Project For Love

Project For Love
Bagian 27 – Aku Vs Zombie



Pagi ini, aku adalah orang pertama yang sampai di divisi elit kami. Entah pada kemana mereka-mereka berlima. Biasanya jam segini udah pada mulai ghibah. Aku yang cukup bosan sendirian, memulai hari dengan membuka laptop untuk bermain game.


Aku hanya main game sampai mereka datang, jadi jangan salah paham. Jangan pernah menyangka aku makan gaji buta hanya karena aku selalu mengatakan kami di kantor bercanda dan bermain saja. Aku tidak mungkin menjelaskan pekerjaan ku satu persatu karena itu termasuk rahasia perusahaan.


Permainan yang sedang aku mainkan adalah permainan favoritku sejak dulu,yaitu plant vs zombie. Aku bukan pemain game handal yang bisa memain kan mobile legent ataupun game sejenisnya. Yang jelas untuk plant vs zombie ini aku sudah final memainkannya.


Meskipun aku sudah tamat dalam memainkan ini, tetap saja aku ulang-ulang karena ada rasa puas saat melihat zombie-zombie itu mati. Bahkan terkadang jika sedang kesal aku luapkan kepada sang zombie sambil menekan-nekan tombol mouse untuk memasang jebakan untuknya.


Seperti sekarang ini aku bermain sambil bericara sendiri.


“Habis kau zombie, aku tidak akan membiarkan mu lolos kali ini”.


“Aku akan tetap menghabisimu sampai para anggota A5 ini sampai di ruangan ini”.


“Aku akan mengirimmu ke neraka, dan tolong sampaikan kepada malaikat Malik disana untuk tidak perlu menungguku, karena aku sudah berniat untuk taubat atas segala dosa ku selama ini. Aku hanya akan menemui malaikat Ridwan”.


Saat ini permainan ku sedang dalam masa krisis. Final wife. Aku merasa kemampuan bermain ku malah menurun dari biasanya. Aku kekurangan cahaya bunga matahari.


“Wahai bunga matahari cepat lah keluarkan cahaya matahari mu jangan terlalu lama, seperti lamanya jodoh ku datang”.


Ditengah permainanku terdengarlah suara yang sudah sangar ku kenali datang mengganggu. “Hai Jodoh, aku sudah datang”.


Setelah orang itu berkata demikian terdengar suara “hahaha” dari laptop ku. Itu suara zombie yang menertawakanku karena kalah. Aku lansung menatap ke arah orang yang baru saja mengadakan dia jodohku dan berkata “Huuu, abang jangan terlalu berharap sama aku. Nanti abang kecewa. Kecewa itu berat bang. Dan asal abang tau, aku itu sekarang sudah punya calon”.


Bang Andi : “Masa iya? Siapa? Kalau memang ada, kenalkan sini sama kami”.


Aku : “Abang kenal kok sama orangnya”.


Bang Andi : “Iya siapa? Orang kantor ini juga? Atau jangan-jangan kamu hanya bermimpi saja?”


Aku : “Bukan dong, nggak seru kalau se kantor, kalau ada masalah entar keliatan terus kalian ghibahin selama sebulan”.


Bang Andi : “Jadi siapa? Leo Leo kamu itu?”


Aku : “Lah, kok jadi Leo sih? Jodoh aku itu Pak Fathyr dong”.


Bang Andi : “Yee ngaku-ngaku, emang Pak Fathyr mau sama kamu?”


Entah darimana datang kepedean yang luar biasa ini. Padahal setelah makan siang itu aku tak pernah bertemu lagi. Bahkan setelah kak Anisa berkata dia meminta nomor ponselku, tidak ada perkembangan baru. Aku hanya kebanyakan berkhayal kayaknya.


Tapi setelah aku berkata demikian, tiba-tiba ada orang yang berkata “Bagaimana caramu memaksaku?”


Kepalaku lansung menoleh ke arah pintu setelah mendengar perkataan itu. Orang itu berdiri disana dengan tatapan tajam mengarah kepadaku. Jantungku tentu bergedup sangat kencang. Dan aku juga tentu merasa sangat malu sudah kepergok seperti itu. Entah mengapa setiap kali ada si bapak ganteng ini, aku selalu saja melakukan hal yang memalukan.


Aku melirik ke Bang Andi yang sedang tersenyum gak jelas kepadaku. Aku yakin sejak tadi dia tau bahwa Pak Fathyr sedang melihat kami, dia sengaja memancingku. Memang Abang yang akhlaknya perlu dibentuk lagi.


Aku yang tak enak kepada pak Fathyr jadinya berdiri dan sedikit menunduk sambil berkata “Maaf pak, saya hanya bercanda”.


Pak Fathyr : “Kalau betulan juga tidak masalah. Aku tunggu bagaimana kamu memaksaku”.


Setelah berkata demikian, dia berjalan ke arah ruang direktur. Mungkin dia ada keperluan untuk bertemu sang direktur. Tapi entahlah. Sekarang aku sudah salfok sama perkataannya.


Maksudnya apa? Dia beneran mau aku paksa jadi jodohku? Aku sudah dapat lampu hijaukan darinya?


Waahhh senangnya hati ku, sudah datang jodohku. Hahaha.


Eh eh eh tapi, bagaimana caranya? Aku tidak ada pengalaman apapun tentang hal ini.


Aku harus bertanya pada senior.


###


Eng ing eng, target Project for Love nya Ranggi sudah muncul.


Bagaimana proses dan kelanjutannya?


Siapakah senior yang dikatakan Ranggi?


Cus sama-sama kita saksikan di next part ya.


Reader : “Siappp”