
Pagi yang indah dan sejuk di Karuizawa, aroma wangi bunga di taman sangat menyengat, ada tetesan embun yang menetes dari kelopak bunga yang sedang bermekaran. Udara dingin nan sejuk menamba kesegaran di pagi itu.
Para siswi anggota tim voleyball sedang berkumpul di depan teras penginapan, nona Karin juga tampak berada di sana. Pagi ini Yuika, Miki dan juga Hana serta semua anggota tim berkumpul untuk mengucapkan salam perpisahan kepada panitia resor dan pemandu wisata mereka selama mereka berada di Karuizawa.
Pak Inuiki mengucapkan sepata dua pata kata kepada semua yang hadir di sana, terutama kepada pemilik resor yang telah sangat welcome menerima kedatangan mereka semua di resor Karuizawa selama 1 pekan.
Nona Karin tampak sangat bersuka cita melepas kepergian mereka semua, terutama kepada pak Inuiki yang sudah menjalin hubungan dekat dengannya.
Setelah mengucapkan salam perpisahan, semua siswi anggota tim voleyball SMA 1 Otaru lalu pulang kembali ke Otaru dengan menaiki sebuah bus yang sama saat pertama kali mereka datang ke Karuizawa sebelumnya.
Bus melaju dengan cepat meninggalkan lokasi resor berada, para siswi sangat merasa senang karena bisa kembali pulang dan akan berjumpa kembali dengan keluarga mereka masing-masing.
Selama sepekan ini mereka semua telah menikmati hari-hari mereka dengan melakukan hal-hal yang menyenangkan selama kunjungan ke Karuizawa.
Perjalanan dari Karuizawa ke kota Otaru butuh waktu yang cukup lama, untuk menghilangkan rasa bosan selama di perjalanan, di dalam bus Hana memainkan alat musik biola kesayangannya.
Alunan melodi yang di mainkan terdengar begitu harmonis, pak Inuiki, Miki, Yuika dan para siswi anggota tim voleyball sangat menikmati permainan musik yang di mainkan oleh Hana.
Bus terus melaju, tak terasa mereka semua sebentar lagi akan tiba di SMA 1 Otaru. Sesuai kesepakatan bersama mereka semua akan berhenti di SMA 1 Otaru dan kemudian akan berpisah di sana.
Bus akhirnya tiba di SMA 1 Otaru, para siswi segera turun dan berkumpul di depan gerbang sekolah SMA 1 Otaru.
"Ok anak-anak, kita telah berkumpul di sini sekarang, kalian semua bole pulang ke rumah masing-masing." Ucap Pak Inuiki.
"Jangan lupa saat hari pertama masuk sekolah nanti, kalian harus telah membuat laporan liburan kalian dan serahkan kepada bapak. Kalian mengerti..!" Seru pak Inuiki kembali.
"Baik pak..!" Sahut para siswi serentak.
"Ok kalian boleh bubar."Ucap pak Inuiki yang juga mulai berjalan meninggalkan pintu gerbang sekolah SMA 1 Otaru.
Yuika berjalan pulang menuju stasiun Kereta Api, siang itu di kota Otaru matahari terasa sangat terik menyengat, Yuika berjalan sembari mempercepat langkanya menuju arah stasiun. Saat tiba di stasiun Kereta Api, gadis itu masih harus menunggu kedatangan Kereta Api beberapa menit lagi.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya Kereta Api pun datang.
Yuika telah berada di dalam kereta, dia duduk sambil memegang kantung plastik yang berisikan 2 ekor ikan mas kecil hasil tangkapan dalam permainan Kingyo Sukui semalam.
Yuika merasa sangat senang karena untuk pertama kalinya dia berhasil menangkap ikan mas walau hanya berukuran sangat kecil.
"Aku pulang..!" Teriak Yuika saat tiba di depan teras rumah.
Tuan Yoshimura dan juga Fuji yang telah menanti kedatangannya, segera keluar untuk menyambut kepulangannya.
"Kakak sudah kembali..!" Seru Fuji merasa gembira melihat kepulangan Yuika.
Anak perempuan itu meloncat girang sambil memeluk tubuh Yuika kakaknya.
"Ayah, aku sudah kembali." Ucap Yuika sambil mencium tangan ayahnya.
"Apa kamu sudah makan sayang..?" Tanya tuan Yoshimura.
"Ya ayah, saat sebelum pulang kemari, kami semua telah sarapan terlebih dahulu di penginapan, bahkan saat di dalam bus, pak Inuiki kembali membagikan kotak makanan kepada kami semua." Jawab Yuika.
"Baguslah kalau begitu." Sahut tuan Yoshimura sambil memeluk Yuika dengan penuh kasih sayang.
"Kak Yuika..! Apa ikan ini untukku..?" Tanya Fuji sambil memegang dan memperhatikan kantung plastik bening yang berada di tangan Yuika.
"Bukan, ini bukan untukmu, tapi kamu jangan cemas karena kakak telah menyiapkan oleh-oleh spesial yang kakak beli untukmu..! Ikutlah ke kamar bersama kakak." Jawab Yuika.
"Biarkan kakakmu beristirahat dulu..!" Seru tuan Yoshimura kepada Fuji.
"Tidak apa-apa yah, aku akan beristirahat nanti. Ayo Fuji ikutlah bersama kakak." Panggil Yuika sambil menggandeng tangan Fuji.
Kedua kakak beradik itu lalu naik ke lantai dua menuju ke kamar Yuika.
"Duduklah dengan tenang, kakak akan menyimpan ini dulu." Ucap Yuika sambil menyimpan plastik yang berisikan 2 ekor ikan mas di atas meja belajar miliknya.
Lalu kemudian dari dalam tasnya, dia mengeluarkan sebuah gelang dan kalung yang di belinya saat di pasar malam Karuizawa.
"Wah... Ini sangat indah..!" Seru Fuji.
"Apa kamu menyukainya..?" Tanya Yuika.
"Ya kak, aku suka..!" Jawab Fuji sambil mengambil kalung dan gelang itu dari tangan Yuika.
"Ayo cobalah, mari kakak bantu kamu memakainya." Ucap Yuika sambil memasangkan kalung bertuliskan huruf F ke leher adiknya.
"Wah... Ini sangat cantik kak..!" Ucap Fuji.
Gadis kecil itu berdiri di depan kaca cermin melihat penampilannya yang anggun saat mengenakan kalung pemberian Yuika sambil bergaya layaknya seorang princes.
"Bantu aku memakai gelang ini juga kak..!" Ucapnya lagi sambil mengulurkan tangannya kepada Yuika.
"Baiklah." Yuika lalu membantu memasangkan gelang berwarna emas di tangan adik kesayangannya itu.
"Terima kasih kak, kak Yuika memang the best." Ucap Fuji yang merasa sangat senang sambil memeluk Yuika.
"Baiklah, sekarang giliran Fuji yang membantu kakak." Ucap Yuika.
"Siap kak, Fuji pasti akan membantu kak Yuika dengan senang hati." Ucap Fuji.
"Apa yang bisa Fuji bantu kak..?" Tanya Fuji kembali.
"Kakak ingin Fuji turun ke dapur dan mengambil toples kaca yang kakak letakan di lemari piring." Ucap Yuika.
"Kakak harus memindahkan ikan ini ketempat yang lebih besar agar tidak mati." Ucapnya lagi sambil menyentu plastik yang berisikan ikan mas yang
di simpannya di atas meja belajar.
"Baiklah kak..!" Seru Fuji sambil berjalan dengan cepat, keluar dari kamar Yuika menuju dapur.
"Jangan sampai pecah..! Bawa kemari dengan hati-hati." Teriak Yuika kepada Fuji.
"Baiklah kak." Sahut Fuji.
Setelah beberapa saat Fuji kini telah kembali sambil membawa sebuah toples kaca yang dimaksud.
"Letakan kemari." Ucap Yuika.
Gadis itu kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk mengambil air yang nantinya di isikan ke dalam toples.
Setelah mengisi air ke dalam toples, Yuika kemudian memasukan dua ekor ikan mas itu ke dalam toples kaca yang berukuran sedang.
"Cantiknya..!" Seru Fuji sambil memandangi kedua ikan mas yang berenang saling berkejaran.
"Apa kamu tahu..! Ikan ini adalah hasil dari bermain Kingyo Sukui saat di pasar malam tempat kakak berlibur." Ucap Yuika sambil ikut memperhatikan ikan mas.
"Benarkah..! Tapi bukankah kak Yuika tidak pandai bermain Kingyo sukui..?" Tanya Fuji.
"Iya, kakak memang tak pandai, tetapi karena berusaha berkali-kali, akhirnya kakak berhasil menangkap satu ekor ikan mas." Jawab Yuika.
"Dan kamu tahu..! Ikan yang satunya lagi adalah pemberian dari kak Minato." Ucapnya lagi.
"Apakah kak Minato juga ikut berlibur bersama kakak..?" Tanya Fuji.
"Kami tidak berlibur bersama, tapi kebetulan dia juga berada di sana, kak Minato dan juga kakek datang berlibur di Karuizawa, mereka datang ingin berziara ke makam nenek Minato." Jawab Yuika menjelaskan.
"Oh begitu ya..! Pasti sangat menyenangkan..!" Seru Fuji.
"Baiklah, kakak ingin istirahat. Kamu pergilah bersama ayah, aku ingin mandi dulu. Kakak merasa sangat gerah." Ucap Yuika.
"Hmm baiklah..!" Seru Fuji sambil berjalan keluar meninggalkan kamar Yuika.
Kemudian gadis muda itu pun segera menuju ke kamar mandi untuk menyegarkan tubuhnya dari sengatan matahari dan keringat yang melekat, karena cuaca di kota Otaru sangatlah panas dan tidak sama seperti saat berada di Karuizawa.