
Minato, Mizuki dan beberapa siswa lain sedang asyik berbincang-bincang di dalam ruang kelas, mereka sedang membicarakan pertandingan piala dunia yang tahun ini diadakan di negara Qatar.
Saat ini permainan sepak bola piala dunia telah masuki babak final. Sebelumnya Tim pesepak bola Maroko berhasil lolos saat bertanding melawan tim dari Protugal negara asal pemain sang legendaris Cristiano Ronaldo atau yang sering di sebut CR7, namun tim pemain Maroko yang akhirnya kembali di kalahkan oleh tim pemain dari negara Prancis.
Kini hanya tinggal tim pesepak bola dari Prancis dan Argentina yang berhasil bertahan masuk ke babak final.
"Aku tak akan melewatkan pertandingan malam ini..!" Ucap Mizuki penuh semangat.
"Aku yakin pemain dari tim Argentina akan keluar menjadi juara pemegang piala dunia tahun ini." Ucap Mizuki kembali dengan sangat percaya diri.
Rupanya pria berambut kuning itu sangat mengidolakan pemain Lionel Messi kapten dari tim pesepak bola negara Argentina.
"Bagaimana denganmu Minato..! Tim mana yang akan kau dukung tahun ini..?" Tanya Mizuki.
Sebenarnya tim yang menjadi idola dari Minato adalah tim dari negara Maroko, namun sayangnya telah gugur dan tidak lolos dalam babak final.
"Dari pengamatanku sepertinya yang akan menjadi pemenang tahun ini adalah tim dari Prancis. Walaupun di dalam tim Argentina ada Lionel Messi pemain bintang yang hebat itu, tapi kali ini dia akan menghadapi Kylian Mbappe pemain bintang yang juga tidak kalah hebatnya." Seru Minato.
"Ayo kita bertaruh, tim siapa yang akan kalah bertaruh akan mentraktir makan di kantin selama 1 minggu. Aku juga mendukung Prancis seperti yang dikatakan Minato, Prancis akan unggul dalam pertarungan kali ini. Bagaimana..? Apa kalian setuju..?" Ucap salah satu siswa di sana yang mengajak untuk bertaruh.
"Baiklah... Siapa yang akan mendukung Argentina ikutlah bergabung denganku..! Dan siapa yang mendukung Prancis bergabunglah bersama Minato..!" Teriak Mizuki kepada semua siswa yang mau ikut bertaruh.
"Kita akan lihat nanti, tim Prancis pasti akan dikalahkan malam ini..! Dan kau Minato juga semua murid yang ikut bersamamu akan mentaktir kami selama 1 minggu. Ha.. ha... ha..!" Dengan penuh percaya diri Mizuki mengejek Minato dan semua murid yang ikut mendukungnya.
Minato hanya tersenyum sambil melihat Mizuki yang begitu percaya diri.
Dia tetap yakin bahwa Prancis akan memenangkan piala dunia tahun ini.
Suasana di kelas itu begitu riuh, setiap siswa disana saling mengejek, melempar bola kertas sambil bersorak-sorai mendukung masing-masing pemain yang menjadi idola mereka.
Pak guru masuk ke dalam ruang kelas dan menenangkan semua siswa yang membuat kekacaun di sana.
"Tenanglah anak-anak..! Kembalilah ketempat duduk kalian masing-masing."
Pak Watanabe mencoba membubarkan sekelompok kerumunan anak yang saling melempar bola kertas.
Bola-bola kertas berhamburan di mana-mana memenuhi lantai ruang kelas.
"Ayo anak-anak bersikan kelasnya..! Bapak tak akan memulai pelajaran dengan situasui kelas yang kotor seperti ini." Teriak pak guru.
Lalu beberapa murid mulai membersihkan bola kertas yang berhamburan di meja dan lantai kelas.
"Seharusnya kalian bisa bersikap sportif dalam menempatkan pilihan dan dukungan kalian, tidak perlu gaduh seperti ini..!" Ucap pak Watanabe memberi nasihat kepada murid-murid didiknya itu.
Seusai pelajaran, saat pulang sekolah, Yuika berjalan bersama Minato menuju stasiun Kereta Api.
"kakek menanyakanmu kepadaku. Dia ingin mengundangmu datang ke rumah, ibuku juga menitip salam untukmu." Ucap Minato sambil terus berjalan.
"Benarkah..! " Sahut Yuika.
"Jika kau punya waktu datanglah ke rumah, kakek pasti sangat senang bisa melihatmu." Ucap Minato.
"Hmmm... Baiklah..! Sampaikan juga salamku untuk kakek dan ibumu." Ucap Yuika.
"Wah... Lucuhnya..! Kucing yang sangat manis." Yuika menggendong anak kucing itu sambil membelai lembut tubuh anak kucing itu.
"Sepertinya anak kucing ini telah ditinggalkan oleh pemiliknya." Ucap Minato sambil ikut mengelus-ngelus bagian kepala anak kucing itu.
"Benarkah..! Kucing yang sangat malang, kasian sekali kamu..! Kamu pasti sangat kelaparan di sini." Yuika terus membelai tubuh anak kucing yang terlihat kurus itu.
"Baiklah karena tak ada yang mengurusmu, kamu akan aku bawa pulang ke rumah, Fuji pasti sangat senang mendapatkan hewan peliharaan yang lucu seperti kamu." Ucap Yuika yang ingin membawa pulang anak kucing itu.
"Sini berikan kepadaku, biar aku yang membawanya." Seru Minato.
Rupanya anak laki laki itu juga menyukai hewan peliharaan seperti kucing.
Lalu mereka berdua pun berjalan menuju stasiun Kereta Api. Saat di dalam Kereta Api Minato duduk di sisi Yuika sambil terus mengendong anak kucing itu.
"hey Yuika, ayo berilah nama anak kucing ini." Ucap Minato.
"Eh... nama..! Benar juga kita harus memberi nama anak kucing ini." Yuika tampak sedang berfikir, kira-kira nama apa yang cocok untuk diberikan kepada anak kucing yang baru saja mereka temukan.
"Aku bingung harus beri dia nama apa..!Bagaimana jika kau saja yang memberikan dia nama..!" Ucap Yuika kepada Minato.
"Baiklah... Bagaimana kalau aku beri dia nama Ketty..! Aku rasa dia adalah kucing betina...! Ucap Minato.
"Benarkah..?" Yuika memperhatikan seluruh bagian tubuh anak kucing itu.
"Kurasa kau benar dia seekor kucing betina." Ucapnya lagi.
"Jadi sekarang namamu adalah ketty." Seru Minato sambil mengangkat kedua tangan dan melenggak lenggokan tubuh anak kucing itu.
"Ketty...!" Panggil Yuika kepada anak kucing itu seraya mengambil Ketty dari gendongan Minato dan menyimpan dipangkuannya.
"Badanmu tampak begitu sangat kotor..! Aku rasa saat kita tiba di rumah nanti, kamu harus segera ku bersikan." Ucap Yuika sambil mengusap-usap tubuh anak kucing itu.
Saat kereta telah tiba dan berhenti di stasiun selanjutnya. Minato dan Yuika keluar dari kereta dan akhirnya berpisah di ujung persimpangan jalan.
"Sampai jumpa..! Mohon jagalah Ketty baik-baik." Minato melambaikan tangan kepada Yuika sambil berlalu pergi.
Begitu pula Yuika berjalan pulang menuju rumah sambil membawa Ketty pulang bersamanya.
Pukul 10:30 malam, di kediaman rumah keluarga Minato. Tampak lampu ruang yang masih menyala. Di ruang itu, Minato dan ayahnya sedang asyik menyaksikan babak final pertandingan bola piala dunia. Ayah dan anak ini rupanya sama-sama sedang bertaruh. Kedua-duanya mendukung tim pemain dari negara Prancis.
Namun sayangnya malam itu pertandingan bola piala dunia di menangkan oleh tim pemain dari negara Argentina.
Ringtoon dari handphone Minato tiba-tiba saja berbunyi, rupanya ada sebuah pesan yang baru masuk.
Minato lalu membuka handphonenya dan mendapati satu pesan dari Mizuki.
"Kau akan mentaktir ku makan gratis di kantin sekolah selama seminggu. Ha... ha... ha..!" Minato tampak kesal saat membaca pesan dari Mizuki.
Ayah dan anak itu merasa kecewa, keduanya masuk ke dalam kamar tidur mereka masing-masing dalam keadaan lemas, letih, lesuh dan lunglai.