Project For Love

Project For Love
Bagian 12 – Mall Citra



πŸ˜‡jangan lupa like dan komen ya kakakπŸ˜‡


Masih Yasha POV


Sesuai janjiku, aku menjemput si Samudra Nindia tepat pukul 10.30. Herannya itu anak tidak terlihat didepan kosannya. Dia tidak mungkin sedang berdandan saat ini karena dia selama ini juga selalu tampil sesuai standarnya dia. Dia tak pernah berdandan seperti wanita kebanyakan. Aku yang cukup malas menunggu lansung menghubunginya.


Ternyata oh ternyata anak itu sudah sampai di indo**ret yang sudah kulewati tadi. Dia pasti sedang membeli camilan untuk dimakannya di selama perjalanan.


Aku lansung putar arah lagi menggunakan motor kesayanganku untuk menjemputnya disana. Lima menit menunggu didepan barulah kulihat dia keluar sambil memakan ice cream.


Sebenarnya aku sedikit heran melihatnya yang hanya makan ice cream saja, biasanya dia membawa sekantong makanan di tangannya. Apa mungkin karena ingin ke Mall dia tidak jadi jajan?


Tak mau memenuhi otakku dengan rasa penasaran aku bertanya lansung padanya. β€œTumben nggak beli jajan?”.


Dia menjawabku santai selagi memakan es nya. β€œAda kok di ransel aku, untuk bekal nanti nonton. Jadi hemat nggak perlu beli popcorn sama minuman mahal hari ini”.


Aku menaikkan alisku dan berkata β€œBukannya masuk bioskop nggak boleh bawa makanan ya?”.


Dia menjawabku santai sambil naik ke boncengan, β€œYa kamu jangan bilang kalau ada makanan di dalam tas aku. Kan mereka nggak ngecek isi tas dulu, dan entar makanannya dikeluarin kalau lampu udah dipadamkan aja”.


Begitu trik nya ternyata. Kalian semua sudah tau trik ini atau baru mengetahuinya setelah ini anak membeberkan rahasia besar para pengunjung bioskop?


Setelah Nindi duduk diboncenganku, aku mengingatkan dia untuk memasang helm yang kuberikan. Dari tadi hanya dipangkunya saja tanpa berniat memasangnya dengan alasan masih memakan es nya.


Aku tau itu hanya alasannya saja, dia memang biasanya tak mau memakai helm lantaran buat sesak kepala katanya. Entah sejak kapan kepala bisa sesak. Setauku yang bisa sesak itu nafas.


Kami sampai di Mall Citra setelah setengah jam perjalanan. Selama diperjalanan sudah tidak bisa dihindari bahwa yang namanya Samudra Nindia pasti akan nyerocos dan makan snack sepanjang jalan. Selama diperjalanan dia juga protes karena menurutnya aku ngebut, dan sakin tak ada bahan lagi dia sampai mengomentari papan iklan yang terpajang dipinggir jalan.


Seperti dugaanku dan seperti biasanya, sesampainya di Mall Nindi lansung menyeretku kearah Food Courd dan berkeliling sambil memilih makanan yang akan dimakannya. Setelah mengelilingi tempat ini, barulah ia memutuskan makanan yang akan disantapnya.


Dan pilihannya jatuh kepada makanan Ich**an Sushi. Dan apakah kalian tau alasannya? Karena disini sedang diskon 40% untuk beberapa menu pilihan karena bertepatan dengan promo yang tidak kuperhatikan lagi karena sudah ditarik oleh Nindi untuk masuk.


Anak satu ini memang berhemat dengan gaya. Dimana-mana orang hemat memilih makan di warteg atau makanan tenda dipinggir jalan. Lah yang satu ini dengan memilih makanan yang diskonnya paling besar. Aku sebagai lelaki selama ini jarang memperhatikan diskon ataupun harga makanan. Bukan sombong, tapi prinsipku hidup untuk makan itu sudah tak bisa di tolerir.


Setelah makan dan berbincang dengannya selama setengah jam, dia lansung menyeretku kearah bioskop karena lima menit lagi filmnya akan tayang. Katanya tiketnya sudah dipesannya online sejak tadi pagi dan aku tidak tau film apa yang ingin ditontonnya sekarang.


Aku yang ditraktir full hari ini hanya dengan pasrah mengikutinya kemanapun seharian ini. Perasaanku mulai tak enak saat masuk ke studio isinya rata-rata keluarga atau dalam kata lain anak-anak dengan orangtuanya.


Aku tambah penasaran dengan film apa yang dipilih olehnya kali ini. Dan aku baru tau judul filmnya saat filmnya sudah tayang.


Setelah melihat babi bernyanyi, monyet main piano, dan landak main gitar, mataku mendadak terasa sangat berat. Nyanyian para hewan itupun bak nina bobo bagiku. Kalian juga sudah pasti menebak apa yang terjadi berikutnya.