
βGini deh Nggi, coba kasih tau kami hal apa yang membuat kamu suka sama Leo dan Fathyr?β tanya Kak Arni.
"Mereka berdua ganteng" jawabku spontan dan lansung mendapatkan jitakan dari tangannya Kak Anisa.
"Dasar cewek, bilangnya laki-laki cuma mandang fisik padahal mereka juga iya" balas Bang Andi sewot. Baperan banget memang ini orang. Sedangkan aku yang orangnya memang tidak terlalu peduli dengan pendapat orang lain hanya cengengesan mendengarnya.
"Selain itu Nggi. Kalau itu kami juga tau." ucap Kak Arni gemas mendengar jawabanku tadi.
Aku berfikir sejenak mencoba memikirkan hal-hal tentang mereka berdua.
"Aku tidak tau pasti kak. Yang aku tau kalau Leo itu sohib aku banget. Dia tau hampir semua hal tentang aku dan akupun begitu. Dia tau apa yang aku suka dan tidak suka. Dia tau kebiasaan dan hobi aku. Dan dia juga tidak pernah mempermasalahkan apapun tentang aku. Meskipun dia sering mengejekku, tapi aku yakin itu hanya bercandaan saja" jelasku pada mereka.
"Terus apa lagi? Cuma itu aja? Nggak ada kelebihan apa gitu? Harta misalnya?" Tanya Kak Arni lagi.
"Hem apa lagi ya kak, yang jelas aku sama dia itu yah nyaman-nyaman aja. Dia juga tidak pernah berperilaku buruk padaku dan selalu bersedia membantu di saat aku membutuhkannya. Pokoknya kita itu udah kayak partner in life banget lah". ucapku lagi.
"Tapi kalau tentang harta yang dia punya aku kurang tau. Kami tidak pernah mengungkit hal-hal seperti itu. Yang aku tau kalau kami pergi makan, seringan dia yang bayar, hehehe." ucapku lagi.
"Masa selama itu kalian sohiban kamu tidak tau apapun sih? Garis besarnya aja. Dia itu dari kalangan seperti apa? tak perlu jumlah hartanya. Kami juga tidak ingin tau dengan kekayaan orang lain" ucap Kak Arni yang terlihat makin gemas dengan segala hal yang aku katakan tadi.
"Hemm gimana yah kak, yang pasti dia termasuk keluarga menengah ke atas sih. Meskipun tidak bisa dikatakan kaya ala ala sultan. Tapi keluarganya punya rumah yang cukup untuk keluarga besar dan disinipun Leo punya rumah. Tidak tinggal di kos kosan seperti aku." ungkapku pada Kak Arni. Sedangkan Bang Andi dan yang lainnya hanya diam. Entah mendengarkanku entah tidak.
Aku yakin tidak. Mereka hanya sibuk dengan handphonenya masing-masing.
Oh ternyata mereka mendengarkan perkataanku. Meakipun cuek ternyata telinga mereka masih berfungsi.
"Aku belum terlalu kenal Bang sama dia. Jadi belum tau hal-hal tentangnya. Yang aku tau dia baik, berwibawa dan kaya." ucapku sejujur-jujurnya.
Siapa coba yang tidak tahu kalau Bang Fathyr kaya? Jelas-jelas perusahaan mama glow itu milik keluarganya. Dari semua hal yang dikenakannya orang juga pasti tau, itu bukan barang murahan ataupun KW.
Dan sejujurnya lagi, aku memang belum terlalu mengenal Bang Fathyr. Kami belum lama kenal dan aku belum tau pasti dia pribadi yang seperti apa. Aku suka padanya memang benar. Dan aku juga tidak menyangka dia akan datang melamarku.
Aku tak pernah berfikir akan dilamar oleh orang lain. Aku hanya tau sebatas suka. Belum ketahap seserius itu. Otakku belum sampai kesitu.
Jadi saat ada yang serius seperti ini aku jadi ngeblank. Mana berdua lagi. Aku jadi tambah puyeng. Kalau urusan seperti ini otak ku semakin lemot dan hatiku menjadi tidak menentu.
Pusing pusing pusing
###
Reader : Ranggi pusing milih, kami pusing karena author lama tidak up..
Author : Mohon maaf sekali.. ππ