Please Stay With Me

Please Stay With Me
Festival Konser Musik



Hari yang cerah, bunga-bunga sakura masih terus bermekaran, Minato yang telah pulih dari sakitnya kini telah kembali lagi bersekolah seperti biasanya. Setelah 2 hari dia tidak dapat hadir mengikuti pelajaran di sekolah.


Bel masuk telah berbunyi, para siswa mulai berdatangan dan masuk ke dalam ruang kelas mereka masing-masing. Udara yang sejuk di pagi itu, di sekitar taman bunga halaman sekolah tampak Ken sedang memperhatikan Yuika yang baru saja datang memasuki pintu gerbang sekolah.


Anak laki-laki itu tampak sangat mengagumi Yuika, gadis cantik dan berambut panjang yang telah lama ia taksir.


Yuika berjalan memasuki ruang kelas dan di ikuti oleh beberapa murid lainnya.


Baru saja masuk ke dalam ruang kelas, Yuika di kejutkan oleh Miki yang berdiri di balik pintu sambil di tangannya memegang 3 buah tiket konser musik yang akan di adakan nanti malam di pelabuhan sapporo.


"Lihat, apa yang aku bawa ini..!" Dengan senyuman yang sangat lebar Miki memperlihatkan tiket yang ada di kedua tangannya itu.


"Yuhuuu... Kita akan bersenang- senang malam ini..!" Ucapnya lagi sambil memberikan satu buah tiket kepada Yuika.


Yuika mengambil tiket sambil memperhatikan tulisan yang ada pada tiket itu.


"Aku tak percaya..! Apakah ini sungguh..?Bagaimana kamu mendapatkan tiket ini..?" Tanya Yuika yang sangat terkejut saat melihat tulisan VIP pada lembaran tiket itu.


"Bagaimana, itu keren bukan..? Aku mendapatkannya dari pamanku, kebetulan dia adalah panitia penyelenggara festival. Kita akan berada paling depan saat festival konser musik malam ini. Aku yakin Hana juga pasti akan sangat terkejut. Hahhh... rasanya sungguh sangat tidak bisa di percaya..!" Ucap Miki.


Mereka berdua lalu berjalan menuju tempat duduknya, dan tampak terlihat bahagia.


Minato yang baru saja kembali dari ruang guru, masuk ke dalam ruang kelas sambil membawa beberapa buah buku. Rupanya itu adalah buku pelajaran yang telah di lewatkannya selama dua hari yang lalu.


Hana yang juga baru saja datang ikut berjalan masuk bersama Minato.


Miki yang sudah tak sabar ingin memberikan tiket konser kepada Hana, segera berlari menghampiri Hana.


Dia menarik tangan sahabatnya itu mendekat kepada Yuika yang sedang duduk di bangku miliknya.


"Coba lihat apa yang ku bawa ini..! Kau pasti takkan percaya..!" Ucap Miki seraya memberikan tiket itu kepada Hana.


"Oh My God...! Aaaaaaaaaakkhhh... Apakah ini sungguh..? Aku tidak sedang bermimpi bukan..?" Hana berteriak histeris saat melihat tiket konser VIP berada di genggamannya, sehingga beberapa siswa yang ada di dalam ruangan kelas tampak terkejut.


Hana yang sangat mencintai seni musik itu terlihat begitu sangat bahagia.


"Jadi kita akan berkumpul dimana malam ini..?" Yuika bertanya kepada kedua sahabatnya itu.


"Kita akan bertemu di pintu gerbang masuk festival, aku akan menunggu kalian di sana, bagimana..? Dan satu yang perlu kalian berdua ingat jangan sampai telat lagi dan membuatku menunggu seperti tempo hari..! Atau kalian akan mendapatkan murka dariku. Ucap Miki sambil menatap tajam ke arah Yuika dan Hana.


"Jangan khawatir aku pasti tak akan telat, aku sudah mendapat izin dari ayahku untuk pergi malam ini." Ucap Hana.


"Ok bagus. Kita sudah sepakat malam ini jam 08:00 malam kita semua bertemu di pintu gerbang masuk festival." Ucap Miki.


Selang beberapa menit kemudian pak guru masuk lalu kemudian memberikan pelajaran kepada seluruh siswa.


Diam-diam Hana melirik ke arah Minato yang tampak fokus mencerna materi pembelajaran.


Sementara itu Ken yang sedang berada di dalam ruang kelasnya juga tampak sedang melamun memikirkan bagaimana cara agar Yuika mau kembali berbicara kepadanya.


Bel pulang telah berbunyi, karena materi masih belum selesai, jadi pak guru Watanabe mengakhiri pembelajaran dengan memberikan beberapa tugas yang harus dikerjakan di rumah dan akan di kumpulkan kembali esok hari.


Yuika, Hana dan Miki tampak membereskan alat tulis mereka yang ada di atas meja.


"Hey, bagaimana ini..? Jika kita pergi menyaksikan festival konser musik malam ini, lalu bagaimana dengan tugas kita..!" Bisik Hana kepada Miki dan Yuika.


"Kau tak perlu khawatir, bukankah ada Mizuki..! Aku akan mengatur semuanya, jangan cemas." Ucap Miki.


Mereka kemudian berjalan pergi meninggalkan kelas. Miki yang melihat Mizuki segera berlari menghampirinya dan disusul oleh Hana dan juga Yuika.


"Hey Mizuki..!" Teriak Miki.


Mizuki lalu berbalik menengok ke arah Miki.


"Ada apa..?" Ucap Mizuki.


"Apakah kamu mau membantu kami..?" Ucap Miki sambil datang mendekati Mizuki.


"Membantu kalian..! Memangnya ada apa..? Bantu apa..?" Tanya Mizuki sambil melirik ke arah mereka bertiga.


"Aku ingin kau mengerjakan tugas kami, malam ini kami ada acara yang sangat penting, ku mohon bantulah kami..! Ucap Miki yang berharap kepada Mizuki.


"Mizuki ayolah... Bukankah kamu teman baik kami..!" Ucap Hana seraya memegang lengan Mizuki bermohon-mohon agar dia mau membantu mereka.


"Tapi......."


Mizuki yang melihat mata Miki dan Hana yang penuh harap kepadanya mau tidak mau harus menerima permintaan mereka.


"Ya, baiklah..!" Ucap Mizuki sambil menghela nafas.


"Tapi katakan padaku, kalian bertiga ada acara penting apa malam ini..? oh ya, aku tahu pasti kalian semua akan pergi melihat pertunjukan konser musik bukan..?" Seru Mizuki mencoba menebak.


"Bagaimana kamu bisa tahu...? Kamu dukun ya..!" Ucap Miki


"Bagaimana aku tak tahu, hampir semua siswa di ruang kelas kita membicarakan tentang festival konser musik malam ini." Ucap Mizuki.


"Ya, kami akan menyaksikan konsernya malam ini, apa kamu tidak pergi menyaksikan konser..?" Ucap Yuika.


"Aku tidak begitu tertarik dengan konser masiknya, lagi pula aku akan lebih memilih memprioritaskan tugas sekolah dari pada harus pergi menyaksikan konser." Ucap Mizuki sambil wajahnya menampakan ekspresi cuek.


"Apa kau sedang mengejek kami..? Dasar kau ini..! Jika tidak ingin membantu kami, ya sudah, tidak perlu. Kami akan mengerjakannya sendiri siang ini."


Miki terlihat kesal dan hendak beranjak pergi meninggalkan Mizuki.


"Hey tunggu dulu..! Aku tak bilang tak akan membantu kalian. Baiklah, serakan kertas tugas kalian kepadaku. Ucap Mizuki sambil tangannya meminta kertas tugas dari Miki Hana dan juga Yuika.


Miki yang masih merasa kesal memberikan kertas tugasnya itu dengan kasar kepada Mizuki.


"Pelan-pelan, nanti kertasmu bisa sobek..! Kau ini masih saja tidak berubah sejak dari dulu." Ucap Mizuki.


"Dari dulu..? Maksudnya, apa sebelumnya kalian berdua sudah saling dekat..?" Tanya Hana tampak heran.


"Ya, Miki dan aku dulunya sekelas saat masih SD, dan rumah kami berdua juga tidak begitu jauh." Ucap Mizuki menjelaskan.


"Oh begitu ya, Miki tak memberitahu kami soal ini." Ucap Hana.


Selesai memberikan kertas tugas kepada Mizuki mereka bertiga pun segera pulang menuju rumah masing-masing.


Seperti biasa Yuika berjalan menuju stasiun kereta api dan bertemu dengan Minato di sana. Mereka berdua kemudian masuk ke dalam kereta dan duduk berdampingan.


Di dalam kereta api Minato dan Yuika tampak berbincang-bincang sambil sesekali tersenyum. Mereka berdua kini tampak menjadi sedikit lebih dekat.


Sesampai di rumah Yuika segera mengambil sepeda dan mengendarainya untuk pergi menjemput Fuji di toko bunga milik nona Naomi.


Sore itu Minato yang sedang berada di kamarnya. Ia duduk di dekat jendela kamar sambil mengerjakan tugas yang telah di berikan oleh pak guru Watanabe.


Pukul 07:55 saat malam hari, ketika konser musik akan segera di mulai, Miki dan Hana telah berada di pintu gerbang masuk menunggu kedatangan Yuika.


"Coba hubungi dia lagi..!" Ucap Miki kepada Hana.


"Dia sedang di jalan, kita tak perlu menghubunginya kembali..! Tunggulah beberapa menit lagi. Lagi pula konsernya juga masih belum di mulai." Ucap Hana mencoba menenangkan Miki.


Miki tampak sangat gelisah menanti kedatangan Yuika. Sudah beberapa menit berlalu tapi Yuika masih belum juga sampai di sana.


Sementara itu konser musik akan segera di gelar. Panitia festival mulai berbicara menggunakan microphone kepada semua penonton yang hadir agar segera tertip dan teratur.


"Dia telat lagi, dasar anak itu..! Miki tampak terlihat kesal.


"Ayo Han, kita masuk duluan saja..! Nanti saat sudah di dalam, aku akan mengirim pesan kepadanya bahwa kita telah berada di dalam." Ucap Miki mengajak Hana masuk ke dalam acara konser.


Mereka berdua kemudian duduk menempati kursi paling depan.


Miki dan Hana tampak deg degan menunggu konser di mulai. Saat para anggota grup band naik ke atas panggung suara sorakan dan tepuk tangan dari para penonton menggemuru memenuhi lapangan.


Yuika yang tampak baru datang segera masuk ke dalam pintu gerbang, namun nampaknya dia merasa bingung saat mencari keberadaan Hana dan Miki. Lapangan kini di penuhi begitu banyak manusia yang ikut menyaksikan festival malam itu. Yuika mencari keberadaan kedua sahabatnya itu sambil berdesak-desakan dengan penonton yang mulai memenuhi lapangan.


"Maafkan aku..!" Ucap Yuika yang tak sengaja menyenggol lengan seseorang sehingga benda yang di bawanya terjatuh dari tangannya.


"Yuika..!" Sapa pria yang tak sengaja di senggol oleh Yuika.


Yuika lalu melirik ke arah pria itu, rupanya dia adalah Ken yang juga datang menyaksikan konser musik.


"Kebetulan sekali kita bertemu disini..!" Ken tampak sangat senang saat melihat Yuika juga berada di festival.


"Maaf aku terburu- buru..!" Ucap Yuika sambil hendak pergi meninggalkan Ken.


Ken dengan spontan menahan tangan Yuika agar tidak meninggalkannya dan tetap berada di sana dengannya.


"Bisakah kau mendengarkanku sebentar saja. Aku mohon..!" Ken memohon kepada Yuika.


"Baiklah katakan." Ucap Yuika sambil menundukkan kepalanya.


"Bisakah kita tetap menjadi teman..! Aku tahu aku salah..! Tapi ku mohon maafkan aku..!" Ken terus memohon agar gadis yang di kaguminya itu mau memaafkannya.


"Aku sudah memaafkanmu, kamu tak perlu mengatakan maaf berkali-kali padaku." Ucap Yuika.


"......."


"Ya, kamu adalah teman..! Maaf aku harus segera pergi Miki dan Hana sudah menantiku. Kita bicara nanti." Yuika lalu pergi berlalu meninggalkan Ken.


Ken terlihat senang karena akhirnya dia bisa kembali membuat hubungan pertemanan dengan Yuika.


Sementara itu Yuika terus berjalan mencari keberadaan Hana dan Miki. Tiba-tiba saja handphonenya berdering. Sebuah pesan masuk dari Miki.


"Kami berada di kursi depan dekat tiang panggung sebelah kanan." Yuika membaca pesan itu dan bergegas menemui kedua sahabatnya.


Saat melihat Hana dan Miki dari kejauhan Yuika segera menghampiri mereka berdua.


"Maafkan aku, aku telat..!" Ucap Yuika sambil berdiri di dekat Miki dan Hana.


"Tak masalah, ayo duduklah kemari ..!" Hana mempersilakan Yuika duduk di sampingnya.


"Hey si putri tidur kamu telat lagi..! Kami sudah menunggumu sedari tadi." Ucap Miki yang masih sedikit kesal.


"Maafkan aku, jadwal Kereta yang aku tumpangi datang telat, aku baru saja tiba di sini beberapa menit yang lalu." Yuika mencoba menjelaskan kepada Miki.


"Sudahlah Miki, yang penting sekarang Yuika telah berada di sini bersama kita." Ucap Hana.


Sorak-sorai dan tepuk tangan dari semua penonton semakin menggemuru saat ketika para anggota band Snow Man bernyanyi sambil mempertunjukan aksi tarian mereka.


"I love You Tatsuya..." Miki berteriak histeris ketika melihat salah satu anggota band yang di kaguminya melakukan aksi dance dengan sangat cool.


Miki juga tampak bersorai gembira dan sangat menikmati konser musik di malam itu. Sementara itu Yuika hanya bertepuk tangan kagum melihat tarian mereka.


Di sisi lain tampak seorang pria yang berbaju kaos hitam yang berbalut jaket kulit, juga tampak menikmati pertunjukan konser musik di sana


Pukul 10:30 malam, acara konser musik masih berlangsung, namun Yuika tampak mulai cemas sembari melihat ke arah jam tangan yang di kenakannya.


"Ini sudah hampir jam 11 malam, apakah kalian masih ingin menyaksikan pertunjukan musiknya sampai selesai..?" Yuika bertanya kepada kedua sahabatnya itu.


"Iya kami akan di sini sebentar lagi, apa kau ingin pulang sekarang..?" Ucap Hana.


"Ya, aku rasa aku harus segera pulang sekarang jika tidak maka aku akan ketinggalan Kereta Api." Ucap Yuika sangat cemas.


"Baiklah, pulanglah..! Saat tiba di rumah jangan lupa memberi kabar kepada kami." Ucap Hana.


Lalu Yuika berpamitan kepada kedua sahabatnya itu dan pergi keluar meninggalkan festival konser musik yang masih sangat di penuhi kerumunan orang banyak.


Yuika berjalan keluar gerbang festival dan menuju stasiun dengan berjalan kaki. Jalan menuju stasiun Kereta Api tampak sepi malam itu, karena hampir seluru orang-orang di sana pergi untuk menyaksikan festival.


Yuika berjalan sendiri dengan perasaan cemas dan sedikit takut. Sebelumnya dia tidak perna keluar malam selarut itu apalagi berjalan sendiri di tempat yang sangat sepi.


Cahaya lampu yang menyinari sepanjang jalan di sana juga sudah tidak begitu terang lagi. Di dalam cahaya yang remang-remang Yuika terus berjalan menuju stasiun Kereta Api.


Tiba-tiba dari arah belakang, Yuika mendengar hentakan kaki seseorang yang sedang berjalan mengikutinya. Yuika tampak sangat ketakutan dan segera mempercepat langka kakinya. Jantungnya pun mulai berdebar kencang tak karuan.


Sementara itu bunyi langka kaki yang berada di belakangnya tampak mengikuti dan terdengar sangat jelas dan semakin dekat kepadanya.


Sebuah uluran tangan seseorang yang berpakaian serba hitam dengan cepat menggengam bahunya.


"Aaaaaaaaaaaaahhh........" Yuika menjerit ketakutan sambil berteriak kencang.


"Tenanglah ini aku..!" Minato berdiri di sisi Yuika.


Yuika yang kaget spontan memukul Minato dengan sekuat tenang. Jantung gadis itu terasa akan berhenti berdetak.


Minato yang melihat tubuh Yuika bergetar ketakutan segera memeluknya erat-erat.


"Maafkan aku, aku tak bermaksud menakutimu..! Kumohon tenanglah..!" Minato terus memeluk Yuika sambil menenangkannya.


Nafas Yuika yang tak beraturan membuatnya sedikit menjadi lemas. Minato yang terus memeluknya dapat merasakan getaran dari tubuh dan detak jantung gadis itu.


Setelah hampir 2 menit Yuika baru bisa kembali tenang. Ia mulai melepaskan pelukan dari Minato, namun wajah gadis itu masih terlihat sangat pucat karena ketakutan.


"Apa kau baik-baik saja sekarang..?" Ucap Minato sambil memegang kedua lengan Yuika.


"......" Yuika hanya diam tak menjawab.


"Aku sangat minta maaf, aku sungguh tak bermaksud menkutimu." Ucap Minato sambil terus meminta maaf kepada Yuika.


"Ya, tak apa. Aku hanya sangat ketakutan..!" Yuika mulai berbicara namun dengan suara yang sangat lemah.


"Tadi saat di pintu gerbang keluar festival, aku tak sengaja melihatmu berjalan meninggalkan gerbang dan menuju stasiun Kereta Api, aku juga akan pulang jadi aku pikir aku akan menghampirimu dan kita akan berjalan bersama menuju stasiun. Tapi aku sungguh tak menyangka kau akan begitu ketakutan saat aku menghampiri. Aku benar-benar sungguh minta maaf, tolong maafkan aku..!" Ucap Minato.


"Tidak perlu minta maaf, aku hanya berfikir bahwa seseorang yang mengikutiku dari belakang adalah orang jahat, seharusnya aku lebih positive thinking." Ucap Yuika sambil mulai berjalan pelan.


"Kamu masih tampak lemah, apa kamu bisa berjalan..? Minato tampak cemas.


"Kereta Api akan segera berangkat, jika kita tidak pergi sekarang maka kereta akan meninggalkan kita." Yuika terus berjalan walau masih sangat lemah.


kemudian mereka berdua berjalan, namun tampak Yuika yang tidak dapat berjalan dengan cepat karena tubuhnya masih terasa lemas.


"Kereta akan berangkat 10 menit lagi." ucap Yuika.


Dia berusaha mempercepat langkahnya menuju stasiun kereta namun tiba-tiba saja kakinya tersandung oleh suatu benda sehingga membuatnya hampir terjatuh, untung saja dengan cekatan Minato segera menahan tubuh Yuika.


Jempol kaki Yuika tampak mengeluarkan darah dan terasa perih.


Tiba-tiba saja gadis itu mulai menangis karena merasa kesakitan sehingga ia tidak mampu untuk berjalan.


"Bagaimana ini..! Aku tak bisa berjalan rasanya sangat sakit..! keretanya akan meninggalkanku." Yuika terus menangis meratapi kemalangan yang di alaminya malam itu.


Minato kemudian memeriksa kaki gadis itu sambil mencoba menenangkannya.


"Kakimu berdarah..! tapi jangan khawatir, aku akan menggendongmu sampai ke stasiun Kereta.


"Tidak aku tidak mau. Aku sangat berat, bagaimana kamu akan menggendongku.?" Yuika menolak permintaan dari Minato.


"Jika tidak segera bergegas menuju stasiun maka Kereta akan meninggalkanmu dan kamu akan menjadi sendirian di sini. Apa kamu yakin tetap berada disini semalaman..?" Ucap Minato.


Yuika tampak semakin menangis memikirkan nasibnya malam itu.


"Ayo berhentilah merengek, jangan menjadi seperti bayi. Berdiri dan ulurkan tanganmu. Kita harus segera pergi dari sini." Minato berdiri membelakangi Yuika sambil sedikit berjongkok.


Yuika berhenti menangis sembari berdiri dan meletakan kedua tangannya di pundak Minato.


"Peluk aku yang erat." Pinta Minato sambil menahan tubuh Yuika agar tak terjatuh dari gendongannya.


Minato kemudian mulai berjalan menuju stasiun kereta api. Namun entah mengapa tiba-tiba saja jantungnya mulai berdetak cepat, saat wajah Yuika menyentuh bagian atas pundaknya.


Suara dari nafas Yuika terdengar begitu jelas di kupingnya sehingga membuat anak laki-laki itu sedikit merasa gugup.


"Aku sangat berat bukan..? Ucap Yuika.


"Kamu gadis yang kurus..! Aku seperti tidak merasakan sedang mengendong seseorang di belakangku sekarang." Minato terus berjalan sambil tersenyum.


"Apa kamu bercanda..? Aku sangat banyak makan dan timbangan badanku juga berat bahkan Fuji adikku juga sering menggodaku karena badanku sedikit menjadi gendut sekarang." Yuika mulai banyak bicara.


"Baiklah, berhentilah mengoceh. Kamu sungguh sangat berat ok..! Sekarang berpeganglah padaku lebih erat, aku akan mempercepat langkahku." Ucap Minato.


Yuika lalu melingkarkan kedua tangannya pada bagian atas dada Minato. Sementara itu Minato mulai mempercepat langkahnya agar segera sampai ke stasiun Kereta.


Beberapa menit berjalan akhirnya tibalah mereka berdua di stasiun Kereta.


Jika saja terlambat beberapa menit maka Kereta Api akan meninggalkan mereka berdua di malam itu.


Yuika memasuki pintu kereta sambil berjalan pelan dan di gandeng oleh Minato. Dari wajahnya tampak mulai meneteskan keringat menahan rasa perih pada kakinya yang terluka.


Tepat pukul 11:00 malam Kereta mulai berjalan pergi meninggalkan stasiun.


Sementara itu di dalam Kereta api Yuika tampak tertidur sambil bersandar di sisi Minato.


Minato sengaja tidak ingin membangunkan Yuika yang sedang tertidur pulas hingga kereta membawa mereka berdua ke stasiun tujuan mereka berikutnya.


Saat Kereta api akan mulai memasuki stasiun tujuan mereka, barulah Minato membangunkan Yuika.


"Hey Yuika..! Kita sudah sampai, bangunlah..!" Bisik Minato sambil menepuk-nepuk pundak dan pipi Yuika dengan lembut.


Yuika terbangun dari tidurnya dan mereka berdua segera keluar dari Kereta Api.


Sementara itu di rumah kediaman tuan Yoshimura. Ayah Yuika itu tampak sangat cemas karena putrinya masih belum juga pulang sedang waktu sudah menjadi sangat larut di malam itu.


"Aku akan mengantarmu sampai tiba di rumahmu..!" Ucap Minato sambil kembali menggendong Yuika di belakangnya menuju rumah Yuika.


"Maafkan aku, aku sudah sangat merepotkanmu." Ucap Yuika.


"Ini bukanlah apa-apa. Aku senang bisa membantumu seperti saat kamu membantu kakek menemukan alamat rumah." Minato terus berjalan. Dia berjalan di bawa sinar rembulan di malam itu sambil mengendong Yuika gadis cantik yang telah membuatnya jatuh hati.