panggil aku Bapak, aku tidak setua itu”.
Aku : “Oh oke oke, aku panggilnya apa? Abang aja? Atau mas? Atau om? Atau ayang?”
Ups, mulut ku mulai kurang ajar. Bagaimana bisa dia mengeluarkan pertanyaan seperti itu.
Aku lansung menutup mulutku dengan telapak tangan setelah berkata demikian. Kulihat Pak Fathyr, dia menatapku dan mengangguk angguk seolah berfikir.
Pak Fathyr : “Sudah kuduga, kamu itu bukan orang yang pemalu. Kamu boleh panggil aku Abang saja. Kalau Ayang, terlalu cepat”.
Aku : “Aku itu orangnya pemalu pak, tadi cuma keceplosan”.
Pak Fathyr : “Masih bapak?”
Dia mengangguk angguk saja. Kemudian kami mulai menyantap makanan masing-masing. Aku melirik sedikit ke arah tempat Leo. Tapi dia sedang asyik berbincang dengan perempuan itu. Aku tidak iri, tenang saja. Aku hanya perlu tau dia itu siapa. Nanti akan aku tanya lansung padanya.
Leo juga aku yakin penasaran dengan siapa aku makan, karena biasanya aku tidak pernah pergi makan dengan lelaki lain selain orang kantor. Dan benar saja, tiba-tiba ada notif di HP ku. Leo mengirimkan pesan untuk pergi makan dengan nya nanti malam.
Artinya setelah makan malam, dia pasti akan memburuku dengan pertanyaan-pertanyaan terkait pak Fathyr. Aku juga akan menanyai nya siapa perempuan cantik itu. Dan yang pasti aku makan gratis lagi.
Bang Fathyr : “Siapa? Orang kantor?”
Aku : “Oh ini? Bukan. Ini dari Leo”.
Bang Fathyr : “Leo yang tadi itu? Ngapain?”
Aku : “Iya, ngajak makan entar malam”.
Bang Fathyr : “Kalian sering pergi makan berdua?”
Aku : “Lumayan sering. Kalau lagi ada yang mau diceritain”.
Bang Fathyr : “Kenapa nggak lewat telpon atau chat?”
Aku : “Nggak enak bang, kalau chat capek ngetik, keriting entar jari. Kalau telpon buat panas telinga. Enakan jumpa sambil makan, kan aku jadi dapat makanan gratis”.
Bang Fathyr : “Kamu suka banget ya di traktir makan?”.
Aku : “Semua orang juga suka deh kayaknya, hehehe”.
Bang Fathyr : “Selain makan biasanya kalian ngapain lagi?”
Aku : “Banyak, kami udah lama banget kenalnya jadi banyak hal yang dilakuin. Tapi yang sering ya makan, nonton, mainlah pokoknya. Kadang juga keliling-keliling nggak jelas sambil cerita”.
Bang Fathyr : “Jadi kalian sedekat itu ya. Kamu nggak ada niatan mau pacaran sama dia?”
###
Author : “Kamu harus jujur Ranggi jawabnya nanti. Kalau ada niat ya bilang. Jangan PHP in anak orang”
Ranggi : “Kan dari awal aku udah bilang kita berdua cuma sahabat. Kenapa pada nggak percaya sih? Pada kemakan drama-drama china ya?”
Author : “Kamu yakin kamu sudah jujur dari awal? Jangan-jangan dari awal kamu hanya pura-pura ?”
Ranggi : “Ha? “