Project For Love

Project For Love
Bagian 45 – Ternyata Benar Dia Suka Dia



Fathyr POV


Acara family gathering ini cukup seru dan berjalan dengan lancar. Aneka kegiatan juga dilakukan. Permainan air juga sudah dinikmati. Aku mengajak Ranggi mengendarai jet ski, ia awalnya tidak mengerti cara mengendarainya, tapi tidak sulit untuk mengajarinya.


Setelah ia bisa mengendarai sendiri, aku hanya duduk dibelakang sambil memandanginya berteriak dan tertawa bahagia. Entah bagaimana, kebahagiaannya juga bisa aku rasakan. Aku juga tersenyum melihatnya tertawa bahagia.


Malam ini acaranya barbequan dan acara hiburan biasa. Berbicara dan bernyanyi bersama. Aku bahkan tidak menyangka jika Ranggi mau mempermalukan dirinya demi uang dua ratus ribu rupiah. Melihat itu aku hanya geleng-geleng kepala. Aku tidak bisa menebak karakter dia sepenuhnya.


Mereka melanjutkan acara hiburan dengan bernyanyi antar divisi dikantornya masing-masing. Aku cukup menikmati karena mereka bernyanyi dengan lucu dan heboh. Yang dinyanyikan juga beraneka ragam genre lagu, mulai dari lagu pop hingga dangdut koplo.


Tapi tiba-tiba mereka memanggil namaku untuk menyumbangkan suara. Aku tentu menolak, karena ini kan bukan acaraku. Aku hanya nebeng karena tidak ingin Leo dan Ranggi semakin mempunyai waktu untuk lebih mengakrabkan diri. Mereka sudah sangat akrab.


Jika lebih dari ini lagi, aku takut mereka melangkah ke pelaminan nantinya. Tapi semua orang menyorakiku untuk maju bernyanyi. Akhirnya kau pasrah saja dan maju kepanggung yang sudah mereka siapkan.


Aku kebetulan bisa bermain gitar, dan mengambil, memetiknya dan mulai bernyanyi. Aku menyanyikan salah satu lagu yang sering aku dengar akhir-akhir ini. Dan kebetulan liriknya juga sangat bagus. Aku melihat ke arah Ranggi, ternyata dia juga sedang melihat ke arahku.


Aku menatap matanya saat bernyanyi, menyampaikan bahwa lagu ini aku nyanyikan untuk dirinya. Aku tidak tau apakah dia merasakannya atau tidak, yang aku tau aku benar-benar telah jatuh pada sosok wanita satu ini dengan semua kerandomannya.


Setelah aku bernyanyi, tiba-tiba terdengar ledakan kembang api. Sumpah bukan aku yang merencanakannya. Meskipun aku termasuk di untungkan disini, seolah-olah aku menjadi orang yang romantic. Apalagi kembang apinya meledak tepat setelah aku selesai bernyai.


Ini murni hanya kebetulan, dan entah siapa yang sedang mengadakan pesta kembang api ini. Semua orang menatap ke arah cahaya yang disemburkan kembang api tersebut.


Tapi saat aku pandangi Ranggi, ia terlihat menunduk dalam-dalam dan bahunya naik turun seperti orang yang menangis. Yang membuatku heran lagi, Leo lansung mendekapnya. Aku bingung entah apa yang terjadi.


Setelah kembang apinya habis, barulah yang lain menyadari akan sikap Ranggi dan Leo. Mereka juga heran mengapa Ranggi tiba-tiba menangis di pelukan Leo. Leo mengisyaratkan tidak apa-apa kepada semua orang. Diantara kami semua hanya dia yang tau apa yang sedang terjadi. Lagi-lagi dia unggul dariku.


Dia membawa Ranggi untuk berkeliling dan menenangkan Ranggi. Leo mengatakan kepada yang lain untuk tetap melanjutkan acara. Ranggi hanya butuh ketenangan, itu ucapnya. Aku yang merasa gelisah dengan keadaan Ranggi yang tiba-tiba ini, ingin rasanya aku mengikuti mereka berdua, tapi kalau sekarang aku rasa bukan waktu yang tepat.


Aku tetap mengikuti acara barbequan sampai selesai. Saat waktu menunjukkan tengah malam semua orang sudah bubar dan beranjak ke kamar masing-masing. Aku masih betah berdiam diri menatap lautan yang memantulkan cahaya bulan dan bintang.


Tiba-tiba ada seseorang yang duduk disebelahku. Dipandangi, ternyata dia adalah Leo. Dia hanya duduk diam disebelahku tanpa berniat memulai percakapan apa pun. Aku paham, karena kami tidak seakrab itu. Kami hanya sekedar saling mengetahui tapi tidak saling mengakrabkan diri.


“Hem” jawabnya singkat ala kadarnya. Dia seperti tidak berniat untuk berbiacara denganku. Tapi kalau memang tidak niat, untuk apa dia duduk disebelahku saat ini? Mending duduk jauh-jauh saja.


“Ranggi tadi kenapa tiba-tiba nangis? Ada masalah apa?” tanyaku lansung. Aku penasaran apa penyebabnya. Dan satu-satunya orang yang bisa aku tanyai cuma Leo. Meskipun dia sepertinya tidak suka padaku, tapi tidak masalah untukku. Yang penting Ranggi suka aku, itu sudah cukup.


“Kenapa kamu harus tau?” tanya Leo padaku. Kenapa orang-orang sangat suka sekali menjawab pertanyaan itu dengan pertanyaan juga? Padahal kan harusnya dijawab dengan pernyataan.


“Agar aku tau dan tidak membuat kesalahan yang sama padanya” jawabku.


“Kamu serius dengan Ranggi?” tanya Leo lagi padaku.


“Pasti” jawabku yakin.


“Semoga nggak sukses memenangkan hati Ranggi, karena aku juga akan mulai berusaha untuknya” Jawab Leo yakin. Perkiraanku tidak salah. Dia memang menyukai Ranggi di balik status sahabat itu. Leo beranjak pergi dan akupun demikian. Aku harus tidur dan mengisi energy untuk memperjuangkan Ranggi. Penyebab Ranggi tadi mendadak berubah, akan aku cari tau besok.


####


Author : Hai hai hai…


Reader : Apa lu thor? Katanya bakalan update, eh ini malah ngilang-ngilang terus.


Author : Maafin otor yang ingkar janji ini ya, author akan selalu berusaha semaksimal mungkin untuk tidak membuat para reader menunggu lama. Dukung terus karya author ya.. pleaseeeee


Reader : Awas ya kalau ingkar janji lagi


Author : peace


🤫🤫