
Masih Author POV
Acara Family Gathering telah berakhir dengan sukses dan menyenangkan. Hari ini mereka semua sudah kembali ke rutinitas seperti sebelumnya. Kembali bekerja dan melakukan kegiatan setiap harinya. Diruangan perencanaan semua personil sudah lengkap. Club elit A5 + Ranggi sudah nangkring didalam.
Mereka semua sedang menyusun proyek iklan berikutnya sambil mengunyah oleh-oleh yang pada awalnya diniatkan untuk Kak Arni yang tidak bisa ikut karena ada halangan. Tapi yang namanya makanan, kalau sudah dibuka ujung-ujungnya dimakan semua.
“Eh btw, gimana acara kemaren? Kok kalian nggak ada yang cerita sih?” tanya Kak Arni karena penasaran dengan acaranya.
“Yah kak, kita itu udah sengaja nggak cerita, segan tau. Kan kakak nggak jadi bisa pergi. Kita-kita itu tidak mau kakak sedih” ucap Ranggi dengan raut wajah yang disedih-sedihkan.
“Elah tumben pada segan, biasanya juga main libas aja” jawab Kak Arni. “Ceritain dong, apa aja yang seru saat pergi kemaren” lanjutnya kemudian.
“Ooo ini, si Ranggi mendadak laku keras di pandangan lelaki” ucap Bang Agus.
“Ha? Beneran? Laku ke siapa?” tanya Kak Arni yang jiwa ghibahnya mulai muncul kepermukaan.
“Jangan ditanya, peletnya ampuh banget. Dia mojok sama Pak Fathyr dan Leo sekaligus. Gila nggak tuh” sambung Bang Andi yang kemudian mendapatkan tepukan pada lengannya.
“Wah wah wah, ampuh sekali. Bos perusahaan sebelah sampai kepincut. Aku jadi iri nih. Kamu pilih satu deh Nggi, entar yang nggak kamu pilih buat aku. Leo pun untuk aku tak masalah. Dia juga ganteng banget” ucap Kak Arni sambil cengengesan. Jiwa ala-ala jan*a centilnya mulai muncul.
“Apaan sih kak. Jangan lansung percaya sama abang-abang lambe turah ini. Mereka pada bohong. Mana ada aku mojok, yang ada itu Bang Andi buat malu aku di depan semua orang kak” jawab Ranggi lansung.
“Hah kalian ngapain? Dia ngapain kamu? Lamar kamu didepan semua orang?” tanya kak Arni lagi.
“Ih mana berani dia, orang bebebnya selalu mendampingi. Bang Andi itu ngoyakin baju yang sedang aku pakai saat itu kak. Didepan semua rombongan. Gimana aku nggak malu coba kak. Aku itu hampir dinistakan didepan semua orang” kata Ranggi dramatis.
“Mana ada yeee, itu yang tau nggak banyak kali. Cuma orang-orang yang kebetulan berdiri dekat kita aja. Kamu jangan ngadi-ngadi deh. Lagian ngapain pakai baju lapuk kayak begitu. Lagiankan bajunya udah aku ganti” jawab Bang Andi sewot.
“Heehehe, iya deh iya. Oh iya, makasih ya Bang udah mau gantiin bajunya. Kemaren aku belum sempat bilang makasih” ucap Ranggi.
“Nah tuh, dia dikasih uang ganti rugi aja nggak ucap terima kasih dari kemaren. Mana dia juga dapat lagi uang dua ratus ribu dari direktur” lanjut Bang Andi.
Lama mereka berbincang sambil bercanda hingga tidak disadari waktu berlalu dan sudah saatnya makan siang.
Untuk hari ini, Kak Anisa berjanji akan mentraktir mereka semua makan siang dalam rangka syukuran ulang tahun suaminya. Jadi mereka ber enam akan makan di Caffe langganan mereka.
*aneh bukan, yang ulang tahun siapa dan yang ditraktir malah siapa”.
****
Disisi lain, tepatnya dirumah Ranggi terlihat sebuah mobil yang cukup mewah berhenti. Tak lama keluarlah yang pemilik mobil dan supirnya. Sang pemilik mobil yang sepertinya masih muda dan tampan itu berjalan ke rumah Ranggi sambil membawa sebuah bingkisan. Kemudian dia mengetuk pintu.
Ibu Ranggi keluar, dia terlihat sedikit kebingungan karena jarang sekali ada lelaki muda yang bertamu ke rumahnya. Kemudian dia mempersilahkan tamu itu masuk serta menyiapkan air minum dan cemilan ala kadarnya.
Mereka berbincang cukup serius, entah apa yang sedang mereka bahas. Ibunya Ranggi terlihat lebih banyak bertanya dalam percakapan tersebut. Sedangkan sang lelaki menjawab dengan tenang. Ditengah bincang-bincang tersebut terlihat ibu Ranggi yang tersenyum dan mengangguk-angguk.
Ibunya Ranggi mempersilahkan lak-laki itu untuk minum dan memakan camilan yang sudah di siapkan. Sang tamu juga sepertinya tidak sungkat itu lansung minum dan memakan goreng pisang yang sudah di hidangkan.
Sebelum pulang, sang tamu memberikan bingkisan yang telah dibawanya kepada ibu Ranggi. Ibunya Ranggi dengan sedikit sungkan menerima pemberian tersebut. Karena kalau di tolak dia juga tidak enak hati.
Ibu mengantarkan tamu tersebut sampai ke pintu. Sang tamu berpamitan dengan sopan dan mencium tangan sang ibu. Terlihat sekali sedang menarik hati sang ibu, atau dia memang pada dasarnya sopan seperti itu pada orang tua.
####
Hayooo pada penasaran nggak siapa yang datang ke rumah Ranggi? Cluenya, dia lelaki dan masih muda, dia juga sepertinya sopan pada ibu Ranggi, sampai dibawain bingkisan yang tidak tau isinya apa.
Kalau di film detective conan, laki-lagi ini belum terlihat wajahnya. hanya bayangan hitam botak dengan mata putih.
Jadi siapa dia? Leo kah? Fathyr kah? Irfan kah? Atau jangan-jangan Arya? Banyak banget calonnya iniiii..
Cus nantikan Bab berikutnya ya…