
Minggu, 12 Maret 2022 kalender yang tergantung di dinding kamar Fuji hari itu.
Tampak beberapa angka di sana telah di beri tanda silang berwarna merah, rupanya Fuji adik Yuika itu tengah menghitung hari, tak sabar menunggu kedatangan hari kelahirannya tiba.
13 Maret adalah hari kelahiran Fuji. Fuji merasa sangat gembira karena sebentar lagi dia akan merayakan hari kelahirannya bersama keluarga tercinta.
Tahun ini mungkin akan menjadi tahun ke-4 bagi Fuji merayakan hari kelahiranya tanpa kehadiran keluarga yang utuh, semenjak kedua orang tuanya memutuskan untuk berpisah.
Nyonya Elena ibu mereka sudah jarang berkunjung, bahkan di saat hari ulang tahun mereka nyonya Elena tak sempat hadir.
Ibu mereka itu hanya mengirimkan beberapa kado hadiah ulang tahun ke rumah mereka.
Namun bagi Fuji bisa merayakan pesta ulang tahun bersama ayah dan Yuika adalah hadiah terbesar dalam hidupnya, dia sangat bersyukur dapat merayakan hari ulang tahunnya bersama ayah dan kakaknya yang sangat dicintainya itu.
Sore itu terlihat Yuika dan tuan Yoshimura yang sedang sibuk mendekor salah satu ruangan di rumah mereka.
Fuji juga tampak sedang sibuk membantu ayah dan kakaknya menempelkan beberapa aksesoris di dinding ruangan.
Yuika memasang beberapa hiasan rangkaian bunga serta balon di setiap sudut ruangan.
Sedangkan tuan Yoshimura tengah memasang pita warna warni di sepanjang langit-langit ruang itu.
Besok adalah hari yang telah dinanti-nantikan oleh Fuji, dia juga telah mengundang teman-teman sekolahnya untuk datang menghadiri pesta ulang tahun di rumahnya.
***
Tuan Yoshimura tampak berada di kamarnya sambil menelepon seseorang.
"Ku mohon datanglah..! Aku harap kau bisa meluangkan waktumu untuknya besok. Dia telah menuggu kehadiranmu selama ini. Aku yakin dia pasti akan sangat bahagia bila melihatmu besok datang ke pestanya. Aku mohon kepadamu..!"
Tuan Yoshimura yang tengah berbicara dengan nyonya Elena mantan istrinya itu meminta agar dia mau meluangkan waktunya sebentar saja untuk kebahagian putrinya.
Sementara itu Yuika sedang sibuk membuat kue ulang tahun di dapur, Yuika sengaja tidak memesan kue ulang tahun dari toko kue karena dia ingin di tahun ini Fuji bisa menikmati kue ulang tahun buatannya sendiri.
Sebelumnya Yuika telah ikut kurus membuat kue di toko kue milik pamannya.
jadi kali ini dia akan membuat kue dengan sangat baik.
Yuika dan tuan Yoshimura juga telah menyiapkan hadiah kejutan untuk Fuji esok hari.
Malam itu pukul 09:50 mereka baru saja selesai mempersiapkan segalanya.
Tuan Yoshimura tampak sedang duduk termenung di teras rumah mereka.
Yuika yang melihat ayahnya duduk sendiri di teras rumah lalu datang menghampiri sambil membawa secangkir kopi buatannya.
"Ayah..! Apa ayah baik-baik saja..? Yuika tampak cemas melihat ayahnya yang sedari tadi duduk melamun di depan rumah.
"Apakah ayah sedang merisaukan sesuatu..?" Tanya Yuika.
"Apakah kalian bahagia tinggal bersama ayah..?" Tuan Yoshimura balik bertanya kepada putrinya itu.
"Apa yang ayah pikirkan..? Bagaimana bisa ayah berpikir kalau kami berdua tidak bahagia hidup bersama ayah..! Sebenarnya apakah yang sedang terjadi..?" ucap Yuika semakin cemas.
"Apakah kau dan Fuji tak merindukan ibumu..?" Seru tuan Yoshimura sambil menatap kedua mata putrinya itu.
Mendengar pertanyaan dari ayahnya itu Yuika hanya terdiam.
Sesaat dia sangat merindukan sosok ibunya namun di lain sisi dia juga sangat mencintai ayahnya.
Rasa yang bergejolak di dalam hatinya membuatnya ingin menjerit.
Terkadang ia berfikir bahwa ibunya telah berubah tak seperti yang dulu lagi.
Cinta dan kasih sayang yang diberikan ibunya dahulu terasa amat begitu besar, namun seiring berjalannya waktu cinta itu semakin pudar bahkan dia merasa bahwa ibunya kini tak mencintainya lagi.
"Jangan katakan kepadaku bahwa ayah akan mengirim kami berdua ke rumah ibu..! Ucap Yuika yang tampak semakin cemas.
"Ayah tak akan meninggalkan kalian berdua, harta terbesar yang tuhan berikan kepada ayah tak akan perna ayah berikan kepada siapapun." Tampak kedua mata Yoshimura berkaca-kaca menahan kesedihan.
"Mendekatlah kepada ayah." Pinta tuan Yoshimura kepada putri yang amat di cintainya itu.
"Kau dan Fuji adalah alasan ayah berjuang hingga saat ini." Ucap tuan Yoshimura sambil terus memeluk putrinya itu.
Malam kian semakin larut udara pun menjadi semakin dingin. Tuan Yoshimura dan Yuika masuk ke dalam rumah, dan kembali ke kamar tidur mereka masing-masing.
Fuji juga tampak sudah tertidur lelap karena kelelahan membantu ayah dan kakaknya mempersiapkan pesta ulang tahunnya.
Handphone tuan Yoshimura tiba tiba bergetar, rupanya ada sebuah pesan yang baru saja masuk. Ayah Yuika itu pun tampak membuka pesan itu lalu membacanya.
"Besok aku sangat sibuk, tapi aku akan berusaha untuk datang menemui mereka berdua besok. Ku harap kau bisa mengerti keadaanku sekarang."
Tuan Yoshimura membaca pesan dari nyonya Elena sambil marik nafas dalam-dalam.
Sementara itu di kamarnya Yuika yang masih belum bisa tidur duduk di dekat jendela sambil memandangi langit malam yang dihiasi bintang-bintang yang berkilauan.
Yuika duduk sambil mengenggam handphonenya ia berharap malam ini ibunya akan meneleponnya atau paling tidak mengirimkan sebuah pesan kepadanya.
Sudah hampir 2 tahun ini Yuika dan ibunya sudah jarang berkomunikasi melalui handphone, apalagi saat setelah mereka pindah meninggalkan kota Tokyo beberapa bulan yang lalu.
Setiap kali ia menelepon ibunya, handphone ibunya itu selalu saja dalam keadaan sibuk.
Dan kalau pun saling berbicara maka mereka hanya menanyakan kabar masing-masing dan tak lebih dari itu.
Nampak Yuika masih saja terus menunggu namun dia tak mendapat pangilan atau pun pesan masuk dari dalam handphonenya.
Yuika lalu membuka handphonenya sambil mengetik sesuatu kalimat dan mengirimkannya kepada ibunya.
"Besok adiku Fuji akan berusia genap 10 tahun, dia tak butuh kado atau hadiah apapun dari ibu cukup buatlah di tersenyum dengan melihat ibu datang ke pestanya besok."
Yuika lalu mengirim pesan itu kepada ibunya.
Setelah pesan yang ditulisnya berhasil terkirim ke kontak ibunya dia segera kembali ke kasurnya dan Yuika pun tidur.
Keesokan harinya tepatnya Senin 13 maret 2022.
Rumah kediaman tuan Yoshimura tampak begitu sangat ramai. Acara pesta ulang tahun Fuji di hadiri oleh anak anak dari SD kota Otaru, paman dan bibi Fuji serta nona Naomi juga hadir disana. Miki dan Hana juga datang turut ikut memeriahkan pesta ulang tahun Fuji di sore itu.
Dia atas sebuah meja terlihat begitu banyak bingkisan kado hadiah dari teman-teman sekelas Fuji di sekolah.
Sementara itu tuan Yoshimura dan Yuika memberikan kado spesial yakni sebuah sepeda baru yang cantik.
Fuji sangat senang menerima hadiah dari ayah dan kakaknya. Dia memeluk ayah dan kakaknya sambil mengucapkan terimakasih.
Acara pesta kini telah usai. Sudah beberapa jam berlalu namun nyonya Elena masih tak kunjung datang. Tuan Yoshimura tampak kecewa kepada mantan istrinya itu. Yuika juga terlihat sangat murung, dia sungguh telah berfikir bahwa ibunya itu tak lagi peduli dengan mereka berdua.
Sore yang indah kini telah menjadi petang, suasana menjadi sedikit gelap, nyonya Elena masih saja tak ada kabar.
Langit pun menjadi gelap tanda malam akan tiba, suara ketukan dari balik pintu rumah tuan Yoshimura terdengar pelan tapi pasti.
Yuika keluar dari kamar tidurya sambil berlari segera membukakan pintu. Tampak nyonya Elena ibu Yuika itu berdiri di hadapannya.
Yuika yang melihat kedatangan ibunya itu hanya terdiam kaku tak sanggup berkata apapun.
Rasanya ingin sekali ia memeluk ibunya itu namun ia mengurungkan keinginannya karena hatinya masih terluka.
"Ibu..!" seru Yuika sambil memandangi ibunya.
"Ibu di sini, ibu sangat merindukan kalian berdua. Maafkan ibu yang telat datang." nyonya Elena datang sembari memeluk Yuika erat.
***